Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Asuhan Keperawatan Pada Hidronefrosis - Intervensi

Hidronefrosis adalah pembengkakan akibat adanya sumbatan saluran kemih. Sumbatan dapat terjadi di semua tingkat dalam sistem perkemihan dari ginjal ke ureter ke kandung kemih ke uretra.

Bergantung pada lokasi dan penyebab obstruksi, hidronefrosis mungkin unilateral melibatkan satu ginjal atau bilateral yang melibatkan keduanya. Peningkatan tekanan akibat hidronefrosis berpotensi dapat mengganggu fungsi ginjal jika tidak diatasi dalam jangka waktu tertentu.

Gejala hidronefrosis bergantung pada apakah pembengkakan terjadi secara akut atau berkembang lebih lambat. Jika merupakan obstruksi akut, gejalanya dapat berupa nyeri menggeliat, mual dan muntah.

Biasanya, ginjal menyaring produk limbah dari darah dan membuangnya ke dalam urin. Urin mengalir ke kaliks yang membentuk pelvis ginjal, selanjutnya bermuara di ureter, sebuah saluran yang menghubungkan ginjal ke kandung kemih.

Askep pada Hidronefrosis
Foto by James Heilman, MD on wikimedia.org

Hidronefrosis merupakan dilasi abnormal pelvis renal dan kaliks satu atau kedua ginjal, dan disebabkan oleh obstruksi aliran urin dalam traktus genitourinari. Walaupun mungkin obstruksi parsial dan hidronefrosis pada awalnya tidak menimbulkan gejala, tekanan yang terbentuk di balik area obstruksi akhirnya menyebabkan disfungsi renal simtomatik dan menimbulkan geiala.

Walaupun obstruksi atau penyumbatan adalah penyebab hidronefrosis yang paling sering, namun bisa juga disebabkan oleh masalah yang terjadi secara bawaan pada janin (prenatal) atau mungkin merupakan respons fisiologis terhadap kehamilan. Sebagian besar wanita hamil mengalami hidronefrosis atau hidroureter. Para ahli berpikir ini, sebagian, karena efek progesteron pada ureter, yang menurunkan ritme peristaltiknya.

Komplikasi hidronefrosis yang paling penting adalah penurunan fungsi ginjal. Peningkatan tekanan cairan ekstra di dalam ginjal menurunkan laju filtrasi darah dan dapat menyebabkan kerusakan struktural pada sel-sel ginjal. Penurunan fungsi ini seringkali dapat dipulihkan jika kondisi yang mendasarinya diperbaiki tetapi jika durasinya berkepanjangan, kerusakannya seringkali permanen.

Penyebab

Ada banyak penyebab hidronefrosis yang dikategorikan berdasarkan lokasi pembengkakan dan apakah penyebabnya intrinsik (terletak di dalam sistem pengumpul urin), ekstrinsik (di luar sistem pengumpul) atau jika itu karena perubahan fungsi bagian-bagian dari sistem kemih.

Penyebab intrinsik hidronefrosis

a. Ureter

  • Batu ginjal. Kemungkinan alasan paling umum untuk mengalami hidronefrosis unilateral adalah batu ginjal yang menyebabkan penyumbatan ureter. Batu secara bertahap berpindah dari ginjal ke dalam kandung kemih tetapi jika batu tersebut menyumbat saat berada di ureter, urin akan kembali naik dan menyebabkan ginjal membengkak. Ini akan diklasifikasikan sebagai obstruksi intrinsik.
  • Pembekuan darah
  • Striktur atau jaringan parut

b. Kandung kemih

  • Kanker kandung kemih
  • Batu kandung kemih
  • Sistokel
  • Kontraktur leher kandung kemih

c. Uretra

  • Ketidakmampuan untuk mengosongkan kandung kemih (retensi urin) dengan alasan apapun dapat menyebabkan hidronefrosis bilateral.
  • Striktur uretra
  • Katup uretra
  • Kanker uretra

Penyebab ekstrinsik 

a. Ureter

  • Tumor atau kanker
  • Fibrosis retroperitoneal
  • Sindrom vena ovarium
  • Kanker serviks
  • Kanker prostat
  • Kehamilan
  • Prolaps uterus
  • Jaringan parut akibat terapi radiasi

b. Uretra

  • Hipertrofi atau pembengkakan prostat adalah penyebab umum retensi urin dan hidronefrosis berikutnya pada pria.
  • Kanker prostat

Kandung kemih neurogenik atau ketidakmampuan kandung kemih berfungsi dengan baik terjadi karena kerusakan saraf yang mensuplai kandung kemih. Ini dapat terjadi pada tumor otak, cedera atau tumor sumsum tulang belakang, multiple sclerosis, dan diabetes di antara penyebab lainnya.

Refluks vesikoureteral di mana urin mengalir mundur dari kandung kemih ke dalam ureter. Hidronefrosis prenatal adalah contohnya, meskipun dapat terjadi kapan saja dalam hidup.

Tanda dan gejala

  • Awalnya tidak ada
  • Aliran urin berkurang
  • Hematuria, piuria, disuria, oliguria dan poliuria
  • Nyeri ringan
  • Mual, muntah, abdomen terasa penuh, nyeri saat kencing, penetesan, dan keraguan
  • Nyeri hebat di ginjal atau nyeri samar di bagian samping tubuh yang bisa memancar ke pangkal paha
  • Nyeri unilateral (umumnya di bagian samping tubuh) jika pasien mengalami obstruksi unilateral

Uji diagnostik

Urografi ekskretorik, pielografi retrograd, ultrasonografi renal, dan studi fungsi ginjal positif jika terjadi hidronefrosis.

Penanganan

  • Penanganan bisa mempertahankan fungsi ginjal dan mencegah infeksi melalui pembedahan untuk membuang obstruksi, misalnya dilasi untuk striktur uretra dan prostatektomi untuk BPH.
  • Jika fungsi ginjal diserang, terapi bisa meliputi makanan rendah protein, natrium, dan kalium.
  • Dekompresi dan drainase ginjal bisa menjadi pilihan jika sumber sumbatan tidak dapat dibedah.
  • Infeksi yang muncul bersama membutuhkan terapi antibiotik yang tepat.

Tindakan keperawatan

  • Jelaskan mengenai hidronefresis dan tujuan urografi ekskretorik dan prosedur diagnostik lain. Cari tahu apakah pasien alergi terhadap pewarnaan yang digunakan dalam urografi ekskretorik.
  • Beri medikasi nyeri seperlunya sesuai resep.
  • Sebelum operasi, pantau asupan dan output, tanda vital, dan status cairan dan elektrolit dengan saksama. Pantau studi fungsi ginjal setiap hari.
  • Jika telah dimasukkan, seringkali periksalah pipa nefrostomi untuk melihat pendarahan dan kepatenannya.Lakukan irigasi pipa tetapi jangan mengepitnya.
  • Jika pasien akan pulang dan pipa nefrostomi masih harus dipasang di tubuhnya, ajari ia cara merawat pipa dengan benar.
  • Untuk mencegah hidronefritis berkembang menjadi penyakit ginjal yang tidak bisa disembuhkan, dorong pasien untuk melakukan pemeriksaan secara rutin.


Referensi:

  1. Benjamin Wedro. 2020. Hydronefrosis – Cause, Symptom and Treatment. Medicine Net
  2. Pamela.C.A.et.al.2008. Nursing: Understanding Disease. Lippincott William & Wilkins : Norristown Road.

Zul Hendry , Ners., M.Kep
Zul Hendry , Ners., M.Kep Dosen Tetap Program Studi Keperawatan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Mataram

Posting Komentar untuk "Asuhan Keperawatan Pada Hidronefrosis - Intervensi"