Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Memahami Urtikaria, Penyebab Sampai Penanganan

Urtikaria merupakan gangguan dermatologis yang sering terjadi,  dan terdiri dari berbagai jenis. Secara umum urtikaria akut lebih banyak terkait dengan alergen eksogen atau infeksi akut,  sedangkan urtikaria kronis lebih mungkin dikaitkan dengan autoimunitas.

Urtikaria sering rancu  dengan berbagai penyakit dermatologis lain yang serupa dalam penampilan dan gatal seperti  dermatitis atopik (eksim), erupsi obat makulopapular, dermatitis kontak, gigitan serangga, eritema multiforme, pitiriasis rosea, vaskulitis urtikaria, dan lain-lain.

Memahami Urtikaria, Penyebab Sampai Penanganan
Gambar by BruceBlaus on: wikimedia.org

Urtikaria pada Kulit, Tinjauan Teori

Definisi

Urtikaria  adalah keluhan pada kulit berupa warna  merah, gatal, dan menimbulkan bekas di kulit yang muncul dalam berbagai bentuk dan ukuran.  Gatal bisa parah,  urtikaria memiliki batas yang jelas dan mungkin memiliki pusat pucat.

Biasanya urtikaria bisa hilang timbul atau bertahan selama beberapa jam kemudian menghilang, dan mungkin muncul di tempat lain. Setelah menghilang, kulit biasanya terlihat normal sepenuhnya.

Pembengkakan ini disebabkan oleh pelepasan bahan kimia  seperti histamin dari sel mast di kulit, yang juga bisa menyebabkan keluarnya sedikit cairan.

Epidemiologi

Urtikaria akut mempengaruhi 15-20% dari populasi umum sedangkan urtikaria kronis mempengaruhi 2-3% individu selama hidup mereka.

Tidak ada variasi dalam ras yang dicatat. Tidak ada catatan mengenai perbedaan kejadian urtikaria dikaitkan dengan jenis ras tertentu.

Berdasarkan jenis kelamin, tidak ada perbedaan tingkat kejadian urtikaria akut pada  pria dan wanita. Sedangkan urtikaria kronis lebih sering terjadi pada wanita yaitu sekitar 60%.

Sedangkan jika di tinjau dari aspek umur, Urtikaria dapat terjadi pada semua kelompok umur, sedangkan urtikaria kronis lebih sering terjadi pada dekade keempat dan kelima.

Klasifikasi

Urtikaria umumnya diklasifikasikan berdasarkan durasi. Jika gatal-gatal muncul kurang dari enam minggu, prosesnya dianggap akut. Jika urtikaria bertahan lebih dari 6 minggu, maka dikategorikan kronis.

Urtikaria Akut

Urtikaria akut adalah urtikaria dengan atau tanpa angioedema yang berlangsung kurang dari 6 minggu, dan seringkali hilang dalam hitungan jam hingga hari.

Urtikaria bisa berdiameter beberapa milimeter atau beberapa sentimeter, berwarna putih atau merah, berlangsung beberapa menit atau beberapa jam dan dapat berubah bentuk. Urtikaria akut dapat mengenai bagian tubuh manapun dan cenderung tersebar luas.

Urtikaria akut dapat dibagi menjadi dua tipe umum, tergantung pada kecepatan pembentukan dan lama waktu kemunculannya.  Tipe pertama  menghasilkan lesi yang berlangsung 1-2 jam dan biasanya ditemui pada gatal-gatal yang diinduksi secara fisik.

Tipe kedua menghasilkan infiltrat seluler yang menonjol, dan lesi individu dapat bertahan selama 36 jam. Jenis ini ditemui pada urtikaria yang timbul karena  makanan atau reaksi obat.

Urtikaria akut dapat disebabkan oleh berbagai faktor, tetapi penyebabnya tidak selalu dapat diidentifikasi.

Beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab urtikaria akut antara lain:

  • Infeksi virus akut  seperti  infeksi saluran pernapasan atas, hepatitis virus, dan mononukleosis.
  • Infeksi bakteri akut  seperti abses gigi, sinusitis, mikoplasma
  • Alergi makanan yang diperantarai IgE, biasanya susu, telur, kacang tanah, dan kerang
  • Urtikaria yang diinduksi obat  dan diperantarai IgE, paling sering golongan  antibiotik
  • Urtikaria yang diinduksi obat karena alergi semu  seperti aspirin, obat anti inflamasi nonsteroid nonselektif, opiat, media radiokontras. Jenis ini menyebabkan urtikaria akut  tanpa aktivasi imun
  • Vaksinasi
  • Sengatan lebah atau tawon
  • Reaksi luas setelah urtikaria kontak lokal  dengan lateks karet
  • Urtikaria alergi parah dapat menyebabkan syok anafilaksis (bronkospasme, kolaps).

Urtikaria Kronis

Urtikaria kronis didefinisikan sebagai urtikaria yang terjadi setiap hari selama lebih dari enam minggu,  dapat terjadi secara spontan atau diinduksi atau  keduanya muncul bersamaan.

Urtikaria kronis ditandai dengan infiltrat sel mononuklear perivaskular non-nekrosis seperti limfosit T dan monosit CD4 dengan akumulasi variabel eosinofil, neutrofil, dan sel mast. Penyebab dan patogenesis mungkin melibatkan kompleks imun, aktivasi komplemen, pembentukan anafilatoksin, pelepasan histamin, dan degranulasi neutrofil.

Sebagian urtikaria  kronis spontan bersifat idiopatik (penyebab tidak diketahui) atau kemungkinan penyebab autoimun. Sekitar setengah dari pasien memiliki autoantibodi IgG fungsional ke imunoglobulin IgE atau reseptor afinitas tinggi FcεRI.

Beberapa Jenis Urtikaria kronis antara lain :

Dermographia

Dermographia adalah respon gatal berlebihan yang terjadi dalam beberapa menit setelah kulit digores atau digaruk. Dermographism adalah bentuk paling umum dari urtikaria yang dapat diinduksi fisik. Ini juga disebut urtikaria dermografik.

Urtikaria dingin

Urtikaria dingin adalah bentuk yang relatif jarang dan  berkembang setelah terkena suhu dingin, air dingin, dan benda dingin.

Urtikaria dingin sekarang dipahami sebagai gangguan yang sama sekali berbeda dari sindrom autoinflamasi dingin familial (FCAS), yang sebelumnya dikenal sebagai urtikaria dingin herediter. FCAS adalah salah satu sindrom periodik terkait cryopyrin (CAPS).

Urtikaria Kolinergik

Urtikaria kolinergik adalah urtikaria kronis yang disebabkan oleh keringat. Kadang-kadang disebut sebagai benjolan panas. Urtikaria muncul dengan diameter yang sangat kecil  sekitar 1-4 mm  yang dikelilingi oleh flare merah cerah.

Pada urtikaria kolinergik, Kenaikan suhu inti tubuh yang mengakibatkan berkeringat menimbulan ruam. Beberapa hal yang sering menjadi pemicu urtikaria kolinergik antara lain olahraga, Mandi air panas, demam, makan makanan pedas, dan stres emosional.

Tidak jarang pasien dengan urtikaria kolinergik memiliki urtikaria fisik jenis lain yang terkait, seperti dermographia, urtikaria dingin, atau urtikaria tekanan.

Urtikaria Kontak

Urtikaria kontak adalah pembengkakan dan kemerahan lokal yang terjadi pada kulit dengan cepat  setelah kontak langsung dengan zat penyebab.

Urtikaria kontak berbeda dengan dermatitis kontak di mana reaksi dermatitis berkembang beberapa jam hingga beberapa hari setelah kontak dengan agen penyebab. Urtikaria kontak dapat bersifat imunologis karena alergi atau non-imunologis.

Urtikaria Tekanan

Urtikaria tekanan adalah bentuk urtikaria kronis yang ditandai dengan munculnya bilur dan  atau angioedema setelah tekanan pada kulit, dapat terjadi segera setelah stimulus tekanan atau tertunda  4-6 jam.

Urtikaria tekanan dapat disebabkan oleh berbagai rangsangan seperti berdiri, berjalan, mengenakan pakaian ketat atau duduk di permukaan yang keras. Kondisi ini kadang-kadang dapat diperburuk oleh panas, aspirin atau menstruasi.

Solar Urtikaria

Solar urticaria adalah bentuk langka dari urtikaria kronis di mana kulit membengkak dalam beberapa menit setelah terpapar sinar matahari alami atau sumber cahaya buatan yang memancarkan radiasi ultraviolet. Reaksi dapat mereda dalam beberapa menit atau dapat bertahan hingga satu jam atau lebih.

Penyebab urtikaria matahari tidak dapat diideentifikasi  dengan jelas tetapi mungkin karena reaksi antigen-antibodi. Tampaknya bahan kimia yang dibuat dalam tubuh yaitu fotoalergen bereaksi dengan radiasi UV menyebabkan reaksi alergi yang bermanifestasi sebagai urtikaria.

Penyebab

Urtikaria seringkali merupakan reaksi alergi dan dapat terjadi ketika zat tertentu dihirup, dikonsumsi, disuntikkan, atau disentuh.  Zat  ini dapat berada di lingkungan, makanan, obat-obatan, serangga, tumbuhan, atau sumber lainnya.

Sebenarnya, Zat-zat ini tidak berbahaya bagi sebagian besar orang. Tetapi pada orang yang sensitif  merupakan  pemicu atau alergen yang  dapat menyebabkan reaksi alergi. Karena  sistem kekebalan  tubuh mereka bereaksi  secara berlebihan terhadap jenis zat tertentu ini.

Urtikaria juga bisa disebabkan oleh gangguan autoimun. Pada kondisi ini  sistem kekebalan mengalami malfungsi, salah mengartikan jaringan tubuh sendiri sebagai benda asing dan menyerangnya.

Selain itu, beberapa jenis obat menyebabkan gatal-gatal secara langsung tanpa memicu reaksi alergi. Stres emosional dan beberapa kondisi fisik seperti panas atau cahaya dapat menyebabkan gatal-gatal karena alasan yang tidak dipahami dengan baik.

Urtikaria biasanya berlangsung kurang dari 6 minggu dan diklasifikasikan sebagai akut. Jika gatal-gatal berlangsung lebih dari 6 minggu, itu diklasifikasikan sebagai kronis.

Urtikaria akut sering disebabkan oleh :

  • Reaksi alergi seringkali dipicu oleh makanan, terutama telur, ikan, kerang, kacang-kacangan, dan buah-buahan, atau oleh sengatan serangga. Makan sedikit saja makanan dapat tiba-tiba menyebabkan gatal-gatal.  Pada makanan tertentu seperti stroberi, reaksi alergi hanya terjadi setelah dimakan dalam jumlah besar.
  • Beberapa  obat seperti antibiotik, dapat menyebabkan gatal-gatal. Reaksi alergi langsung juga dapat terjadi saat zat bersentuhan langsung dengan kulit seperti lateks, setelah gigitan serangga, atau sebagai reaksi terhadap zat yang dihirup ke dalam paru-paru atau melalui hidung.
  • Reaksi non alergi antara lain infeksi, beberapa obat, rangsangan fisik seperti tekanan atau dingin, rangsangan emosional seperti stres, dan beberapa bahan tambahan makanan. Meskipun Urtikaria akut biasanya memiliki penyebab spesifik, sebagian kasus penyebabnya tidak bisa di identifikasi.

Urtikaria atau urtikaria  kronis paling sering disebabkan oleh:

  • Kondisi yang tak teridentifikasi (idiopatik)
  • Gangguan autoimun
  • Terkadang penyebabnya mudah terabaikan, seperti ketika orang berulang kali mengonsumsi makanan yang tidak diketahui pemicunya, seperti pengawet atau pewarna dalam makanan atau dalam susu. Seringkali, meskipun telah dilakukan upaya terbaik, penyebabnya tetap tidak teridentifikasi.
  • Bidur kronis dapat berlangsung selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun, lalu terkadang hilang tanpa alasan yang jelas.


Patofisiologi

Urtikaria merupakan keluhan yang muncul akibat pelepasan histamin, bradikinin, leukotrien C4, prostaglandin D2, dan zat vasoaktif lainnya dari sel mast dan basofil di dermis. Zat ini menyebabkan ekstravasasi cairan ke dalam dermis dan menyebabkan lesi urtikaria.

Rasa gatal yang hebat pada urtikaria adalah akibat dari pelepasan histamin ke dalam dermis. Histamin adalah ligan untuk dua reseptor yang terikat membran, yaitu reseptor H1 dan H2 yang terdapat pada banyak jenis sel.

Aktivasi reseptor histamin H1 pada sel endotel dan otot polos menyebabkan peningkatan permeabilitas kapiler. Aktivasi reseptor histamin H2 menyebabkan vasodilatasi arteriol dan venula.

Proses ini disebabkan oleh beberapa mekanisme. Respons alergi IgE tipe I diprakarsai oleh kompleks imun IgE yang diperantarai antigen dan mengikat reseptor Fc pada permukaan sel mast dan basofil, sehingga menyebabkan degranulasi dengan pelepasan histamin.

Respon alergi tipe II dimediasi oleh sel T sitotoksik, menyebabkan deposit imunoglobulin, komplemen, dan fibrin di sekitar pembuluh darah. Hal ini menyebabkan vaskulitis urtikaria.

Penyakit kompleks imun tipe III dikaitkan dengan lupus eritematosus sistemik dan penyakit autoimun lain yang menyebabkan urtikaria. Beberapa bukti menunjukkan kadar vitamin D memiliki korelasi terbalik dengan tingkat keparahan urtikaria kronis.

Urtikaria yang diperantarai komplemen antara lain infeksi virus dan bakteri, serum sickness, dan reaksi transfusi. Reaksi transfusi urtikaria terjadi ketika zat alergen dalam plasma produk darah yang disumbangkan bereaksi dengan antibodi IgE yang sudah ada sebelumnya pada penerima.

Obat-obatan tertentu seperti golongsn opioid, vecuronium, suksinilkolin, vankomisin, dan lain-lain, serta agen radiokontras dapat menyebabkan urtikaria karena degranulasi sel mast melalui mekanisme yang tidak diperantarai IgE.

Urtikaria dari obat antiinflamasi nonsteroid mungkin diperantarai IgE atau karena degranulasi sel mast, dan mungkin ada reaktivitas silang yang signifikan antara obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) dalam menyebabkan urtikaria dan reaksi anafilaksis.

Urtikaria fisik di mana beberapa stimulus fisik menyebabkan urtikaria antara lain urtikaria tekanan langsung, urtikaria tekanan tertunda, urtikaria dingin, dan urtikaria kolinergik.

Untuk beberapa jenis, terutama urtikaria kronis, tidak ada penyebab yang dapat ditemukan sehingga disebut urtikaria idiopatik.  Meskipun sebagian besar adalah urtikaria autoimun kronis seperti yang didefinisikan oleh tes kulit serum autologus positif (ASST) .

Evaluasi

Tidak setiap kejadian urtikaria membutuhkan evaluasi segera oleh dokter.  Namun pada beberapa kasus perlu diwaspadai dan segera mencari penanganan medis atau fasilitas kesehatan. Yang perlu diwaspadai jika urtikaria disertai beberapa keluhan lain seperti:

  • Pembengkakan pada wajah, bibir, tenggorokan, lidah, atau saluran nafas
  • Kesulitan bernapas, termasuk mengi
  • Urtikaria yang sangat berwarna, yang menjadi luka terbuka, atau yang bertahan selama lebih dari 48 jam
  • Demam, pembengkakan kelenjar getah bening, penurunan berat badan, dan gejala lain dari gangguan di seluruh tubuh (sistemik)
  • Merasa semakin lemah atau pusing atau mengalami demam tinggi atau kedinginan yang parah.
  • Urtikaria kambuh tanpa terpapar pemicu.
  • Gejala berlangsung selama lebih dari 2 hari.

Diagnosa

Pada tahap pertama, dokter atau petugas kesehatan akan melakukan pengkajian berupa anamnese atau wawancara. Setelah itu akan dilakukan pemeriksaan fisik umum dan khusus, sesuai dengan keluhan utama yang dirasakan.

Jika diperlukan, dokter juga akan mengarahkan untuk melakukan beberapa pemeriksaan penunjang terkait.

Biasanya, pemeriksaan penunjang  tidak diperlukan untuk satu episode urtikaria kecuali gejala menunjukkan kelainan tertentu yang memerlukan pengobatan seperti infeksi. Tetapi jika urtikaria memiliki karakteristik yang tidak biasa, berulang, atau menetap, biasanya pemeriksaan penunjang akan dilakukan.

Pemeriksaan penunjang termasuk jumlah sel darah lengkap dan tes darah untuk mengukur kadar elektrolit, glukosa, dan hormon

Tes alergi kulit, seperti tes tusuk dan tes tempel bisa dilakukan oleh ahli untuk mengidentifikasi alergen tertentu. Pencitraan dan tes darah lainnya dilakukan berdasarkan hasil anamnesis dan pemeriksaan fisik. Jika hasil menunjukkan bahwa penyebabnya adalah kelainan di seluruh tubuh, evaluasi menyeluruh diperlukan untuk mengidentifikasi penyebabnya.

Cara Mengatasi Urtikaria

Cara mengatasi urtikaria dengan metode nonfaramkologis dan farmakologis antara lain menghindari pemicu, meredakan gatal, dan pemberian obat.

Menghindari pemicu

Urtikaria sering hilang dengan sendirinya setelah satu atau dua hari. Jika penyebabnya jelas atau jika dokter bisa mengidentifikasi penyebabnya, penderita  harus menghindarinya jika memungkinkan. Jika penyebabnya tidak jelas, orang harus berhenti minum semua obat yang tidak penting sampai urtikaria mereda.

Tindakan untuk meredakan gatal

Mandi dengan air hangat dan mengenakan pakaian longgar dapat membantu meredakan gejala gatal.

Farmakologis

  • Antihistamin dapat diminum untuk mengurangi  gatal-gatal. Obat ini meredakan sebagian rasa gatal dan mengurangi pembengkakan. Beberapa jenis obat antihistamin sperti  cetirizin, diphenhydramine, dan loratadine.
  • Diphenhydramine adalah obat yang paling  mungkin menyebabkan kantuk daripada dua jenis obat lainnya.
  • Kortikosteroid dapat seperti prednison dapat  digunakan jika gejalanya parah dan pengobatan lain tidak efektif, dan  diberikan sesingkat mungkin. Jika diminum selama lebih dari 3 sampai 4 minggu, kortikosteroid memiliki banyak efek samping.
  • Epinefrin diberikan kepada orang yang mengalami reaksi parah atau angioedema yang kemudian dirawat di rumah sakit.

Referensi:

  1. Mercedes E. Gonzalez. Hives (Urticaria; Wheals). University of Miami Miller School of Medicine. MSD Manual
  2. Henry K Wong. 2020. Urticaria. Medscape. Emedicine. https://emedicine.medscape.com/ article/ 762917-overview.
  3. Heather L Brannon. 2021. What Is Urticaria (Hives)?. Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/ urticaria-overview-1068810
  4. Amanda Oakley. 2015. Urticaria-an overview. DermNet NZ. https://dermnetnz.org/ topics/ urticaria-an-overview.
  5. Allen P. Kaplan. 2014. Urticaria. World Allergy Org.  https://www.worldallergy.org/ education-and-programs/ education/ allergic-disease-resource-center/ professionals/ urticaria 

Ns. Zul Hendry, M.Kep
Ns. Zul Hendry, M.Kep Dosen Program Studi Keperawatan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Mataram