Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Penyebab Biduran atau Urtikaria Dan Cara Menangani

Biduran  atau secara medis dikenal sebagai urtikaria keluhan pada kulit berupa warna  merah, gatal, dan menimbulkan bekas di kulit yang muncul dalam berbagai bentuk dan ukuran.  Gatal bisa parah,  biduran memiliki batas yang jelas dan mungkin memiliki pusat pucat. 

Biasanya biduran bisa hilang timbul atau bertahan selama beberapa jam kemudian menghilang, dan mungkin muncul di tempat lain. Setelah biduran menghilang, kulit biasanya terlihat normal sepenuhnya. Pembengkakan ini disebabkan oleh pelepasan bahan kimia  seperti histamin dari sel mast di kulit, yang juga bisa menyebabkan keluarnya sedikit cairan.

Biduran
Gambar by BruceBlaus on: wikimedia.org

Penyebab

Biduran  atau urtikaria seringkali merupakan reaksi alergi. Biduran dapat terjadi ketika zat tertentu dihirup, dikonsumsi, disuntikkan, atau disentuh. Zat  ini dapat berada di lingkungan, makanan, obat-obatan, serangga, tumbuhan, atau sumber lainnya. 

Sebenarnya, Zat-zat ini tidak berbahaya bagi sebagian besar orang. Tetapi pada orang yang sensitif  merupakan  pemicu atau alergen yang  dapat menyebabkan reaksi alergi. Karena  sistem kekebalan  tubuh mereka bereaksi  secara berlebihan terhadap jenis zat tertentu ini.

Biduran juga bisa disebabkan oleh gangguan autoimun. Pada kondisi ini  sistem kekebalan mengalami malfungsi, salah mengartikan jaringan tubuh sendiri sebagai benda asing dan menyerangnya. 

Selain itu, beberapa jenis obat menyebabkan gatal-gatal secara langsung tanpa memicu reaksi alergi. Stres emosional dan beberapa kondisi fisik seperti panas atau cahaya dapat menyebabkan gatal-gatal karena alasan yang tidak dipahami dengan baik.

Biduran biasanya berlangsung kurang dari 6 minggu dan diklasifikasikan sebagai akut. Jika gatal-gatal berlangsung lebih dari 6 minggu, itu diklasifikasikan sebagai kronis.

Akut

Biduran atau urtikaria akut sering disebabkan oleh :

Reaksi alergi

Reaksi alergi seringkali dipicu oleh makanan, terutama telur, ikan, kerang, kacang-kacangan, dan buah-buahan, atau oleh sengatan serangga. Makan sedikit saja makanan dapat tiba-tiba menyebabkan gatal-gatal.  Pada makanan tertentu seperti stroberi, reaksi alergi hanya terjadi setelah dimakan dalam jumlah besar. 

Beberapa  obat seperti antibiotik, dapat menyebabkan gatal-gatal. Reaksi alergi langsung juga dapat terjadi saat zat bersentuhan langsung dengan kulit seperti lateks, setelah gigitan serangga, atau sebagai reaksi terhadap zat yang dihirup ke dalam paru-paru atau melalui hidung.

Reaksi non alergi

Penyebab gatal-gatal non alergi antara infeksi, beberapa obat, rangsangan fisik seperti tekanan atau dingin, rangsangan emosional seperti stres, dan beberapa bahan tambahan makanan. Meskipun Urtikaria akut biasanya memiliki penyebab spesifik, sebagian kasus penyebabnya tidak bisa di identifikasi.

Kronis

Biduran atau urtikaria  kronis paling sering disebabkan oleh: 

  • Kondisi yang tak teridentifikasi (idiopatik)
  • Gangguan autoimun

Terkadang penyebabnya mudah terabaikan, seperti ketika orang berulang kali mengonsumsi makanan yang tidak diketahui pemicunya, seperti pengawet atau pewarna dalam makanan atau dalam susu. Seringkali, meskipun telah dilakukan upaya terbaik, penyebabnya tetap tidak teridentifikasi.

Bidur kronis dapat berlangsung selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun, lalu terkadang hilang tanpa alasan yang jelas.

Evaluasi

Tidak setiap kejadian biduran atau urtikaria membutuhkan evaluasi segera oleh dokter.  Namun pada beberapa kasus perlu diwaspadai dan segera mencari penanganan medis atau fasilitas kesehatan. Yang perlu diwaspadai jika biduran disertai beberapa keluhan lain seperti:

  • Pembengkakan pada wajah, bibir, tenggorokan, lidah, atau saluran nafas
  • Kesulitan bernapas, termasuk mengi
  • Biduran yang sangat berwarna, yang menjadi luka terbuka, atau yang bertahan selama lebih dari 48 jam
  • Demam, pembengkakan kelenjar getah bening, penurunan berat badan, dan gejala lain dari gangguan di seluruh tubuh (sistemik)
  • Merasa semakin lemah atau pusing atau mengalami demam atau kedinginan yang parah.
  • Muntah atau mengalami sakit perut atau diare.
  • Biduran kambuh tanpa terpapar pemicu.
  • Gejala berlangsung selama lebih dari 2 hari.

Diagnosa

Pada tahap pertama, dokter atau petugas kesehatan akan melakukan pengkajian berupa anamnese atau wawancara. Setelah itu akan dilakukan pemeriksaan fisik umum dan khusus, sesuai dengan keluhan utama yang dirasakan.

Jika diperlukan, dokter juga akan mengarahkan untuk melakukan bebrapa pemeriksaan penunjang terkait.

Biasanya, pemeriksaan penunjang  tidak diperlukan untuk satu episode biduran kecuali gejala menunjukkan kelainan tertentu yang memerlukan pengobatan seperti infeksi. Tetapi jika biduran memiliki karakteristik yang tidak biasa, berulang, atau menetap, biasanya pemeriksaan penunjang akan dilakukan.

Pemeriksaan penunjang termasuk jumlah sel darah lengkap dan tes darah untuk mengukur kadar elektrolit, glukosa, dan hormon.

Tes alergi kulit, seperti tes tusuk dan tes tempel bisa dilakukan oleh ahli untuk mengidentifikasi alergen tertentu. Pencitraan dan tes darah lainnya dilakukan berdasarkan hasil anamnesis dan pemeriksaan fisik. Jika hasil menunjukkan bahwa penyebabnya adalah kelainan di seluruh tubuh, evaluasi menyeluruh diperlukan untuk mengidentifikasi penyebabnya.

Pengobatan

Menghindari pemicu

Biduran sering hilang dengan sendirinya setelah satu atau dua hari. Jika penyebabnya jelas atau jika dokter bisa mengidentifikasi penyebabnya, penderita  harus menghindarinya jika memungkinkan. Jika penyebabnya tidak jelas, orang harus berhenti minum semua obat yang tidak penting sampai biduran mereda.

Tindakan untuk meredakan gatal

Mandi dengan air hangat dan mengenakan pakaian longgar dapat membantu meredakan gejala gatal.

Obat 

  • Antihistamin dapat diminum untuk mengurangi  gatal-gatal. Obat ini meredakan sebagian rasa gatal dan mengurangi pembengkakan. Beberapa jenis obat antihistamin sperti  cetirizin, diphenhydramine, dan loratadine. 
  • Diphenhydramine adalah obat yang paling  mungkin menyebabkan kantuk daripada dua jenis obat lainnya. 
  • Kortikosteroid dapat seperti prednison dapat  digunakan jika gejalanya parah dan pengobatan lain tidak efektif, dan  diberikan sesingkat mungkin. Jika diminum selama lebih dari 3 sampai 4 minggu, kortikosteroid memiliki banyak efek samping.
  • Epinefrin diberikan kepada orang yang mengalami reaksi parah atau angioedema yang kemudian dirawat di rumah sakit. 


Referensi:

  1. Mercedes E.Gonzalez. Hives (Urticaria; Wheals). University of Miami Miller School of Medicine. MSD Manual
  2. Gary W Cole, MD. 2021. Hives (Urticaria). Medicine Net.

Zul Hendry , Ners., M.Kep
Zul Hendry , Ners., M.Kep Dosen Tetap Program Studi Keperawatan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Mataram

Posting Komentar untuk "Penyebab Biduran atau Urtikaria Dan Cara Menangani"