bR7izkJOiKy1QUHnlV5rpCDjiDlVyiP6q1XpDxAH
Bookmark

Cara Pemberian Obat Beserta Keuntungan dan Kerugiannya

 Obat adalah suatu zat kimia atau senyawa yang berpengaruh terhadap sel hidup. Obat dalam dosis yang layak dapat memperbaiki fungsi fisiologis tubuh dengan mencegah, mengurangi, menghilangkan, dan menyembuhkan penyakit atau gejala penyakit, luka atau kelainan pada manusia dan hewan. 

Penggunaan obat juga bisa bertujuan untuk diagnosis, profilaksis (pencegahan), terapiutik (untuk menyembuhkan atau mengobati), rehabilitasi, dan meningkatkan status kesehatan.

Bentuk sediaan obat bisa berupa jenis padat, semi padat, dan cair. Obat Padat terdiri dari serbuk, granul, dan tablet. Sediaan semi padat bentuknya seperti salep, pasta, krim, dan Gel. Sedangkan sediaan cair biasanya berupa larutan dan campuran yang mengandung beberapa jenis zat kimia.

Pemberian obat bisa dilakukan dengan berbagai cara. setiap cara memiliki keuntungan dan kerugian. Berikut cara pemberian obat beserta keuntungan dan kerugiannya.

Pemberian Obat Per Oral

Cara pemberian obat peroral adalah pemberiannya melaui mulut. Pemberian obat peroral merupakan metode yang paling banyak dilakukan.

Keuntungan cara pemberian obat ini adalah mudah, aman dan murah. Namun cara pemberian obat peroral hanya bisa dilakukan pada pasien yang masih sadar dan mau bekerjasama. 

Cara Pemberian Obat

Selain itu, pemberian obat per oral memiliki beberapa kerugian yaitu:

  • Efek terapiutik obat membutuhkan waktu, karena harud diserap dulu pada saluran pencernaan, dalam hal ini penyerapan biasanya terjadi di usus halus (duodenum)
  • Bisa terjadi iritasi pada saliuran pencernaan. Obat-obat tertentu memiliki efek terhadap saluran pencernaan, misalnya obat-obat yang berbahan asam, bisa mempengaruhi kondisi keasaman lambung.
  • Perlu kerjasama dengan pasien. Tidak bisa diberikan pada pasien yang mengalami penurunan kesadaran.
  • Kurang disukai karena sebagian besar sediaan obat oral rasanya tidak enak.

Pemberian Obat Parenteral

Cara pemberian parenteral adalah pemberian yang tidak melalui saluran pencernaan, tapi langsung ke pembuluh darah.

Keuntungan dari metode ini adalah efek yang tombul lebih cepat dan teratur. Dapat diberikan kepada pasien yang tidak kooperatif, tidak sadar, atau muntah muntah. Selain itu, metode  parenteral sangat berguna dalam keadaan darurat.

Kerugian dari metode pemberian obat parenteral adalah:

  • Harus dilakukan oleh tenaga kesehatan yang kompeten, yaitu dokter, perawat, atau bidan.
  • Dibutuhkan kondisi Aseptik
  • Menimbulkan rasa nyeri
  • Tidak ekonomis
  • Pemberian obat kurang aman, karena jika sudah disuntikan kedalam tubuhtidak bisa dikeluarkan lagi jika ada kesalahan.

Beberapa metode pemberian obat secara parenteral antara lain:

a. Intra Vena (IV)

Pemberian dengan cara menyuntikan obat langsung kedalam aliran darah vena, sehingga tidak mengalami tahap absorpsi. Keuntungan penyuntikan IV adalah obat langsung dimasukan ke pembuluh darah sehingga kadar obat dalam darah diperoleh dengan cepat, tepat dan dapat disesuaikan dengan respon pasien. Kerugian metode IV adala obat yang sudah diberikan tidak dapat ditarik kembali, sehingga efek toksik lebih mudah terjadi. Pemberian IV harus dilakukan perlahan lahan sambil mengawasi respon pasien.

b. Intra Muscular (IM)

Pemberian Intra muskular (IM) dilakukan dengan cara menyuntikan obat kedalam jaringan otot. Lokasi oenyuntikan biasanya pada otot gluteus maximus di daerah bagian paha luar  dan otot deltoid pada area lengan. 

c. Subcutan (SC)

Pemberian obat subcutan ini dilakukan dengan cara menyuntikan obat kedalam area subkutis (Jaringan lemak dibawah kulit). Pemberian dengan metode subcutan terutama dilakukan untuk obat yang tidak bersifat iritatif pada jaringan. Obatnya larut dalam air atau minyak. Pada umumnya penyerapan akan berlangsung lambat dan teratur sehingga dampaknya akan bertahan lebih lama. Jika diberikan dalam bentuk padat yang ditanamkan dibawah kulit atau dalam bentuk suspensi, pemberian obat bersama vasokonstriktor juga bisa memperlambat absorpsinya.

d. Intra Cutan (IC) 

Pemberian obat intracutan adalah pemberian yang dilakukan dengan menyuntikan obat ke dalam jaringan kulit. Metode ini adalah metode penyuntikan yang paling dangkal. Biasanya pada pemberian obat dengan metode intra kutan akan menimbulkan bekas atau bentol. Metode ini sering digunakan untuk mengecek reaksi alergi pasien terhadap obat sebelum diberian sesuai dosis yang ditetapkan.

e. Metode parenteral lain

Selain 4 metode diatas, terdapat beberapa metode lain yang termasuk kategori pemberian parenteral, namun hanya dilakukan pada kondisi-kondisi khusus. Metode metode tersebut yaitu: Intrapleural, Intratecal, intraarticular, intraperitoneal, intralumbal, dan Intracardial.

Pemberian Obat Topikal / Lokal

Pemberian obat secara topikal adalah pemberian obat pada area tertentu pada daerah permukaan dan biasanya bersifat lokal saja. Seperti tetes mata, tetes telinga, obat kulit, dan lain-lain. Pemberian dimaksudkan untuk mendapatkan efek lokal pada area yang terpapar obat saja. Misalnya obat tetes mata hanya diharapkan memberikan efek lokal pada mata tanpa mempengaruhi area atau organ yang lain.

Pada kondisi normal, tidak banyak jenis obat yang bisa menembus kulit dalam keadaan utuh sehingga pemberian obat topikal hanya bisa dilakukan pada jenis obat tertentu. Jumlah obat yang diserap tergantung pada luas permukaan kulit yang kontak dengan bahan obat dan kelarutannya obat dalam jaringan lemak. 

Pemberian obat topikal biasanya diperuntukan untuk penyakit-penyakit diluar tubuh dan memberikan efek hanya pada daerah yang diberi obat. 

Pemberian Obat Oromucosal

Pemberian obat dengan metode ini dilakukan melalui mukosa di rongga mulut. Ada dua macam cara yang biasa dilakukan yaitu:

a. Sub Lingual

Metode sublingual adalah cara pemberian obat dengan di tempatkan atau ditaruh dibawah lidah. Tujuannya adalah agar efek yang ditimbulkan bisa lebih cepat jarena dibawah lidah terdapat banyak pembuluh darah yang bisa dengan cepat menyerap bahan obat.  Bentuk obatnya boasanya tablet atau spray. Contoh: isosorbit Tablet.

Keuntungan metode Sublingual adalah efek obat akan terasa lebih cepat. Kemungkinan kerusakan obat pada saluran cerna dan metabolismenya di dinding usus dan hati dapat dihindari. Selain itu, kemungkinan obat di inaktifkan oleh hati tidak terjadi. Obat bisa langsung masuk melalui selaput bawah lidah langsung ke dalam aliran darah sehingga efek terapi yang diinginkan lebih cepat tercapai.

Kerugian metode sublingual adalah kurang praktis karena untuk digunakan terus menerus dapat merangsang selaput lendir mulut. Selain itu hanya dapat digunakan pada obat yang bersifat lipofil.

Inidikasi metode ini adalah diberikan pada pasien yang membutuhkan efek obat yang cepat bereaksi seperti pada penyakit jantung, dan diberikan jika obat dapat rusak pada asam lambung.

b. Bucal

Obat diletakan di antara pipi dan gusi. Kelebihannya adalah obat langsung masuk kedalam aliran darah sehingga efek obat akan cepat.

Pemberian Obat Inhalasi

Pemberian obat dengan metode inhalasi adalah pemberian obat dengan cara disemprotkan kedalam mulut/inhalasi. Absorpsi terjasi melaui epitel paru dan mukosa saluran nafas. Cara pemberian obat inhalasi hanya dapat dilakukan untuk obat yang berbentuk gas atau cairan yang mudah menguap, misalnya obat anastesi (bius) dan obat lain yang diberikan dalam bentuk aerosol.

Keuntungan metode pemberian obat dengan cara inhalasi adalah absorbsi/penyerapan terjadi lebih cepat karena permukaan absorbsinya lebih luas, kadar obat dapat terkontrol, tidak mengalami metabolisme lintas pertama di hati, dan dapat diberikan langsung kepada bronkus.

Kerugian metode ini adalah lebih sulit dilakukan karena memerlukan alat khusus, sukar mengatur dosis dan sering mengiritasi paru. Ada 3 jenis pemberian secara inhalasi yaitu Metered dose inhaler (MDI), Dry powder Inhaler (DPI) dan Nebulizer.

Pemberian obat dengan metode inhalasi biasanya dilakukan pada penyakit penyakit saluran pernafasan yang membutuhkan efek cepat.

Pemberian Obat Perektal

Pemberian obat ini dilakukan dengan cara memasukan ke rektal. Bentuknya berupa obat supositoria dan Clysma (obat pompa untuk huknah). Bisa juga dioleskan pad permukaan rektal berupa salep. 

Keuntungan metode ini adalah kerja obatnya cepat dan bisa bersifat lokal maupun sistemik. Baik sekali untuk obat yang rusak oleh asam lambung. Diberikan untuk mencapai dosis terpiutik yang cepat dan tepat. Efek sistemiknya lebih cepat dan lebih besar bila dibandingkan dengan metode pemberian per oral.

Kerugian metode ini adalah timbulnya rasa tidak nyaman pada psien.  Bisa juga terjadi absorbsi/penyerapan yang tidak maksimal. Inidikasi metode ini adalah diberikan jika obat dapat rusak pada asam lambung.

Kesimpulan

Demikianlah beberapa cara pemberian obat beserta keuntungan dan kerugiannya. Tiap metode pemberian obat memiliki kelebihan dan kekurangan masing masing. Metode juga tergantung pada jenis obat yang diberikan dan tergantung juga pada jenis penyakit yang diderita oleh Pasien. Beberapa metode, seperti oral dan topikal bisa dilakukan masndiri oleh pasien. Tapi Metode tertentu dalam pemberian obat seperti injeksi, harus dilakukan oleh tenaga kesehatan yang kompeten seperti dokter, perawat, atau bidan. Karena dapat membahayakan jika dilakukan sendiri oleh pasien ataau orang awam dalam bidang kesehatan.