Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Gejala Penyakit Osteoartritis dan Penanganan

Osteoartritis adalah peradangan sendi akibat kerusakan pada tulang rawan dan jaringan di sekitarnya dan ditandai dengan nyeri, kaku, dan hilangnya fungsi. Kejadian osteoartritis sangat umum terjadi sehubungan dengan proses penuaan.

Nyeri dan bengkak serta kekakuan terjadi setelah bangun atau tidak aktif dan menghilang dalam 30 menit, terutama jika sendi digerakkan. Diagnosis osteoartritis  ditegakan berdasarkan timbulnya  gejala dan hasil rontgen.

Osteoartritis merupakan  kelainan sendi yang paling umum, sering dimulai pada usia 40-an dan 50-an dan mempengaruhi hampir semua orang sampai tingkat tertentu pada usia 80. 

Penyebab osteoartritis
Foto by BruceBlaus on wikimedia.org

Proses Penuaan dan Osteoartritis 

Osteoartritis merupakan kejadian umum terkait dengan proses  penuaan. Seiring bertambahnya usia, beberapa hal berikut ini terjadi pada persendian:

  • Tulang rawan yang melapisi sendi cenderung makin menipis.
  • Permukaan sambungan sendi sudah mulai berubah.
  • Sendi sedikit  lebih rentan terhadap cedera.

Kerusakan ligamen juga umum terjadi terkait proses penuaan.  Ligamen  yang mengikat persendian cenderung menjadi kurang elastis seiring bertambahnya usia. Hal ini  membuat persendian terasa tegang atau kaku. 

Perubahan ini terjadi akibat perubahan kimiawi pada protein yang menyusun ligamen. Mengakibatkan penurunan fleksibilitas  seiring bertambahnya usia. Ligamen cenderung lebih mudah robek, dan saat robek  penyembuhannya lebih lambat. 

Terkadang nyeri akibat osteoartritis tidak dapat dihilangkan dengan analgesik  biasa  seperti asetaminofen. Dibutuhkan analgesik yang lebih kuat seperti tramadol atau golongan opioid. Tetapi dokter hanya akan meresepkannya jika betul-betul diperlukan karena mempertimbangan efek samping dan kemungkinan kecanduan.

Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) yang dioleskan ke kulit di atas sendi yang terkena mungkin merupakan pilihan yang lebih baik untuk orang tua. Lebih sedikit NSAID yang diserap dibandingkan jika diminum sehingga meminimalkan risiko efek samping.

Penyebab

Osteoartritis Primer

Osteoartritis primer atau idiopatik sebagian besar  disebabkan oleh penuaan alami sendi. Dengan bertambahnya usia, kadar air tulang rawan meningkat dan susunan protein tulang rawan mengalami penurunan sebagai fungsi proses biologis.

Tulang rawan mengalami degenerasi  dengan mengelupas atau membentuk celah-celah kecil. Pada osteoartritis lanjut, terjadi kehilangan total bantalan tulang rawan di antara sendi. Penggunaan berulang dari sendi yang aus selama bertahun-tahun dapat mengiritasi dan meradang menyebabkan nyeri sendi dan pembengkakan. 

Peradangan tulang rawan juga dapat merangsang pertumbuhan tulang baru yang  disebut osteofit di sekitar persendian.

Osteoartritis kadang-kadang dapat berkembang pada beberapa anggota keluarga yang sama, menyiratkan dasar keturunan (genetik) untuk kondisi ini.

Oleh karena itu, Osteoartritis dirasakan sebagai hasil kombinasi dari masing-masing faktor di atas yang pada akhirnya menyebabkan penyempitan tulang rawan pada sendi yang terkena.

Osteoartritis Sekunder

Osteoartritis sekunder adalah salah satu bentuk osteoartritis yang disebabkan oleh penyakit atau kondisi lain. Kondisi yang dapat menyebabkan osteoartritis sekunder yaitu:

  • Kegemukan
  • Trauma berulang atau pembedahan pada struktur sendi,
  • Kelainan sendi saat lahir (kelainan kongenital),
  • Gout
  • Hemochromatosis
  • Gangguan hormon lainnya.

Obesitas menyebabkan osteoartritis dengan meningkatkan tekanan mekanis pada sendi dan juga pada tulang rawan. Selain penuaan, obesitas merupakan faktor risiko paling signifikan untuk osteoartritis lutut. 

Perkembangan awal osteoartritis lutut di kalangan atlet angkat besi diyakini sebagian karena berat badan mereka yang tinggi. Trauma berulang pada jaringan sendi (ligamen, tulang, dan tulang rawan) diyakini menyebabkan osteoartritis lutut dini pada pemain sepak bola dan personel militer. 

Beberapa orang terlahir dengan bentuk sendi yang tidak normal (kelainan bawaan) yang rentan terhadap kerusakan mekanis, menyebabkan degenerasi dini dan hilangnya tulang rawan sendi.

Osteoartritis sendi panggul umumnya terkait dengan kelainan struktural sendi ini yang telah ada sejak lahir. Gangguan hormon, seperti diabetes dan gangguan hormon pertumbuhan, juga terkait dengan kerusakan tulang rawan dini dan osteoartritis sekunder.

Gejala

Nyeri  adalah gejala pertama ketika di persendian yang menahan beban, biasanya diperparah oleh aktivitas lain. Pada beberapa orang, persendian terasa  kaku setelah tidur atau diam tanpa gerakan beberapa saat, tetapi kekakuan biasanya mereda dalam 30 menit terutama jika persendian digerakkan.

Sendi lambat laun  menjadi sulit  digerakkan dan akhirnya mungkin tidak dapat sepenuhnya diluruskan atau ditekuk. Pertumbuhan baru tulang dan jaringan lain dapat memperbesar persendian. Permukaan tulang rawan yang tidak beraturan menyebabkan persendian kasar, berderak saat digerakkan, dan menimbulkan nyeri.

Pada beberapa persendian seperti lutut, ligamen yang mengelilingi dan menopang persendian meregang sehingga persendian menjadi tidak stabil. Pinggul atau lutut bisa menjadi kaku dan kehilangan rentang geraknya. Timbul nyeri saat menyentuh atau menggerakkan sendi terutama saat berdiri, menaiki tangga, atau berjalan.

Osteoartritis juga bisa menyerang tulang belakang. Gejala yang paling umum adalah nyeri punggung. Cakram atau persendian yang rusak di tulang belakang akan menyebabkan rasa sakit dan kekakuan ringan. Jika pertumbuhan tulang yang berlebihan menekan saraf,  dapat menyebabkan mati rasa, nyeri, dan kelemahan pada lengan atau tungkai.

Biasanya Osteoartritis  berkembang secara perlahan atau namun pada kasus tertentu  mungkin berkembang sangat cepat. 

Diagnosa

Diagnosis osteoartritis didasarkan pada  gejala yang khas, pemeriksaan fisik, tes darah, dan munculnya perubahan sendi seperti pembesaran tulang dan penyempitan ruang sendi pada foto rontgen. 

Pencitraan resonansi magnetik (MRI) dapat mengungkapkan perubahan awal pada tulang rawan, tetapi jarang diperlukan untuk diagnosis.

Tidak ada tes darah untuk mendiagnosis osteoartritis, tetapi tes darah tertentu dapat membantu menyingkirkan kelainan lain seperti rheumatoid arthritis.

Cairan diperiksa untuk membedakan osteoartritis dari kelainan sendi lain seperti infeksi dan asam urat.

Penanganan

Tujuan utama pengobatan osteoartritis adalah untuk:

  • Meredakan nyeri
  • Pertahankan fleksibilitas sendi
  • Mengoptimalkan fungsi sendi dan keseluruhan

Tujuan ini dicapai dengan terapi fisik seperti latihan untuk kekuatan, kelenturan, daya tahan dan rehabilitasi. Pasian akan diajari bagaimana memodifikasi aktivitas sehari-hari, dan pemberian perawatan tambahan seperti obat-obatan dan pembedahan.

Tindakan tambahan lainnya dapat membantu meredakan nyeri dan membantu penyesuaian pola hidup antara lain :

  • Terapi fisik dengan terapi panas, seperti bantalan pemanas dan terapi okupasi.
  • Latihan rentang gerak yang dilakukan dengan lembut di air hangat sangat membantu karena panas meningkatkan fungsi otot dengan mengurangi kekakuan dan kejang otot.
  • Sepatu ortotik atau sepatu atletik dapat membantu mengurangi nyeri akibat berjalan.
  • Peralatan khusus misalnya tongkat, kruk, alat bantu jalan, kerah leher, penopang lutut elastis untuk melindungi sendi.
  • Program Penurunan berat badan dapat mengurangi tekanan pada persendian.
  • Stimulasi listrik, seperti stimulasi saraf listrik transkutan (TENS), dapat membantu meredakan nyeri.
  • Akupunktur 
  • Pijat oleh terapis terlatih dan perawatan panas dengan diatermi atau ultrasonografi mungkin berguna.

Obat Obatan

Obat-obatan digunakan untuk melengkapi terapi fisik. Obat-obatan yang dapat digunakan dalam kombinasi atau secara tunggal digunakan untuk mengurangi gejala dan dengan demikian memungkinkan aktivitas sehari-hari yang lebih normal.

Pereda nyeri sederhana asetaminofen dapat digunakan sebelum aktivitas yang menyebabkan ketidaknyamanan atau digunakan secara teratur untuk meredakan ketidaknyamanan sendi yang lebih konstan.Kadang-kadangdibtuhkan  analgesik yang lebih kuat, seperti tramadol atau opioid.

Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) juga dapat digunakan untuk mengurangi nyeri dan pembengkakan. NSAID mengurangi rasa sakit dan peradangan pada persendian dan dapat digunakan dalam kombinasi dengan analgesik lainnya. 

NSAID juga tersedia dalam bentuk  gel dan krim yang dapat dioleskan ke kulit seperti gel diklofenak 1% dapat membantu meredakan gejala. Namun, NSAID memiliki risiko efek samping serius yang lebih tinggi daripada asetaminofen bila digunakan dalam jangka panjang.

Relaksan otot dalam dosis rendah bisa meredakan nyeri yang disebabkan oleh otot yang tegang untuk menopang sendi yang terkena osteoartritis.

Jika sendi tiba-tiba meradang, bengkak, dan nyeri, sebagian besar cairan di dalam sendi mungkin perlu dikeluarkan dan bentuk khusus kortison dapat disuntikkan langsung ke dalam sendi. Perawatan ini dapat meredakan nyeri sementara dan meningkatkan fleksibilitas sendi pada beberapa orang.

Beberapa suplemen seperti glukosamin sulfat dan kondroitin sulfat bermanfaat dalam membantu  mengobati osteoartritis. 

Operasi

Perawatan bedah dapat membantu jika semua perawatan lain gagal untuk menghilangkan rasa sakit atau meningkatkan fungsi. Beberapa sendiseperti pinggul dan lutut, dapat diganti dengan sendi buatan. 


Referensi:

  1. Apostolos Kontzias. 2020. Osteoarthritis (OA). Degenerative Joint Disease. Stony Brook University School of Medicine. MSD Manual
  2. David Zelman. 2020. The Basic Of Osteoarthritis. Web MD.
  3. William C Shiel.Jr. 2021. Osteoarthritis (OA) or Degenerative Arthritis. Medicine Net

Zul Hendry , Ners., M.Kep
Zul Hendry , Ners., M.Kep Dosen Tetap Program Studi Keperawatan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Mataram

Posting Komentar untuk "Gejala Penyakit Osteoartritis dan Penanganan"