Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Penyebab Cegukan dan Cara Menangani

Cegukan adalah kontraksi tiba-tiba yang tidak disengajan dari otot diafragma. Nama lain cegukan adalah synchronous diaphragmatic flutter (SDF) atau singultus. Cegukan berulang kali terjadi karena kejang yang tidak disengaja pada diafragma, diikuti dengan penutupan glotis yang cepat dan berisik. Diafragma adalah otot yang memisahkan dada dari perut dan yang bertanggung jawab untuk setiap napas. Cegukan lebih sering terjadi pada pria.

Episode cegukan secara umum berlangsung singkat beberapa menit. Namun pada beberapa kasus cegukan bertahan lebih lama, bisa lebih dari 2 hari atau yang ekstrim bisa bulanan. Episode yang lebih lama ini disebut cegukan terus-menerus. Cegukan terus-menerus jarang terjadi, tetapi bisa sangat menyusahkan.

Cegukan
Image by Darko Djurin from Pixabay

Penyebab

Penyebab pasti cegukan belum diketahui dengan jelas, tetapi diperkirakan  hal itu mungkin akibat iritasi pada saraf atau bagian otak yang mengontrol otot-otot pernapasan termasuk diafragma.

Episode singkat cegukan sering kali tidak memiliki penyebab yang jelas, tetapi biasanya dipicu oleh:

  • Makanan pedas atau panas yang bisa mengiritasi syaraf frenikus yang berada di kerongkongan
  • Makan terlalu banyak
  • Perut kembung
  • Minuman bersoda dan beralkohol
  • Mengalami stress atau emosi yang kuat

Dalam kasus seperti itu, cegukan biasanya dimulai dalam situasi sosial, mungkin dipicu oleh kombinasi dari tertawa, berbicara, makan, dan minum (terutama alkohol). Terkadang makanan atau cairan yang panas atau mengiritasi adalah penyebabnya. 

Cegukan lebih mungkin terjadi ketika kadar karbon dioksida dalam darah menurun. Penurunan seperti itu bisa terjadi ketika orang mengalami hiperventilasi.

Cegukan yang terus-menerus terkadang memiliki penyebab yang lebih serius. Misalnya, diafragma dapat mengalami iritasi karena pneumonia, operasi dada atau perut, atau produk limbah yang menumpuk di dalam darah saat ginjal mengalami kerusakan seperti uremia. Jika penyebabnya serius, cegukan cenderung berlanjut sampai penyebabnya diperbaiki. 

Evaluasi

Cegukan singkat tidak memerlukan evaluasi oleh dokter. Untuk cegukan terus-menerus, informasi berikut dapat membantu orang memutuskan apakah evaluasi dokter diperlukan dan membantu mereka mengetahui apa yang diharapkan selama evaluasi.

Hal yang perlu diwaspadai jika  cegukan disertai Gejala neurologis seperti sakit kepala, lemas, mati rasa, dan kehilangan keseimbangan. Orang yang mengalami cegukan yang disertai gejala tersebut  harus segera ke dokter atau fasilitas kesehatan.

Pemeriksaan

Dokter atau petugas kesehatan akan melakukan wawancara atau anamnese dan pemeriksaan fisik. Apa yang ditemukan dokter selama anamnesis dan pemeriksaan fisik akan  menunjukkan penyebab cegukan dan pemeriksaan lain  yang mungkin perlu dilakukan.

Pengkajian akan  difokuskan pada berapa lama cegukan berlangsung, obat apa yang telah dicoba orang tersebut, dan apakah orang tersebut baru-baru ini sakit atau menjalani operasi. 

Dokter  bisanya juga bertanya tentang adanya keluhan atau penyakit lain yang terkait, seperti:

  • Gejala gastroesophageal reflux
  • Kesulitan menelan
  • Gejala neurologis seperti sakit kepala, kesulitan berjalan, berbicara,  atau melihat
  • Dokter biasanya  juga akan bertanya mengenai penggunaan alkohol.

Pemeriksaan fisik difokuskan pada pemeriksaan neurologis lengkap. dan mencari tanda-tanda penyakit kronis. 

Jika dilakukan pemeriksaan penunjang  biasanya dimulai dengan tes darah, rontgen dada, dan elektrokardiografi (EKG). Tes lain dilakukan berdasarkan gejala lain yang dialami pasien. Jika tes ini tidak mengungkapkan penyebabnya, dokter biasanya akan melakukan pencitraan resonansi magnetik (MRI) otak dan computed tomography (CT) dada bahkan jika orang tidak memiliki gejala lain yang secara khusus terkait dengan area ini.

Pengobatan

Cara terbaik untuk mengobati cegukan adalah dengan mengobati kelainan yang mendasarinya. Misalnya, dokter memberikan antibiotik untuk pneumonia dan penghambat pompa proton untuk penyakit gastroesophageal reflux.

Cegukan singkat

Hampir semua cegukan hilang dengan atau tanpa pengobatan. Banyak pengobatan rumahan telah digunakan untuk mengobati cegukan singkat, namun efektifitasnya hanya sedikit. Namun, karena pengobatan ini biasanya aman dan mudah dilakukan, tidak ada salahnya untuk mencobanya. Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menangani cegukan singkat antara lain:

  • Menahan nafas
  • Tarik napas dalam-dalam ke dalam kantong kertas (bukan plastik)
  • Metode lain dilakukan untuk mencoba merangsang saraf vagus, yang mengalir dari otak ke perut, antara laini:
  • Minum air dengan cepat
  • Menelan roti kering, gula pasir, atau es serut
  • Menarik lidah dengan lembut
  • Merangsang agar tersedak (seperti dengan memasukkan jari ke tenggorokan)
  • Gosok bola mata dengan lembut

Cegukan terus-menerus

Untuk cegukan yang berkepanjangan  diperlukan pengobatan, terutama bila penyebabnya tidak dapat diperbaiki dengan mudah. Beberapa obat telah digunakan seperti  klorpromazin, baclofen, metoclopramide, dan gabapentin.

Jika obat tidak bekerja, dokter mungkin  akan memblokir salah satu saraf frenikus  yang mengontrol kontraksi diafragma. Dokter akan memblokir saraf dengan menyuntikkan  lokal dalam jumlah kecil yang disebut prokain. 


Referensi:

  1. Jonathan Gotfried. 2020. Hiccups. Lewis Katz School of Medicine at Temple University. MSD Manual 
  2. Yvette Brazier. 2018. What You Need to Know about hiccups. Medical News Today.

Zul Hendry , Ners., M.Kep
Zul Hendry , Ners., M.Kep Dosen Tetap Program Studi Keperawatan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Mataram

Posting Komentar untuk "Penyebab Cegukan dan Cara Menangani"