Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Asuhan Keperawatan Pneumotoraks - Intervensi

Pneumotoraks adalah kumpulan udara bebas di rongga dada (rongga toraks) antara pleura parietal dan viseral yang menyebabkan paru-paru kolaps.Pneumotoraks dapat terjadi dengan sendirinya tanpa adanya penyakit yang mendasari, ini disebut pneumotoraks spontan. Pneumotoraks juga dapat terjadi karena cedera atau penyakit paru-paru yang mendasari.

Pneumotoraks spontan kecil dapat sembuh tanpa pengobatan. Namun pneumotoraks yang timbul akibat penyakit atau cedera paru-paru memerlukan perawatan segera dan merupakan kegawat daruratan.

Banyaknya udara atau gas yang terjebak dalam ruang intrapleural menentukan tingkatan kolaps paru-paru. Pneumotoraks juga bisa diklasifikasikan menjadi terbuka atau tertutup. Pada pneumotoraks terbuka (biasanya akibat trauma), udara mengalir antara ruang pleural dan luar tubuh. 

Asuhan Keperawatan Pneumotoraks
by BruceBlaus on wikimedia.org

Pada pneumotoraks tertutup, udara mencapai ruang pleural langsung dari paru-paru. Pada Tension pneumotoraks, udara dalam ruang pleural bertekanan lebih rendah daripada udara di paru-paru dan struktur vaskular yang berdekatan. Tanpa penanganan yang cepat dan tepat, tension pneumotoraks yang besar akan menyebabkan kerusakan pulmoner atau sirkulatorik fatal. 

Penyebab 

a. Pneumotoraks spontan 

  • Bula emfisematosa yang mengalami ruptur 
  • Penyakit paru-paru interstisial (granuloma eosinofilik atau limfangiondomatosis) 
  • Gelembung kongenital berisi cairan yang mengalami ruptur 
  • Lesi tubercular, pneumosistik, atau ganas yang terkikis ke dalam ruang pleural 

b. Pneumotoraks traumatik 

  • Biopsi pleural tertutup 
  • Pemasukan saluran venosa pusat 
  • Cedera tembus dada (luka akibat tembakan atau tusukan pisau) 
  • Torasentesis 
  • Pembedahan toraks 
  • Biopsi transbronkial 

Tanda dan gejala 

  • Gerakan dinding dada asimetris 
  • Dedas di balik kulit (emfisema subkutaneus) 
  • Sianosis 
  • Bunyi napas melemah atau lenyap di paru-paru yang mengalami kolaps 
  • Fremitus vokal menurun 
  • Hiperresonansi di sisi yang diserang 
  • Hipotensi dan takikardia dalam tension pneumotoraks 
  • Pergeseran mediastinal dan distensi vena jugular dalam tension pneumotoraks  
  • Overekspansi dan rigiditas sisi dada yang diserang 
  • Pucat 
  • Sesak napas 
  • Nyeri mendadak, tajam, pleuritik (memburuk saat pasien menggerakkan dada, bernapas, dan batuk
  • Denyut nadi lemah dan cepat 

Uji diagnostik 

  • Sinar-X dada yang menunjukkan udara dalam ruang pleural dan, kernungkinan, pergeseran mediastinal memastikan diagnosis ini.
  • Jika pneumotoraks signifikan, analisis gas darah arterial memperlihatkan pH kurang dari 7,35, tekanan oksigen arterial parsial kurang dari 80 mm Hg, dan tekanan karbondioksida arterial parstal Iebih dari 45 mm Hg. 
  • Hasil oksimetri denyut nadi bisa menunjukkan kemunduran dini. Kadar saturasi oksigen arterial awalnya bisa turun, tetapi biasanya kembali normal dalam 24 jam.

Penanganan 

  • Jika kolaps paru-paru kurang dari 30%, penanganan terdiri dari istirahat di ranjang, pemberian oksigen, dan bisa juga aspirasi udara dengan jarum kaliber-besar yang digunakan pada alat suntik. 
  • Jika bagian paru-paru yang kolaps lebih dari 30%, penanganannya terdiri dari pemasukan pipa torakostomi dalam ruang kedua atau ketiga interkostal di saturan midklavikular, yang tersambung dengan segel di dalam air dan pengisapan tekanan-rendah. 
  • Pneumotoraks yang kambuh secara spontan bisa ditangani dengan instilasi agens sklerosis melalui pipa torakostomi atau saat torakostomi. 
  • Torakotomi dan pleurektomi bisa dilakukan untuk mencegah rekurensi dengan membuat paru-paru melekat pada pleura parietal.
  • Tension Pneumotoraks traumatik membutuhkan drainase pipa dada. 
  • Pneumotoraks trautnatik juga bisa membutuhkan perbaikan melalui pembedahan. 

Intervensi Pada Asuhan Keperawatan 

  • Lihat apakah pasien pucat, terengah-engah, atau mengalami nyeri dada. Secara seksama, pantau tanda vital setidaknya setiap jam untuk mengindikasikan syok, distres respiratorik yang semakin parah, atau pergeseran mediastinal. Dengarkan bunyi napas di kedua paru-paru. Tekanan darah yang turun dan denyut nadi dan tingkat respiratorik yang naik bisa mengindikasikan pneumotoraks tensi, yang bisa berakibat fatal jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat. 
  • Setelah pipa dada ditempatkan, minta pasien batuk dan bernapas dalam (setidaknya sekali dalam satu jam) untuk mempermudah ekspansi paru-paru. Beri analgesik dan ajari pasien cara meregangkan ototnya (Splinting) untuk mempermudah bernapas. 
  • Pada pasien yang menjalani drainase pipa dada, lihat adakah kebocoran udara terus-menerus (penggelembungan), yang rnengindikasikan bahwa kelainan paru-paru gagal menutup, dan kondisi ini bisa membutuhkan pembedahan. 
  • Periksa daerah di sekitar leher untuk melihat adakah emfisema subkutaneus yang semakin parah atau periksa tempat masuknya pipa untuk melihat adakah dedas di balik kulit. 
  • Jika pasien sedang menggunakan ventilator. lihat apakah ia sulit bernapas di saat yang sama dengan ventilator dan juga perubahan tekanan di meteran ventilator. 
  • Ganti pembalut di sekitar tempat masuknya pipa dada seperlunya. Berhati-hatilah untuk tidak memosisikan kembali atau mencabut pipa.
  • Jika pipa tercabut, segera balut lubang dengan kasa petroleum untuk mencegah kolaps cepat pada paru-paru.
  • Seringkali periksalah tanda vital setelah torakotomi. Selama 24 jam pertama, periksa juga bunyi napas tiap jam untuk mengkaji status respiratorik. 
  • Periksa adakah kebocoran di tempat masuknya pipa dada, dan catat banyak dan warna drainase.
  • Bantu pasien berjalan semampunya (biasanya di hari pertama setelah operasi)  untuk mempermudah inspirasi dalam dan ekspansi paru-paru. 
  • Beri keyakinan pada pasien, dan jelaskan mengenai pneumotoraks, penyebabnya, dan uji dan prosedur apa yang digunakan untuk membantu diagnosis. 
  • Buat pasien senyaman mungkin. (Pasien pneumotoraks biasanya merasa paling nyaman saat duduk tegak lurus.)


Referensi:

  1. George Schiffman MD. 2019. Coplaps Lung (Pneumothorax). Symtoms, Causes, and Prognosis. Medicine Net.
  2. Pamela.C.A.et.al.2008. Nursing: Understanding Disease. Lippincott William & Wilkins : Norristown Road.
  3. Blausen.com staff (2014). "Medical gallery of Blausen Medical 2014". WikiJournal of Medicine 1 (2). DOI:10.15347/wjm/2014.010ISSN 2002-4436

Zul Hendry , Ners., M.Kep
Zul Hendry , Ners., M.Kep Dosen Tetap Program Studi Keperawatan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Mataram

Posting Komentar untuk "Asuhan Keperawatan Pneumotoraks - Intervensi"