Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Asuhan Keperawatan Penyakit Paget - Intervensi

Penyakit Paget adalah kondisi tulang kronis yang ditandai dengan gangguan pada proses remodeling tulang yang normal.

Tulang normal menjaga keseimbangan massa tulang dengan melakukan proses remodeling untuk membentuk tulang baru dan menghancurkan tulang lama. Proses remodeling tulang sangat penting untuk menjaga kadar kalsium normal dalam darah kita.

Pada tulang yang terkena penyakit Paget, satu atau lebih area tulang yang terlokalisasi dipengaruhi oleh remodeling tulang yang abnormal, terganggu dan tidak tersinkronisasi. Akibatnya tulang yang terbentuk tidak normal, membesar, tidak padat, rapuh, dan mudah patah (frakture).

Penyakit Paget mempengaruhi tulang kerangka orang dewasa yang lebih tua. Diperkirakan 1% orang dewasa di AS menderita penyakit Paget.

Ada juga bentuk penyakit Paget yang sangat langka pada anak-anak, yang disebut penyakit Paget remaja. Nama lain Penyakit Paget adalah osteitis deformans.

Asuhan Keperawatan Penyakit Paget
Image by OpenStax College on wikimedia.org

Penyebab 

Tidak diketahui. Penyakit Paget diyakini sebagai penyakit pada sel tertentu yang bertanggung jawab atas resorpsi tulang yaitu osteoklas.

Tanda dan gejala 

  • Pembungkukan tibia dan femur secara asimetris (bisa mengurangi tinggi badan) 
  • Dada berbentuk tong 
  • Pergeseran bertulang di saraf kranial bisa menyebabkan buta dan kehilangan pendengaran, dan disertai tinitus dan vertigo 
  • Gout 
  • Hiperkalsemia 
  • Gangguan pergerakan 
  • Kifosis (kurvatur tulang belakang akibat fraktur kompresi vertebra) 
  • Tempat pagetk terasa hangat dan perih 
  • Kalkulus renal 
  • Nyeri parah dan persisten yang semakin mendalam saat penderita mengangkat beban 
  • Suseptibilitas terhadap fraktur patologis akibat trauma ringan (bisa jadi tidak akan pernah sembuh secara menyeluruh) 
  • Jalan dengan bergoyang-goyang (akibat pelunakan tulang pelvis) 
  • Jika tengkorak terlibat, penderita mengalami pembesaran kranial khas di area frontal dan oksipital (ukuran topi bisa bertambah besar) dan sakit kepala 

Uji diagnostik 

  • Sinar-X yang diambil sebelum gejala terlihat jelas menunjukkan peningkatan ekspansi dan densitas tulang. 
  • Scan tulang (lebih sensitif daripada sinar-X) secara jelas menunjukkan lesi pagetik awal (radioisotop terpusatkan di area penyakit aktif) 
  • Biopsi tulang memperlihatkan pola mosaik yang khas. 
  • Kenaikan kadar alkalin fosfatase (alkaline phosphatase - ALP) serum merupakan penunjuk aktivitas osteoblastik dan pembentukan tulang. 
  • Kenaikan kadar urin 24-jam untuk hidroksiprolin (asam amino yang disekresi oleh ginjal) merupakan indikator hiperaktivitas osteoklastik.

Penanganan 

  • Jika tidak mengalami gejala, pasien tidak memerlukan penanganan. 
  • Kalsitonin (hormon, diberikan secara subkutaneus atau 1.M.) dan etidronate (bisfosfonat, diberikan secara oral) menurunkan kadar ALP serum dan sekresi hidroksiprolin kencing dan memperlambat resorpsi tulang, sehingga meringankan lesi tulang. 
  • Walaupun pasien akan memerlukan terapi pemeliharaan jangka-panjang dengan kalsitonin, pem-berian kalsitonin dalam beberapa minggu pertama menghasilkan kemajuan yang nyata; etidronate menghasilkan kemajuan dalam 1 sampai 3 bulan. 
  • Plicamycin (Mithracin), yaitu antibiotik sitotoksik, menurunkan hidroksiprolin kencing, kalsium serum, dan ALP serum. 
  • Plicamycin menghasilkan remisi gejala dalam 2 minggu dan kemajuan biokimiawi dalam 1 sampai 2 bulan. Akan tetapi, plicamycin bisa menghancurkan keping darah atau mengganggu fungsi ginjal, sehingga obat ini biasanya digunakan hanya pada pasien yang menderita penyakit parah, membutuhkan kesembuhan cepat, atau tidak merespons penanganan lain. 
  • Pembedahan dilakukan untuk mengurangi atau mencegah fraktur patologis, mengoreksi deformitas sekunder, atau meringankan gangguan neurologis. Penggantian sendi sulit dilakukan karena bahan pengikat (polymethylmethacrylate) tidak sesuai untuk tulang pagetik. 
  • Untuk mengurangi risiko pendarahan berlebihan akibat tulang hipervaskular, terapi obat dengan kalsitonin dan bisfosfonat atau plicamycin harus diberikan sebelum pembedahan. 
  • Aspirin, indomethacin, atau ibuprofen diberikan untuk mengontrol nyeri. 

Intervensi Pada Asuhan Keperawatan 

  • Lakukan evaluasi pada keefektifan kontrol nyeri. Kaji tingkat nyeri pasien setiap hari. Lihat adakah area nyeri baru atau gerakan yang terbatas—yang bisa mengindikasikan tempat fraktur baru dan gangguan sensorik atau motorik, misalnya sulit mendengar, melihat, atau berjalan. 
  • Pantau kadar kalsium dan ALP serum. 
  • Jika pasien harus beristirahat di ranjang dalam waktu lama, rawat kulitnya dengan baik untuk mencegah ulser tekanan. Seringkali posisikan kembali tubuh pasien, dan gunakan matras flotasi. Sediakan sepatu berpucuk-tinggi untuk mencegah foot drop. 
  • Pantau asupan dan output. Cukupi asupan cairan untuk meminimalkan pembentukan kalkulus renal. 
  • Ajari pasien cara menginjeksi kalsitonin sendiri menggunakan teknik yang benar dan cara merotasi tempat injeksi. 
  • Ingatkan pasien bahwa ia bisa mengalami reaksi merugikan (mual, muntah, reaksi inflamasi lokal di tempat injeksi, wajah memerah, tangan gatal, dan demam). Yakinkan ia bahwa reaksi semacam ini biasanya ringan dan tidak sering muncul. 
  • Untuk membantu pasien menyesuaikan diri dengan perubahan gaya hidup yang disebabkan oleh penyakitnya, minta ia mengikuti jalur aktivitasnya dan bila perlu ajari ia cara menggunakan alat penunjang. 
  • Dorong pasien mengikuti program latihan yang direkomendasikan—yang membuat pasien tidak bermalas-malasan dan tidak melakukan aktivitas secara berlebihan. 
  • Sarankan pasien menggunakan matras yang kuat atau papan ranjang untuk meminimalkan deformitas tulang belakang.
  • Agar pasien tidak jatuh saat berada di rumah, sarankan ia memindahkan permadani dan benda kecil lain yang menghalangi. 
  • Tekankan pentingnya pemeriksaan teratur, terutama pemeriksaan mata dan telinga. 

  • Minta pasien yang diberi etidronate meminumnya dengan jus buah 2 jam sebelum atau setelah makan (susu atau cairan berkalsium tinggi lainnya akan mengganggu absorpsi), membagi dosis tiap hari untuk meminimalkan efek merugikan, dan melihat serta melaporkan kram lambung, diare, fraktur, dan nyeri tulang yang baru atau semakin parah.  

  • Minta pasien yang diberi plicamycin melihat adakah tanda infeksi, mudah memar, pendarahan, dan demam, dan melaporkan pengujian laboratoris lanjutan secara teratur

  • Bantu pasien dan keluarganya memanfaatkan sumber daya komunitas pendukung, misalnya kunjungan perawat atau agensi kesehatan di rumah.  


Referensi:

  1. William C. Shield Jr. 2021. Paget’s Disease of Bone. Medicine Net
  2. Nivens Anita S. 2004. Paget’s Disease: A Case in Point. Ortopedic Nursing.


Zul Hendry , Ners., M.Kep
Zul Hendry , Ners., M.Kep Dosen Tetap Program Studi Keperawatan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Mataram

Posting Komentar untuk "Asuhan Keperawatan Penyakit Paget - Intervensi"