Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

10 Gejala Penyakit Yang Perlu Diwaspadai dan Tidak Boleh Diabaikan

Gejala merupakan keluhan subyektif seseorang  dari munculnya suatu penyakit. Secara sederhana  gejala adalah manifestasi penyakit yang tampak atau dirasakan oleh pasien itu sendiri. Gejala biasanya bersifat subyektif atau mengacu pada apa yang dirasakan oleh pasien. 

Sedangkan tanda adalah bukti obyektif penyakit, yaitu merupakan manifestasi penyakit berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter atau tenaga kesehatan.

Beberapa gejala penyakit muncul secara nyata dan bisa dirasakan dengan jelas, namun beberapa gejala penyakit juga bisa muncul secara samar atau tidak disadari. Hal ini menyebabkan gejala tersebut cenderung diabaikan karena dirasakan tidak mengganggu, padahal bisa jadi gejala tersebut adalah gejala penyakit yang berbahaya. 

Kemampuan mengenali munculnya gejala penyakit pada tubuh sendiri, penting untuk  difahami oleh semua orang. Agar bisa bertindak dengan tepat untuk mencari pertolongan medik atau pengobatan.

Berikut 10  gejala penyakit yang perlu diwaspadai dan tidak boleh diabaikan:

1. Sakit Kepala 

Hampir setengah dari populasi dunia pernah paling tidak sekali atau beberapa kali mengalami sakit kepala. Terdapat banyak jenis sakit kepala,  sehingga perlu untuk memilah jenis sakit kepala yang berbahaya atau sekedar  sakit kepala ringan.

Migrain dan sakit kepala yang terasa sangat menyakitkan, bisa bersifat sementara atau  hanya penyakit  ringan, namun bisa juga menjadi awal dari kondisi yang lebih serius.

Gejala Penyakit yang perlu diwaspadai  dan tidak boleh diabaikan Sakit Kepala
Image by Usman Yousaf from Pixabay 

Beberapa tanda bahaya  yang harus diwaspadai jika mengalami sakit kepala adalah  jika disertai dengan gejala lain seperti leher kaku, perubahan kesadaran atau hilangnya fungsi hanya pada satu bagian tubuh seperti kelopak mata terkulai, gangguan bicara, atau gangguan keseimbangan.

Segera ke Dokter atau pelayanan kesehatan jika:

  • Mengalami sakit kepala pertama kalinya saat berusia diatas 50 tahun
  • Mengalami sakit kepala terus menerus yang mengganggu kehidupan sehari-hari
  • Sakit kepal tiba-tiba setelah berolahraga seperti angkat beban, aerobik, atau joging.
  • Sakit kepala yang memburuk seiring waktu
  • Sakit kepala yang disertai dengan masalah penglihatan, penurunan berat badan atau nyeri saat mengunyah.
  • Mengalami sakit kepala setelah menderita kanker.

Pada gejala sakit kepala yang ringan, bantu melawan sakit kepala ini secara alami dengan mencari protein organik dan mengonsumsi lebih banyak makanan berserat tinggi. 

Selain itu, karena magnesium memainkan peran penting dalam menjaga tubuh kita berfungsi dengan baik dan kekurangan dapat menyebabkan sakit kepala, mengonsumsi suplemen magnesium dapat membantu mencegah nyeri berulang dan mengurangi gejala.

2. Nyeri Dada Atau Ketidaknyamanan Di Tubuh Bagian Atas

Gejala Penyakit yang perlu diwaspadai  dan tidak boleh diabaikan Nyeri Dada
Image by Pexels from Pixabay

Tidak seperti di film dimana kebanyakan serangan jantung digambarkan dengan orang yang  tiba-tiba jatuh ke tanah sambil memegangi dada mereka. 

Sebagian gejala serangan jantung sering datang perlahan, dimana muncul sebagai keluhan seperti  rasa tidak nyaman, tekanan, atau rasa sakit hilang timbul di bagian tengah dada yang berlangsung beberapa menit. 

Terkadang gejalanya lebih terasa di leher atau di lengan. Pada wanita bisa mengalami gejala seperti mual atau muntah, nyeri punggung atau rahang, atau sesak napas. Tidak jarang orang yang menderita serangan jantung berkeringat dingin.

3. Sakit Perut Yang Berlanjut Atau Berulang

Sakit  perut mungkin merupakan gejala yang umum. Terdapat banyak kondisi berbeda, bisa ringan atau  beberapa bisa juga serius. Penyebab yang  ringan  seperti sembelit, alergi atau intoleransi makanan, keracunan makanan, gangguan pencernaan, sindrom iritasi usus besar, dan virus.

Penyebab yang lebih serius antara lain apendicitis (radang usus buntu) , obstruksi usus, kanker, gastritis, ulkus peptikum,  penyakit Crohn atau kolitis ulserativa, dan batu ginjal.

Ingatlah bahwa seberapa buruk gejala rasa sakit tidak selalu mencerminkan keseriusan kondisi yang menyebabkan rasa sakit. Misalnya, infeksi perut dapat menyebabkan kram perut yang parah, sedangkan kanker usus besar hanya menyebabkan nyeri ringan atau tanpa rasa sakit.

Namun, yang perlu di perhatikan adalah segera hubungi dokter atau datanglah ke fasilitas pelayanan kesehatan jika sakit perut berlanjut atau terus berulang.

4. Perubahan Suasana Hati dan Kecemasan

Depresi merupakan keluhan yang sering terjadi, beberapa penelitian menunjukan angka kejadiannya diperkirakan mempengaruhi  satu dari sepuluh orang. Jika tidak diobati, perubahan suasana hati  dan kecemasan dapat menyebabkan kondisi depresi yang memburuk.

Gejalanya meliputi perasaan putus asa atau tidak berdaya, membenci diri sendiri, kehilangan motivasi atau minat untuk melakukan aktivitas, nafsu makan atau perubahan berat badan, gangguan tidur, merasa lelah sepanjang waktu, dan perilaku sembrono.

5. Terkulai Atau Kelemahan Di Satu Sisi Tubuh

Di setiap negara, jumlah serangan stroke cenderung meningkat tiap tahun. Namun, peluang seseorang untuk bertahan hidup setelah stroke sangat meningkat jika seseorang mengenali gejalanya dengan cepat.

Metode FAST adalah cara mudah untuk mengingat tanda-tanda stroke yang tiba-tiba:

  • F (Face Drooping) – Wajah Terkulai: Apakah satu sisi wajah terkulai atau terasa mati rasa. Apakah senyum orang tersebut  tidak rata/simetris?
  • A (Arm Weaknes) – Kelemahan Lengan: Apakah satu lengan lemah atau mati rasa? Apakah satu lengan melayang  jatuh  ke bawah ketika keduanya diangkat?
  • S (Speech Difficulties)  – Kesulitan Bicara: Apakah bicara tidak jelas? Bisakah mereka mengulangi kalimat sederhana dengan benar seperti "Langit itu biru."
  • T (Time) – Waktu:  Saatnya menelepon fasilitias gawat darurat. Catat waktu dan dapatkan bantuan secepatnya. Semakin cepat tindakan medik dilakukan, maka semakin sedikit kerusakan otak yang kemungkinan terjadi.

6. Sesak Napas

Banyak kondisi berbeda yang dapat memengaruhi pernapasan. Meskipun sebagian besar penyebab tidak berbahaya dan mudah diobati, namun jika sesak nafas atau dispnea semakin parah, itu mungkin merupakan tanda dari suatu penyakit  yang lebih serius.

Hubungi dokter atau fasilitas kesehatan jika  mengalami kesulitan bernapas yang serius  atau jika mengalami sesak secara tiba-tiba. Perhatikan dan wapadai munculnya gejala sesak pada  orang dengan kondisi seperti asma  atau pada orang dengan nyeri dada disertai sesak napas.


7. Penurunan Berat Badan Tanpa Alasan yang  Jelas 

Berbeda dengan penurunan berat badan dikarenakan rutin melakukan olah raga yang menyehatkan. Jika penurunan berat badan terjadi secara tiba-tiba tanpa penyebab yang jelas, maka sebaiknya segera melakukan pemeriksaan kesehatan. 

Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan bisa jadi merupakan tanda stres, depresi, infeksi, kanker, gangguan pencernaan, atau efek samping dari beberapa obat seperti fluoxetine atau levothyroxine.

8. Pembengkakan  dan Nyeri pada Salah Satu atau kedua Kaki

Hampir semua jenis nyeri dan atau bengkak pada tungkai bawah perlu diperiksa lebih lanjut oleh dokter atau petugas kesehatan. Penyebab  gejala ini sangat bervariasi dalam urgensi dan tingkat keparahannya.

Umumnya, gejala bengkak yang datang tiba-tiba, terjadi hanya pada satu kaki, disertai dengan nyeri dada, kesulitan bernapas, atau kebingungan memerlukan pemeriksaan sesegera mungkin. Bisa jadi gejala tersebut  merupakan tanda pembekuan darah seperti DVT atau penyakit pada jantung.

Jika pembengkakan atau rasa sakit muncul secara bertahap, temui dokter sesegera mungkin. Penyebab umumnya antara lain radang sendi, efek samping obat, gagal jantung, cedera, masalah ginjal, sirkulasi yang buruk, atau kehamilan.

9. Adanya darah pada urin, tinja, atau Pendarahan Non-Menstruasi

Perdarahan yang terjadi di tempat-tempat yang tidak seharusnya pasti  merupakan gejala penyakit yang perlu diwaspadai.

Darah pada atau bercampur dengan tinja dapat terjadi pada  hemoroid/wasir, fisura anus, ulkus, gastritis, dan kanker kolorektal. 

Darah merah terang biasanya menunjukkan pendarahan di dekat rektum, sedangkan darah gelap yang bercampur dengan tinja menunjukkan pendarahan pada organ pencernaan yang lebih tinggi seperti di usus besar, usus kecil atau lambung.

Darah dalam urin mungkin merupakan tanda dari masalah ginjal, saluran kemih, atau prostat atau bisa juga  akibat dari gangguan pendarahan.

Perdarahan pada wanita pascamenopause atau perdarahan konstan pada wanita usia subur membutuhkan  pemeriksaan lebih lanjut. Penyebabnya bisa jadi  fibroid, obat hormonal seperti estrogen, peradangan atau infeksi serviks, kehamilan ektopik, atau kanker.

10. Perubahan Pada Payudara 

Kanker payudara adalah kanker yang umum pada wanita,  di amerika  281.550 wanita diperkirakan didiagnosis dengan kanker payudara invasif atau karsinoma in situ. Deteksi dini adalah kunci untuk meminimalkan mortalitas dan memperpanjang harapan hidup penderitanya.

The American Cancer Society merekomendasikan mammogram tahunan untuk wanita dengan risiko rata-rata kanker payudara dari usia 45 hingga 54 tahun yang dikombinasikan dengan pemeriksaan payudara klinis oleh profesional kesehatan. 

Skrining dua tahunan harus dilakukan sejak usia 55 tahun. Wanita dengan risiko lebih tinggi dapat memilih untuk memulai skrining sejak usia lebih muda.

American College of Physicians sekarang merekomendasikan mammogram setiap dua tahun sekali untuk wanita berusia 50 hingga 74 tahun yang rata-rata berisiko terkena kanker payudara dan tidak memiliki gejala.

Gejala yang perlu diperhatikan  diwaspadai antara lain:

  • Benjolan, penebalan atau nyeri tekan di atau dekat payudara atau ketiak 
  • Perubahan kulit payudara atau puting seperti adanya tonjolan, pitting, bengkak, kemerahan, atau bersisik
  • Nyeri payudara yang tidak biasa.


Referensi:

  1. Carmen Fookes, Bpharm. 2021. https://www.drugs.com/slideshow/common-symptoms-never-ignore-1083
  2. Josh Axe MD. 2015. What 7 Symptoms You Have Right Now That You Shouldn’t Ignore. Draxe.com
  3. Hainer BL, Matheson EM. Approach to acute headache in adults. Am Fam Physician. 2013 May 15;87(10):682-7 http://www.aafp.org/afp/2013/0515/p682.html
  4. Abdominal pain. Causes. http://www.mayoclinic.org/symptom-checker/abdominal-pain-adult/related-factors/itt-20009075
  5. Leg swelling. Mayo Clinic. http://www.mayoclinic.org/symptoms/leg-swelling/basics/causes/sym-20050910
  6. Breast Cancer: What is Breast cancer. American Cancer Society http://www.cancer.org/acs/groups/cid/documents/webcontent/003090-pdf.pdf

Zul Hendry , Ners., M.Kep
Zul Hendry , Ners., M.Kep Dosen Tetap Program Studi Keperawatan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Mataram

Posting Komentar untuk " 10 Gejala Penyakit Yang Perlu Diwaspadai dan Tidak Boleh Diabaikan"