Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Stroke Hemoragic Dan Iskemik - Dari Penyebab sampai Rehabilitasi

Stroke adalah kondisi dimana terjadinya gangguan  suplai darah ke salah satu bagian otak, bisa di sebabkan adanya sumbatan, atau pecahnya pembuluh darah. Stroke dapat menyebabkan keruskan otak yang berkepanjangan, kecacatan, atau bahkan kematian. 

Otak membutuhkan oksigen untuk bekerja dengan baik. Walaupun berat otak hanya sekitar 2% dari total berat badan, tapi otak menggunakan 20% suplai oksigen yang di hirup manusia.

Oksigen ini dibawa oleh darah melalui arteri di seluruh bagian otak. Jika terjadi sesuatu yang menghalangi aliran darah, sel-sel otak akan mati dalam beberapa menit karena tidak mendapatkan oksigen. Inilah yang terjadi pada kasus stroke.

Terdapat dua jenis Stroke:

  • Stroke Iskemik --> Merupakan stroke yang terjadi akibat adanya sumbatan pembuluh darah di otak. Sumbatan ini bisa disebabkan oleh bekuan darah, tumpukan lemak atau plak pada dinding pembuluh darah.

  • Stroke Hemoragic --> Merupakan stroke yang terjadi akibat pecahnya pembuluh darah di otak. Jika pembuluh darah pecah, akan terjadi penumpukan darah di jaringan otak yang akan merusak sel-sel otak dan jaringan di sekitarnya.

Stroke merupakan kondisi darurat yang harus segera mendapatkan penanganan secepatnya. Setiap menit sangat berarti, karena semakin lama penanganannya maka kerusakan akan makin meluas.

Tanda dan Gejala Stroke

Tanda-tanda umum stroke adalah kelemahan mendadak, mati rasa,  kelumpuhan, gangguan bicara atau pelo, kesulitan melihat, pusing, dan sakit kepala.

Kelumpuhan biasanya terjadi pada satu sisi tubuh, tidak mampu menggerakan kaki atau lengan. Bisa juga muncul mual atau muntah. 

Untuk memudahkan identifikasi kondisi stroke bisa menggunakan metoda “F-A-S-T”

  • F  (Face Dropping) : Wajah terkulai, tampak tidak normal pada salah satu sisi atau tidak simetris, merasa baal dan hilang sensasi.
  • A (Arm Weaknes) : Kelemahan tangan. Pasien tidak bisa mengangkat sebelah tangannya. Cara sederhana mintalah untuk mengangkat kedua tangannya keatas. Jika salah satu susah di angkat atau bisa diangkat tapi tertinggal dan tidak bisa selevel atau sejajar dengan tangan yang lain.
  • S (Speech Difficulty): Kesulitan berbicara. Pasien tiba-tiba tidak bisa bicara,  kesulitan mengucapkan kata-kata dan  atau pembicaraannya sulit dimengerti.
  • T (Time To Call 911) : Saatnya memanggil bantuan. Jika menemukan 3 gejala diatas segera panggil ambulan atau bawa ke unit gawat darurat terdekat.

Penyebab Stroke

Penyebab umum serangan stroke adalah adanya gumpalan yang menyumbat pembuluh darah otak. Gumpalan bisa terbentuk di otak sendiri, misalnya akibat adanya perubahan pada dinding arteri.

Gumpalan bisa juga terbentuk di bagian tubuh lain lalu terbawa ke otak oleh aliran darah, kemudian menyumbat pada salah satu area di otak. Stroke jenis ini disebut stroke iskemik.

Penyebab kedua adalah adanya pendarahan di otak, yaitu pecahnya pembuluh darah sehingga darah menyebar dan menumpuk di jaringan otak. Stroke jenis ini disebut stroke hemoragic. 

Faktor Resiko Stroke

Siapapun dan usia berapapun memiliki resiko terkena stroke, namun terjadi peningkatan resiko seiring pertambahan usia. Semakin tua usia, maka resiko terkena stroke semakin tinggi.  

Beberapa hal yang dapat meningkatkan resiko terkena serangan stroke antar lain:

1. Pernah mengalami TIA (Transient Iskemic Attack)

Pernah mengalami TIA (Transient Iskemic Attack) juga dikenal dengan “stroke ringan”. Jika pernah mengalami serangan TIA, maka meningkatkan resiko terkena stroke di kemudian hari.

2. Tekanan Darah Tinggi  

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyebab utama stroke hemoragic. Hal ini terjadi ketika tekanan darah terlalu tinggi dan menyebabkan pecahnya pembuluh darah arteri yang terdapat di jaringan otak.  

Tekanan darah tinggi seringkali tidak bergejala. Oleh sebab itu periksalah tekanan darah secara rutin. Jika ada gejala, mintalah advis dari tenaga kesehatan mengenai cara untuk mengontrol tekanan darah, baik dengan perubahan gaya hidup atau penggunaan obat-obatan.

3. Kolesterol tinggi 

Kelebihan kadar kolesterol di dalam tubuh akan menempel dan menumpuk di dinding pembuluh darah. Penumpukan ini menyebabkan penyempitan pembuluh darah, yang akan meningkatkan resiko penyumbatan atau pecahnya pembuluh. Jika yang terkena adalah pembuluh darah arteri otak, maka akan menjadi stroke.

4. Penyakit Jantung 

Gangguan jantung secara umum akan meningkatkan resiko stroke. Seperti penyakit jantung koroner, cacat katup jantung, dan gangguan irama jantung dapat mempengaruhi suplai darah dan menganggu oksigen ke otak. 

Pada kasus jantung koroner, penyempitan atau penyumbatan pada arteri koronaria akan menyebabkan kematian jaringan otot jantung (Infark), akhirnya akan mempengaruhi kemampuannya untuk memompa darah.

5. Diabetes 

Pada diabetes terjadi penumpukan gula pada pembuluh darah. Kadar gula yang menumpuk  menyebabkan kemampuan darah untuk mengikat oksigen berkurang. Tekanan darah tinggi juga umum terjadi pada penderita diabetes, yang merupakan penyebab utama peningkatan resiko stroke. 

6. Anemia Sel Sabit

Penyakit anemia sel sabit merupakan kelainan darah yang terkait dengan stroke iskemik. Terutama menyerang anak-anak kulit hitam dan hispanik. Penyakit ini menyebabkan sejumlah sel darah merah membentuk bulan sabit yang tidak normal. Stroke bisa terjadi jika sel sabit tersangkut di pembuluh darah otak dan menghalangi aliran darah. 

Prevalensi Stroke

Prevalensi stroke mencapai 0,01%  atau 1 dari 1000 orang mengalami stroke. Resiko ini meningkat seiring bertambahnya usia. Sekitar 20 dari 1000 orang berusia diatas 85. 

Stroke menyebabkan kelumpuhan pada sisi bagian tubuh, dan mempengaruhi berbagai kemampuan berbicara. Gejala kelumpuhan biasanya akan membaik seiring waktu  dengan pemberian terapi dan rehabilitasi yang adekuat.  Tapi pada beberapa kasus, kelumpuhan permanen bisa terjadi.

Orang yang pernah mengalami stroke beresiko lebih besar mengalami stroke lagi di waktu yang akan datang. Sekitar 40 dari 100 orang yang pernah mengalami stroke terdata mengalaminya lagi dalam waktu sepuluh tahun.

Diagnosa

Stroke merupakan keadaan "darurat medik". Jika ada orang di curigai mengalami stroke, segera telpon ambulan atau bawa secepatnya ke Unit Gawat Darurat terdekat. 

Pemeriksaan menyeluruh akan dilakukan di Rumah Sakit, pemeriksaan penunjang seperti CT-Scan, MRI dan pemeriksaan laboratorium yang dibutuhkan.

Penatalaksanaan Stroke

Penatalaksanaan tahap awal bertujuan untuk menyelamatkan nyawa pasien dan meminimalkan kerusakan tubuh yang terjadi. Jenis pengobatan yang diberikan tergantung dari jenis stroke yang dialami, apakah akibat gumpalan darah (iskemia) atau pecahnya pembuluh darah otak (hemoragic).

Jika disebabkan penyumbatan, maka tindakan yang dilakukan adalah membuka sumbatan itu atau memecahkannya menggunakan obat atau kateter.

Jika stroke yang di alami adalah akibat pecahnya pembuluh darah, maka Dokter akan melakukan tindakan pengobatan untuk menghentikan pendarahan tersebut dengan cepat. Kadang juga melalui tindakan operasi.

Observasi dan Perawatan lebih lanjut akan dilakukan sesuai dengan tingkat keparahan stroke, jenis efek yang ditimbulkan, dan hasil pemeriksaan lebih lanjut.

Rehabilitasi

Setelah proses penyembuhan, tahap selanjutnya adalah mengembalikan kemampuan mobilitas, kekuatan otot, kemampuan berbicara, dan kemandirian pasien. Termasuk mengembalikan keseimbangan emosional dan psikologis pasien.  Tahap ini dinamakan tahap rehabilitasi.

Ada berbagai program rehabilitasi yang dilaksanakan oleh rumah sakit untuk pasien pasca stroke. Seperti terapi wicara, fisioterapi, dan pelatihan kebugaran.  Program ini bertujuan untuk meminimalkan kecacatan fisik akibat serangan yang pernah dialami.

Terapi okupasi dilaksanakan untuk melatih kemandirian kembali dalam kehidupan sehari-hari dengan sebaik mungkin agar mengurangi keterbatasan fisik pasca serangan.

Pencegahan Stroke

Mengelola resiko stroke dan menjalani gaya hidup sehat dapat membantu mencegah terjadinya serangan stroke.  

Di kutip dari Harvard Health publishing,  Hal yang bisa dilakukan untuk mencegah stroke antara lain:

  1. Kendalikan tekanan darah. Jika memungkinkan, pertahankan tekanan darah kurang dari 120/80.
  2. Kurangi kadar garam dalam makanan tidak lebih dari 1,5 gram/hari (sekitar setengah sendok teh).
  3. Kurang konsumsi lemak jenuh dan  Tingkatkan konsumsi lemak tak jenuh. Tingkatkan konsumsi buah dan sayur. 
  4. Lakukan olahraga yang teratur dan terukur sesuai usia. Olahraga rutin akan membantu menstabilkan tekanan darah dan menjaga berat badan tetap ideal 
  5. Kurangi atau hentikan kebiasaan konsumsi minuman beralkohol.
  6. Segera konsultasikan ke dokter jika mengalami fibrilasi atrium. Biasanya di tandai dengan jantung berdebar dan sesak nafas. Segera temui dokter untuk penanganan lebih lanjut.
  7. Tangani diabetes dan kendalikan kadar gula darah.
  8. Berhentilah merokok. Kebiasaan merokok mempercepat pembentukan gumpalan darah dan meningkatkan penumpukan plak di arteri.

  



Referensi: 

https://www.cdc.gov/stroke/index.htm

InformedHealth.org [Internet]. Stroke: Overview. 2008 Jul 8 [Updated 2017 Jul 13]. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK279214/

https://www.health.harvard.edu/womens-health/8-things-you-can-do-to-prevent-a-stroke


Zul Hendry , Ners., M.Kep
Zul Hendry , Ners., M.Kep Dosen Tetap Program Studi Keperawatan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Mataram

Posting Komentar untuk "Stroke Hemoragic Dan Iskemik - Dari Penyebab sampai Rehabilitasi"