Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Gastritis - Definisi, Tanda Gejala, Pemeriksaan, Penatalaksanaan, dan Pencegahan

Gastritis atau penyakit maag merupakan kondisi terjadinya  peradangan pada mukosa lambung, biasanya disebabkan oleh iritasi. Jika peradangan dan iritasi ini berlangsung lama atau kronis, dapat terjadi kerusakan yang lebih parah berupa adanya perlukaan yang disebut tukak lambung.

Pada kondisi normal, selaput dinding lambung berfungsi melindungi dinding lambung dari asam dan mikroorganisme. 

Terdapat dua jenis gastritis, yaitu gastritis akut dan gastritis kronik. Ada juga yang membaginya ke dalam gastritis erosif dan gastritis non erosif.

Gastritis akut timbul mendadak tanpa ada riwayat gastritis sebelumnya dengan keluhan nyeri dan rasa panas pada daerah perut atas, dan biasanya hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari. 

Sedangkan gastritis kronis biasanya memiliki gejala yang lebih ringan. Namun hal ini perlu diperhatikan, karena gastritis kronis bisa menjadi lebih parah tanpa kita sadari.

Tanda dan Gejala

  • Nyeri perut dan rasa panas bagian atas (epigastrium)
  • Cepat merasa kenyang dan sering mengeluh kembung
  • Timbul rasa mual, terkadang muntah
  • Sering bersendawa
  • Penurunan nafsu makan
  • Perut terasa kembung

Gejala seperti ini juga kadang muncul pada penyakit lain seperti Gastroesofagial reflux (GERD) dan Diare (gastroentritis).

Pada maag kronis, gejala biasanya ringan bahkan kadang tanpa gejala.

Penyebab Gastritis 

1. Bakteri Helicobacter Pylori

Bakteri Helicobacter Pylori meningkatkan produksi asam lambung. Jika kadar asam lambung terlalu tinggi, dapat mengiritasi mukosa dinding lambung. Bakteri helycobacter Pylori menyebar melalui air liur, muntahan, tinja, air minum dan makanan.  

2. Obat Anti Inflamasi Non Steroid (NSAID)

NSAID merupakan obat yang konsumsi untuk mengurangi nyeri, termasuk asam asetil salisilat. Jenisnya seperti Aspirin, Asam mefenamat, Natrium Diclofenak, Dan Ibupropen. 

Jika di konsumsi sesekali, obat penghilang rasa sakit ini sebenarnya jarang menimbulkan efek samping. Tapi jika digunaan dalam jangka panjang secara terus menerus, akan mempengaruhi fungsi mukosa lambung karena menghalangi produksi hormon prostaglandin.

Salah satu fungsi prostaglandin adalah mengatur sekresi lendir yang menetralkan asam lambung. Jika sekresi prostaglandin menurun, maka dinding lambung tidak lagi memilki perlindungan yang cukup terhadap asam.

3. Reflux

Penyebab lain yang bisa menjadi pemicu adalah refluk empedu. Hati membuat cairan empedu untuk membantu mencerna makanan berlemak. Di sini terjadi aliran balik cairan empedu keatas dari usus halus masuk kedalam lambung dan menyebabkan iritasi dan kerusakan lapisan mukosa lambung.

4. Stress

Stress fisik dan psikologis bisa menjadi pemicu peningkatan asam lambung. Seringkali gastritis berkembang bahkan setelah trauma yang terjadi pada organ lain. Seperti kejadian luka bakar parah atau cedera otak sering menjadi penyebab umum munculnya gastritis.

5. Penyalahgunaan Alkohol

Konsumsi alkohol dalam jumlah banyak dan jangka waktu yang lama bisa berdampak iritasi terhadap lapisan  mukosa lambung.

6. Penyakit Auto Imun

Pada beberapa orang, sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehat, termasuk pada lapisan mukosa lambung.

Prevalensi

Diperkirakan angka kejadian gastristis mencapai 40,8% dari populasi di Indonesia. Atau paling tidak pernah mengalami gastritis akut selama periode hidupnya. Resiko gastritis umumnya meningkat seiring pertambahan usia. Hal ini dikarenakan dengan semakin meningkatnya usia, maka kemampuan organ-organ untuk memperbaiki diri akan berkurang.

Diagnosa

Pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter biasanya tergantung keluhan dan gejala yang timbul. Setelah itu dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, seperti inspeksi, palpasi, perkusi, dan auskultasi. Jika dibutuhkan, juga akan dilakukan pemeriksaan penunjang berupa beberapa tes seperti tes darah lengkap, pemeriksaan endoskopi, pemeriksaaan gastrointestinal menggunakan Rontgen, atau bila perlu pemeriksaan faeces.

Penatalaksanaan Gastritis

Jika teridentifikasi bahwa makanan tertentu, stress, alkohol atau rokok yang menjadi pemicunya, maka yang perlu dilakukan adalah mengubah pola makan, berhenti merokok, hindari alkohol dan mengurangi stress dalam kehidupan sehari hari. Jika perubahan gaya hidup ini tidak bisa meredakan gejala, maka diperlukan pemberian obat-obatan.

Gastritis biasanya diobati dengan obat penurun asam lambung. Tergantung pada jenis dan tingkat keparahan gejala. Beberapa obat yang biasa diresepkan oleh dokter antara lain:

  • Golongan PPI (Proton Pump Inhibitor) seperti omeprazole atau pantoprazole
  • Golongan H2 Bloker seperti ranitidin dan famotidin untuk mengurangi produksi asam
  • Antasida, Seperti aluminium hidroksida atau magnesium hidroksida untuk menetralkan asam lambung yang tinggi

Jika gastritis teridentifikasi disebabkan oleh helicobacter Pylori, maka biasanya obat-obatan diatas akan dikombinasikan dengan Antibiotik.

Pencegahan Gastritis

Helicobacter Pylori adalah salah satu penyebab utama gastritis, tetapi kebanyakan orang tidak tahu bahwa mereka terinfeksi. Bakteri ini mudah menular, jadi menurunkan resiko infeksi dengan mempraktekan kebiasaan hidup bersih dan sehat seperti mencuci tangan sangatlah penting.

Kita juga dapat meminimalkan gangguan pencernaan seperti gastritis dengan mengeliminir beberapa faktor pencetusnya. Berikut beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mencegah gastritis:

  • Mengurangi atau menghindari makanan yang terlalu pedas, asam, berlemak atau digoreng.
  • Mengurangi konsumsi kopi/kafein
  • Menjaga jangan sampai perut terlalu lama kosong, usahakan makan makanan kecil jika waktu makan utama masih jauh.
  • Makan secara teratur dengan jumlah yang terukur, makan dengan porsi besar sekaligus setelah perut kosong dalam waktu lama kurang baik untuk kesehatan lambung.
  • Mengelola stress dengan baik
  • Menghindari menggunakan NSAID kecuali benar-benar di perlukan. Jikapun harus meminumnya, perhatikan aturan minum yaitu jangan pada saat perut kosong.
  • Menghindari atau mengurangi konsumsi alkohol
  • Tidak langsung berbaring setelah makan

Komplikasi

Jika lapisan mukosa lambung mengalami iritasi terus menerus, maka perlahan lahan bisa menjadi luka atau tukak dan bisa menjalar ke duodenum (Usus Halus). Ulkus atau tukak pada lambung dan duodenum bisa menimbulkan komplikasi serius seperti perdarahan

Akibat pendarahan yang terjadi dalam jangka waktu lama, dapat menimbulkan kekurangan sel darah merah dan menimbulkan anemia.

Pada gastritis yang disebabkan oleh autoimun, dapat mempengaruhi tubuh dalam penyerapan vitamin B12. Kondisi ini dapat menyebabkan tubuh tidak mendapatkan cukup vitamin B12 dan sel darah merah menjadi kurang sehat.

Jika gastritis parah dibiarkan menjadi ulkus, lalu ulkus semakin dalam melukai dinding lambung, bisa terjadi kebocoran dinding lambung dan menyebabkan merembesnya cairan ke luar lambung menimbulkan peritonitis. Jika disertai infeksi akan menyebabkan sepsis. 

Walaupun kejadiannya jarang, Gastritis yang disebabkan oleh Bakteri Helicobacter Pylori dan penyakit auto imun bisa berkembang menjadi tumor/kanker. 

Prognosis

Sebagian besar kasus penyakit gastritis akan membaik dengan cepat setelah penanganan oleh dokter atau petugas kesehatan. 

Dokter atau petugas kesehatan akan merekomendasikan perawatan yang paling tepat dengan mempertimbangkan hasil  pemeriksaan dan penyebab gastritis. 

Kapan Harus Menghubungi Dokter

Jika mengalami gastritis, anda harus segera menghubungi Dokter atau fasilitas kesehatan bila mengalami kondisi dibawah ini:

  • Terdapat darah dalam faeces (kotoran) saat buang air besar
  • Muntah di sertai darah
  • Kelemahan dan kelelahan ekstrim yang mungkin mengindikasikan anemia
  • GERD yang tidak terkontrol
  • Penurunan berat badan yang tidak bisa dijelaskan.


Sumber:

Pamela C.A (2011), Nursing: Understanding Disease., Nowriston Road: Lippincott Williams & Wilkins

Zul Hendry , Ners., M.Kep
Zul Hendry , Ners., M.Kep Dosen Tetap Program Studi Keperawatan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Mataram

Posting Komentar untuk "Gastritis - Definisi, Tanda Gejala, Pemeriksaan, Penatalaksanaan, dan Pencegahan"