Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Asuhan Keperawatan Kista Ovarium - Intervensi

Kista ovarium adalah kantung non-neoplastik di ovarium yang mengandung cairan atau materi semi-padat. Walaupun biasanya kecil dan tidak menimbulkan gejala, kista ini membutuhkan pemeriksaan menyeluruh karena bisa berubah menjadi ganas. 

Kista ovarium yang umum meliputi kista folikular, kista lutein (granulosalutein [korpus luteum] dan kista theca-lutein), dan penyakit ovarium polisistik (atau sklerosistik). Kista ovarium bisa berkembang kapanpun antara masa pubertas dan menopause, termasuk selama hamil. 

Kista granulosa-lutein tidak sering muncul, biasanya muncul di kehamilan awal. Prognosis kista ovarium non-neoplastik sangat baik. 

Asuhan Keperawatan Kista Ovarium - Intervensi
image by https://www.myupchar.com/en on wikimedia.org

Penyebab 

  • Kista folikular: distensi folikula berlebihan selama siklus menstruasi, yang menyebabkan sekresi estrogen berlebihan saat menopause 
  • Kista granulosa-kutein: akumulasi darah berlebihan selama fase hemoragi saat siklus menstruasi 
  • Kista theca-lutein: 
    • Koriokarsinoma 
    • Terapi hormon (dengan human chorionic gonadotropin atau clomiphene sitrat) 
    • Mola hidatidiform 

Penyakit ovarium polisistik 

  • Keabnormalan endokrin 
  • Sindrom Stein-Leventhal 

Tanda dan gejala 

Torsi atau ruptur: rasa nyeri distensi, dan rigiditas abdominal (bisa menyerupai apendisitis) 

a. Kista besar atau multipel :

  • Pendarahan uterin abnormal yang mengikuti pola ovulatori yang terganggu 
  • Dispareunia 
  • Nyeri punggung bawah 
  • Ketidaknyamanan ringan di pelvis 

b. Kista granulosa-lutein: 

  • Menstruasi terlambat, yang diikuti dengan pendarahan lama dan tidak teratur (pada wanita yang tidak sedang hamil) 
  • Hemoragi intraperitoneal berlebihan (jika terjadi ruptur) 
  • Ketidaknyamanan pelvis unilateral 

c. Penyakit ovarium polisistik 

  • Oligomenorea 
  • Amenorea sekunder 

Uji diagnostik 

  • Visualisasi ovarium melalui ultrasound, laparoskopi, cornputed tomography scan, atau pembedahan (umumnya untuk kondisi lain) memastikan adanya kista ovarium. 
  • Titer hCG yang sangat tinggi bisa dengan kuat menunjukkan adanya kista theca-lutein. 

Penyakit ovarium polisistik 

  • Kadar kencing 17-ketosteroid sedikit meningkat pada penderita penyakit ovarium polisistik. 
  • Anovulasi (ditunjukkan oleh grafik suhu tubuh basal dan biopsi endometrial) memastikan diagnosis. 
  • CA-125 merupakan penanda kanker ovarium yang bisa membantu mengidentifikasi kista yang merupakan kanker pada wanita. 

Penanganan 

  • Kista folikular biasanya tidak membutuhkan penanganan karena cenderung hilang secara spontan dengan reabsorpsi atau ruptur secara diam-diam dalam waktu 60 hari. Penggunaan kontrasepsi hormonal secara terapeutik masih merupakan kontroversi. 
  • Jika kosta granulosa-lutein muncul saat hamil, penanganannya adalah simtomatik (sesuai gejala) karena kista ini akan berangsur hilang saat kehamilan memasuki trimester ketiga dan jarang membutuhkan pembedahan. 
  • Kista theca-lutein hilang secara spontan setelah mola hidatidiform diambil, koriokarsinoma dihancurkan, atau terapi hCG atau clomiphene sitrat (Clomid) dihentikan. 
  • Penanganan penyakit ovarium polisistik meliputi pemberian clomiphene sitrat untuk memicu ovulasi, medroxyprogesterone asetat (Provera) selama 10 hari setiap bulan bagi pasien yang tidak ingin hamil, atau kontraseptif hormomal dosis-rendah bagi pasien yang memerlukan kontrasepsi andal. 
  • Pembedahan (laparoskopi, laparotomi eksplorasi dengan sistektomi ovarium yang memungkinkan, ooforektomi) diperlukan jika kista ovarium persisten atau diduga ada.

Intervensi Asuhan Keperawatan

  • Secara hati-hati, jelaskan sifat-sifat kista tertentu, tipe ketidaknyamanan (jika ada) yang mungkin akan dialami pasien, dan diperkirakan lamanya kondisi berlangsung
  • Sebelum operasi, lihat adakah rupture kista, misalnya nyeri, distensi, dan rigiditas abdominal yang semakin parah. Pantau tanda vital dan lihat apakah pasien demam, mengalami takipnea, atau hipotensi, yang bisa mengindikasikan peritonitis atau hemoragi intraperitoneal.
  • Sebelum operasi, dorong pasien untuk sering bergerak di ranjang dan sedini mungkin sesuai perintah. Ambulasi dini secara efektif mencegah embolisme pulmoner
  • Beri dukungan emosional. Beri keyakinan yang tepat pada pasien jika ia takut mengalami kanker atau infertilitas.
  • Sebelum pasien pulang, sarankan ia meningkatkan aktifitasnya dirumah secara bertahap—lebih baik dalam waktu 4 sampai 6 bulan.


Sumber:

Pamela.C.A.et.al.2008. Nursing: Understanding Disease. Lippincott William & Wilkins : Norristown Road.

Ida Radliyatul Fahmi, S.Kep., Ners
Ida Radliyatul Fahmi, S.Kep., Ners Perawat Ruang Cardio Vascular Care Unit (CVCU) RSUD Provinsi NTB

Posting Komentar untuk "Asuhan Keperawatan Kista Ovarium - Intervensi"