Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Asuhan Keperawatan Kanker Pankreas - Intervensi

Kanker pankreas adalah kanker Gastro Intestinal mematikan yang berkembang cepat. Kanker ini paling sering menyerang orang kulit hitam, terutama pria yang berusia 35 sampai 70 tahun. Tumor pankreatik hampir selalu merupakan adenokarsinoma dan paling sering muncul di kepala pankreas. 

Dua tipe jaringan utama adalah sel silinder dan sel besar, berlemak, dan granular. Prognosisnya buruk. Sebagian besar pasien meninggal dalam waktu 1 tahun setelah didiagnosis. 

Kebanyakan kanker pankreas adalah adenokarsinoma. Beberapa pasien yang didiagnosis dengan kanker pankreas memiliki faktor risiko yang dapat diidentifikasi.

Kanker pankreas sangat mematikan karena tumbuh dan menyebar dengan cepat dan seringkali didiagnosis pada stadium akhir.

Satu-satunya pengobatan kanker kuratif adalah operasi pengangkatan semua kanker, kadang-kadang pengangkatan seluruh pankreas, dan transplantasi pankreas. Namun hanya sedikit pasien yang memenuhi syarat untuk transplantasi pankreas.

Asuhan Keperawatan Kanker Pankreas - Intervensi
Image by Cancer Research UK on wikimedia.org

Penyebab 

  • Sindrom herediter 

Faktor risiko :

  • Penyalahgunaan alkohol kronis 

Tanda dan gejala 

  • Nyeri abdominal atau punggung bawah 
  • Anoreksia 
  • Resah 
  • Kecenderungan untuk berdarah 
  • Depresi 
  • Diare 
  • Gangguan emosional 
  • Ketidak seimbangan cairan dan elektrolit 
  • Sakit kuning 
  • Premonisi penyakit fatal 
  • Lesi kulit (biasanya di kaki) 
  • Steatorea 
  • Gejala diabetes 
  • Berat badan turun 

Uji diagnostik 

  • Diagnosis yang pasti membutuhkan laparotomi dan biopsi. 
  • Ultrasound bisa mengidentifikasi gumpalan, tetapi bukan histologinya. 
  • Computed tomography scan hampir sama dengan ultrasound tetapi menunjukkan rincian yang lebih jelas. 
  • Angiografi menunjukkan suplai vaskular tumor. 
  • Kolangiopankreatografi retrograd endoskopik memberikan visualisasi, memungkinkan instilasi medium kontras, dan memungkinkan dilakukannya biopsi spesimen. 
  • Magnetic resonance imaging menunjukkan ukuran dan lokasi tumor dengan sangat rinci. 
  • Kenaikan kadar bilirubin serum mendukung diagnosis. 
  • Kadar amilase dan lipase serum kadang-kadang naik. 
  • Waktu protrombin menjadi lama.
  • Kadar aspartat aminotransferase dan alanin aminotransferase naik jika terjadi nekrosis sel hati. 
  • Kadar alanin fosfatase naik jika terjadi obstruksi bilier. 
  • Immunoassay insulin plasma menunjukkan insulin serum yang bisa diukur dalam kemunculan tumor sel kepulauan. 
  • Kadar hemoglobin dan hematokrit bisa menunjukkan anemia ringan. 
  • Kadar glukosa darah puasa bisa mengindikasikan hipoglikemia atau hiperglikemia. 
  • Analisis tinja bisa menunjukkan darah yang tersembunyi. 

Penanganan 

  • Pankreatektomi total bisa memperpanjang hidup penderita. 
  • Kolesistojejunostomi, koledokoduodenostomi, dan koledokojejunostomi bisa dilakukan untuk mengalihkan aliran dari ekstensi saluran empedu umum yang menyebabkan obstruksi, sehingga meringankan sakit kuning dan pruritus. 
  • Operasi Whipple, atau pankreatoduodenektomi, memiliki tingkat mortalitas yang tinggi tetapi bisa menghasilkan pembersihan limfatik secara luas, kecuali jika ada tumor yang terletak di dekat vena portal, vena dan arteri mesentrik superior, dan aksis seliak. Prosedur ini mengambil kepala pankreas, duodenum, kantung empedu, ujung saluran empedu umum, dan bisa juga bagian dari badan dan ekor pankreas dan lambung. 
  • Kanker pankreatik biasanya tidak bisa merespons kemoterapi dengan baik, tetapi studi terbaru yang menggunakan kombinasi fluorouracil, streptozocin (Zanosar), ifosfamide, dan doxorubicin (Rubex) menunjukkan tren menuju waktu bertahan hidup yang lebih lama. 
  • Terapi radiasi biasanya tidak menambah waktu bertahan hidup jangka-panjang, tetapi bisa memperpanjang waktu bertahan hidup dari 6 sampai 11 bulan jika digunakan sebagai adjuvan kemoterapi fluorouracil. Terapi radiasi juga bisa meringankan nyeri yang berkaitan dengan tumor yang tidak bisa direseksi. 
  • Antikolinergis (terutama propantheline (Pro-banthineI) diberikan untuk meringankan spasma dan motilitas traktus G1 dan mengurangi nyeri dan sekresi. 
  • Antasid untuk mengurangi keasamaan saluran pencernaan
  • Insulin diberikan untuk menyediakan suplai insulin eksogenosa yang cukup setelah reseksi pankreatik. 
  • Opioid bisa diberikan untuk meringankan nyeri, tetapi hanya jika analgesik tidak berhasil karena morfin, meperidine, dan kodein bisa menyebabkan spasma traktus bilier dan - meningkatkan tekanan saluran empedu umum. 
  • Enzim pankreatik (dosis rata-rata adatah 0,5 sampai 1 mg saat makan) diberikan untuk membantu pencernaan protein, karbohidrat, dan lemah jika cairan pankreatik tidak mencukupi akibat adanya pembedahan dan obstruksi. 
  • Jika pasien tidak bisa menoleransi makanan oral, beri nutrisi parental dan emulsi lemak I.V. untuk mengoreksi defisiensi dan mempertahankan keseimbangan nitrogen positif. 
  • Transfusi darah melawan anemia. 
  • Vitamin K digunakan untuk mengoreksi defisiensi protrombin. 
  • Antibiotik diberikan untuk mencegah komplikasi postoperatif. 

Intervensi Asuhan Keperawatan

Sebelum pembedahan 

  • Pertahankan dekompresi gastrik seperlunya. 
  • Beri tahu pasien mengenai prosedur postoperatif dan efek merugikan dari radiasi dan kemoterapi. 

Setelah pembedahan 

  • Lihat dan laporkan komplikasi, misalnya fistula, pankreatitis, ketidakseimbangan cairan dan elektrolit, infeksi, hemoragi, kerusakan kulit, defisiensi nutrisi, gagal hepatik, insufisiensi renal, dan diabetes.
  • Jika pasien menjalani kemoterapi, lihat adakah efek merugikan. 
  • Pantau keseimbangan cairan, lingkar abdominal, keadaan metabolik, dan berat badan tiap hari. 
  • Konsultasikan dengan terapis nutrisi untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi  (makanan kaya-kalori, rendah-natrium, atau retensi-cairan, sesuai kebutuhan). 
  • Beri makanan sedikit namun sering dan bernutrisi. 
  • Beri enzim pankreatik oral saat makan, bila perlu.
  • Beri antasid seperlunya untuk mencegah ulser tekanan. 
  • Untuk mencegah konstipasi, beri laksatif, pelunak tinja, dan katartik sesuai kebutuhan; lakukan modifikasi makanan; dan tingkatkan asupan cairan. Untuk meningkatkan motilitas GI, posisikan pasien dengan tepat saat makan, dan bantu ia berjalan saat ia mampu. 
  • Beri medikasi nyeri dan antipiretik sesuai perintah, dan perhatikan respons pasien. 
  • Lihat adakah tanda hipoglikemia atau hiperglikemia; beri glukosa atau antidiabetik, sesuai perintah. Pantau kadar glukosa darah dan aseton urin. 

  • Potong kuku pasien dan minta ia mengenakan sarung tangan katun untuk mencegah ekskoriasi jika pasien mengalami pruritus. 
  • Lihat adakah tanda pendarahan GI, uji adakah darah tersembunyi di tinja atau vomitus, pantau kadar hemoglobin dan gematokrit. 
  • Gunakan stoking antiembolisme dan bantu pasien melakukan latihan jangkauan-pergerakan untuk mencegah trombosis. 

  • Jika pasien mengalami trombosis, naikkan kakinya. Bersiap-siaplah memberinya antikoagulan atau aspirin sesuai kebutuhan. 


Referensi:

  1. Francis W Nugent et al. 2019. Pancreatic Cancer. Medicine Net
  2. Pamela.C.A.et.al.2008. Nursing: Understanding Disease. Lippincott William & Wilkins : Norristown Road.

Ida Radliyatul Fahmi, S.Kep., Ners
Ida Radliyatul Fahmi, S.Kep., Ners Perawat Ruang Cardio Vascular Care Unit (CVCU) RSUD Provinsi NTB

Posting Komentar untuk "Asuhan Keperawatan Kanker Pankreas - Intervensi "