Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Asuhan Keperawatan Pada Pankreatitis - Intervensi

Pankreatitis adalah inflamasi pankreas yang muncul dalam bentuk akut dan kronis. Pada pankreatitis, enzim yang normalnya diekskresi pankreas mencerna jaringan pankreatik (autodigestion). 

Pankreatitis akut bisa berkisar dari rangkaian yang terbatas pada diri sendiri berupa ketidaknyamanan abdominal ringan yang hanya membutuhkan perawatan suportif sederhana (90% pasien) sampai penyakit sistemik parah yang berkaitan dengan komplikasi signifikan, durasi yang panjang, sekuestrasi cairan, gangguan metabolik, hipotensi, hemoragi pankreatik atau nekrosis, sepsis, dan kematian (10% pasien). 

Komplikasinya meliputi gagal jantung dan ginjal dan sindrom distres respiratorik orang dewasa. Pankreatitis fulminan menyebabkan hemoragi yang sangat parah dan kehancuran total pankreas, sehingga mengakibatkan asidosis, diabetik, syok, atau koma.  

Asuhan Keperawatan Pada Pankreatitis - Intervensi
image by https://www.scientificanimations.com on wikimedia.org

Penyebab 

  • Alkoholisme 
  • Penyakit traktus bilier 
  • Obat: glukokortikoid, sulfonamida, chlorothiazide, azathioprine, penggunaan asetaminofen secara berlebihan, dan kontraseptif hormonal 
  • Obstruksi duodenum 
  • Familial
  • Hiperkalsemia 
  • Hiperlipidemia 
  • Hipotermia 
  • Idiopatik 
  • Iskemia akibat vaskulits atau penyakit vaskular 
  • Kanker pankreatik 
  • Kehamilan 
  • Racun kalajengking 
  • Stenosis atau obstruksi sfingter Oddi 
  • Pembedahan 
  • Trauma 

Pada anak-anak :

  • Trauma abdominal 
  • Fibrosis sistik 
  • Sindrom uremik hemolitik 
  • Penyakit Kawasaki 
  • Penggunaan medikasi 
  • Penyakit akibat virus  

Tanda dan gejala 

  • Nyeri epigastrik yang terpusat di dekat umbilikus 
  • Respons perlindungan otot atau perih di otot 
  • Memar periumbilikal (tanda Cullen) dan memar di sisi samping tubuh (sindrom Thrner) disertai rembesan eksudat berdarah dari pankreas 

Pada serangan berat 

  • Rigiditas abdominal 
  • Diabetes melitus atau asidosis (jika kerusakan muncul di kepulauan Langerhans) 
  • Diaforesis 
  • Aktivitas usus berkurang (yang menunjukkan peritonitis) 
  • Bagian kiri diafragma naik 
  • Defisiensi enzim 
  • Tidak enak badan dan resah yang ekstrem 
  • Nyeri ekstrem 
  • Hipoperfusi 
  • Hipovolemia 
  • Kulit berburik 
  • Muntah persisten 
  • Efusi pleural kanan atau kiri
  • Sepsis 
  • Syok 
  • Takikardia 

Uji diagnostik 

  • Kenaikan kadar amilase serum secara dramatis—banyak pasien mengalami kenaikan lebih dari 500 unit/L—memastikan pankreatitis; kadar amilase kembali normal dalam 48 sampai 72 jam setelah serangan pankreatitis. Kenaikan kadar amilase serum secara persisten bisa mengindikasikan nekrosis pankreatik, pseudokista, atau abses. 
  • Kenaikan kadar amilase secara dramatis juga bisa ditemukan dalam urin, asites, atau cairan pleural. 
  • Adanya kenaikan kadar lipase serum yang lebih lambat daripada kadar amilase. 
  • Studi laboratoris suportif meliputi peningkatan jumlah sel darah putih dan kadar bilirubin serum. 
  • Uji glukosa darah dan urin bisa memperlihatkan glukosuria dan hiperglikemia selintas.
  • Computed tomograpby scan abdomen yang disertai kontras merupakan uji paling sensitif dan non-invasif yang digunakan untuk memastikan diagnosis pankreatitis. 
  • Ultrasound abdomen dan magnetic resonance imaging abdomen bisa menunjukkan inflamasi pankreatik.
  • Sinar-X dada dan abdomen membedakan pankreatitis dengan penyakit lain yang menimbulkan gejala yang hampir sama dan mendeteksi efusi pleural. 
  • Angiopankreatografi retrograd endoskopik menunjukkan anatomi pankreas, dan digunakan untuk membedakan pankreatitis dengan gangguan lain, misalnya kanker pankreatik. 

Penanganan 

  • Penanganan darurat pada syok (yang merupakan penyebab kematian paling umum dalam pankreatitis stadium-awal) terdiri dari penggantian elektrolit dan protein I.V. secara saksama. Asidosis metabolik yang muncul mengikuti hipovolemia dan kerusakan perfusi selular membutuhkan penggantian volume cairan secara saksama. 
  • Pipa nasogastrik dimasukkan untuk mengatasi distensi abdominal. 
  • Antikolinergis bisa diberikan untuk mengurangi stimulasi vagal, menurunkan motilitas GI, dan menghambat sekresi enzim pankreatik. 
  • Meperidine (Demerol) bisa diberikan untuk meringankan nyeri abdominal. (Obat ini menyebabkan spasma di ampula Vater yang lebih ringan daripada yang disebabkan oteh opiate, misalnya morfin.) 
  • Diazepam bisa diberikan untuk mengatasi resah dan agitasi. 
  • Antibiotik diberikan untuk menangani infeksi bakteri. 
  • Antagonis histamin, misalnya cimetidine (Tagamet) atau ranitidine (Zantac), diberikan untuk mengurangi produksi asam hidroklorik. 
  • Hipokalemia, hipokalsemia, hemoragi, dan kuagulopati ditangani dengan produk penggantian yang sesuai, misalnya kalium klorida, kalsium glukonat atau klorida I.V., sel darah merah, dan plasma beku segar. 
  • Hiperglikemia dan glikosuria ditangani dengan titrasi glukosa dan insulin secara saksama. 
  • Penanganan pada kondisi penyebab bisa mencegah serangan rekuren. 
  • Nantinya, jika pasien tidak bisa melanjutkan makan secara oral, ia bisa membutuhkan nutrisi parenteral total atau makan secara enteral dan non-stimulatif. 
  • Pankreatitis nekrotik membutuhkan debridement (pengelupasan jaringan) (biasanya dalam interval 24 sampai 48 jam) jaringan yang tidak hidup lagi dan drainase eksternal. 

Tindakan keperawatan 

  • Pankreatitis merupakan keadaan darurat yang membahayakan jiwa. Lakukan perawatan suportif, dan teruslah memantau pasien. 
  • Pantau tanda vital pasien dan tekanan arteri pulmoner secara saksama. 
  • Pantau asupan cairan dan output dan kadar elektrolit pasien. 
  • Kaji adakah dedas, ronki, bunyi napas melemah, atau gagal respiratorik pada pasien. 
  • Lihat adakah tanda defisiensi kalsium, misalnya tetani, spasma karpopedal, kram, dan sawan. 
  • Kadar kalsium serum turun jika pasien mengalami pankreatitis akut, yang bisa disebabkan oleh nekrosis lemak, yang mengakibatkan pengikatan kalsium dengan asam lemak bebas. Kekejangan otot, gemetar, dan iritabilitas merupakan tanda kadar kalsium turun. 
  • Beri analgesik seperlunya untuk meringankan nyeri dan keresahan pasien. 
  • Lihat adakah reaksi merugikan terhadap antibiotik: nefrotoksisitas jika pasien diberi aminoglikosida, enterokolitis pseudomembranosa jika pasien diberi clindamycin, dan diskrasia darah jika pasien diberi chloramphenicol. 
  • Pantau adakah komplikasi akibat nutrisi parenteral total, misalnya sepsis, hipokalemia, overhidrasi, dan asidosis metabolik.

  • Lihat adakah tanda sepsis, misalnya demam, ketidakteraturan kardiak, perubahan dalam ukuran gas darah arterial, dan respirasi dalam.


Referensi:

  1. Erica Roth. 2019. Everything You Need To Know about Pancreatitis. Health Line
  2. Nursing. Seri Untuk Keunggulan Klinis (2011). Menafsirkan Tanda dan Gejala Penyakit. Jakarta: PT Indeks 

Ida Radliyatul Fahmi, S.Kep., Ners
Ida Radliyatul Fahmi, S.Kep., Ners Perawat Ruang Cardio Vascular Care Unit (CVCU) RSUD Provinsi NTB

Posting Komentar untuk "Asuhan Keperawatan Pada Pankreatitis - Intervensi"