Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Asuhan Keperawatan Sarkoma Kaposi - Intervensi

Sarkoma Kaposi adalah kanker pembuluh darah multisentrik yang disebabkan oleh virus herpes tipe 8. Dapat terjadi dalam bentuk klasik terkait AIDS, endemik, dan iatrogenik misalnya, setelah transplantasi organ. 

Sarkoma Kaposi menyerang jaringan yang melapisi mulut, hidung, dan anus. Akhir-akhir ini, insidensi sarkoma Kaposi meningkat secara dramatis bersama insidensi acquired immunodeficiency syndrome (AIDS). Sekarang, peyakit ini merupakan kanker yang paling sering berkaitan dengan AIDS. 

Sarkoma Kaposi menyebabkan kerusakan struktural dan fungsional. Jika berkaitan dengan AIDS, kanker ini berkembang secara agresif, menyerang nodus limfa, visera, dan kemungkinan struktur G1. Tempat ekstrakutaneus yang paling sering diserang adalah paru-paru dan traktus GI (esofagus, orofaring, dan epiglotis). 

Asuhan Keperawatan Pada Sarkoma Kaposi
Picture by OpenStax College on wikimedia.org

Jenis 

Terdapat empat jenis:

a. Epidemi atau terkait AIDS. 

Jenis Ini adalah jenis yang paling umum,  memengaruhi orang yang mengidap HIV. Jenis ini  dikenal sebagai penyakit yang terkait AIDS. Karena munculnya penyakit ini pada seseorang yang terinfeksi  HIV  menjadi salah satu indikator telah berubah  status menjadi AIDS.

b. Klasik

Jenis ini mempengaruhi pria tua keturunan Mediterania, Timur Tengah, atau Eropa Timur.

c. Endemis. 

Biasanya terjadi pada Anak-anak dan remaja dari Afrika.

d. Imunosupresif. 

Jenis ini mempengaruhi orang yang pernah melakukan transplantasi organ dan menggunakan obat yang menghambat  sistem kekebalan mereka.

Tanda dan gejala 

a. Kutaneus 

Lesi yang muncul di kulit, mukosa bukal, palatum keras dan lunak, bibir, gusi, lidah, tonsil, konjungtiva, dan sklera 

  • Warna berkisar dari merah-coklat sampai ungu-gelap 
  • Bisa muncul sebagai kumpulan ulseratif yang besar jika tidak ditangani 
  • Bisa bergabung dan membentuk satu plak besar jika parah. 
  • Bentuk dan ukurannya bervariasi 

b. Ekstrakutaneus 

  • Masalah pencernaan jika bermetastasis
  • Dispnea 
  • Edema 
  • Nyeri (jika keparahannya melebihi stadium awal, disertai pecahnya lesi, atau menimpa saraf atau organ) 
  • Distres respiratorik 
  • Bunyi menciut 

Uji diagnostik 

  • Biopsi jaringan mengidentifikasi tipe dan stadium lesi. 
  • Computed tomography scan bisa mendeteksi dan mengevaluasi kemungkinan terjadinya metastasis. 

Penanganan 

  • Penanganannya hanya dilakukan bagi pasien yang menderita lesi yang merugikan secara kosmetik, menyakitkan, atau obstruktif, atau pasien yang mengalami penyakit yang berkembang dengan cepat. 
  • Terapi radiasi bisa mengurangi tanda dan gejala, antara lain nyeri akibat lesi yang menyebabkan obstruksi di rongga oral atau ekstremitas, dan meredakan edema akibat perintangan limfatik. 
  • Kombinasi tiga obat atau lebih untuk human immunodeficiency (HIV) bisa mengontrol HIV dan juga meratakan, menyusutkan, atau menyamarkan lesi sarkoma Kaposi. 
  • Derivatif dari vitamin A, yaitu asam 9-sisrestinoik, bisa diberikan secara langsung pada lesi kulit.
  • Kemoterapi  untuk menangani sarkoma Kaposi internal dan tersebarluas. 
  • Bioterapi dengan interferon alfa-2b bisa digunakan untuk sarkoma Kaposi yang berkaitan dengan HIV. Penanganan inl mengurangi jumlah lesi kulit namun tidak efektif pada penderita penyakit yang parah. 

Intervensi Asuhan Keperawatan 

  • Beri dukungan emosional pada pasien dan keluarganya. 
  • Izinkan pasien berpartisipasi dalam pengambilan keputusan perawatan diri jika memungkinkan, dan dorong ia berpartisipasi dalam perawatan-diri sebanyak yang ia mampu. 
  • Periksa kulit pasien untuk melihat adakah lesi baru dan kerusakan kulit. Jika ada lesi yang menyakitkan, bantu pasien menempatkan diri dalam posisi yang lebih nyaman. 
  • Beri medikasi nyeri sesuai resep. Beri selingan, cari terapi alternatif, dan bantu pasien melakukan teknik relaksasi. 
  • Dorong pasien berbagi perasaannya sehingga membantunya menyesuaikan perubahan penampilan. 
  • Pantau berat badan pasien setiap hari. 
  • Beri pasien makanan kaya-kalori dan protein. Jika ia tidak bisa menoleransi makan secara teratur, beri ia makan dalam jumlah lebih sedikit namun sering. Konsultasikan dengan ahli diet, dan susun rencana makan pasien selama ia menjalani penanganan. 
  • Beri cairan I.V. dan nutrisi parenteral atau enteral sesuai resep jika.pasien tidak bisa makan melalui mulut. Beri antiemetik dan sedatif sesuai resep. 
  • Waspadai reaksi yang merugikan terhadap terapi radiasi atau kemoterapi misalnya anoreksia, mual muntah, dan diare dan ambil langkah-langkah untuk mencegah atau meredakannya. 
  • Tegaskan penjelasan mengenai penanganan. Pastikan pasien memahami reaksi mana yang merugikan dan bisa muncul, dan bagaimana mengelolanya. Sebagai contoh, selama terapi radiasi, minta pasien menjaga kekeringan  kulitnya yang tidak terkena radiasi untuk menghindari kerusakan kulit dan infeksi yang bisa mengikuti.
  • Jelaskan inengenai medikasi yang diberikan, terinasuk efek dan interaksi merugikan yang bisa terjadi. 
  • Jelaskan mengenai teknik pencegahan-infeksi dan bila perlu tunjukkan cara-cara menjaga kesehatan dasar untuk mencegah infeksi. Sarankan pasien untuk tidak berbagi sikat gigi, pisau cukur, atau benda pribadi lain dengan orang lain yang mungkin terkontaminasi dengan darah. Cara-cara ini sangat penting jika pasien juga terinfeksi HIV. 
  • Bantu pasien merencanakan periode aktivitas atau istirahat bergantian setiap hari untuk membantunya mengatasi rasa letih. Minta ia menentukan prioritas, membantu orang lain, dan mendelegasikan tugas yang tidak terlalu penting. 
  • Tekankan perlunya menjalani penanganan dan perawatan yang sedang berjalan. 
  • Sarankan pasien mengunjungi kelompok pendukung atau perawatan rumah sakit khusus pasien stadium akhir yang tepat. 
  • Jelaskan manfaat memulai dan menjalankan petunjuk sebelumnya 


Referensi:

  1. Jonathan E.Kaplan. 2020. Kaposi’s Sarcoma (KS). Web MD
  2. Pamela.C.A.et.al.2008. Nursing: Understanding Disease. Lippincott William & Wilkins : Norristown Road.

Zul Hendry , Ners., M.Kep
Zul Hendry , Ners., M.Kep Dosen Tetap Program Studi Keperawatan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Mataram

Posting Komentar untuk "Asuhan Keperawatan Sarkoma Kaposi - Intervensi"