Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Asuhan Keperawatan Pneumonia - Intervensi

Pneumonia adalah infeksi pada kantung udara kecil di paru-paru atau alveoli dan jaringan di sekitarnya. Diagnosis awal biasanya didasarkan pada rontgen dada dan temuan klinis. Penyebab, gejala, pengobatan, tindakan pencegahan, dan prognosis berbeda tergantung pada apakah infeksi itu bakteri, mikobakteri, virus, jamur, atau parasit.

Pneumonia merupakan salah satu penyebab kematian dan Seringkali, pneumonia adalah penyakit terakhir yang menyebabkan kematian pada orang yang mengidap penyakit kronis serius lainnya. Beberapa jenis pneumonia dapat dicegah dengan imunisasi.

Di Amerika Serikat, sekitar 4 hingga 5 juta orang mengalami pneumonia setiap tahun, dan 55.000 di antaranya meninggal. Di Amerika Serikat, pneumonia bersama dengan influenza, adalah penyebab kematian kedelapan dan penyebab kematian yang menular. 

Asuhan Keperawatan Pneumonia
Foto by mikael Haggstrom MD on wikimedia.org

Pneumonia juga adalah penyebab kematian paling umum di antara infeksi yang berkembang saat orang dirawat di rumah sakit dan merupakan penyebab kematian keseluruhan yang paling umum di negara berkembang. 

Pneumonia juga merupakan salah satu infeksi serius yang paling umum pada anak-anak dan bayi, dengan kejadian tahunan 34 hingga 40 kasus per 1.000 anak di Eropa dan Amerika Utara.

Penyebab 

a. Pneumonia primer 

  • Bakteri 
  • Fungus 
  • Inhalasi atau aspirasi patogen 
  • Mikrobakteri 
  • Protozoa 
  • Riketsia 
  • Virus 

b. Pneumonia sekunder 

  • Penyebaran hematogen bakteri dari fokus yang jauh  
  • Kerusakan awal pada paru-paru akibat zat kimiawi berbahaya 
  • Superinfeksi 

Faktor predisposisi 

  • Pembedahan abdominal dan toraks 
  • Alkoholisme 
  • Aspirasi 
  • Atelektasis 
  • Kanker (terutama kanker paru-paru) 
  • Penyakit dan pelemahan kronis 
  • Penyakit respiratorik kronis PPOK (chronic obstructive pulmonary disease - COPD), asma, bronkiektasis, fibrosis sistik. 
  • Selesma atau infeksi traktus respiratorik akibat virus lain 
  • Paparan gas berbahaya 
  • Terapi imunosupresan 
  • Influenza 
  • Malnutrisi 
  • Penyakit sel sabit 
  • Merokok 
  • Trakeostomi 

Faktor yang turut menyebabkan pneumonia aspirasi 

  • Pelemahan (debilitasi) 
  • Tingkat kesadaran turun 
  • Gangguan refleks gas 
  • Makan melalui pipa nasogastrik (NG)
  • Kebersihan oral yang buruk 

Tanda dan gejala 

  • Dedas difusi dan jelas 

  • Konsolidasi setempat atau ekstensif 

  • Efusi pleural 
  • Nyeri dada pleuritik 
  • Menggigil dan gemetar 
  • Produksi sputum

Uji diagnostik 

  • Sinar-X menunjukkan infiltrasi. 
  • Pulasan sputum memperlihatkan sel intlamastorik akut. 
  • Kultur darah positif pada pasien dengan infiltasi pulmoner dengan kuat menunjukkan pneumonia yang disebabkan oleh organisme yang diisolasl dari kultur darah. 
  • Efusi pleural, jika ada, sebaiknya dialirkan keluar dan cairan dlanalisis untuk membuktikan adanya infeksi di dalam ruang pleural. 
  • Aspirasi transtrakeal sekresi trakeobronkial atau bronkoskopi dengan penyikatan dan pembasuhan bisa dilakukan untuk mendapatkan bahan pulasan dan kultur. 

Penanganan 

  • Terapi antimikrobial bervariasi menurut agens penyebab.
  • Terapi oksigen yang dilembabkan dilakukan untuk menangani hipoksia.
  • Penderita gagal respiratorik bisa memerlukan ventilasi mekanis. 
  • Makanan kaya kalori 

  • Asupan cairan yang cukup, dan istirahat. 

  • Analgesik bisa diberikan untuk meredakan nyeri dada pleuritik. 
  • Pasien yang menderita pneumonia parah dan menjalani ventilasi mekanis mungkin membutuhkan tekanan akhir-ekspiratorik positif untuk membatu kecukupan oksigenasi.

Tindakan keperawatan 

  • Jaga kepatenan jalan napas dan kecukupan oksigenasi. Ukur kadar gas darah arterial, terutama pada pasien hipoksik. Beri oksigen suplemental sesuai perintah. Pasien yang menderita penyakti paru-paru mendasar yang kronis sebaiknya diberi oksigen secara hati-hati. 
  • Ajari pasien cara batuk dan melakukan latihan bernapas-dalam untuk membersihkan sekresi, dan dorong ia sering melakukannya. 
  • Untuk pneumonia parah yang membutuhkan intubasi endotrakeal (ET) atau trakeostomi dengan atau tanpa ventilasi mekanis, lakukan perawatan respiratorik secara menyeluruh dan seringkali lakukan pengisapan dengan teknik steril untuk membuang sekresi. 
  • Dapatkan spesimen sputum melalui pengisapan jika pasien tidak bisa mengambil spesimen sendiri. Kumpulkan spesimen dalam wadah steril dan segera kirim ke laboratorium mikrobiologi.
  • Beri medikasi nyeri seperlunya dan catat respons pasien terhadap medikasi tersebut.
  • Jaga kecukupan nutrisi untuk mengganti kehilangan akibat penggunaan kalori yang tinggi yang mengikuti infeksi. Minta bagian makanan menyediakan makanan kaya-kalori dan kaya-protein, serta lunak dan mudah dimakan. Beri makanan melalui pipa NG atau nutrisi parenteral sesuai perintah.
  • Pantau asupan dan output cairan. 
  • Sediakan lingkungan yang sunyi dan tenang bagi pasien, dan beri ia banyak waktu untuk beristirahat. 
  • Untuk mengontrol penyebaran infeksi, buang sekresi dengan benar. Minta pasien bersin dan batuk ke dalam tisu yang bisa dibuang, dan ikatkan kantung yang dilapisi lilin di samping ranjang untuk tempat membuang tisu. 
  • Dorong vaksinasi influenza dan Pneumovax tahunan pada pasien berisiko-tinggi, misalnya yang menderita COPD, penyakit jantung kronis, atau penyakit sel sabit. 
  • Untuk mencegah aspirasi selama pasien makan melalui pipa, naikkan kepalanya, periksa posisi pipa, dan beri formula secara perlahan-lahan. Jangan beri dalam volume besar dalam satu waktu karena bisa membuat pasien muntah. Jika pasien menggunakan pipa ET, bubungkan manset (cuff) pipa. Jaga agar kepala pasien tetap terangkat selama setidaknya 30 menit setelah makan. Periksa adakah formula yang tersisa pada interval 4 sampai 6 jam.


Referensi:

  1. Sanjay Sethi MD. 2020. Overview of Pneumonia.University at Buffalo SUNY. MSD Manual
  2. Pamela.C.A.et.al.2008. Nursing: Understanding Disease. Lippincott William & Wilkins : Norristown Road.

Zul Hendry , Ners., M.Kep
Zul Hendry , Ners., M.Kep Dosen Tetap Program Studi Keperawatan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Mataram

Posting Komentar untuk "Asuhan Keperawatan Pneumonia - Intervensi"