Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Asuhan Keperawatan Pielonefritis Akut - Intervensi

Pidonefritis akut, juga dikenal sebagai nefritis tubulointerstisial infektif akut adalah salah satu penyakit ginjal yang paling umum dan merupakan inflamasi mendadak yang disebabkan oleh bakteri yang paling sering menyerang area interstisial dan pelvis renal dan bisa juga menyerang tubula renal. 

Secara khas, infeksi menyebar dari kandung kemih ke uterus kemudian ke ginjal, seperti pada refluks vesikouretral. Refluks vesikouretral bisa disebabkan oleh kelemahan kongenital di tautan ureter dan kandung kemih. 

image by https://www.myupchar.com/en on wikimedia.org

Pielonefritis lebih sering diderita wanita, mungkin karena uretra wanita lebih pendek dan karena dekatnya meatus kencing dengan vagina dan rektum. Keduanya memungkinkan bakteri mencapai kandung kemih dengan lebih mudah, dan wanita tidak memiliki sekresi prostatik antibakterial seperti yang diproduksi di tubuh pria. 

Dengan penanganan dan pemeriksaan lanjutan secara kontinu, prognosisnya baik dan pasien jarang rnengalami kerusakan ekstensif permanen. 

Penyebab

  • Kontaminasi dari instrumentasi (kateterisasi, sistoskopi, atau pembedahan urologis)
  • Escherichia coli, Proteus, Pseudomonas, staphylococcus aureus, dan Streptococcus faecalis
  • Infeksi hematogenik (septisemia atau endokarditis)
  • Ketidakmampuan mengosongkan kandung kemih (kandung kemib neurogenik)
  • Infeksi limfatik
  • Obstruksi kencing (tumor, striktur, atau hiperplasia prostatik jinak)
  • Stasis kencing

Faktor predisposisi

  • Usia
  • Pertumbuhan bakteri dalam urin akibat glikosuria
  • Kandung kemih neurogenik
  • Penyakit ginjal lain
  • Kehamilan
  • Wanita yang aktif secara seksual

Tanda dan gejala

  • Anoreksia
  • Rasa terbakar saat buang air kecil
  • Urin keruh dan berbau amonia atau amis
  • Disuria
  • Nyeri di bagian samping tubuh
  • Letih secara umum
  • Hematuria (biasanya mikroskopis tetapi bisa kasat mata)
  • Nokturia
  • Menggigil dan gemetar
  • Demam - Suhu 102° F (38,9° C) atau lebih
  • Sering dan ada keinginan mendesak untuk buang air kecil

Uji diagnostik

Diagnosis membutuhkan urinanalisis dan kultur. Temuan khas meliputi:

  • Piuria (pus dalam urin)
  • Sedimen urin memperlihatkan adanya leukosit yang terpisah satu-satu, dalam gumpalan, dan dalam struktur silinder, dan bisa juga sedikit sel darah merah, bakteriuria signifikan
  • Lebih dari 100.000 organisme/jul dari urin yang diperlihatkan dalam kultur urin
  • Gravitasi spesifik dan osmolalitas rendah, yang disebabkan oleh turunnya kemampuan mengkonsentrasikan urin untuk sementara waktu – pH urin sedikit alkalin
  • Proteinuria, glikosuria, dan ketonuria (tidak umum).

Film sinar-X ginjal, ureter, dan kandung kemih bisa memperlihatkan kalkulus, tumor, atau kista di ginjal dan traktus kencing.

Urografi ekskretorik bisa menunjukkan ginjal asimetris.

Penanganan

  • Penanganan terdiri dari antibiotik I.V, pielonefritis kronis bisa membutuhkan terapi antibiotik jangka-panjang. Antibiotik yang umum digunakan antara lain obat sulfa, amoksisilin, sefalosporin, levofloxacin, dan ciprofloxacin.
  • Analgesik kencing, misalnya phenazopyridine, juga bisa digunakan.
  • Penanganan lanjutan meliputi pengambilan kultur urin kembali setelah terapi obat dihentikan.
  • Dalam obstruksi atau refluks vesikouretral, penanganan bisa memerlukan pembedahan untuk meringankan obstruksi atau mengoreksi anomali.
  • Pasien yang berisiko tinggi menderita infeksi traktus kencing dan ginjal rekuren misalnya pasien yang menggunakan kateter tertanam untuk kencing dalam waktu lama atau menjalani terapi antibiotik untuk pemeliharaan, membutuhkan penanganan lanjutan jangka-panjang.

Intervensi Asuhan Keperawatan

  • Beri antipiretik untuk demam.
  • Pastikan pasien minum banyak cairan sehingga output urinnya mencapai lebih dari 2.000 ml/ hari. Cara ini membantu mengosongkan kandung kemih dari urin yang terkontaminasi. Jangan memaksakan asupan cairan lebih dari 3 qt (3L) karena bisa mengurangi efektivitas antibiotik.
  • Ajari teknik yang benar untuk mengumpulkan spesimen urin yang jernih. Pastikan untuk mendinginkan atau mengkulturkan spesimen urin tidak lebih dari 30 menit setelah mengumpulkannya agar bakteri tidak tumbuh secara berlebihan.
  • Tekankan perlunya mematuhi terapi yang diberikan; bahkan jika gejala mereda. Dorong pasien yang berisiko tinggi menjalani perawatan lanjutan jangka-panjang.
  • Ajari pasien cara mencegah penyakit ini.


Sumber:

Nursing. Seri Untuk Keunggulan Klinis (2011). Menafsirkan Tanda dan Gejala Penyakit. Jakarta: PT Indeks

Ida Radliyatul Fahmi, S.Kep., Ners
Ida Radliyatul Fahmi, S.Kep., Ners Perawat Ruang Cardio Vascular Care Unit (CVCU) RSUD Provinsi NTB

Posting Komentar untuk "Asuhan Keperawatan Pielonefritis Akut - Intervensi"