Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Mengenal Andropause, Menopause yang Terjadi Pada Pria

Istilah lain untuk andropauese adalah “Menopause Pria”. Kondisi ini menggambarkan perubahan yang terjadi  dalam proses penuaan dan  penambahan usia pada pria. Beberapa gejala  yang muncul  berupa defisiensi testosteron, defisiensi androgen, dan hipogonadisme onset lambat.  

Andropause digambarkan sebagai kondisi penurunan produksi testosteron pada pria yang berusia 50 tahun atau lebih. Juga sering dikaitkan dengan hipogonadisme.  Letak perbedaan Andropause pada pria dan menopause pada wanita adalah bahwa kalau menopause dialami oleh hampir semua wanita, sedangkan pada pria, tidak semua mengalami andropause.

Penyebab

Setelah melewati usia 30 tahun kadar tesosteron akan berangsur-angsur menurun.  Rata rata penurunan sekitar 1% pertahun. Namun beberapa ahli tidak mempercayai bahwa penurunan kadar testosteron inilah yang menjadi penyebab satu-satunya kejadian andropause.

Kejadian andropause merupakan fenomena kompleks yang menimbulkan gejala yang berbeda-beda pada tiap orang. Meskipun gejala ini muncul pada pria lanjut usia dengan penurunan kadar testosteron, namun gejala andropause lebih sering muncul pada pria lansia dengan penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan diabetes melitus tipe-2. Hal ini menunjukan bahwa penurunan kadar testosteron bukan merupakan satu-satunya penyebab munculnya gejala andropause.

Faktor lain yang  di identifikas ikut mendasari munculnya gejala andropause antara lain:

  • Kurang Olah raga
  • Kebiasaan mer*okok
  • Konsumsi alkohol
  • Stress
  • Kurang tidur
  • DE yang disebabkan gangguan pembuluh darah dan syaraf

Beberapa pria mengalami dampak psikologis dari kondisi “krisis Paruh Baya”, dimana pria menjadi khawatir tentang pencapaian profesional dan pribadi.  Hal ini bisa menjad penyebab depresi, yang bisa memicu berbagai faktor yang mengarah ke gejala fisik ADAM (Androgen Deficiency-Aging Male).  

Selain itu penyebab lain yang terindikasi adalah hipoginadisme. Hipogonadisme merupakan dimana testis tidak menghasilkan cukup hormon. Pada pria yang lebih muda dapat menyebabkan pubertas tertunda.  Jika berkembang pada usia yang lebih tua, kemungkinan terkait dengan obesitas atau diabetes melitus tipe 2, gejala andropause dapat terjadi.

Tanda dan Gejala Andropause

Andropause bisa menyebabkan masalah fisik dan psikologis. Kondisi ini biasanya memburuk seiring pertambahan usia. Gejala yang muncul antara lain:

  • Kurang energi dan cepat lelah
  • Depresi dan kesedihan
  • Motivasi menurun
  • Penurunan kepercayaan diri
  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Insomnia atau susah tidur
  • Peningkatan lemak tubuh
  • Berkurangnya massa otot
  • Ginekomasti
  • Penurunan kepadatan tulang
  • Berkurangnya libido
  • Rambut rontok dan hot flashes

Kadar testosteron yang rendah juga dikaitkan dengan osteoporosis, dimana tulang menjadi rapuh dan lemah. Namun gejala ini jarang terjadi pada pria. 

Siklus perubahan testosteron pada pria

Sebelum mencapai pubertas, kadar testosteron pada anak laki-laki masih rendah. Kemudian meningkat saat memasuki pubertas dan masa remaja dewasa. Selanjutnya setelah berusia 30 tahun, rata-rata kadar testosteron cenderung menurun rata-rata 1% setiap tahun penambahan usia. Beberapa kondisi kesehatan juga dapat menyebabkan penurunan kadar testosteron lebih awal atau lebih besar.

Penatalaksanaan Andopause

Karena kondisi andropause tidak memilki definisi dan batasan yang jelas, maka pria yang mengalami masalah ini akan diberikan penatalaksanaan sesuai dengan gejala yang timbul.  

Seorang yang obesitas akan menjalani program penurunan berat badan, baik dengan olahraga atau, diit seimbang, dan penyesuaian asupan makanan.

Pada pasien dengan diabetes dan penyakit kardiovaskular akan memerlukan manajemen pengontrolan gula darah dan penanganan penyakit kardiovaskularnya.

Penatalaksanaan umum untuk gejala andropause adalah pilihan gaya hidup yang lebih sehat, seperti:

  • Makan makanan yang sehat
  • Berolahraga secara teratur
  • Tidur yang cukup
  • Kurangi stress 
  • Jika mengalami depresi diberikan obat antidepresan
  • Terapi penggantian hormon bisa menjadi pilihan namun perlu memperhatikan beberapa kondisi khusus pasien. Selain itu terapi testosteron dapat meningkatkan resiko penyumbatan saluran kemih dan kanker prostat.


Sumber :

  1. Krnas B .2018. What Is Male Menopause. Healthline.com
  2. Sabrina Felson. 2021. Male Menopause. Webmd.com
  3. Adam Felman.2018. Is The Male menopause real?.Medical News Today.

Zul Hendry , Ners., M.Kep
Zul Hendry , Ners., M.Kep Dosen Tetap Program Studi Keperawatan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Mataram

Posting Komentar untuk "Mengenal Andropause, Menopause yang Terjadi Pada Pria"