bR7izkJOiKy1QUHnlV5rpCDjiDlVyiP6q1XpDxAH
Bookmark

Prosedur Irigasi Kandung Kemih

Irigasi Kandung Kemih
 Image by BruceBlaus on wikimedia.org

Deskripsi

Irigasi kandung kemih adalah prosedur medis yang dilakukan untuk membersihkan kandung kemih dengan menggunakan cairan steril  atau fisiologis yang disuntikkan melalui saluran kemih. 

Irigasi kandung kemih biasanya dilakukan untuk menghilangkan batu kecil atau pecahan batu setelah tindakan medik seperti ESWL, URS, PCNL, atau Operasi terbuka di dalam kandung kemih,membersihkan dan mencegah infeksi.

Irigasi dilakukan melalui sebuah kateter akan dipasang di saluran kemih untuk memungkinkan cairan untuk masuk ke dalam kandung kemih. Selama prosedur, pasien mungkin merasa tidak nyaman atau merasakan tekanan di bagian bawah abdomen.

Tujuan Irigasi Kandung Kemih

Tujuan dari irigasi kandung kemih adalah untuk membersihkan kandung kemih dan mencegah infeksi saluran kemih. Irigasi kandung kemih juga dapat digunakan untuk:

  • Menghilangkan batu kecil di dalam kandung kemih: Irigasi kandung kemih dapat digunakan untuk membersihkan batu kecil di dalam kandung kemih atau pecahan kecil batu setelah tindakan medik.
  • Mencegah infeksi saluran kemih: Irigasi kandung kemih dapat digunakan untuk membersihkan kandung kemih dan mengurangi risiko infeksi saluran kemih.
  • Membersihkan sisa-sisa obat atau cairan setelah operasi: Irigasi kandung kemih dapat dilakukan setelah operasi pada kandung kemih untuk membersihkan sisa-sisa obat atau cairan yang mungkin masih tersisa di dalam kandung kemih.
  • Persiapan untuk prosedur medis lainnya: Irigasi kandung kemih dapat dilakukan sebagai bagian dari persiapan untuk prosedur medis lainnya, seperti biopsi atau tindakan lainnya, untuk membersihkan kandung kemih dan membuat prosedur tersebut lebih mudah dilakukan.

Kontra Indikasi

Beberapa kondisi yang dapat menjadi kontraindikasi untuk melakukan irigasi kandung kemih meliputi:

  • Infeksi saluran kemih yang parah: Irigasi kandung kemih dapat memperburuk infeksi saluran kemih yang parah atau bisa menyebabkan resiko infeksi tambahan.
  • Penyakit ginjal yang parah: Irigasi kandung kemih dapat membebani ginjal yang sudah terganggu oleh penyakit yang parah, seperti gagal ginjal kronik.
  • Kondisi yang menyebabkan obstruksi saluran kemih: Irigasi kandung kemih dapat menyebabkan obstruksi saluran kemih jika terdapat kondisi seperti tumor atau kandung kemih yang tidak berfungsi dengan baik.
  • Kelainan struktural saluran kemih: Irigasi kandung kemih dapat menyebabkan masalah jika terdapat kelainan struktural saluran kemih, seperti saluran kemih yang terlalu sempit atau saluran kemih yang terlalu panjang.

Prosedur Irigasi Kandung Kemih

Persiapan Alat

  • Larutan irigasi steril
  • Selang irigasi dengan klem
  • Pole IV
  • Kapas antiseptik
  • Wadah metrik
  • Konektor-Y
  • Selimut mandi
  • Sarung tangan

 Persiapan Pasien

  • Menjelaskan tujuan perawatan dan prosedur tindakan

Pelaksanaan

  • Jelaskan prosedur Irigasi Kandung Kemih pada klien
  • Tutup tirai atau pintu ruangan 
  • Gunakan sarung tangan dan cuci tangan
  • Atur klien pada posisi yang nyaman yang tidak menghambat selang aliran masuk dan aliran keluar
  • Kaji abdomen bawah terhadap tanda distensi kandung kemih
  • Menggunakan teknik aseptik, masukkan ujung selang irigasi steril ke dalam kantong yang berisi larutan irigasi
  • Tutup klem pada selang dan gantung kantung larutan pada pole IV
  • Buka klem dan biarkan cairan mengalir melalui selang, pertahankan akhir selang steril ; tutup klem
  • Usap port irigasi dari kateter berlumen tripel atau hubungkan konektor-Y steril ke kateter lumen ganda, lalu hubungkan ke selang irigasi
  • Pastikan kantung drainase dan terhubung dengan kuat ke port drainase dari konektor-Y tripel ke kateter lumen ganda
  • Untuk aliran intermiten, klem selang pada sistem drainase dan alirkan sejumlah cairan yang diharuskan masuk ke kandung kemih (normalnya 100 ml untuk orang dewasa). tutup klem selang irigasi, kemudian buka klem selang drainase
  • Untuk irigasi kontinu, hitung kecepatan tetesan dan sesuaikan klem pada selang ; pastikan klem pada selang drainase terbuka dan periksa volume drainase pada kantung drainase
  • Buang alat yang terkontaminasi, lepaskan sarung tangan, dan cuci tangan
  • Catat jumlah larutan yang digunakan sebagai irigan, jumlah yang keluar sebagai drainase dan konsistensi drainase pada catatan perawat dan lembaran asupan dan (A & H). Laporkan bila terjadi oklusi kateter, perdarahan tiba-tiba, infeksi atau peningkatan nyeri pada dokter.