bR7izkJOiKy1QUHnlV5rpCDjiDlVyiP6q1XpDxAH
Bookmark

Prosedur Suction Dahak Pada Saluran Pernapasan

Deskripsi

Suction dahak adalah proses menghilangkan dahak atau lendir dari saluran pernapasan dengan menggunakan tekanan negatif pada area yang terkena. Penghisapan lendir biasanya dilakukan dengan menggunakan sebuah alat suction yang terdiri dari sebuah pipa atau tabung dengan ujung kateter yang disesuaikan dengan ukuran saluran pernapasan pasien. Alat suction terdiri dari sumber tekanan negatif, dan sebuah katup atau filter untuk mengendalikan aliran udara atau cairan yang disedot.

Prosedur Suction Dahak Pada Saluran Pernapasan
Image by PeterEasthope on Wikimedia.otg

Suction dahak biasanya dilakukan pada pasien yang mengalami gangguan pernapasan karena adanya dahak atau lendir yang terakumulasi di saluran pernapasan. Ini bisa terjadi pada pasien yang mengalami penurunan kesadaran seperti koma, menderita penyakit paru-paru atau pada pasien yang sedang menjalani operasi pada saluran pernapasan.

Suction dahak harus dilakukan dengan hati-hati untuk mencegah cedera pada saluran pernapasan pasien. Selain itu, alat suction harus dibersihkan dengan baik setelah digunakan untuk mencegah infeksi.

Indikasi

Terdapat beberapa indikasi untuk melakukan suction pada saluran pernapasan, antara lain:

  • Sesak nafas: Suction dapat membantu menghilangkan dahak atau lendir yang terakumulasi di saluran pernapasan yang menyebabkan sesak napas.
  • Penyakit paru-paru: Suction dapat membantu mengeluarkan dahak atau lendir yang terakumulasi di saluran pernapasan pada pasien yang menderita penyakit paru-paru.
  • Operasi saluran pernapasan: Suction dapat dilakukan selama atau setelah operasi pada saluran pernapasan untuk menghilangkan dahak atau lendir yang terakumulasi.
  • Aspirasi: Jika pasien tidak mampu mengeluarkan dahak atau lendir dengan batuk, suction dapat dilakukan untuk mencegah aspirasi, yaitu masuknya dahak atau lendir ke paru-paru yang dapat menyebabkan masalah yang lebih berat.

  • Pasien yang mengalami penurunan kesadaran seperti koma sehingga tidak mampu membuang dahak secara manual

Kontraindikasi

Beberapa kondisi atau situasi di bawah ini dapat menjadi kontraindikasi untuk melakukan suction pada saluran pernapasan:

  • Cedera pada saluran pernapasan: Suction tidak boleh dilakukan pada pasien yang memiliki cedera pada saluran pernapasan, seperti fraktur tulang hidung atau luka bakar, karena dapat memperparah cedera tersebut.
  • Hipersekresi: Suction tidak boleh dilakukan pada pasien yang mengalami hipersekresi, yaitu produksi dahak atau lendir yang berlebihan, karena dapat menyebabkan iritasi atau inflamasi pada saluran pernapasan.
  • Bronkospasme: Suction tidak boleh dilakukan pada pasien yang mengalami bronkospasme, yaitu kontraksi otot-otot bronkus yang tidak terkontrol, karena dapat menyebabkan sesak napas yang lebih parah.
  • Hemoptisis: Suction tidak boleh dilakukan pada pasien yang mengalami hemoptisis, yaitu keluarnya darah dari saluran pernapasan, karena dapat menyebabkan pendarahan yang lebih parah.
  • Selain itu, suction juga harus dihindari pada pasien yang memiliki alergi terhadap komponen alat suction atau obat-obatan yang akan digunakan selama prosedur.

Prosedur Suction Dahak

Persiapan Alat :

1. Mesin suction dengan pipa dan tabung penampang

2. Handuk kecil

3. Alat - alat steril :

  • Tempat untuk cairan
  • NaCL / Air
  • Sarung tangan
  • Kateter suction
  • Kain kasa
  • Pelumas
  • Kantong/botol berisi larutan desinfektan

Persiapan pasien :

  • Memberi tahu pasien / keluarga akan dilakukan penghisapan lendir
  • Menjelaskan tujuan tindakan penghisapan lendir
  • Mengatur posisi pasien semi fowler dengan aman dan nyaman

Pelaksanaan tindakan :

  • Membawa alat-alat yang siap pakai lengkap ke dekat pasien 
  • Mencuci tangan
  • Memakai sarung tangan steril
  • Mengambil kateter suction dengan tangan steril dan menyambungkan pada suction
  • Melumasi ujung suction dengan pelumas
  • Mengetes tekanan suction dengan meletakkan ibu jari tangan steril pada kateter yang terbuka
  • Menentukan lokasi yang akan dilakukan penghisapan :
    • Hidung (memasukkan kateter melalui dasar rongga hidung tanpa melakukan penghisapan)
    • Mulut (memasukkan kateter melalui satu sisi mulut oropharing tanpa melakukan penghisapan)
  • Melakukan penghisapan lendir
    • Meletakkan jari pada bagian pengontrol suction untuk memulai penghisapan
    • Menarik kateter dengan gerakan memutar secara berhati-hati
    • Melakukan penghisapan 5 - 10 detik
    • Melakukan observasi reaksi pasien
    • Melakukan observasi hasil pengeluaran sekret
  • Mendokumentasikan hasil observasi reaksi dan pengeluaran secret.
  • Mengatur posisi pasien dengan aman dan nyaman 
  • Menyampaikan hasil pada keluarga
  • Membersihkan alat - alat
  • Mencuci tangan