Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Intervensi Asuhan Keperawatan Pada Asfiksia

Hallo Teman-teman Repro Note,  kali ini kita akan membahas mengenai intervensi asuhan keperawatan pada pasien yang mengalami asfiksia.

Asfiksia terjadi ketika tubuh tidak mendapatkan cukup oksigen. Hal ini mengganggu pernapasan normal dan dapat menyebabkan seseorang menjadi tidak sadarkan diri, bahkan jika tidak ditangani dengan cepat bisa menyebabkan kematian.

Ketika seseorang bernafas dengan normal, mereka menghirup oksigen ke paru-paru kemudian diteruskan ke aliran darah. Darah akan membawa oksigen masuk ke jaringan tubuh dan dan sel untuk kebutuhan metabolisme.

Keperawatan pada pasien asfiksia
Photo by James Heilman MD. from wikimedia.org

Anoksia adalah istilah teknis untuk kekurangan oksigen. Jika otak tidak mendapatkan cukup oksigen, dapat menyebabkan seseorang kehilangan kesadaran dalam hitungan detik. Jika seseorang tidak menerima oksigen dalam beberapa menit, kerusakan otak yang tidak dapat diperbaiki atau kematian dapat terjadi.

Penyebab

Penyebab asfiksia bisa bermacam-macam, tetapi biasanya terjadi karena cedera, menghirup bahan kimia, atau penyumbatan pada saluran napas.

Beberapa penyebab asfiksia yang lebih spesifik meliputi:

a. Asma

Asma adalah kondisi paru-paru yang terkadang membuat sulit bernapas. Jika seseorang mengalami serangan asma yang parah, mereka mungkin tidak bisa mendapatkan cukup oksigen ke paru-parunya. Tanpa intervensi, ini dapat menyebabkan asfiksia.

b. Pencekikan

Pencekikan dapat menyebabkan udara berhenti memasuki paru-paru dan bisa juga mengganggu aliran darah ke otak. Ini terjadi ketika tangan, pengikat, atau benda lain menekan tenggorokan seseorang.

c. Benda asing

Jika ada benda asing yang tersangkut di tenggorokannya, hal itu dapat menyebabkannya tersedak. Jika tersedak parah, orang tersebut mungkin tidak dapat menghirup oksigen.

d. Anafilaksis

Anafilaksis adalah reaksi alergi yang parah. Selama anafilaksis, sistem kekebalan melepaskan bahan kimia yang menyebabkan tubuh mengalami syok. Proses ini dapat menyebabkan saluran udara menyempit dan menyebabkan tenggorokan membengkak. Tanpa perawatan darurat, seseorang mungkin mengalami asfiksia.

e. Tenggelam

Tenggelam terjadi ketika seseorang mengalami gangguan pernapasan akibat menghirup air. Selama tenggelam, cairan masuk melalui mulut dan hidung orang tersebut, memutus suplai oksigen tubuh.

Tenggelam adalah salah satu dari 10 penyebab kematian di kalangan anak-anak dan remaja.

f. Asfiksia kimiawi

Asfiksia kimiawi terjadi ketika seseorang menghirup bahan kimia yang mengganggu asupan atau penggunaan oksigen.

Salah satu contoh asfiksia kimiawi adalah keracunan karbon monoksida. Jika seseorang menghirup karbon monoksida, ia bercampur dengan sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh, dan menghalangi oksigen berikatan dengan hemoglobin.

Tanda dan gejala 

  • Nafas Cepat atau kesulitan bernapas
  • Nadi cepat, lambat atau hilang
  • Suara serak
  • Sakit tenggorokan
  • Kebingungan dan resah
  • Hilang kesadaran
  • Mimisan
  • Perubahan visual
  • Gangguan pendengaran
  • Sianosis

Uji diagnostik 

  • Analisis gas darah arterial (AGD)
  • Sinar-X dada 
  • Uji toksikologi.
  • Uji fungsi pulmoner 

Penanganan 

  • Tergantung pada penyebab spesifik sesak napas, pengobatan mungkin berbeda-beda. Beberapa pengobatan untuk sesak napas termasuk Resusitasi Jantung Paru (RJP) dan terapi oksigen.
  • Jika seseorang tidak sadarkan diri karena sesak napas, jantungnya mungkin berhenti berdetak. Ketika seseorang memberikan RJP, mereka pada dasarnya berperan sebagai jantung dan paru-paru, membantu darah dan oksigen bergerak ke seluruh tubuh.
  • Terapi oksigen dengan menggunakan kanule atau masker oksigen. 

Intervensi Asuhan Keperawatan

  • Beri keyakinan pada pasien saat ia menjalani penanganan karena distres respiratorik adalah hal yang menakutkan. 
  • Lakukan pengisapan secara hati-hati, sesuai kebutuhan, dan dorong pasien bernapas dalam. 
  • Secara teliti pantaulah tanda vital dan hasil uji laboratoris. 
  • Untuk mencegah asfiksia yang terpicu-obat, ingatkan pasien mengenai bahaya mengonsumsi alkohol bersama depresan sistem saraf pusat lain.


Sumber:

  1. Louise Morales B. 2020. What To Know About Asphyxiation. Medical News Today
  2. Nurseslab. Nursing Care Plans (NCP): Ultimate Guide and Database
Muhammad Alwi Andi, S.Kep., MMR
Muhammad Alwi Andi, S.Kep., MMR Dosen Keperawatan dan Manajemen Rumah Sakit. di STIKES YARSI MATARAM

Posting Komentar untuk "Intervensi Asuhan Keperawatan Pada Asfiksia"