bR7izkJOiKy1QUHnlV5rpCDjiDlVyiP6q1XpDxAH
Bookmark

Prosedur Memandikan Bayi Di Rumah Sakit

Tujuan

Perawat memandikan bayi sebagai bagian dari tindakan perawatan dasar yang dilakukan untuk menjaga kebersihan, kesehatan, dan kenyamanan bayi. Tujuan perawat memandikan bayi adalah:

  • Menjaga kebersihan tubuh bayi: Memandikan bayi secara teratur dapat membantu menjaga kebersihan tubuh bayi dan menghilangkan kotoran yang terkumpul di tubuhnya.
  • Mencegah infeksi: Memandikan bayi secara teratur dapat membantu mencegah infeksi yang disebabkan oleh kotoran yang terkumpul di tubuh bayi.
  • Menjaga kesehatan kulit: Memandikan bayi secara teratur dapat membantu menjaga kelembaban kulit bayi dan mencegah iritasi yang disebabkan oleh kotoran yang terkumpul di kulit.
  • Membantu menciptakan ikatan emosional: Memandikan bayi dapat menjadi cara yang baik untuk menciptakan ikatan emosional antara perawat dan bayi, terutama bagi perawat yang baru saja bertemu dengan bayi.
  • Meningkatkan kenyamanan bayi: Memandikan bayi dapat membantu meningkatkan kenyamanan bayi.

Perawat harus memperhatikan keamanan dan kenyamanan bayi selama proses mandi, serta memastikan bahwa peralatan mandi yang digunakan bersih dan steril. Jika diperlukan, perawat juga dapat memberikan instruksi atau bantuan kepada orang tua bayi tentang cara memandikan bayi yang benar.

Prosedur Memandikan bayi
Image by Buster Benson on Flickr

Kontra Indikasi

Ada beberapa kondisi atau situasi di mana memandikan bayi tidak dianjurkan atau bahkan dapat berbahaya bagi bayi. Beberapa kontraindikasi memandikan bayi antara lain:

  • Demam tinggi: Jika bayi sedang mengalami demam tinggi, maka memandikan bayi dapat menyebabkan suhu tubuhnya turun drastis dan menyebabkan hipotermia. Sebaiknya tunggu sampai demam turun terlebih dahulu sebelum memandikan bayi.
  • Luka terbuka: Jika bayi memiliki luka terbuka, maka memandikan bayi dapat menyebabkan infeksi. Sebaiknya tunggu sampai luka tersebut sembuh terlebih dahulu sebelum memandikan bayi.
  • Alergi terhadap sabun atau produk mandi lainnya: Jika bayi alergi terhadap sabun atau produk mandi lainnya, maka memandikan bayi dengan produk tersebut dapat menyebabkan iritasi atau reaksi alergi. Gunakan produk yang sesuai dengan kondisi kulit bayi.
  • Kondisi kulit yang sangat kering: Jika kulit bayi sangat kering, maka memandikan bayi dapat menyebabkan iritasi atau peradangan. Sebaiknya oleskan lotion atau pelembab setelah memandikan bayi untuk menjaga kelembaban kulit.
  • Bayi baru lahir: Bayi baru lahir biasanya tidak perlu dibersihkan dengan sabun atau produk mandi lainnya sampai kulitnya mengering setelah lahir. Sebaiknya bersihkan kotoran yang terkumpul di bagian tubuh bayi dengan air bersih saja.

Persiapan Alat 

1.  Meja mandi khusus

2.  Handuk

3.  Popok atau handuk bersih untuk alas mandi

4.  Waslap

5.  Sabun mandi dalam tempatnya

6.  Kapas lembab (yg telah diseduh dengan air mendidih dalam tempatnya)

7.  Kapas kering dalam tempatnya

8.  Kapas alkohol dalam tempatnya

9.  Minyak bayi (Baby oil)

10. Ember bertutup tempat pakaian kotor

11. Tempat sampah bertutup

12. Dua buah baskom berisi air hangat

13. Bedak ( talk)

Persiapan Petugas

1. Masker bila perlu

2. Pakaian khusus (barak short)

Pelaksanaan

  • Perawat memakai masker, pakaian khusus dan mencuci tangan
  • Pintu dan jendela ditutup
  • Pakaian bayi dibuka
  • Bayi diangkat kemeja mandi dan diletakkan pada posisi yang aman
  • Mata bayi dibersihkan memakai kapas lembab dengan cara: menghapus mulai dari bagian dalam dan selanjutnya mengarah keluar. Setiap kali usapan kapas harus diganti. Hal ini dilakukan untuk mencegah kontaminasi antara mata satu dengan yang lain
  • Telinga dibersihkan dengan kapas pembersih, setiap  kali usapan kapas harus diganti
  • Muka dilap dengan waslap setelah bersih dikeringkan dengan handuk. Pada saat membersihkan muka pemakaian sabun tidak dianjurkan karena soda sabun dapat menimbulkan iritasi pada mata dan kulit muka bayi
  • Kemudian kepala bayi diletakkan diatas tangan kiri perawat secara hati-hati lalu sabuni dan bersihkan memakai waslap. Pada saat menyabuni kepala bayi dijaga agar sabun tidak mengenai mata. Setelah sabun bersih, kepala dikeringkan dengan handuk
  • Pakaian bayi dibuka, lalu tangan, badan dan kaki di sabun dan dibersihkan dengan waslap basah 
  • Punggung diseka dengan menelungkupkan atau memiringkan bayi. Selama menyabuni punggung, dada dan leher bayi harus selalu berada di atas lengan  kiri perawat. Perawat memegang lengan kanan bayi  secara erat
  • Punggung diseka dengan waslap basah, sabun harus betul-betul bersih dari semua bagian tubuh terutama pada daerah lipatan
  • Bokong dan daerah perineum dibersihkan paling akhir. Genitalia dibersihkan dari bagian depan menuju bagian belakang untuk mencegah kontaminasi kotoran dari anus dan harus betul-betul diperhatikan mengingat daerah ini sering basah dan kotor.
  • Setelah bersih, tubuh bayi dikeringkan dengan  handuk dan selanjutnya diberi talk
  • Tali pusat dan daerah sekelilingnya dirawat.
  •  Kulit yang terlalu kering diolesi minyak bayi setelah itu pakaian bayi dipasang.
  • Bayi dibaringkan dengan posisi sesuai kebutuhan
  • Alat-alat dibersihkan dan dikembalikan ke tempat semula.
  • Mencuci tangan.
  • Mencatat hasil observasi.