Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Mengenal Bell Palsy Atau Kelumpuhan Saraf Wajah

Bell palsy  adalah sejenis kelumpuhan saraf wajah atau kelemahan otot secara tiba-tiba di satu sisi wajah akibat malfungsi saraf kranial ke-7 (nervus facialis). Saraf ini menggerakkan otot wajah, menstimulasi kelenjar ludah dan air mata, reseptor dua pertiga bagian depan lidah untuk mendeteksi rasa, dan mengontrol otot yang terlibat dalam pendengaran. 

Bell palsy adalah jenis kelumpuhan saraf wajah, yang awalnya dianggap tidak memiliki penyebab yang dapat diidentifikasi atau kelumpuhan saraf wajah idiopatik. Namun, bukti terkini menunjukkan bahwa dalam beberapa kasus, Bell palsy dapat disebabkan oleh infeksi virus atau kelainan lain.

Bell Palsy
foto by Andrea Kamphuis from: wikimedia.org

  • Kadang muncul sakit di belakang telinga, kemudian satu sisi wajah menjadi lemah atau lumpuh total, dan mungkin tidak dapat merasakan dengan bagian depan lidah di sisi yang terkena.
  • Dokter biasanya mendasarkan diagnosis pada gejala.
  • Kortikosteroid  digunakan untuk mengurangi pembengkakan saraf, membantu pemulihan dan mendapatkan kembali gerakan wajah lebih cepat.
  • Dengan atau tanpa pengobatan, kebanyakan orang sembuh total dalam beberapa bulan.

Penyebab

Bukti menunjukkan bahwa penyebab umum Bell palsy adalah:

  • Infeksi virus atau kelainan kekebalan yang menyebabkan saraf wajah membengkak.
  • Infeksi oleh virus herpes simpleks tipe 1 yang menyebabkan infeksi mulut.
  • Herpes zoster

Virus lain, seperti coxsackievirus, cytomegalovirus, dan virus yang menyebabkan gondongan, rubella, mononukleosis, atau influenza, juga dapat menyebabkan Bell palsy.

Infeksi menyebabkan saraf membengkak. Ketika saraf membengkak, ia terjepit atau terkompresi  oleh lorong-lorong sempit di tengkorak yang dilewatinya.

Gangguan lain bisa menyebabkan kelumpuhan saraf wajah. Penyakit Lyme dapat menyebabkan kelumpuhan saraf wajah yang, tidak seperti Bell palsy, tapi dapat memengaruhi kedua sisi wajah. Di Afrika-Amerika, sarkoidosis adalah penyebab umum kelumpuhan saraf wajah. Terkadang tumor dan patah tulang tengkorak menyebabkan kelumpuhan wajah.

Gejala

Pada Bell palsy, nyeri di belakang telinga mungkin merupakan gejala pertama. Otot wajah melemah secara tiba-tiba dalam beberapa jam. Efeknya berkisar dari kelemahan ringan hingga kelumpuhan total. Selanjutnya  48 hingga 72 jam, kelemahannya sudah semakin parah. Hanya satu sisi wajah yang terpengaruh.

Kelumpuhan saraf wajah menyebabkan  wajah menjadi datar dan tanpa ekspresi. Namun, jika hanya satu sisi yang terpengaruh, yang terkjadi adalah wajah bengkok atau mencong  karena otot-otot di sisi yang tidak terpengaruh cenderung menarik wajah ke sisi tersebut setiap kali mereka membuat ekspresi wajah. 

Pasien akan kesulitan mengerutkan dahi, berkedip, dan meringis pada sisi yang terkena. Bagi kebanyakan orang, wajah terasa kebas atau berat, meski sensasinya tetap normal.

Mata pada sisi yang terkena biasanya sulit di tutup atau tidak dapat ditutup sepenuhnya, termasuk jarang berkedip dan cenderung mengarah ke atas saat akan  tertutup. Karena jarang berkedip mata menjadi kering, mengakibatkan nyeri dan kerusakan mata. Kerusakan mata biasanya kecil tetapi bisa serius jika mata tidak dibasahi dan dilindungi dengan cara lain

Produksi air liur juga biasanya terganggu sehingga cenderung mengalami mulut kering, atau sebaliknya terus menerus  mengeluarkan air liur.  .

Pada Lidah,  Pasien mungkin tidak dapat merasakan dengan bagian depan lidah di sisi yang sakit. Telinga di sisi yang terkena mungkin merasakan suara keras yang tidak normal (hyperacusis) karena otot yang meregangkan gendang telinga lumpuh. Otot ini terletak di telinga tengah.

Kadang-kadang, ketika saraf wajah sembuh bisa  membentuk koneksi yang tidak normal, yang mengakibatkan gerakan tak terduga dari beberapa otot wajah atau mata berair.Karena otot-otot wajah tidak digunakan dalam waktu lama, kadang-kadang terjadi kontraktur.

Diagnosa

  • Evaluasi berdasarkan gejala klinis dan riwayat penyakit

  • Tes tambahan yang dibutuhkan berdasarkan evaluasi dokter.

Kelumpuhan saraf wajah biasanya dapat didiagnosis dan dibedakan dari kelainan lain berdasarkan gejalanya. Misalnya, kelumpuhan saraf wajah dapat dibedakan dengan stroke, karena stroke biasanya menyebabkan kelemahan hanya di bagian bawah satu sisi wajah daripada di seluruh sisi wajah. Orang yang pernah mengalami stroke bisa menutup mata dengan rapat dan mengerutkan alis. Selain itu, stroke biasanya juga  menyebabkan kelemahan pada lengan dan tungkai.

Dokter biasanya dapat membedakan Bell palsy dari gangguan lain yang kurang umum yang menyebabkan kelumpuhan saraf wajah seperti tumor, penyakit Lyme, infeksi lain, sarkoidosis, diabetes, dan patah tulang tengkorak. 

Gangguan lain ini biasanya menyebabkan gejala yang berbeda, dan sebagian besar gejala berkembang lebih lambat. Jadi, jika dokter tidak yakin mendiagnosa Bell palsy atau jika gejala berkembang secara bertahap, maka dokter akan melakukan tes tambahan seperti:

  • Tes darah
  • sinar X
  • MRI atau CT Sacan otak

Prognosa

  • Kelumpuhan wajah parsial biasanya sembuh total dalam beberapa bulan .
  • Ketika kelumpuhan total, hasilnya bervariasi. Tes konduksi saraf dan elektromiografi dapat dilakukan untuk membantu memprediksi kemungkinan pemulihan. Beberapa orang tidak sembuh total, Otot wajah mungkin tetap lemah, menyebabkan wajah terkulai.

Pengobatan

  • Kortikosteroid jika dibutuhkan
  • Tetes mata atau penutup mata untuk melindungi kornea
  • Jika gejala muncul kurang dari 48 jam, kortikosteroid  seperti prednison  diberikan oral  untuk mengurangi pembengkakan saraf. Kortikosteroid mempercepat dan meningkatkan pemulihan gerakan.
  • Obat antivirus terkadang diresepkan selain kortikosteroid
  • Jika mata tidak bisa menutup sepenuhnya, maka harus dilindungi dari kekeringan untuk mengurangi resiko kerusakan mata. Tetes mata yang terdiri dari air mata buatan atau larutan fisiologis diberikan ke mata sampai menutup sepenuhnya. Pasien mungkin perlu memakai penutup mata terutama saat tidur. 


Referensi:

Michael Rubin. 2020. Bell’s Palsy; Facial Nerve Palsy. New York Presbyterian Hospital-Cornell Medical Center. MSD Manual

Zul Hendry , Ners., M.Kep
Zul Hendry , Ners., M.Kep Dosen Tetap Program Studi Keperawatan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Mataram

Posting Komentar untuk "Mengenal Bell Palsy Atau Kelumpuhan Saraf Wajah "