Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Antraks, Infeksi Yang di Tularkan dari Hewan Ternak

Antraks adalah infeksi oleh Bacillus Anthracis, bakteri gram positif berbentuk batang yang berpotensi fatal. Antraks dapat menyerang kulit, paru-paru, atau, saluran pencernaan (gastrointestinal). Infeksi pada orang biasanya terjadi akibat kontak kulit atau menghirup spora antraks, makan daging yang terkontaminasi, atau masuk melalui suntikan obat yang terkontaminasi, namun kejadian ini jarang.

Bakteri antraks menghasilkan toksin yang menyebabkan banyak gejala. Gejala berupa benjolan dan lecet setelah kontak kulit, kesulitan bernapas dan nyeri dada setelah menghirup spora, serta sakit perut dan diare berdarah jika masuk kedalam saluran pencernaan.

Antraks dapat terjadi pada hewan liar maupun peliharaan, seperti sapi, domba, dan kambing. Bakteri antraks menghasilkan spora yang dapat hidup bertahun-tahun di dalam tanah. Hewan penggembala menjadi terinfeksi ketika mereka bersentuhan atau mengkonsumsi spora. 

Foto by CDC Global from: Flickr

Biasanya, antraks ditularkan ke manusia saat bersentuhan dengan hewan atau produk hewan yang terinfeksi seperti wol, kulit, dan rambut. Spora dapat tertinggal dalam produk hewani selama beberapa dekade dan tidak mudah mati karena dingin atau panas. 

Bahkan kontak minimal bisa menyebabkan infeksi. Meskipun infeksi pada manusia biasanya terjadi melalui kulit, juga dapat terjadi akibat menghirup spora antraks, makan daging yang terkontaminasi, dan kurang matang (antraks gastrointestinal).

Antraks tidak menular dari manusia ke ke manusia lain, tetapi dalam kasus yang jarang terjadi antraks kulit dapat menyebar dari man to man melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi atau benda yang terkontaminasi oleh orang yang terinfeksi. Namun antraks inhalasi, antraks gastrointestinal, dan antraks injeksi tidak menyebar dari satu orang ke orang lain.

Antraks merupakan senjata biologis yang potensial karena spora antraks dapat menyebar melalui udara dan terhirup. Dalam serangan bio antraks A.S. tahun 2001, spora disebarkan dalam amplop yang dikirimkan melalui Layanan Pos Amerika Serikat.

Tanda dan Gejala

Gejala antraks bervariasi tergantung bagaimana infeksi didapat:

  • Melalui kulit (kebanyakan kasus)
  • Melalui inhalasi (paling serius)
  • Melalui saluran pencernaan (jarang)
  • Melalui injeksi (jarang)

Anthrax kulit

Sebagian besar kasus antraks melibatkan kulit. Benjolan merah-coklat yang tidak nyeri, gatal, muncul 1 hingga 10 hari setelah terpapar. Benjolan tersebut membentuk lepuh, yang akhirnya pecah dan membentuk keropeng hitam dengan bengkak di sekitarnya. Kelenjar getah bening di dekatnya bisa membengkak, dan bisa terasa sakit, kadang disertai nyeri otot, sakit kepala, demam, mual, dan muntah. Mungkin perlu waktu beberapa minggu sampai benjolan sembuh dan pembengkakan mereda.

Sekitar 10 hingga 20% orang yang tidak diobati meninggal, tetapi dengan pengobatan, kematian jarang terjadi.

Anthrax inhalasi (penyakit woolsorter's)

Anthrax inhalasi menimbulkan gejala yang paling serius. Biasanya tertular karena menghirup spora antraks, biasanya terjadi pada orang orang yang bekerja dengan produk hewani yang terkontaminasi seperti kulit.

Spora masuk ke paru-paru, kemuadian dalam beberapa minggu akan masuk atau difagosit oleh  sel darah putih yang disebut makrofag.  Di dalam makrofag bakteri akan memperbanyak diri berkembang biak dan menyebar ke kelenjar getah bening di dada. Bakteri menghasilkan racun yang membuat kelenjar getah bening mengalami inflamasi dan menyebarkan infeksi ke struktur di sekitarnya. Cairan yang terinfeksi terakumulasi di ruang antara paru-paru dan dinding dada atau disebut pleura.

Gejala berkembang 1 hari hingga 6 minggu setelah terpapar. Awalnya, penyakit ini tidak jelas dan mirip dengan influenza, dengan nyeri otot ringan, demam rendah, rasa tidak nyaman di dada, dan batuk kering. Setelah beberapa hari,buasanya berkembang menjadi sesak nafas, nyeri dada dan demam tinggi disertai keringat. Tekanan darah dengan cepat menjadi sangat rendah dan menyebabkan syok, diikuti dengan koma. Gejala parah ini biasanya terjadi akibat pelepasan toksin dalam jumlah besar.

Peningkatan resiko meninggal 24 sampai 36 jam setelah gejala parah dimulai, bahkan dengan pengobatan dini. Tanpa pengobatan maka dipastikan nyawa penderita tidak bisa tertolong. Pada wabah tahun 2001 di Amerika Serikat, 45% orang yang dirawat karena antraks inhalasi meninggal.

Anthrax  gastrointestinal

Anthrax gastrointestinal jarang terjadi.  Ketika orang makan daging yang terkontaminasi, bakteri tumbuh di mulut, tenggorokan, atau usus dan melepaskan racun yang menyebabkan perdarahan ekstensif dan kematian jaringan. Orang mengalami demam, sakit tenggorokan, leher bengkak, sakit perut, dan diare berdarah, juga muntah darah.

Anthrax injeksi

Anthrax injeksi jarang terjadi. Gejala biasanya mirip dengan antraks kulit, seperti demam dan benjolan gatal yang muncul di tempat suntikan. Benjolan berkembang menjadi luka yang tidak menimbulkan rasa sakit yang membentuk keropeng hitam  dengan bengkak di sekitarnya. Abses dapat berkembang jauh di bawah kulit atau di otot tempat heroin disuntikkan.

Anthrax suntik dapat menyebar ke seluruh tubuh lebih cepat daripada dan bisa lebih sulit bagi dokter untuk didiagnosis dan diobati daripada antraks kulit.

Diagnosa

Pemeriksaan atau kultur sampel kulit, cairan, atau tinja yang terinfeksi

Dokter mengidentifikasi antraks kulit berdasarkan gejala yang khas. Riwayat kontak dengan hewan atau produk hewani atau berada di daerah terkena antraks mendukung diagnosis tersebut.

Jika diduga antraks inhalasi, rontgen dada atau computed tomography (CT).

Sampel dari kulit yang terinfeksi, cairan di sekitar paru-paru, atau tinja dikeluarkan dan diperiksa dengan mikroskop atau dibiakkan. Bakteri antraks dapat dengan mudah diidentifikasi.

Jika orang mengalami antraks inhalasi dan gejala seperti kebingungan yang menunjukkan bahwa otak mungkin terpengaruh, dokter juga dapat melakukan Pungsi lumbal untuk mendapatkan sampel cairan cairan serebrospinal. Sampel diperiksa dan dianalisis.

Tes darah dapat dilakukan untuk memeriksa fragmen materi genetik bakteri atau antibodi terhadap racun yang diproduksi oleh bakteri.

Pencegahan

  • Vaksinasi
  • Antibiotik pencegahan dan terkadang obat lain
  • Vaksin antraks dapat diberikan kepada orang-orang yang berisiko tinggi tertular seperti aparat TNI, dokter hewan, teknisi laboratorium, dan pegawai pabrik tekstil yang mengolah bulu kambing impor.
  • Karena antraks berpotensi sebagai senjata biologis, sebagian besar anggota angkatan bersenjata telah divaksinasi. Agar efektif, vaksin harus diberikan dalam lima dosis. Suntikan penguat, diberikan setiap tahun  juga direkomendasikan.

Pengobatan

  • Semakin lama pengobatan antraks ditunda, semakin besar risiko kematiannya. Oleh karena itu, pengobatan biasanya dimulai segera setelah dokter mencurigai orang mengidap antraks:
  • Antraks kulit diobati dengan ciprofloxacin, levofloxacin, moxifloxacin, atau doksisiklin yang diberikan oral selama 7 sampai 10 hari.
  • Infeksi antraks inhalasi, gastrointestinal, dan lainnya seperti antraks kulit parah diobati dengan kombinasi dua atau tiga antibiotik.
  • Antraks inhalasi juga dapat diobati dengan kombinasi antibiotik dan suntikan raxibacumab, obiltoxaximab, atau Valortim® (antibodi monoklonal yang mengikat racun antraks dalam sistem tubuh) atau dengan kombinasi antibiotik dan imunoglobulin antraks intravena.
  • Jika otak dan meninges terpengaruh atau jika cairan menumpuk di sekitar paru-paru, kortikosteroid dapat membantu.
  • Perawatan lain mungkin termasuk ventilasi mekanis untuk membantu pernapasan dan cairan serta obat-obatan untuk meningkatkan tekanan darah.


Referensi:

Larry M. Bush. 2021. Anthrax. Charles E.Schmidt College of Medicine. Florida Atlantic University. MSD Manual 

Zul Hendry , Ners., M.Kep
Zul Hendry , Ners., M.Kep Dosen Tetap Program Studi Keperawatan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Mataram

Posting Komentar untuk "Antraks, Infeksi Yang di Tularkan dari Hewan Ternak"