Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Mengenal Osteoporosis atau Pengeroposan Tulang

Osteoporosis adalah kondisi yang melemahkan tulang . Tulang menjadi lebih tipis,  dan lebih rapuh, hal ini terjadi karena kepadatan tulang yang menurun atau lebih keropos. Jika menderita osteoporosis, tulang lebih mudah patah bila terkena trauma seperti benturan, jatuh, dan lain-lain.

Osteoporosis lebih sering terjadi pada wanita, terutama saat memasuki masa menopause,  tetapi beberapa pria juga terkena osteoporosis. Biasanya osteoporosis disebabkan oleh penuaan, rendahnya kadar hormon estrogen pada wanita atau testosteron pada pria, dan kurangnya vitamin D atau kalsium

Kita dapat mencegah osteoporosis dengan mendapatkan asupan  kalsium dan vitamin D yang cukup, rutin melakukan olahraga seperti jalan kaki atau angkat beban, dan mengonsumsi obat-obatan tertentu.

Mengenal Osteoporosis
Gambar by. BruceBlaus from:wikimedia.org
Tulang yang lebih mungkin patah karena osteoporosis meliputi:

  • Pergelangan tangan

  • Tulang belakang (vertebrae)

  • Panggul

  • Patah pada salah satu tulang belakang di punggung tengah atau bawah, disebut fraktur kompresi vertebra.

Penyebab

Osteoporosis biasanya disebabkan oleh:

  • Proses Penuaan atau lansia

  • Pada wanita, rendahnya tingkat estrogen, ini terjadi setelah memasuki masa menopause

  • Pada pria, rendahnya kadar testosteron

  • Tidak mendapatkan asupan  cukup vitamin D atau kalsium

Faktor resiko osteoporosis lebih tinggi pada:

  • Sangat kurus

  • Orang putih atau Asia

  • Berada di tempat tidur untuk waktu yang lama tanpa bergerak

  • Mer*kok atau minum alk*hol

  • Memiliki anggota keluarga yang menderita osteoporosis

Tanda dan Gejala

Pada awalnya, osteoporosis tidak menimbulkan gejala. Jika tulang Anda tidak patah, Anda mungkin tidak pernah mengalami gejala.

Ketika osteoporosis menyebabkan tulang  patah maka akan menimbulkan nyeri. Namun, terkadang pada patah kompresi tulang belakang, nyeri tidak terasa pada awalnya. Setelah beberapa lama nyeri baru mulai muncul, berupa  sakit punggung yang semakin parah saat berdiri atau berjalan. Jika beberapa tulang belakang secara berurutan mengalami kompresi, tulang belakang mungkin menjadi melengkung dan tinggi badan mungkin menjadi lebih pendek.

Pemeriksaan pada Osteoporosis

Pada awalnya pemeriksaan osteoporosis akan dimulai dengan mengidentifikasi gejala yang muncul, terutama jika anda seorang wanita yang berusia lebih dari 65 tahun atau memiliki faktor risiko osteoporosis.

Kemudian akan dilakukan pengujian kepadatan tulang dengan menggunakan jenis rontgen khusus yang disebut pemindaian DXA.  Petugas kesehatan biasanya akan melakukan pemindaian DXA jika:

  • Seorang wanita di atas 65 tahun

  • Seorang wanita melewati menopause yang berusia di bawah 65 tahun dan memiliki faktor risiko

  • Jika dianggap perlu, akan melakukan tes darah untuk memeriksa kadar vitamin D dan kalsium.

Penanganan Osteoporosis

Jika mengalami patah tulang akibat osteoporosis, maka yang akan dilakukan adalah:

  • Pemasangan gips untuk meng imobilisasi tulang

  • Tindakan operasi jika diperlukan

  • Pemakaian  penyangga punggung untuk  masalah kompresi tulang belakang

  • Pemberian  terapi fisik

Menjaga tulang agar tidak melemah dengan meminta Anda:

  • Makan makanan dengan jumlah kalsium dan vitamin D yang lebih tinggi

  • Lakukan latihan menahan beban, seperti berjalan kaki dan menaiki tangga

  • Minum obat seperti bifosfonat. Bifosfonat dapat membantu meningkatkan kepadatan tulang

  • Suplemen hormon juga bermanfaat bagi tulang. Itu karena kadar hormon wanita yang rendah dapat meningkatkan risiko osteoporosis. Namun, dokter biasanya tidak meresepkan suplemen hormon hanya untuk osteoporosis.

Mencegah osteoporosis

  • Mencegah osteoporosis bekerja lebih baik daripada mengobatinya. Kita dapat membantu mencegah osteoporosis  dengan cara:

  • Berhenti mer*kok atau jangan mulai

  • Batasi alk*hol

  • Komsumsi makanan tinggi  kalsium dan vitamin D, termasuk suplemen yang mengandung kedua zat tersebut

  • Lakukan latihan menahan beban, seperti berjalan kaki dan menaiki tangga

  • Minumlah obat yang  diresepkan dokter sesuai petunjuk

     

Sumber: 
MSD. 2019. Quick Facts about Osteoporosi. MSD Manual consumer Version

Posting Komentar untuk "Mengenal Osteoporosis atau Pengeroposan Tulang"