Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Cara Pemasangan Infus, Indikasi dan prosedur

Pemasangan Infus (IV) atau kanulasi intra vena adalah teknik di mana kanul abocat ditempatkan di dalam vena untuk memberikan akses vena. Akses vena memungkinkan pengambilan sampel darah, pemberian cairan infus, obat-obatan, nutrisi parenteral, kemoterapi, dan tranfusi darah.

Vena memiliki dinding tiga lapis yang terdiri dari endotelium internal yang dikelilingi oleh lapisan tipis serat otot yang dikelilingi oleh lapisan jaringan ikat. Katup vena mendorong aliran darah ke arah jantung mencegah pengumpulan darah pada bagian tubuh tertentu.

Cara Pemasangan Infus, Indikasi dan prosedur
Image by LeoCarbajal on wikimedia.org

Pemasangan Infus Atau Kanulasi Intra Vena

Indikasi Pemasangan Infus

Indikasi pemasangan infus atau kanulasi intra vena ( IV) antara lain:

  • Pengambilan sampel darah berulang
  • Pemberian cairan melalui intra vena (IV)
  • Pemberian obat secara intra vena berulang IV
  • Pemberian agen kemoterapi
  • Dukungan nutrisi parenteral
  • Pemberian darah atau produk darah secara IV
  • Pemberian agen kontras radiologis untuk computed tomography (CT), magnetic resonance imaging (MRI), atau pencitraan lainnya

Lokasi Pemasangan Infus

Lokasi pemasangan infus yang paling sering digunakan adalah vena di ekstremitas atas (lengan) yaitu vena antecubital, vena lengan bawah, dan jaringan vena dorsal di punggung tangan.

Kontraindikasi pemasangan Infus

Tidak ada kontraindikasi absolut untuk kanulasi intra vena ( IV). Namun skses vena perifer pada ekstremitas yang cedera, terinfeksi, atau terdapat luka bakar harus dihindari jika memungkinkan.

Beberapa larutan vesikan dan iritan seperti larutan dengan pH <5 atau pH >9, osmolaritas >600 mOsm/L dapat menyebabkan lepuh dan nekrosis jika bocor ke dalam jaringan, seperti larutan sklerosing, beberapa agen kemoterapi, dan vasopresor.

Solusi yang lebih aman adalah dimasukkan ke dalam vena sentral. Jenis cairan diatas hanya boleh diberikan melalui vena perifer dalam situasi darurat atau ketika akses vena sentral tidak tersedia.

Prosedur Pemasangan Infus

Persiapan Alat

a. Alat steril

  • Albocath atau venvlon
  • kapas alkohol
  • Kassa
  • Hand scoond
  • Infus set

b. Alat tidak steril

  • Cairan infus
  • Standar infus
  • Plester atau hipavik
  • Gunting plester
  • Perlak dan alasnya
  • Bethadine
  • Torniquet
  • Bengkok
  • Jam dan alat tulis

Persiapan Pasien

  • Memperkenalkan diri
  • Memberitahu maksud dan tujuan tindakan
  • Mengatur posisi
  • Mengatur lingkungan dan privasi

Pelaksanaan

  • Mencuci tangan
  • Mendekatkan alat-alat ke dekat pasien
  • Menutup sampiran dan pintu
  • Memasang infus set ke cairan yang akan diberikan dan mengeluarkan udara dari selang infus, kemudian di klem
  • Siapkan daerah yang akan di infus
  • Pasang verlak dan alasnya di bawah lokasi yang akan ditusuk
  • Letakkan bengkok di samping daerah yang akan di tusuk Bila tidak ada asisten, albocath, kapas alkohol dan bethadine serta kassa dimasukkan ke dalam bak instrumen steril
  • Memasang torniquet
  • Memakai sarung tangan
  • Lakukan desinfeksi dengan bethadine dengan caramelingkar dari arah dalam ke arah luar
  • Ulangi dengan kapas alkohol
  • Lakukan penusukan pada vena dengan arah jarum infus(lubang jarum) mengarah ke atas
  • Bila sudah yakin masuk pada vena, keluarkan jarum pada abocath dengan ujung daerah jarum ditekan
  • Kemudian sambungkan selang infus ke albocath
  • Lakukan fixasi dengan plester atau hipavik16. Menutup bagian yang ditusuk dengan kassa steril/hipavik
  • Menghitung jumlah tetesan sesuai dengan instruksi dokter
  • Mengamati reaksi pasien
  • Mencatat waktu pemasangan, jumlah tetesan dan jenis cairan yang diberikan
  • Merapikan pasien dan alat

  • Mencuci tangan

Hal hal yang perlu di perhatikan pada pemasangan Infus

Komplikasi yang bisa timbul saat prosedur dilakukan atau setelah pemasangan infus antara lain:

  • Kegagalan untuk mengakses vena
  • Kesulitan memajukan kateter di atas jarum dan ke dalam vena
  • Jarum masuk ke arteri
  • Tromboflebitis
  • Nekrosis kulit dan jaringan lunak

Pecahnya vena, traksi kulit yang tidak memadai, posisi yang salah, dan sudut penetrasi yang salah semuanya dapat menyebabkan kegagalan dalam pemasangan infus. Dalam kasus ini, coba lakukan pemasangan di area yang berbeda.

Jika darah berhenti mengalir ke ke dalam abocat saat pemasangan, penyebabnya mungkin kolaps vena, venospasme, posisi needle hub terhadap katup vena, atau penetrasi ke dinding posterior vena.

Jika pada pengamatan terjadi hematoma maka perlu dilakukan pengangkatan kateter IV.

Tromboflebitis dapat disebabkan oleh pembentukan trombus dan peradangan, infeksi, atau keduanya. Nyeri pada tempat pemasangan infus di sepanjang jalur kateter, eritema atau indurasi kulit, pembengkakan, drainase dari tempat tusukan kulit adalah tanda-tanda tromboflebitis.

Secara teratur dan setidaknya setiap hari periksa tempat pemasangan infus untuk mengidentifikasi jika muncul tanda-tanda infeksi.

Pada tranfusi, pastikan untuk memantau lokasi saat transfusi berlangsung, dan berhati-hatilah pada pasien yang tidak dapat mengomunikasikan rasa sakit atau ketidaknyamanan. Beberapa larutan vesicant dan iritan dapat menyebabkan kerusakan jaringan lunak yang parah jika merembes keluar dari vena dan ke dalam jaringan sekitarnya.

Ida Radliyatul Fahmi, S.Kep., Ners
Ida Radliyatul Fahmi, S.Kep., Ners Perawat Ruang Cardio Vascular Care Unit (CVCU) RSUD Provinsi NTB

Posting Komentar untuk "Cara Pemasangan Infus, Indikasi dan prosedur"