Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Intervensi Asuhan Keperawatan Sindrom Terowongan Karpal

Sahabat Repro Note, Kali ini kita akan sedikit mengulas tentang Intervensi Asuhan Keperawatan pada sindrom terowongan karpal atau Carpal tunnel syndrome.

Sindrom terowongan karpal atau Carpal tunnel Syndrome adalah sindrom kompresi saraf yang paling umum dan terjadi karena adanya kompresi saraf median di pergelangan tangan, tepatnya di dalam terowongan karpal.Saraf ini melintas di sepanjang pembuluh darah dan tendon fleksor ke jari dan ibu jari tangan.

Neuropati kompresi menyebabkan perubahan sensorik dan motorik dalam distribusi median tangan. Kondisi ini biasanya menyerang wanita berusia 30 sampai 60 tahun, dan menyebabkan masalah kesehatan okupasional yang serius, misalnya pada pekerja pemasang mesin di pabrik, pekerja bagian pembungkusan, sekretaris dan tukang ketik, dan orang yang secara berulang-ulang menggunakan alat yang tidak terancang dengan baik. 

Jika tangan digunakan dengan berat menggenggam, memelintir, atau menegang secara terus-menerus, kondisi ini akan memburuk.

Gambar www.scientificanimations.com from:wikimedia.org

Syaraf median terletak di telapak pada sisi tangan, memeberikan sensasi kemampuan merasakan ke ibu jari, jari telunjuk, jari tengah, dan sebagain jari manis. Pembengkakan di pergelangan tangan menyebabkan kompresi pada terowongan carpal. Dapat menyebabkan mati rasa, kelemahan, dan kesemutan pada sisi tangan yang terkena.  

Penyebab 

  • Akromegali 
  • Amiliodosis 
  • Tumor jinak
  • Kerusakan saraf median akibat dislokasi pergelangan tangan atau pergelangan tangan terkilir akut 
  • Edema yang mengikuti fraktur Colles 
  • Hipotiroidisme 
  • Miksedema
  • Kornpresi saraf 
  • Kehamilan 
  • Artritis reumatoid dan tenosinovitis fleksor umumnya berkaitan dengan penyakit reumatik) 

Tanda dan gejala 

  • Kuku jari mengalami atrofi 
  • Kulit kering dan mengkilat 
  • Tidak mampu mengepalkan tangan 
  • Parestesia yang menyerang ibu jari, jari telunjuk,  jari tengah, dan setengah bagian jari rmanis 
  • Nyeri mereda saat pasien menggoyangkan tangan dengan keras atau menjuntaikan lengan di samping tubuh 
  • Lemah, nyeri yang menyebar ke lengan atas dan bisa juga ke bahu, rasa terbakar, mati rasa, atau kesemutan di tangan yang diserang 
  • Gejala memburuk di malam hari dan pagi hari akibat vasodilasi dan stasis venosa. 

Uji diagnostik 

  • Pemeriksaan fisik memperlihatkan penurunan sensasi pada sentuhan cahaya atau sensasi tercocok di jari tangan yang diserang. Atrofi otot tenar terjadi di sekitar setengah dari semua kasus sindrom terowongan karpal. 
  • Pasien menunjukkan tanda Tinel positif (kesemutan di saraf median saat dilakukan perkusi ringan). 
  • Uji pelenturan pergelangan tangan Phalen positif (menahan lengan atas secara vertikal dan membiarkan kedua tangan terjatuh menjadi fleksi menyeluruh di pergelangan tangan selama 1 menit akan menimbulkan gejala sindrom terowongan karpal). 
  • Ujl kompresi mendukung diagnosis ini: Manset tekanan darah yang digembungkan di atas tekanan sistolik di lengan atas selama 1 sampai 2 menit akan memicu nyeri dan parestesia di sepanjang distribusi saraf median. 
  • Elektromiografi mendeteksi keterlambatan konduksi motorik saraf median selama lebih dari 5 mdet.
  • Stimulasi listrik digital menyingkap kompresi saraf median melalui pengukuran terhadap lama dan intensitas stimulasi dari jari tangan ke saraf median di pergelangan tangan. 

Penanganan 

  • Awalnya konservatif, antara lain mengistirahatkan tangan dengan membelat pergelangan tangan dalam ekstensi netral selama 1 sampai 2 minggu. 
  • Jika diketahui ada hubungan yang jelas antara kondisi dan pekerjaan pasien, ia perlu mencari pekerjaan lain. 
  • Pembedahan untuk meringankan kompresi saraf dengan mereseksi keseluruhan ligamen terowongan karpal melintang atau dengan melakukan teknik pembedahan endoskopik. Neurolisis (membebaskan serat saraf) juga bisa diperlukan. 
  • Obat anti inflamatorik nonsteroidal oral dan injeksi kortikosteroid merupakan medikasi yang paling sering diberikan. 

Intervensi Asuhan Keperawatan

  • Beri analgesik bila perlu.
  • Dorong pasien menggunakan tangannya sesering mungkin. Jika tangannya yang dominan terganggu, Anda mungkin perlu membantunya makan dan mandi. 
  • Ajari pasien cara memakai belat. Minta ia tidak membuatnya terlalu ketat. Tunjukkan cara melepasnya agar ia bisa melakukan latihan jangkauan-pergerakan yang ringan setiap hari. Pastikan pasien mengerti cara melakukan latihan ini sebelum ia pulang.
  • Setelah pembedahan, pantau tanda vital, dan secara teratur periksa warna, sensasi, dan gerakan tangan yang diserang. 
  • Sarankan pasien mengenai siapa yang sebaiknya bertanggungjawab melatih tangannya dalam air hangat secara berkala. Jika lengannya masih dibalut ambin, minta ia melepaskan ambin tersebut beberapa kali per hari untuk melakukan latihan bagi siku dan bahunya. 
  • Anjurkan konseling pekerjaan bagi pasien yang harus pindah kerja akibat menderita sindrom terowongan karpal. Bagi pasien yang harus tetap menjalani pekerjaan lamanya, anjurkan pengkajian ergonomis mengenai situasi kerja. 


Referensi:

  1. Morrison W, Healthline editorial. 2019. Carpal Tunnel Syndrome: www.healthline.com
  2. Nursing. Seri Untuk Keunggulan Klinis (2011). Menafsirkan Tanda dan Gejala Penyakit. Jakarta: PT Indeks
Muhammad Alwi Andi, S.Kep., MMR
Muhammad Alwi Andi, S.Kep., MMR Dosen Keperawatan dan Manajemen Rumah Sakit. di STIKES YARSI MATARAM

Posting Komentar untuk "Intervensi Asuhan Keperawatan Sindrom Terowongan Karpal"