Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Intervensi Asuhan Keperawatan Pada Mieloma Multipel

Mieloma multipel juga dikenal sebagai plasmasitoma ganas, mieloma sel plasma, dan mielomatosis. Penyakit ini adalah neoplasma diseminasi sel plasma sumsum yang menginfiltrasi tulang untuk menghasilkan lesi osteolitik di seluruh kerangka (tulang pipih, vertebra, tengkorak, pelvis, rusuk); di stadium lanjut, penyakit ini menginfiltrasi organ tubuh (limpa, nodus limfa, paru-paru, kelenjar adrenal, ginjal, kulit, traktus G1). Mieloma multipel paling sering menyerang pria yang berusia lebih dari 40 tahun. 

Prognosis biasanya buruk karena penyakit ini umumnya didiagnosis setelah menginfiltrasi vertebra, pelvis, tengkorak, rusuk, klavikel, dan sternum. Saat itu, kehancuran skeletal sudah menyebar luas dan, jika tidak ditangani, menyebabkan kolaps vertebral. Diagnosis dan penanganan dini memperpanjang usia banyak pasien 3 sampai 5 tahun. Pasien biasanya meninggal setelah menderita komplikasi, misalnya infeksi, gagal ginjal, gangguan hematologis, fraktur, hiperkalsemia, hiperurisemia, atau dehidrasi.

Gambar by Blausen Medical Communications, Inc. from:wikimedia.org

Penyebab 

Pertumbuhan berlebihan dan malformasi sel plasma dalam sumsum tulang.

Tanda dan gejala

  • Gejala artritik : pegal, sendi membengkak dan perih, bisa disebabkan oleh kompresi vertebral
  • Nyeri punggung
  • Demam, tidak enak badan, penampakan samar neuropati peripheral (misalnya parestesia peripheral) fraktur patologis dan mudah memar.
  • Pasien bisa menderita komplikasi ginjal misalnya, pielonefritis (disebabkan oleh kerusakan tabular akibat banyaknya protein Bence Jones, hiperkalsemia, dan hiperurisemia)
  • Infeksi parah dan rekuren, misalnya pneumonia (dengan kerusakan syaraf yang berkaitan dengan fungsi respiratorik)
  • Gejala kompresi vertebral bisa menjadi akut, dan disertai dengan anemia, berat badan turun, deformitas toraks (seperti balon), dan tinggi badan berkurang – 5 “ (12,7 cm) atau lebih—akibat kolaps vertebral ( jika penyakit berkembang)

Uji diagnostik

  • Jumlah darah lengkap menunjukkan anemia sedang atau berat. Deferensial bisa  menunjukan 40% sarnpai 50% limfosit tetapi jarang lebih dari 3% sel plasma. kenaikan tingkat sedimentasi eritrosit disebabkan oleh pembentukan gumpalan sel darah merah (pembentukan rouleaux) akbat naiknya konsentrasi imunoprotein serum 
  • Pemeriksaan urin bisa menunjukkan protin Bence Jones dan hiperkalsiuria. Tidak adanya protetn Bence Jones tidak menyingkirkan mieloma multiple, dan adanya protein ini hampir selalu memastikan penyakit. 
  • Aspirasi sumsurn tulang mendeteksi sel mielomatosa (jumlah abnormal sel plasma tidak matang). 
  • Elektroforesis serum menunjukkan peruncingan globulin yang naik dan abnormal secara elektroforetik dan imunologis.
  • Elektroforesis protein urin bisa mendeteksi kasus yang tidak dideteksi elektroforosis serum. 
  • Sinar-X saat stadium awal bisa jadi hanya menunjukkan osteoporosis difusi, Akhirnya, sinar-X menunjukkan psteolitik berbatas tegas dan multipel (terhantam keluar), terutama di tengkorak, pelvis, dan tulang belakang-lesi khas dari mieloma multipel. 
  • Urografi ekskretorik bisa mengkaji keterlibatan ginjal. Untuk menghindari presipitasi protein Bence Jones, pasien tidak menggunakan medium kontras tetapi iothalamate atau diatrizoate. Selain itu, walaupun membatasi cairan oral merupakan aturan standar sebelum urografi ekskretorik, penderita mieloma multipel diberi banyak cairan, yang umumnya secara oral tetapi kadang-kadang sebelum uji ini dilakukan. 

Penanganan 

  • Penanganan jangka-panjang mieloma multipel yang utama adalah kemoterapi untuk menekan pertumbuhan sel plasma dan mengontrol nyeri. 
  • Radiasi lokal adjuvan hisa mengurangi lesi akut, misalnya kolaps vertebra, dan meringankan nyeri setempat. 
  • Penanganan Iain meliputi kombmasi melphalanprednisone dalam dosis tinggi intermiten atau dosis rendah harian secara kontinu, dan analgesik untuk nyeri. 
  • Untuk kompresi jaringan saraf tulang belakang, pasien bisa membutuhkan laminektomi, sedangkan untuk komplikasi ginjal, pasien membutuhkan dialisis Transplantasi sumsum tulang kadang-kadang digunakan pada pasien yang lebih muda, tetapi hasil jangka-panjang prosedur ini tidak diketahui.
  • Pasien yang mengalami demineralisasi tulang dan yang kehilangan banyak kalsium ke darah dan urin berisiko paling tinggi menderita kalkulus renal. nefrokalsmosis. dan, akhirnya, gagal ginjal akibat hiperkalsemia. Hiperkalsemia dikelola dengan hidrasi, diuretik, kortikosteroid, fosfat oral, dan mithramycin I.V. untuk menurunkan kadar kalsium serum. 

Intervensi Asuhan Keperawatan 

Intervensi Asuhan Keperawatan pada mieloma multipel antara lain:

  • Pantau asupan dan output cairan pasien. (Output setiap hari seharusnya paling sedikit 1500 ml.) Minta pasien minum 3.000 sampai 4.000 ml cairan setiap hari, sesuai perintah. 
  • Dorong pasien berjalan. (Imobilisasi akan meningkatan demineralisasi tulang dan peluang penderita pneumonia.) Bila perlu, andgesik untuk mengurangi nyeri. 
  • Jangan pernah izinkan pasien berjalan tanpa didampingi, pastikan ia menggunakan alat bantu berjalan atau alat suportif lainnya agar tidak jatuh. Karena pasien sangat rawan mengalami fraktur patologis, ia mungkin merasa takut. Yakinkan ia, dan izinkan ia bergerak menurut jalurnya sendiri. 
  • Cegah komplikasi dengan melihat apakah pasien tidak enak badan, yang bisa menjadi sinyal serangan infeksi, dan adakah tanda masalah lain, misalnya anemia dan fraktur parah. 
  • Jika pasien harus berbaring di ranjang, ubah posisinya tiap 2 jam. Lakukan latihan jangkauan-pergerakan pasif, dan bantu ia melakukan latihan bernapas-dalam. Tingkatkan latihan tersebut jika pasien bisa menoleransi latihan aktif. 
  • Pantau adakah efek merugikan dari kemoterapi atau terapi radiasi terhadap pasien.
  • Secara saksama, lihat adakah tanda infeksi jika pasien diberi prednisone karena obat ini umumnya menutupi tanda tersebut.
  • Turunkan pasien dari ranjang dalam waktu 24 jam setelah laminektomi, bila memungkinkan. Periksa adakah hemoragi, defisit motorik atau sensorik, dan hilangnya fungsi usus atau kandung kemih. Bila perlu posisikan pasien, pertahankan kesejajaran, dan lakukan log roll saat membalikkan tubuh pasien.
  • Beri dukungan emosional untuk pasien dan keluarganya. Bantu meringankan kekhawatiran mereka dengan benar-benar memberi penjelasan mengenai uji diagnostik (termasuk prosedur yang menyakitkan, misalnya aspirasi dan biopsi sumsum tulang), penanganan, dan prognosis. Bila perlu, sarankan mereka mendapatkan dukungan tambahan dari sumberdaya komunitas.
Marthilda Suprayitna, Ners., M.Kep
Marthilda Suprayitna, Ners., M.Kep Praktisi dan Dosen Keperawatan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Mataram

Posting Komentar untuk "Intervensi Asuhan Keperawatan Pada Mieloma Multipel"