Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Tips Mengatasi dan Mencegah Vertigo Agar Tidak Kambuh Lagi

Pernahkah merasa seperti dunia di sekitar kita tiba-tiba berputar, tidak bisa menyeimbangkan diri sendiri atau telinga berdenging serta pandangan berkunang-kunang. Hal tersebut menandakan kita sedang mengalami kondisi yang di sebut vertigo. Gejala yang diakibatkan oleh gangguan keseimbangan yang disebabkan oleh perubahan abnormal pada telinga bagian dalam.

Vertigo sebenarnya bukan penyakit tapi merupakan gejala yang bisa timbul akibat berbagai sebab yang menyebabkan gangguan pusat keseimbangan. Penelitian menunjukkan bahwa hampir 40 persen orang yang berusia di atas usia 40 tahun pernah mengalami vertigo setidaknya sekali dalam hidup mereka.

Apa itu Vertigo?

Tips Mengatasi Vertigo dan Mencegah Agar Tidak Kambuh Lagi
image by http://www.scientificanimations.com on wikimedia.org
Banyak  hal yang bisa menyebabkan disfungsi keseimbangan. Keseimbangan sendiri didefinisikan sebagai kemampuan untuk mempertahankan pusat massa tubuh di atas penyangganya. Berbagai sistem dalam tubuh berperan untuk membantu kita tetap seimbang, menjaga diri kita tetap tegak saat bergerak dan menyesuaikan dengan lingkungan kita.
Kemampuan kita untuk tetap seimbang diatur oleh beberapa sistem antara lain:

  • Sistem kontrol sensorimotor yang mengontrol indera, seperti penglihatan dan pendengaran.
  • Sistem propriosepsi bertanggung jawab untuk sentuhan
  • Sistem vestibular untuk membantu bergerak tanpa terjatuh. Telinga bagian dalam merupakan bagian penting dari sistem vestibular.

Vertigo terjadi ketika bagian telinga yang halus tidak lagi secara akurat mengirimkan informasi ke otak tentang posisi tubuh. Hal ini dapat terjadi karena berbagai alasan, seperti infeksi telinga, benturan di kepala, cedera, peradangan, atau proses penuaan.

Penyebab Vertigo

Sebagian  vertigo biasanya disebabkan oleh perubahan posisi kepala,  peradangan, tekanan darah, dan organ sensorik di telinga dalam.

Penyebab potensial vertigo antara lain penurunan tekanan darah secara tiba-tiba, tingkat stres yang tinggi yang menyebabkan tidak bisa tidur atau mengalami dehidrasi. Masing-masing dapat menyebabkan perubahan pada telinga yang menyebabkan gangguan keseimbangan, pusing dan gemetar, terutama ketika berdiri tiba-tiba atau bergerak.

Vertigo juga lebih sering terjadi pada orang yang berusia di atas 50 tahun dan dua kali lebih sering terjadi pada wanita daripada pria.

Klasifikasi Vertigo

Vertigo diklasifikasikan ke dalam beberapa kategori berbeda, tergantung pada penyebab yang mendasari kerusakan telinga. Infeksi telinga kronis atau peradangan yang memperburuk gangguan keseimbangan. Tiga jenis utama vertigo antara lain: BPPV, penyakit Meniere, dan neuritis vestibular (labirinitis).

Benign paroxysmal positional vertigo (BPPV)

Benign paroxysmal positional vertigo (BPPV) adalah penyebab utama vertigo yang menyebabkan masalah telinga bagian dalam dan menyebabkan pusing.

Gejalanya yaitu episode berulang dari vertigo posisional, yang berarti sensasi berputar yang disebabkan oleh perubahan posisi kepala.

Penyebab yang mendasari BPPV adalah terlepasnya kristal kalsium di dalam telinga (otokonia), yang terletak di bagian labirin. Batu telinga mempengaruhi sistem vestibular, yang mencakup tiga struktur berbentuk lingkaran (kanal setengah lingkaran) yang berisi cairan dan sensor seperti rambut yang memantau pergerakan kepala.

Kristal kalsium atau terkadang disebut kanalit, dapat terlepas dari posisinya di bagian telinga yang disebut utrikulus, kemudian bermigrasi ke salah satu kanal setengah lingkaran di dalam telinga yang bukan tempatnya.

Hal ini menciptakan masalah keseimbangan dan disorientasi karena perubahan cairan di dalam telinga bagian dalam dimana saraf di telinga mengirim sinyal ke otak tentang bagaimana posisi kepala dan tubuh terhadap gravitasi.

Bukaan yang sangat kecil di dalam telinga bagian dalam menahan cairan yang bergerak melalui kanal-kanal kecil, mengirimkan pesan ke tentang bagaimana tubuh diposisikan relatif terhadap bumi seperti tegak, menyamping, membungkuk, dll.

Ketika posisi kepala berubah akan  menyebabkan cairan bergerak. Pergerakan kepala yang kuat atau tiba-tiba, dapat menggeser posisi kanalit dan menyebabkan akumulasi cairan (endolimfe) yang tidak normal. Kanalit ini kemudian dapat merangsang cilia saraf sensitif di telinga dan mengirim sinyal palsu ke otak.

Vertigo yang disebabkan oleh BPPV dapat stimulasi oleh semua jenis gerakan  yang mengubah posisi kepala, antara lain gerakan seperti:

  • Memiringkan kepala ke satu sisi
  • Berguling ke satu sisi saat tidur
  • Melihat ke atas atau ke bawah
  • Kecelakaan mobil yang menyebabkan sentakan cepat di kepala
  • Berolahraga

Penyakit Meniere

Penyakit Meiniere adalah gangguan telinga bagian dalam yang berkembang setelah cairan menumpuk di telinga bagian dalam secara tidak normal, dan menyebabkan tingkat tekanan berubah di dalam telinga.

Selain gejala umum vertigo seperti pusing, penyakit Meniere dapat menyebabkan telinga berdenging (tinnitus) atau bahkan gangguan pendengaran.

Jenis vertigo ini disubklasifikasikan tergantung pada kanalis semisirkularis di telinga yang terpengaruh, karena cairan di kanalis posterior dan kanalis lateral dapat menjadi penyebabnya.

Neuritis vestibular atau labirinitis

Neuritis vestibular atau vertigo labyrinthitis disebabkan oleh infeksi telinga atau virus yang menyerang telinga bagian dalam. Infeksi kronis di dalam telinga menyebabkan peradangan dan merusak saraf yang bertanggung jawab untuk berkomunikasi dengan otak terkait keseimbangan dan orientasi.

Selain ketiga kondisi yang disebutkan di atas, vertigo terkadang dapat dipicu oleh beberapa kejadian, seperti:

  • Cedera kepala atau leher
  • kerusakan di dalam telinga yang disebabkan oleh obat-obatan

Gejala Vertigo

  • Beberapa gejala vertigo yang umum antara lain:
  • Merasa pusing, seperti memiliki sensasi berputar
  • Merasa seperti sedang miring atau akan jatuh seolah-olah sedang ditarik ke satu arah.
  • Bergoyang dan tidak seimbang saat bergerak atau berjalan
  • Merasa mual, kadang-kadang muntah
  • Kehilangan pendengaran atau telinga berdenging
  • Sakit kepala
  • Keringat dingin
  • Gerakan mata yang tidak normal, termasuk menyentak atau mata bergerak ke arah telinga yang terpengaruh (nistagmus)
  • Kadang-kadang merasa seperti  akan pingsan atau benar-benar pingsan

Gejala vertigo bisa berlangsung antara beberapa menit hingga beberapa hari. Beberapa orang mengalami gejala yang jauh lebih parah daripada yang lain, karena itu semua tergantung pada faktor-faktor seperti seberapa parah gangguan telinga bagian dalam atau berapa banyak cairan abnormal yang terkumpul di telinga.

Dalam beberapa kasus vertigo bisa hilang dengan sendirinya, karena tubuh dan indera memiliki cara untuk beradaptasi dengan perubahan di telinga. Namun bisa juga  muncul kembali di waktu berikutnya.

Tips Mengatasi dan Mencegah Vertigo agar tidak kambuh

1. Terapi Fisik

Untuk orang yang mengalami vertigo berulang, salah satu jenis pengobatan yang membantu adalah rehabilitasi vestibular, suatu bentuk terapi fisik organ vestibular. Sistem vestibular terus-menerus mengirimkan informasi ke otak dalam bentuk impuls dari ujung reseptor sensorik,.

Terapi dilakukan dengan melatih kembali organ-organ ini untuk bekerja membangun kembali keseimbangan.  Rehabilitasi vestibular dapat membantu meningkatkan kompensasi sistem saraf pusat untuk masalah telinga bagian dalam yang menyebabkan hilangnya keseimbangan.

Selain itu, perawatan terapi fisik berfungsi  untuk meningkatkan kekuatan, rentang gerak, fleksibilitas, sekaligus mencegah kelelahan dan nyeri otot.

Program rehabilitasi vestibular mencakup berbagai latihan untuk membangun koordinasi tangan dengan mata agar lebih baik, meningkatkan keseimbangan, memperkuat sendi dan otot, dan meningkatkan kebugaran serta daya tahan. Latihan ini juga dapat membantu meringankan rasa sakit dan memungkinkan beristirahat lebih baik jika sebelumnya tidak dapat tidur dengan nyaman.

2. Manuver Kepala (Canalith Repositioning Procedure atau CRP)

Teknik ini direkomendasikan oleh American Academy of Neurology, dengan prosedur serangkaian gerakan kepala dan tubuh khusus untuk membersihkan saluran di ruang telinga bagian dalam. CRP sangat efektif dengan perkiraan tingkat kesembuhan 80 persen untuk orang yang menderita vertigo tipe BPPV. Manuver Ini juga biasanya membantu untuk mencegah terulangnya vertigo.

Ketika kepala bergerak dengan cara tertentu, kanalit di dalam kanal berjalan kembali ke lokasi yang benar di utrikulus, di mana mereka biasanya larut atau pecah dan berhenti menyebabkan pusing.

Jika ini pertama kalinya mengalami  vertigo dan mencoba manuver kepala untuk mengatasi gejalanya, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter yang dapat menunjukkan cara melakukannya dengan benar.

3. Mengurangi Stres

Stres dan peradangan biasanya akan meningkatkan risiko vertigo. Stres menyebabkan penurunan kekebalan tubuh sehingga meningkatkan kemungkinan untuk mengalami infeksi telinga, pembengkakan, dan masalah lain yang berkaitan dengan sistem vestibular.

Semakin tinggi tingkat stres, semakin kecil kemungkinan untuk berolahraga secara teratur dan bisa tidur nyenyak. Kurangnya olahraga dan istirahat yang cukup akan meningkatkan kerentanan mengalami vertigo. Itulah sebabnya stres kronis sangat berdampak buruk.

Cobalah penghilang stres alami seperti berolahraga, yoga, meditasi, mandi air hangat, menggunakan minyak esensial, dan menghabiskan lebih banyak waktu di luar ruangan atau ecoterapi.

4. Diet Sehat dan Hidrasi yang baik

Makanan anti-inflamasi dapat membantu mengatur tingkat tekanan darah dan biasanya memiliki kadar air yang tinggi sehingga mengurangi kemungkinan dehidrasi dan menurunkan risiko vertigo.

Makanan yang harus disertakan dalam diet adalah sayuran terutama yang tinggi kalium penurun tekanan darah, seperti sayuran berdaun hijau, buah segar seperti pisang dan alpukat, sumber lemak sehat seperti ika, dan extra virgin minyak zaitun.

Selain itu, minum air yang cukup setiap hari, dan kurangi asupan kafein dan alkohol jika sering merasa pusing. Dehidrasi ringan dapat menyebabkan vertigo dan perubahan tekanan darah yang dapat membuat merasa tidak seimbang dan mual.

5.  Olahraga dan  Istirahat Yang Cukup

Orang yang kurang tidur dan kurang olahraga lebih mungkin menderita vertigo. Prioritaskanlah untuk tidur tujuh hingga delapan jam setiap malam, sehingga akan merasa cukup berenergi untuk berolahraga secara teratur serta mengalami pemulihan otot yang tepat. Olahraga juga bermanfaat untuk menurunkan tingkat tekanan darah dan mengendalikan stres.

Untuk mengurangi pusing begitu saat bangun, cobalah tidur dengan kepala sedikit terangkat di atas dua bantal atau lebih. Pastikan juga untuk bangun perlahan ketika bangun dari tempat tidur, tidak berjalan jauh dalam kegelapan, yang  mungkin dapat menyebabkan jatuh.  Duduklah  di tepi tempat tidur selama satu menit atau lebih lama sebelum bangun sepenuhnya sehingga kepala dan telinga bisa terbiasa dengan posisi baru.

6. Konsultasilah ke Dokter tentang Penyebab  vertigo

Vertigo bukan satu-satunya alasan yang bisa menjadi penyebab saat merasa pusing. Jika gejalanya terus muncul kembali, sebaiknya  segera berkonsultasi ke dokter dan melakukan pemeriksaan yang direkomendasikan.

Kekurangan vitamin B12, tekanan darah rendah, gejala anemia, komplikasi jantung, dan bahkan kecemasan dapat menyebabkan timbulnya gejala pusing. Beberapa obat juga dapat memperburuk vertigo atau pusing, seperti obat tekanan darah, obat anti-kecemasan dan mengonsumsi suplemen dalam jumlah tinggi.

Setiap kali gejala muncul kembali, pastikan  duduk dengan aman dan  istirahat.  Berikut adalah beberapa tips dalam mengelola gejala vertigo saat masih berlangsung:

  • Jangan melakukan sesuatu yang berbahaya saat kurang keseimbangan, seperti mengemudi atau berolahraga, yang dapat menyebabkan jatuh dan terluka.
  • Duduk atau berbaring dan segera istirahat ketika  merasa pusing.
  • Berhati-hatilah untuk bangun tiba-tiba di tengah malam untuk menggunakan kamar mandi, dan selalu gunakan pencahayaan yang baik jika bangun dari tempat tidur saat hari sudah gelap.
  • Cobalah berkonsultasi dengan dokter Anda tentang penggunaan tongkat untuk membantu membangun kembali keseimbangan.

Kesimpulan

Vertigo adalah gejala yang dihasilkan dari berbagai jenis “gangguan keseimbangan”, biasanya disebabkan oleh perubahan abnormal pada telinga bagian dalam.

Sekitar 40% orang yang berusia diatas 40 tahun pernah mengalami vertigo paling tidak sekali dalam hidupya.

Vertigo berkembang ketika bagian telinga yang halus tidak lagi secara akurat mengirimkan informasi ke otak tentang posisi tubuh.

Cara mencegah vertigo agar tidak terulang antara lain terapi fisik, manuver kepala (prosedur reposisi canalith), mengurangi stres, makan makanan yang sehat dan tetap terhidrasi, aktif  berolahraga diimbangi  istirahat yang cukup, dan berkonsultasilah ke dokter tentang kemungkinan hal lain yang bisa menjadi penyebab pusing atau vertigo.


Referensi:
  1. Jillian Levy. 2015. 'How to get Rid of Vertigo'. Dr Axe
  2. Sara Altshul. 2017. '10 Sprising Facts About Dizziness and Vertigo'. EveryDay Health.
  3. Monzani D et.al. 2006."Life events and benign paroxysmal positional vertigo: a case-controlled study". Acta Otolaryngol. 2006 Sep;126(9):987-92. doi: 10.1080/00016480500546383.
  4. Veda. 'The Human Balance System'. Vestibular.org
Marthilda Suprayitna, Ners., M.Kep
Marthilda Suprayitna, Ners., M.Kep Praktisi dan Dosen Keperawatan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Mataram

Posting Komentar untuk "Tips Mengatasi dan Mencegah Vertigo Agar Tidak Kambuh Lagi "