Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Asuhan Keperawatan Pada Sindrom Reye - Intervensi

Sindrom Reye merupakan penyakit akut pada masa kanak-kanak, dan menyebabkan infiltrasi berlemak di hati yang disertai hiperamonemia, ensefalopati, dan kenaikan tekanan intrakranial (intracranial pressure - ICP). 

Pada sindrom Reye, kerusakan mitokondria hepatik akan mengganggu siklus urea, yang normalnya mengubah amonia menjadi urea yang diekskresi dari tubuh. Gangguan ini menyebabkan hiperamonemia, hipoglikemia, dan kenaikan asam berlemak rantai-pendek serum, sehingga mengakibatkan ensefalopati. Secara simultan, infiltrasi berlemak ditemukan dalam sel tubular renal, jaringan neuronal, dan jaringan otot, termasuk jantung. 

Sindrom Reye menyerang anak-anak dari bayi sampai remaja dan secara seimbang muncul pada anak laki-laki dan anak perempuan. Sindrom ini lebih sering menyerang orang kulit putih yang berusia lebih dari 1 tahun daripada kulit hitam. 

Asuhan Keperawatan Pada Sindrom Reye
 Image by United Nations Photo on flickr

Prognosisnya tergantung pada keparahan depresi sistem saraf pusat. Dulu, mortalitas sindrom ini sebesar 90%. Kini, dengan pemantauan ICP, sehingga kenaikan ICP bisa ditangani sejak dini bersama penanganan lain, telah memangkas mortalitas sampai sekitar 5%. Biasanya, pasien meninggal akibat edema serebral atau penghalangan respiratorik. Sebagian besar pasien yang koma dan bisa bertahan hidup masih mengalami beberapa kerusakan otak.

Penyebab 

  • Penggunaan aspirin 
  • Infeksi akibat virus akut dalam waktu 1 sampai 3 hari, misalnya infeksi traktus respiratorik atas atau infeksi akibat Haemophilus influenzae tipe B atau varisela (cacar air). 

Tanda dan gejala 

  • Berkembang dalam lima tahap, keparahan tanda dan gejala anak bervariasi menurut derajat ensefalopati dan edema serebral 
  • Periode penyembuhan singkat setelah infeksi virus awal 
  • Beberapa hari kemudian: muntah yang tidak bisa sembuh, letargi, perubahan cepat pada status mental yang bisa berkembang menjadi koma, refleks hiperaktif, dan kenaikan tekanan darah, tingkat respiratorik, dan denyut nadi 
  • Saat koma semakin dalam: kejang, diikuti refleks tendon menurun dan umumnya gagal respiratorik 
  • Kenaikan ICP akibat edema serebral, yang bisa disebabkan oleh asidosis, kenaikan tingkat metabolik serebral, atau kerusakan mekanisme autoregulatorik 
  • Kemunculan atipikal yang bisa terlihat pada bayi 

Uji diagnostik 

  • Studi fungsi hati menunjukkan kenaikan kadar aspartat aminotransferase dan alanin aminotransferase mencapai dua kali normal; kadar bilirubin biasanya normal. 
  • Biopsi hati memperlihatkan tetesan berlemak yang secara seragam terdistribusi di seluruh sel. 
  • Analisis cairan serebrospinal (cerebrospinal fluid — CSF) memperlihatkan jumlah darah putih kurang dari 10 mm3. Jika pasien koma, tekanan CSF naik.
  • Hasil studi koagulasi pada waktu protrombin dan waktu tromboplastin parsial berlangsung lama.
  • Nilai darah memperlihatkan kenaikan kadar amonia serum; kadar glukosa serum normal atau, dalam 15% kasus, rendah; dan kenaikan kadar asam lemak dan laktat serum. 
  • Pengujian kadar salisilat serum menyingkirkan overdosis aspirin. 

Penanganan 

Pengobatan sindrom Reye bersifat suportif, dengan perhatian khusus diberikan untuk mengontrol peningkatan tekanan intrakranial dan glukosa darah karena sering terjadi deplesi glikogen.

Pengobatan peningkatan tekanan intrakranial termasuk intubasi, hiperventilasi, pembatasan cairan, meninggikan kepala tempat tidur, diuretik osmotik, pemantauan  peningkatan tekanan intrakranial langsung, dan kraniotomi dekompresi. Infus dekstrose 10% atau 15% biasa digunakan untuk mempertahankan euglikemia. Koagulopati mungkin memerlukan plasma beku segar atau vitamin K.

Perawatan lain misalnya, transfusi, hemodialisis, koma dalam yang diinduksi barbiturat belum terbukti efektif tetapi kadang-kadang digunakan.

Intervensi Asuhan Keperawatan 

  • Sarankan orang tua tidak memberi aspirin atau medikasi yang dijual bebas dan mengandung-aspirin pada anak yang belum berusia 18 tahun. Penggunaan analgesik dan antipiretik bisa meliputi asetaminofen atau ibuprofen daripada aspirin. Karena kaitannya dengan sindrom Reye, orang tua sebaiknya diajarkan untuk tidak pernah memberi aspirin pada anak di luar resep khusus.

  • Pantaulah tanda vital dan status neurologis pasien secara intensif, dan segera laporkan jika terjadi perubahan. 
  • Kaji status respiratorik pasien, dan pertahankan kepatenan jalan napas.
  • Lakukan tindakan pencegahan kejang. 
  • Pantau asupan dan output dengan saksama. 
  • Sarankan orang tua mendapatkan informasi lanjutan di Yayasan Sindrom Reye Nasional.


Referensi:

  1. Nursing. Seri Untuk Keunggulan Klinis. 2011. Menafsirkan Tanda dan Gejala Penyakit. Jakarta: PT Indeks.
  2. Christoper P. Raab. 2021. Reye's Syndrome. Sydney Kimmel Medical College at Thomas Jefferson University. MSD Manual

Ida Radliyatul Fahmi, S.Kep., Ners
Ida Radliyatul Fahmi, S.Kep., Ners Perawat Ruang Cardio Vascular Care Unit (CVCU) RSUD Provinsi NTB

Posting Komentar untuk "Asuhan Keperawatan Pada Sindrom Reye - Intervensi"