Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Asuhan Keperawatan Retinal Detachment - Intervensi

Retinal detachment atau Pelepasan retinal terjadi jika retina sensorik terpisah dari epitelium pigmen retinal, sehingga menciptakan ruang supretinal. Kemudian ruang ini terisi cairan, yang disebut cairan subretinal. Pelepasan retinal biasanya hanya melibatkan satu mata, tetapi kemudian bisa melibatkan dua mata. Kondisi ini dua kali lebih sering menyerang pria daripada wanita. 

Pengikatan/penempelan kembali (reattachment) dengan pembedahan biasanya berhasil, tetapi prognosis untuk penglihatan yang baik tergantung pada area retina yang diserang.

Asuhan Keperawatan Retinal Detachment
Image by Community Eye Health on flickr

Penyebab 

Pada orang dewasa 

  • Perubahan degeneratif 
  • Koyakan atau lubang di retina 
  • Rembesan cairan ke dalam ruang subretinal 

Pada anak-anak 

  • Hereditas 
  • Retinopati prematuritas 
  • Trauma 
  • Tumor (retinoblastoma) 

Tanda dan gejala 

Awal 

  • Bintik yang melayang 
  • Kilatan cahaya berulang-ulang 

Selanjutnya 

  • Kehilangan penglihatan perlahan-lahan dan tidak menyakitkan (bisa dideskripsikan sebagai tudung, tirai, atau jaringan laba-laba yang mengurangi bagian bidang visual) 

Uji diagnostik 

  • Oftalmoskopi setelah dilasi pupil penuh menunjukkan retina yang biasanya transparan menjadi kelabu dan buram. Pada pelepasan parah, oftalmoskopi memperlihatkan lipatan di retina dan pelembungan keluar dari area.
  • Oftalmoskopi tidak langsung digunakan untuk mendeteksi koyakan retinal.
  • Ultrasonografi okular dilakukan jika pasien memiliki lensa buram. 

Penanganan 

  • Pembatasan gerakan mata dan istirahat total dilakukan untuk mencegah pelepasan lebih parah lagi. Kepala pasien diposisikan agar gravitasi menarik retina yang lepas dan mendekati koroid.
  • Lubang dalam retina periferal bisa ditangai dengan krioterapi, sedangkan lubang di bagian posterior ditangani dengan terapi laser, 
  • Intervensi pembedahan berupa pengaitan (buckling) skleral untuk mengikat retina kembali dan, kemungkinan, berupa penggantian vitreosa dengan minyak, udara, gas, atau silikon. 

Intervensi Asuhan Keperawatan 

  • Beri dukungan emosional, karena pasien bisa merasa putus asa akibat kehilangan penglihatan. 
  • Basuh wajah pasien dengan sampo bayi untuk menyiapkannya menjalani pembedahan. Beri antibiotik dan tetes mata sikloplegis-midriatik.
  • Setelah pembedahan, minta pasien berbaring dalam posisi (bisa berupa posisi tiarap) yang mempermudah tamponade gas atau minyak dalam retina. Larang pasien mengejan saat defekasi, membungkuk ke bawah, dan batuk keras, bersin, atau muntah, karena bisa meningkatkan tekanan intraokular. Bila perlu, beri antiemetik sesuai resep. Larang pasien melakukan aktivitas yang meningkatkan risiko tabrakan mata.
  • Bersihkan mata dengan lembut, menggunakan tetes mata sikloplegis dan tetes mata steroid-antibiotik setelah melepas pelindung mata.
  • Gunakan kompres dingin untuk meringankan pembengkakan (edema postoperatif) dan nyeri. 
  • Beri analgesik, misalnya asetaminofen (tylenol), seperlunya, jika nyeri tetap ada.
  • Ajari pasien cara instilasi tetes mata dengan benar, dan tekankan perlunya menyelesaikan perawatan dan menjalani perawatan lanjutan.
  • Minta pasien mengenakan kaca mata gelap untuk mengimbangi sensitivitasnya terhadap ,cahaya. 


Sumber:

Nursing. Seri Untuk Keunggulan Klinis (2011). Menafsirkan Tanda dan Gejala Penyakit. Jakarta: PT Indeks

Ida Radliyatul Fahmi, S.Kep., Ners
Ida Radliyatul Fahmi, S.Kep., Ners Perawat Ruang Cardio Vascular Care Unit (CVCU) RSUD Provinsi NTB

Posting Komentar untuk "Asuhan Keperawatan Retinal Detachment - Intervensi"