Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Diare Amoebiasis Akibat Infeksi Entamoeba Histolytica

Amoebiasis adalah infeksi pada usus besar atau kadang-kadang masuk ke  hati dan organ lain. Infeksi ini  disebabkan oleh parasit protozoa bersel tunggal Entamoeba histolytica.

Amuba dapat menyebar pada manusia melalui makanan atau air yang tidak bersih. Gejala yang timbul biasanya  diare, sembelit, nyeri perut dan demam. Diagnosis dilakukan berdasarksn pada analisis sampel tinja dan  tes lain juka diperlukan, seperti kolonoskopi, ultrasonografi dan tes darah.

Amebiasis cenderung terjadi di daerah yang sanitasi tidak memadai atau kurang bersih. Parasit terdapat di seluruh dunia, tetapi sebagian besar infeksi terjadi di wilayah Afrika, Asia, dan sebagian Amerika Tengah dan Selatan. Di seluruh dunia setiap tahun, sekitar 50 juta orang terinfesi amoebiasis dan sebanyak 100.000 di antaranya meninggal.

Photo by Dr. N.J. Wheeler, Jr, USCDCP on Pixnio

Penyebab

Spesies Entamoeba yang ada dalam dua bentuk:

  • Parasit aktif (trofozoit)
  • Parasit yang tidak aktif (kista)

Penularan Amoebiasis

Infeksi dimulai saat kista tertelan lalu menetas, melepaskan trofozoit yang berkembang biak dan dapat menyebabkan radang atau perlukaan di lapisan usus. Kadang-kadang, mereka menyebar ke hati atau bagian tubuh lainnya. Beberapa trofozoit menjadi kista  yang diekskresikan dalam tinja (feses) bersama dengan trofozoit. Di luar tubuh, trofozoit yang rapuh mati namun kista yang kuat dapat bertahan hidup, dan bisa menyebar ke orang lain.

Kista dapat menyebar langsung dari satu orang ke orang lain atau secara tidak langsung melalui makanan atau air. Di tempat-tempat dengan sanitasi yang buruk, amoebiasis menular tertelannya makanan atau air yang terkontaminasi. Buah dan sayuran dapat terkontaminasi jika ditanam di tanah yang dipupuk oleh kotoran manusia, dicuci dengan air yang tercemar, atau disiapkan oleh seseorang yang terinfeksi. 

Amebiasis dapat terjadi dan menyebar di tempat-tempat dengan sanitasi yang memadai jika orang yang terinfeksi, misalnya, di pusat penitipan anak.

Tanda dan Gejala

  • Gejala amebiasis biasanya berkembang selama satu hingga tiga minggu  antara lain:
  • Diare atau buang air besar lebih dari 3 x sehari dengan konsistensi encer 
  • Terkadang  terdapat darah dalam tinja
  • Sakit perut atau kram
  • Penurunan berat badan dan demam

Sebagian orang bisa mengalami diare parah dengan tinja yang mengandung lendir dan darah (disebut disentri). Beberapa orang mengalami sakit perut yang parah dan kram serta demam tinggi. Diare dapat menyebabkan dehidrasi. Terkadang benjolan besar (ameboma) dapat terbentuk di dalam usus besar (usus besar).

Pada beberapa orang, amuba bisa menyebar ke hati dan menyebabkan abses. Gejala berupa demam, berkeringat, menggigil, lemas, mual, muntah, penurunan berat badan, dan nyeri atau ketidaknyamanan di bagian kanan atas perut. Kulit juga dapat terinfeksi, terutama di area sekitar bokong (infeksi yang menyebar dari tinja yang terkontaminasi).

Diagnosa

  • Pemeriksaan  feses
  • Pemeriksaan darah untuk mendeteksi antibodi terhadap amuba

Untuk mendiagnosis amoebiasis, dilakukan pemeriksaan sampel tinja untuk dianalisis. metode terbaik adalah menguji tinja untuk mencari protein yang dilepaskan oleh amuba (pengujian antigen) atau menggunakan teknik reaksi rantai polimerase (PCR) untuk memeriksa tinja untuk materi genetik amoeba. Teknik PCR menghasilkan banyak salinan materi genetik amoeba dan dengan demikian membuat amoeba lebih mudah diidentifikasi. 

Tes ini lebih berguna daripada pemeriksaan mikroskopis dari sampel feses, yang seringkali tidak meyakinkan. Selain itu, pemeriksaan mikroskopis mungkin memerlukan tiga hingga enam sampel feses untuk menemukan amuba. Bahkan ketika terlihat, Entamoeba histolytica kadang  tidak dapat dibedakan dari beberapa amuba lainnya. Misalnya, Entamoeba dispar yang kelihatannya sama tetapi berbeda secara genetik tidak menimbulkan penyakit.

Endoskopi dapat dilakukan untuk melihat ke dalam usus besar. Jika ditemukan ulkus atau tanda infeksi lain di sana, endoskopi digunakan untuk mengambil sampel cairan atau jaringan dari area abnormal tersebut.

Ketika amuba menyebar ke tempat-tempat di luar usus seperti hati, amuba mungkin tidak lagi ada di dalam tinja. Ultrasonografi, computed tomography (CT), atau magnetic resonance imaging (MRI) dapat dilakukan untuk memastikan abses di hati, tetapi tes ini tidak menunjukkan penyebabnya. Tes darah kemudian dilakukan untuk memeriksa antibodi terhadap amuba. 

Pencegahan

Mencegah makanan dan air terkontaminasi dengan kotoran manusia adalah kunci untuk mencegah amoebiasis. Memperbaiki sistem sanitasi di area tempat infeksi sering terjadi akan sangat  membantu. 

Saat bepergian ke daerah lain yang beresiko, hindari makan makanan mentah termasuk salad dan sayuran, dan harus menghindari konsumsi air dan es yang berpotensi terkontaminasi.

Merebus air hingga mendidih akan  membunuh kista yang terdapat didalamnya. Selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Pengobatan

  • Pada Orang yang mengalami diare harus diberikan cairan pengganti  agar tidak mengalami dehidrasi.
  • Jika dicurigai amoebiasis dan orang tersebut memiliki gejala, amebisida seperti  metronidazole atau tinidazole dapat digunakan. Metronidazol harus diminum selama 7 sampai 10 hari, Tinidazole harus diminum selama 3 sampai 5 hari. 
  • Tinidazole memiliki efek samping yang lebih sedikit dibandingkan metronidazole. Orang tidak boleh minum alkohol saat mengonsumsi salah satu dari obat ini atau selama beberapa hari setelahnya karena dapat menyebabkan mual, muntah, kemerahan, dan sakit kepala. 
  • Metronidazole, tinidazole, atau nitazoxanide diberikan kepada wanita hamil hanya jika manfaatnya lebih besar daripada risikonya.
  • Baik metronidazole, tinidazole, atau nitazoxanide tidak membunuh semua kista yang ada di usus besar. Obat kedua seperti paromomycin, diiodohydroxyquin, atau diloxanide furoate digunakan untuk membunuh kista dan  mencegah kekambuhan. 


Referensi:

  1. Richard D. Pearson. 2020. Amebiasis (Amoebiasis). Universiry of Virginia School of Medicine. MSD Manual.
  2. Vinod K Dhawan. 2019. Amebiasis. Infectious Disease Med Scape.

Zul Hendry , Ners., M.Kep
Zul Hendry , Ners., M.Kep Dosen Tetap Program Studi Keperawatan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Mataram

Posting Komentar untuk "Diare Amoebiasis Akibat Infeksi Entamoeba Histolytica "