Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Asuhan Keperawatan Penyakit Ginjal Polikistik - Intervensi

Penyakit ginjal polisistik adalah penyakit turun-temurun dan ditandai dengan kumpulan kista multipel, bilateral, mirip anggur, dan berisi cairan yang secara kasat mata membuat ginjal membesar, sehingga menekannya dan akhirnya menggantikan jaringan ginjal yang sedang berfungsi. 

Penyakit ini muncul dalam dua bentuk berbeda. Bentuk infantil menvebabkan neonatus meninggal saat lahir atau neonatus meninggal dalam usia dini, sedangkan beberapa bayi bertahan hidup sampai 2 tahun dan kemudian menderita gagal ginjal, jantung, atan respiratorik fatal. 

Bentuk penyakit pada orang dewasa mulai menyerang secara tersembunyi tetapi biasanya menjadi terlihat jelas antara usia 30 sampai 50 tahun, deteriorasi renal muncul lebih bertahap tetapi berkembang ganas menjadi uremia fatal. Prognosis pada orang dewasa bervariasi, setelah gejala uremik berkembang. penyakit ginjal polisistik biasanya menjadi fatal dalam 4 tahun, kecuali jika pasien ditangani dengan dialisis, transplantasi ginjal, atau keduanya. 

Asuhan Keperawatan Penyakit Ginjal Polisistik
Image by Natural Herbs Clinic from Pixabay 

Penyebab 

  • Infantil: sifat resesif autosomal turun-temurun 
  • Tipe orang dewasa: sifat dominan autosomal 

Tanda dan gejala 

a. Penyakit ginjal polisistik infantil 

  • Telinga terkulai dan posisinya rendah 
  • Fibrosis hepatik (hipertensi portal, varises berdarah)
  • Hidung tajam 
  • Lipatan epikantal terlihat jelas 
  • Gagal ginjal 
  • Distres respiratorik 
  • Dagu kecil 
  • Uremia 

b. Penyakit ginjal polisistik orang dewasa 

  • Pendarahan retroperitoneaI yang membahayakan jiwa (jika kista mengalami ruptur) 
  • Nyeri lumbar 
  • Poliuria 
  • Proteinuria 

  • Hematuria rekuren 

  • Gagal ginjal 
  • Abdomen membengkak atau lunak yang memburuk saat mengerahkan tenaga dan reda saat berbaring 
  • Uremia 

Uji diagnostik 

  • Dalam stadium atas, diagnosis diperjelas oleh ginjal yang secara kasat mata membesar dan bisa diraba.
  • Urografi ekskretorik atau ureteropielografi retrograd memperlihatkan ginjal yang membesar, disertai pelvis renal yang memanjang, kaliks memipih, dan indentasi akibat kista. Urografi ekskretorik neonatus menunjukkan buruknya ekskresi medium kontras. 
  • Ultrasonografi, tomografi, dan scan radioisotop menunjukkan ginjal yang membesar dan kista. Computed tomography scan dan magnetic resonance imaging menunjukkan area multipel kerusakan sistik.
  • Urinanalisis dan uji pembersihan kreatinin (uji nonspesifik yang mengevaluasi fungsi ginjal) mengindikasikan keabnormalan.
  • Diagnosis harus menyingkirkan tumor ginjal.

Penanganan 

  • Penanganan meliputi kultur urin dan uji pembersihan kreatinin tiap 6 bulan. Jika kultur urin mendeteksi infeksi, pasien memerlukan pengobatan antibiotik yang tepat dan sangat baik. 
  • Gagal ginjal progresif membutuhkan penanganan yang hampir sama dengan penanganan penyakit ginjal tipe lain, meliputi dialisis atau transplan ginjal (transplan jarang ,dilakukan). 
  • Abses sistik atau pendarahan retroperitoneal bisa membutuhkan drainase rnelalui pembedahan. 
  • Nyeri yang tak tertahankan (gejala yang jarang muncul) juga bisa membutuhkan pembedahan.
  • Anemia ditangani dengan suplemen zat besi dan suplemen lain, eritroprotein, atau transfusi darah. 
  • Karena penyakit ini menyerang kedua ginjal nefrektomi biasanya tidak direkomendasikan karena bisa meningkatkan risiko infeksi di ginjal yang tersisa. 

Intervensi Asuhan  Keperawatan 

  • Pada pasien dewasa berusia muda atau orang tua bayi penderita penyakit ginjal polisistik, sarankan mereka mendapatkan konseling genetik. Orang tua pasien mungkin akan banyak bertanya mengenai risiko keturunannya yang lain. 
  • Lakukan perawatan suportif untuk meminimalkan gejala yang berkaitan. Secara saksama, kaji gaya hidup dan status fisik dan mental pasien, dan tentukan seberapa cepat penyakit ini berkembang. Gunakan informasi ini untuk menyesuaikan rencana perawatan pribadi pasien.
  • Lakukan perawatan bagi pasien yang membutuhkan dialisis dan transplantasi sesuai indikasi, serta lakukan perawatan yang sesuai dan beri pengajaran pada pasien saat penyakit berkembang.
  • Jelaskan semua prosedur diagnostik. Sebelum memulai urografi ekskretorik atau prosedur lain yang menggunakan medium kontras berbasis-yodium, tentukan apakah pasien pernah mengalami reaksi alergis terhadap yodium atau kerang. Walaupun pasien tidak memiliki riwayat alergi, lihat adakah reaksi alergis setelah menjalani prosedur tersebut. 
  • Beri antibiotik untuk menangani infeksi traktus kencing. Tekankan perlunya minum medikasi tepat sesuai resep, walauptin gejala sudah minimal atau hilang.


Referensi :

  1. Natalie Philips. 2020. Polycysti c Kidney Disease. Health Line
  2. Nursing. Seri Untuk Keunggulan Klinis (2011). Menafsirkan Tanda dan Gejala Penyakit. Jakarta: PT Indeks


Zul Hendry , Ners., M.Kep
Zul Hendry , Ners., M.Kep Dosen Tetap Program Studi Keperawatan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Mataram

Posting Komentar untuk "Asuhan Keperawatan Penyakit Ginjal Polikistik - Intervensi"