Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Fakta Perbedaan Pria dan Wanita Secara Biologis dan Psikologis

Antara pria dan wanita, memiliki kesamaan dan perbedaan. Hal ini telah menjadi topik perbincangan  dan menjadi hal mendasar dalam tatanan kehidupan manusia. Perbedaan ini mencakup aspek genetik, gonad dan fenotif.

Hal ini seharusnya bukan menjadi barometer adu hebat, siapa yang lebih dominan. Justru seharusnya menjadi sumber kajian untuk memahami kelebihan dan kekurangan masing masing.

Secara genetik, DNA pria dan wanita 98.5% identik. Bahkan memiliki hormon yang sama, hanya rasio dan jumlahnya saja yang berbeda.

Secara lebih mendetail, berikut fakta-fakta tentang perbedaan fisik biologis, psikologis, dan nutrisi antara pria dan wanita.

Foto Source : Amtec Photos

Perbedaan Fisik dan Biologis

1. Kulit

Pria memiliki kulit yang lebih tebal sekitar 25% dibandingkan wanita dan memilki kepadatan protein kolagen yang lebih tinggi. Inilah yang menjadikan kulit wanita secara umum lebih halus daripada pria. Selain itu, pria juga memiliki tulang, tendon, dan ligamen yang lebih kuat dan strukturnya lebih padat.

2. Otot

Sebagian besar pria memiliki massa otot lebih banyak daripada wanita. Selain itu otot rangka pria lebih kuat dari wanita. Tapi sebaliknya otot wanita lebih adaptif terhadap kelelahan dan lebih cepat pulih dibandingkan pria.

Semakin banyak massa otot yang dimiliki, maka dibutukan semakin banyak darah untuk menyalurkan nutrisinya. Hal ini yang menyebabkan pria memiliki pembuluh darah yang lebih menonjol jika dibandingkan wanita.

Pada masa pertumbuhan, anak perempuan mengembangkan keterampilan motorik halus lebih cepat daripada laki-laki. Hal inilah yang diduga menjadi penyebab kenapa tulisan tangan wanita sebagian besar lebih rapi dibandingkan laki-laki.

3. Panjang Jari Tangan

Umumnya jari telunjuk wanita lebih panjang daripada jari manis. Sedangkan kebalikannya, jari manis pada pria lebih panjang daripada jari telunjuk.

4. Otak

Struktur otak pria memiliki banyak materi abu-abu sedangkan wanita memilki lebih banyak materi putih yang menghubungkan berbagai bagian otak. Hal ini mempengaruhi perbedaan cara otak  pria dan wanita memproses informasi dan berinteraksi dengan sinyal kimiawi. Selain itu, wanita memiliki pusat ingatan yang lebih besar daripada pria.

5. Voice Box

Pria memiliki voice box dan tulang rawan yang lebih menonjol dibandingkan wanita, sehingga suara pria relatif lebih berat. pada pria lingkaran tulang rawan ini juga menonjol, dikenal dengan istilah jakun.

6. Tulang

Pria dan wanita mecapai puncak massa tulang sekitar usia 30 tahun. Pada usia 40 tahun, pria dan wanita mulai mengalami penurunan massa tulang. Pada wanita menopause mempercepat pengeroposan tulang. Jadi, wanita di atas 50 tahun membutuhkan kalsium lebih banyak daripada pria. Kebutuhan kalsium pada wanita sekitar 1200 mg, sedangkan pada pria 1000 mg.

7. Kadar Lemak

Kadar lemak tubuh lebih tinggi pada wanita sekitar 10% dibandingkan pria. Lemak ini dibutuhkan secara fisiologis oleh tubuh wanita untuk mendukung reproduksi. Jika kadar lemak terlalu rendah pada wanita, maka bisa terjadi gangguan menstruasi.

Pada wanita lemak akan cenderung lebih menumpuk di area pinggul dan paha. Sedangkan pada pria lemak jika kelebihan lemak cenderung akan mengumpul di area perut.

8. Darah.

Pria memiliki lebih banyak sel darah merah dan  memiliki tekanan darah yang lebih tinggi dibandingkan wanita.

Wanita lebih sensitif terhadap suhu dingin dibandingkan pria. Selain itu, aliran darah pada wanita lebih terkonsentrasi di sekitar ekstremitas bawah, sedangkan pada pria lebih merata. Inilah penyebabnya tangan dan kaki terasa relatif lebih dingin.

9. Penciuman

Wanita memiliki indra penciuman dan pengecapan yang lebih baik dibandingkan pria. Wanita memilki lebih dari 50 sel didalam nervus olvaktorius, bagian otak yang bertanggung jawab untuk memproses bau. Wanita juga umumnya memiliki selera makanan yang lebih tinggi. 

10. Pengelihatan

Wanita memiliki kemampuan membedakan warna lebih baik daripada pria. Ini disebabkan karena ia memilki lebih banyak sel P, yaitu sel yang bertanggung jawab untuk mengidentifikasi objek, serta menganalisis tekstur warna. 

Sedangkan pria memilki kemampuan lebih baik dalam mengidentifikasi dan melacak pergerakan objek. Hal ini disebabkan karena memilki retina yang lebih tebal dan sel M yang lebih besar. Sel M bertanggung jawab untuk melacak pergerakan objek.

11. Mendengar

Wanita memilki 11% neuron lebih banyak di pusat otak yang mengontrol bahasa dan pendengaran. Wanita tidak hanya mendengar lebih baik dibandingkan pria, mereka juga lebih peka untuk membedakan nada emosional secara intonasi dan suara.

Seiring bertambahnya usia, pria lebih sulit mendengar suara bernada tinggi, sementara wanita lebih sulit mendengar suara bernada rendah.

12. Gangguan Syaraf

Dibandingkan wanita, Prevalensi gangguan syaraf lebih banyak terjadi pada pria seperti kejadian disleksia dan autisme. Hal ini diduga terkait dengan masalah gen. Otak pria lebih rentan terhadap cacat genetika. Sementara wanita membutuhkan mutasi genetik yang lebih ekstrim untuk bisa menyebabkan ganguan yang sama.

13. Lebih peka terhadap nyeri

Wanita lebih peka terhadap nyeri. Saat mengalami rasa nyeri, bagian otak yang berhubungan dengan fungsi internal (amiglada) kiri yang diaktifkan. Sedangkan pada pria yang aktif adalah amiglada bagian kanan saat mengalami nyeri. 

14. Tidur

Sebuah study di duke university mengungkapkan bahwa ternyata pria lebih bisa beradaptasi dengan kondisi kurang tidur. Sementara wanita lebih terdampak secara fisik dan mental. Mereka beresiko lebih tinggi terkena gangguan jantung dan depresi.

15. Sakit

Wanita cenderung lebih rutin melakukan pemeriksaan kesehatan dibandingkan pria. Dan Pria lebih cenderung berbohong atau menyembunyikan gejala mereka jika mengalami sakit. 

Perbedaan Psikologis dan Emosional

1. Memproses informasi dan Bahasa

Wanita dan pria memproses informasi secara berbeda. Pria sebagian besar menggunakan belahan otak kiri, sedangkan wanita cenderung menggunakan kedua belahan otak.

Wanita cenderung mengembangkan kemampuan verbal di kedua sisi otak mereka. Ha inilah yang menyebabkan kecenderungan wanita lebih “cerewet” dibandingkan pria. Demikian juga jika wanita diminta mendeskripsikan sebuah cerita, objek, orang, perasaan atau tempat.

Sementara pria cenderung memilki kemampuan verbal lebih dominan pada otak sebelah kiri, dan secara keseluruhan memiliki lebih sedikit pusat verbal. Pria juga memiliki konektifitas yang lebih rendah antara wilayah otak yang bertanggung jawab terhadap memori dengan wilayah yang bertanggung jawab atas emosi dan ekspresi.

Hal ini mungkin menjelaskan kenapa wanita lebih peka dan lebih baik dalam berbicara tentang perasaan mereka. Dibandingkan pria lebih sulit untuk mengungkapkan atau mengekspresikan emosi dan perasaannya sehingga pria terkesan kurang peka.

Selain itu, wanita memilki korteks frontal dan temporal yang lebih besar. Hal ini dianggap mempengaruhi kemampuan bahasa. Bagian otak ini matang lebih awal pada anak perempuan  sekitar 6 tahun dibandingkan anak laki-laki. 

Saat dalam kandungan, janin laki-laki dan perempuan menunjukan perbedaan otak saat usia 26 minggu. Pada tahap ini  otak perempuan mulai mengembangkan corpus callosum yang lebih tebal, yaitu bagian otak yang menghubungkan belahan kiri dan kanan.

2. Respon terhadap Stress 

Saat mengalami stress, pria dan wanita sama-sam mengeluarkan oksitosin. Perbedaannya adalah pada wanita oksitosin bergabung dengan estrogen untuk menciptakan efek menenangkan. Sedangkan pada pria oksitosin bergabung dengan testosteron akan cenderung membuat pria lebih agresif.

Dalam menanggapi pengalaman emosional, pria hanya menggunakan satu sisi otak, sementara wanita menggunaka kedua sisi. Selain itu  wanita juga menyimpan memori yang lebih kuat terhadap peristiwa emosional dibandingkan pria.

3. Berfikir 3 Dimensi

Pria lebih mahir dalam memikirkan objek tiga dimensi daripada wanita. Keterampilan ini mungkin berkembang sejak masa manusia berburu dan sering terlibat dalam peperangan dan kompetisi. 

4. Wanita lebih Cepat khawatir

Wanita lebih cenderung lebih cepat khawatir daripada pria. Hal ini diduga disebabkan oleh perbedaan komposisi hormonal dan faktor lingkungan. Namun ini justru hal baik, karena kekhawatiran memberi keuntungan dalam hal meramalkan dan menangani masalah.

5. Menangis

Hormon yang menghasilkan ASI pada wanita juga mempengaruhi kelenjar air mata. Karena wanita memiliki lebih banyak hormon ini dibandingkan pria, maka tubuh wanita lebih mudah menghasilkan air mata dibandingka pria.

Beberapa wanita memilki kadar hormon yang lebih tinggi. Hal inilah yang membuat mereka lebih cenderung cepat menangis, walaupun untuk masalah yang kecil. Meskipun demikian, keluarnya air mata dan menangis pada wanita tidak selalu berarti mereka sedang mengalami kesedihan.

Perbedaan Kebutuhan Nutrisi

  • Pada rentang usia 14-51 tahun, wanita biasanya memilki kebutuhan zat besi yang lebih tinggi daripada pria. Hal ini karena wanita kehilangan darah selama menstruasi yang siklusnya setiap 28-40 hari sehingga lebuh rentan terkena anemia.

  • Folat adalah vitamin esensial bagi tubuh pria dan wanita. Tapi khusus untuk wanita subur, jika mengalami kehamilan, folat sangat dibutuhkan untuk perkembangan syaraf bayi mereka.

  • Pada saat berolahraga, bahan bakar utama wanita adalah lemak, sedangkan pria menggunakan karbohidrat terlebih dahulu.

  • Kebutuhan kalori harian pria lebih besar dari wanita. Hal ini disebabkan karena massa otot yang lebih banyak dan  laju metabolisme yang lebih tinggi. Sehingga pembakaran kalori relatif lebih tinggi pada pria.
  • Secara umum kebutuhan vitamin D sama antara pria dan wanita. Tapi pada usia lansia wanita perlu menambah asupan vitamin D untuk meningkatkan penyerapan kalsium.
  • Kebutuhan seng umumnya sama antara keduanya. Tapi memasuki masa menopause, kebutuhan seng pada wanita lebih tinggi. Mereka menyimpan mineral seng di tulang. Tapi pria juga menyimpannya di prostat.
  • Wanita lebih sulit menetralisir alkohol karena memilki enzim pemecah alkohol yang lebih sedikit dibandingkan pria. Pada pria terdapat enzim yang lebih banyak untuk mengurai alkohol lebih cepat, sehingga efek alkohol menjadi lebih sedikit. Secara sederhana bisa dikatakan kalau wanita akan lebih cepat mabuk jika mengkonsumsi alkohol.

Akhir Kata

Adanya perbedaan pada pria dan wanita tidak mengindikasikan bahwa salah satu lebih hebat dari yang lainnya. Justru dengan memahami adanya perbedaan di atas, antara pria dan wanita lebih bisa saling melengkapi dan bekerjasama satu sama lain. 

Disamping itu, dengan memahami karakteristik fisiologis masing masing, kita bisa menyesuaikan jenis aktifitas, olahraga, sampai pola konsumsi. Sebagai usaha untuk menjaga kesehatan agar bisa terus beraktifitas dan produktif sepanjang usia. Sekali lagi, ini bukan masalah kompetisi, tapi bagaimana agar bisa saling mengisi.



Sumber :

https://www.factinate.com

https://askthescientists.com

Zul Hendry , Ners., M.Kep
Zul Hendry , Ners., M.Kep Dosen Tetap Program Studi Keperawatan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Mataram

Posting Komentar untuk "Fakta Perbedaan Pria dan Wanita Secara Biologis dan Psikologis"