Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Intervensi Asuhan Keperawatan Pada Melanoma Maligna

Melanoma maligna adalah neoplasma yang muncul dari melanosit dan insidensinya meningkat sebesar 50% dalam 20 tahun terakhir.Secara khusus, naiknya Insidensi melanoma in situ menunjukkan bahwa keganasan ini kini dideteksi lebih dini. 

Insidensinya bervarasi dalam populasi berbeda tetapi sekitar 10 kali lebih banyak terjadi pada penduduk kulit putih daripada penduduk bukan kulit putih. Empat tipe melanoma adalah melanoma menyebar superfisial, melanoma maligna nodular, melanoma maligna lentigo, dan melanoma akral-lentiginosa. 

Melanoma menyebar melalui sistem limfatik dan vaskular dan bermetastasis ke nodus limfa regional, kulit, hati, paru-paru, dan sistem saraf pusat (central nervous system - CNS). Rangkaiannya tidak bisa diprediksi, tetapi rekurensi dan metastasisnya bisa muncul lebih dari 5 tahun setelah pasien menjalani reseksi lesi primer. Jika menyebar ke nodus limfa regional, pasien berpeluang sebesar 50% untuk bertahan hidup.

Asuhan Keperawatan Melanoma maligna
Foto by Dermanonymous on: wikimedia.org

Tempat umum melanoma adalah di kepala dan leher (pada pria), di kaki (pada wanita), dan di punggung (pada orang yang terpapar sinar matahari secara berlebihan). Sampai 70% melanoma muncul dari nevus yang sebelumnya dialami penderita. Di kasus langka, melanoma bisa muncul di konjungtiva, koroid, faring, mulut, vagina, atau anus. 

Melanoma diprediksi menggunakan Aturan ABCD Melanoma, yaitu: 

1. Keasimetrisan batas 

2. Pendarahan atau pengerakan 

3. Warna: hitam-biru atau bermacam-macam 

4. Diameter lebih dari 1/4" (6 mm) 

Prognosisnya bervariasi menurut ketebalan tumor. Umumnya, lesi superfisial bisa disembuhkan, sedangkan lesi yang lebih dalam cenderung bermetastasis. Metode Tingkat Breslow mengukur kedalaman tumor dari tingkat granular epidermis sampai sel melanoma yang terdalam. 

Lesi melanoma yang dalamnya kurang dari 0,76 mm memiliki prognosis yang sangat baik, sedangkan lesi yang lebih dalam (yang dalamnya 0,76 mm atau lebih) berisiko bermetastasis. Prognosisnya lebih baik jika turnor berada di ekstremitas (yang dialirkan oleh satu jaringan limfatik) daripada jika tumor berada di kepala, leher, atau batang tubuh (yang dialirkan oleh beberapa jaringan).

Penyebab 

  • Faktor autoimun 
  • Paparan sinar ultraviolet berlebihan: 
    • Paling umum di area hangat yang banyak mendapat sinar matahari 
    • Bagian tubuh yang terpapar sinar matahari 
    • Luka bakar yang melepuh sebelum berusia 20 tahun (meningkatkan risiko sebesar dua kali) 
  • Faktor genetik (meningkatkan risiko sebesar delapan kali) 
  • Faktor hormonal (kemungkinan peningkatan risiko dan pertumbuhan yang terakselerasi jika sedang hamil) 
  • Riwayat melanoma (risiko 10 kali lebih besar mengalami melanoma kedua) 
  • Tipe kulit: 
    • Rambut pirang atau merah, kulit terang, dan mata biru 
    • Keturunan Celtic atau Skandinavia 
    • Jarang terjadi pada orang kulit hitam (jika terjadi, melanoma biasanya muncul di area yang berpigmen sedikit, yaitu di telapak tangan, permukaan plantar kaki, atau selaput lendir) 

Tanda dan gejala 

1. Melanoma menyebar superfisial: 

  • Berkembang di bagian tubuh yang terkena sinar matahari 
  • Pertumbuhan horisontal bisa berlanjut selama bertahun-tahun 
  • Marjin bertakik dan tidak beraturan 
  • Warna merah, putih, dan biru di atas latar belakang cokelat atau hitam 
  • Nodula tumor kecil dan timbul yang bisa berulser dan berdarah 
  • Prognosis semakin memburuk jika melanoma tumbuh secara vertical

2. Melanoma maligna nodular: 

  • Berkembang di area tubuh manapun 
  • Lebih sering menyerang pria 
  • Melanoma yang paling sering keliru didiagnosis (karena mirip dengan lepuh darah atau polip) . 

3. Metanoma maligna lentigo: 

  • Berkembang di bawah kuku jari tangan, wajah, dan di punggung tangan Besar (1" sampai 2" [2,5 sampai 5 cm]), bintik-bintik pipih berwarna kecokelatan, cokelat, hitam, keputihan, atau berwarna batu tulis Nodula hitam yang berpencar di permukaan 
  • Berkembang dengan lambat (biasanya selama beberapa tahun); bisa terjadi ulserasi 

4. Melanoma akral-lentiginosa: 

  • Lebih sering menyerang orang Asia dan orang kulit hitam 

Uji diagnostik 

  • Biopsi kulit dengan pemeriksaan histologis bisa membedakan melanoma maligna dengan nevus jinak, keratosis seboreik, dan epitelioma set basal berpigmen. Uji ini juga bisa menentukan ketebalan tumor. 
  • Pemeriksaan fisik, yang menaruh perhatian terbesar pada nodus limfa, bisa menunjukkan keterlibatan metastatik. Studi laboratoris mendasar meliputi jumlah darah lengkap dengan diferensial, tingkat sedimentasi eritrosit, jumlah keping darah, studi fungsi hati, dan urinanalisis.
  • Tergantung pada kedalaman invasi dan rnetastasis tumor, studi diagnosis mendasar juga bisa meliputi sinar-X dada dan computed tomography (CT) scan pada dada dan abdomen. 
  • Tanda metastasis tulang bisa membutuhkan scan tulang, sedangkan tanda metastasis CNS bisa membutuhkan scan otak. 

Penanganan 

  • Perluasan reseksi melalui pembedahan tergantung pada ukuran dan lokasi lesi primer.
  • Penutupan reseksi yang lebar bisa memerlukan graf kulit. 
  • Penanganan melalui pembedahan bisa meliputi limfadenektomi regional. 
  • Melanoma kutaneus hampir 100% bisa direseksi jika didiagnosis ketika sel ganas masih terbatas pada epidermis.
  • Lesi primer dalam bisa membutuhkan kemoterapi dan bioterapi adjuvan atau imunoterapi untuk mengeliminasi atau mengurangi jumlah sel tumor.
  • Terapi radiasi biasanya disimpan untuk penyakit metastatik; terapi gen juga bisa menjadi pilihan penanganan.
  • Apa pun metode penanganannya, melanoma membutuhkan pemeriksaan lanjutan yang teliti dan jangka-panjang untuk mendeteksi metastasis dan rekurensi. Sekitar 13% rekurensi terjadi lebih dari 5 tahun setelah pembedahan primer dilakukan.

Intervensi Pada Asuhan Keperawatan 

  • Beri pengajaran preoperatif, lakukan perawatan postoperatif dengan sangat cermat, dan beri dukungan emosional.
  • Ulas penjelasan mengenai pilihan penanganan. Beri tahu pasien apa yang bisa terjadi sebelum dan sesudah pembedahan, terlihat seperti apa lukanya, dan tipe pembalut apa yang akan ia pakai. 
  • Ingatkan pasien bahwa tempat donor untuk graf kulit bisa terasa sakit seperti di tempat eksisi tumor, atau mungkin bisa lebih menyakitkan. Jawablah pertanyaannya dengan jujur mengenai pembedahan, kemoterapi, dan radiasi.
  • Lakukan langkah-langkah mencegah infeksi setelah pembedahan. Seringkali periksalah pembalut untuk melihat adakah drainase berlebihan, bau busuk, warna merah, atau pembengkakan.
  • Gunakan stoking antiembolisme jika pembedahan meliputi limfadenektomi dan minta pasien tetap mengangkat ekstremitasnya.
  • Pantau adakah reaksi merugikan terhadap kemoterapi selama pasien menjalani prosedur ini dan lakukan tindakan untuk mencegahnya.

Ketika menyiapkan kepulangan pasien 

  • Tekankan perlunya pemeriksaan lanjutan untuk menceteksi rekurensi sejak dini. Jelaskan bahwa rekurensi dan metastasis (jika ada) umumnya tertunda, sehingga pemeriksaan lanjutan harus terus dilakukan selama bertahun-tahun.
  • Ajari pasien cara mengenali tanda rekurensi. 
  • Beri dukungan emosional. Dorong pasien mengungkapkan ketakutannya melalui kata-kata.

Jika pasien menderita penyakit metastatik tingkat atas 

  • Buat acuan untuk perawatan di rumah, layanan sosial, dan bantuan spiritual dan finansial seperlunya.
  • Tekankan mengenai efek gangguan dari paparan radiasi matahari berlebihan, terutama pada pasien berkulit terang dan bermata biru. Rekomendasikan untuk menggunakan tabir surya.


Referensi:

  1. Gary W Cole. 2020. Melanoma: Introduction to a Deadly Skin Cancer. Medicine Net
  2. Pamela.C.A.et.al.2008. Nursing: Understanding Disease. Lippincott William & Wilkins : Norristown Road.
Marthilda Suprayitna, Ners., M.Kep
Marthilda Suprayitna, Ners., M.Kep Praktisi dan Dosen Keperawatan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Mataram

Posting Komentar untuk "Intervensi Asuhan Keperawatan Pada Melanoma Maligna"