Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Intevensi Asuhan Keperawatan Pada MRSA atau Methicillin Resistant Staphylococcus Aureus

Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) merupakan mutasi bakterium yang sangat umum dan menyebar mudah melalui kontak antara satu orang ke orang lain secara langsung. 

Dulu, MRSA terbatas pada rumah sakit besar untuk pendidikan dan pusat perawatan tersier, dan kini MRSA endemik dalam rumah perawatan, fasilitas perawatan jangka-panjang, dan bahkan rumah sakit komunitas. Pasien yang paling berisiko terkena MRSA meliputi pasien yang mengalami imunosupresi, pasien luka bakar, pasien intubasi, dan pasien yang menggunakan kateter venosa pusat, mengalami luka pembedahan, atau menderita dermatitis. 

MRSA memasuki fasilitas perawatan kesehatan melalui pasien terinfeksi dan terkolonisasi atau melalui pekerja perawat kesehatan terkolonisasi, Walaupun telah disembuhkan dari permukaan lingkungan, MRSA paling sering ditularkan melalui tangan pekerja perawatan kesehatan. 

Methicillin Resistant Staphylococcus Aureus (MRSA)
Foto by Jen on: wikimedia.org

Banyak individu terkolonisasi menjadi pembawa yang tersembunyi. Tempat kolonisasi yang paling umum adalah naris anterior 64% orang dewasa dan sebagian besar anak-anak menjadi pembawa nasal.

Tempat lain meliputi pangkal paha, aksila, dan perut, tetapi tempat-tempat ini tidak terlalu sering menjadi kolonisasi. Biasanya, kolonisasi MRSA didiagnosis dengan mengisolasi bakteri dari sekresi nasal. 

Orang lain yang berisiko meliputi orang yang menggunakan alat prostetik, menggunakan katup jantung, dan menderita infeksi luka postoperatif. Faktor risiko tambahan antara lain dirawat inap di rumah sakit dalam waktu lama, terapi dengan antibiotik multipel atau spektrum-luas dalam waktu lama, dan kedekatan dengan orang yang terkolonisasi atau terinfeksi MRSA. Penderita endokarditis, bakteremia, servisitis, meningitis, perikarditis, atau pneumonia juga berisiko.

Penyebab

Penggunaan antibiotik secara berlebihan

Tanda dan gejala

Pasien simtomatik memperlihatkan tanda dan gejala yang berkaitan dengan diagnosis primer.

Uji diagnostik

MRSA bisa dikulturkan dari tempat dugaan dengan metode kultur yang tepat. Sebagai contoh, MRSA dalam infeksi luka bisa diseka dari kultur. Kultur darah, urin, dan sputum akan memperlihatkan sumber MRSA.

Penanganan 

  • Sebagian besar fasilitas mengisolasi pasien sampai pengamatan kultur menunjukkan hasil negatif. 
  • Lineloid (Zyvox) (dari kelas antibiotik oxazolidinedione) efektif melawan MRSA. 

Intervensi Pada Asuhan Keperawatan 

Intervensi asuhan keperawatan pada pasien yang mengalami MRSA antara lain:

  • Cuci tangan Anda sebelum dan setelah merawat pasien. Mencuci tangan dengan baik merupakan cara yang paling efektif untuk mencegah penyebaran MRSA. 
  • Gunakan sabun antiseptik, misalnya chlorhexidine, karena bakteri telah dikulturasi dari tangan pekerja setelah dicuci dengan sabun yang lebih ringan. Salah satu studi menunjukkan bahwa tanpa mencuci tangan dengan baik, MRSA bisa bertahan hidup di tangan pekerja yang sehat sampai 3 jam. 
  • Lakukan tindakan isolasi kontak. Pasien sebaiknya menggunakan kamar pribadi dan peralatan khusus, selain itu lingkungan sebaiknya diberi disinfektan. 
  • Ganti sarung tangan jika terkontaminasi atau jika berpindah dari area tubuh "kotor" ke area tubuh yang bersih. 
  • Minta teman dan keluarga mengenakan pakaian pelindung saat membesuk pasien, dan tunjukkan pada mereka cara membuangnya. 
  • Beri pengajaran dan dukungan emosional pada pasien dan anggota keluarga. 
  • Pertimbangkan untuk mengelompokkan pasien bersama dan merawat mereka dengan staf perawat yang sama. 
  • Jangan meletakkan peralatan di ranjang atau meja di samping ranjang pasien. Gosok peralatan dengan disinfektan yang tepat sebelum meninggalkan kamar pasien.
  • Pastikan Anda menggunakan antibiotik dengan bijaksana dan saksama.Dorong praktisi untuk membatasi penggunaan antibiotik. 
  • Minta pasien minum antibiotik selama periode yang diperintahkan, walaupun ia mulai merasa lebih baik. 


Referensi:

Sabrina Felson. 2019. Understanding MRSA Infection-The Basic.  Web MD

Marianne Belleza RN. 2021. Methicillin Resistant Staphylococcus Aureus (MRSA). Nurse Lab.

Muhammad Alwi Andi, S.Kep., MMR
Muhammad Alwi Andi, S.Kep., MMR Dosen Keperawatan dan Manajemen Rumah Sakit. di STIKES YARSI MATARAM

Posting Komentar untuk " Intevensi Asuhan Keperawatan Pada MRSA atau Methicillin Resistant Staphylococcus Aureus"