Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Intervensi Asuhan Keperawatan Pada Aritmia Jantung

Konduksi atau automatisitas listrik abnormal mengubah detak jantung dan ritme dalam aritmia jantung, yang juga disebut sebagai disritmia jantung. 

Aritmia adalah masalah dengan kecepatan atau ritme detak jantung. Selama aritmia, jantung bisa berdetak terlalu cepat atau terlalu lambat, atau dengan ritme yang tidak teratur. Saat jantung berdetak terlalu cepat disebut takikardia. Saat jantung berdetak terlalu lambat disebut bradikardia.

Aritmia disebabkan oleh perubahan jaringan dan aktifitas jantung ataua sinyal listrik yang mengontrol detak jantung. Perubahan ini bisa diakibatkan oleh penyakit, cedera, atau genetika. Aritmia sering tidak bergejala, namun pada beberapa orang bisa menimbulkan gejala yang serius, bisa sampai pingsan atau kesulitan bernafas.

Tindakan Keperawatan Pada Aritmia Jantung
Gambar: wikimedia.org
Aritmia bervariasi menurut tingkat keparahannya, dari ringan dan asimtomatik yang tidak membutuhkan penanganan, sampai katastrofik yang segera memerlukan resusitasi. Aritmia umumnya diklasifikasikan menurut asalnya (ventrikular atau supraventrikular). Efeknya terhadap output jantung dan tekanan darah menentukan signifikansi klinisnya. 

Penyebab 

  • Kongenital 
  • Degenerasi jaringan konduktif yang diperlukan untuk menjaga ritme jantung normal (misalnya sick sinus syndrome) 
  • Toksisitas obat 
  • Iskemia miokardial, infarksi, atau penyakit jantung organik 

Tanda dan gejala 

  • Nyeri dada 
  • Ekstremitas terasa dingin dan lembab 
  • Pusing 
  • Pucat 
  • Palpitasi 
  • Output urin berkurang 
  • Sinkope 
  • Lemah

Pengkajian

1. Anamnese

Riwayat keluarga dan Faktor Resiko lainnya 

2. Pemeriksaan Fisik

  • Pembengkakan tungkai bisa menjadi tanda pembesaran jantung atau gagal jantung
  • Pemeriksaan denyut nadi
  • Kecepatan dan ritme jantung
  • Auskultasi suara jantung adakah ditemukan Murmur 
  • Cek tanda penyakit lain, seperti penyakit tiroid, bisa juga menimbulkkan aritmia

3. Pemeriksaan Penunjang

  • EKG untuk memeriksa ritme dan gelombang jantung, apakah stabil atau tidak teratur. Pemeriksaan EKG merupakan pemeriksaan yang paling umum untuk mendiagnosis aritmia
  • Pemeriksaan darah untuk mendeteksi zat tertentu seperti kalium dan hormon tiroid yang dapat meningkatkan resiko aritmia.
  • Elektrofisiologi (EPS) untuk melihat aktivitas listrik jantung.

Intervensi Asuhan Keperawatan 

  • Jika pasien sedang dipantau, kaji adakah gangguan ritme. 
  • Jika denyut nadi pasien cepat, lambat, atau tidak teratur secara abnormal, lihat adakah tanda hiperfusi, misalnya hipotensi dan output urin berkurang. Jika pasien sedang dipantau, dokumentasikan aritma apa pun dan kaji penyebab dan efek yang memungkinkan. 
  • Bila berkembang aritmia yang mengancam kehidupan, secepatnya menilai tingkat kesadaran, respirasi, dan denyut nadi. Mulailah resusitasi kardiopulmoner, jika terindikasi. Berikan pengobatan secukupnya, dan mempersiapkan prosedur medis yang diperlukan, (misalnya kardioversi).
  • Pantau adakah faktor predisposisi misalnya ketidakseimbangan cairan dan elektrolit dan tanda toksisitas obat, terutarna toksisitas digoxin. Jika pasien mengalami toksisitas obat, dosis selanjutnya mungkin harus dihentikan. 
  • Untuk mencegah aritmia pada pasien yang telah menjalani pembedahan kardiak, beri cukup oksigen dan ringankan beban kerja jantung, dengan cara mempertahankan status metabolik, neurologis, respiratorik, dan hemodinamik secara saksama. 
  • Untuk menghindari malfungsi temporer pada pacu jantung, pasang baterai baru sebelum tiap-tiap pemasukan. Secara hati-hati, amankan kabel kateter eksternal dan kotak pacu jantung. Kaji ambang (threshold) pacu jantung tiap hari. 

  • Lihat dengan teliti adakah kontraksi prematur, yang merupakan tanda iritasi miokardial. Untuk menghindari malfungsi permanen pada pacu jantung, batasi aktivitas pasien setelah pemasukan alat ini, pantau denyut jantung secara teratur, dan lihat adakah tanda output jantung berkurang. 

  • Jika pasien memakai pacu jantung permanen, ingatkan ia mengenai bahaya lingkungan dan listrik, sesuai yang diindikasikan oleh pembuat pacu jantung. 
  • Minta pasien melapor bila ia mengalami sakit kepala atau sinkope, dan tekankan pentingnya pemeriksaan teratur. 


Referensi:

  1. Pamela.C.A.et.al.2008. Nursing: Understanding Disease. Lippincott William & Wilkins : Norristown Road.
  2. www.nhlbi.nih.gov/health-topics/arrhythmia


Ida Radliyatul Fahmi, S.Kep., Ners
Ida Radliyatul Fahmi, S.Kep., Ners Perawat Ruang Cardio Vascular Care Unit (CVCU) RSUD Provinsi NTB

Posting Komentar untuk "Intervensi Asuhan Keperawatan Pada Aritmia Jantung"