bR7izkJOiKy1QUHnlV5rpCDjiDlVyiP6q1XpDxAH
Bookmark

Download Makalah Askep Pasien BPH

Prostat merupakan sebuah kelenjar fibromuskular yang melingkar di bagian proksimal uretra atau sering di sebut area bladder neck. Kelenjar prostat berguna untuk melindungi spermatozoa terhadap tekanan yang ada di uretra dan mensekresikan cairan alkalis pada cairan seminalis. 

Pada beberapa orang dengan usia diatas 50 tahun, kelenjar prostatnya mengalami pembesaran, karena terjadi perubahan keseimbangan testosterone dan estrogen. Beberapa kasus kelenjar prostat bisa menyumbat aliran urine dengan menutupi orifisium uretra.

Download Makalah Askep Pasien BPH
Image by BruceBlaus on wikimedia.org

Pembesaran inilah yang di sebut Benigna Prostat Hiperplasia atau BPH. Menurut Brunner & Suddart dalam buku ajar keperawatan medikal bedah, BPH adalah kondisi patologis yang paling umum pada pria lansia dan penyebab kedua yang paling sering untuk intervensi medis pada pria di atas 60 tahun.

Pembesaran kelenjar prostat mempunyai angka morbiditas yang bermakna pada populasi lansia, dengan brtambahnya usia akan terjadi perubahan keseimbangan testosteron terutama saat memasuki periode andropause

Menurut rentang usia, BPH terjadi pada usia rata-rata 40 tahun keatas, yaitu sekitar 40%, sedangkan pada usia 60-70 tahun, yaitu  50%.

Berdasarkan data dari Riskesdas tahun 2014, pasien yang penderita BPH yang dirawat inap di Rumah Sakit sebesar 14278. Sedangkan menurut data dari dinas kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat jumlah kasus BPH pada tahun 2014 berjumlah 55.006 kasus BPH di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Penderita yang mengalami BPH biasanya mengalami hambatan pada saluran air seni atau uretra didekat pintu masuk kandung kemih seolah-olah tercekik, karena itu secara otomatis pengeluaran air seni terganggu penderita sering kencing, terutama pada malam hari, bahkan adakalanya tidak dapat ditahan.

Pada beberapa kasus bisa menyebabkan penjepitan total uretra sehingga kencing tidak bisa keluar. Hal ini akan menyebabkan nyeri hebat karena distensi kandung kemih, statis urin, dan peningkatan resiko infeksi.  

Penatalaksanaan yang diberikan pada klien dengan BPH terbagi menjadi tiga yaitu penatalaksanaan umum, penatalaksanaan medis, dan penatalaksanaan bedah. Pada penatalaksanaan umum terapi bertujuan memberikan keringanan simptomatik, melindungi fungsi ginjal dan memperbaiki pengosongan kandung kemih. Satu diantara contohnya adalah dengan melakukan pemasangan kateter. 

Prioritas Asuhan keperawatan pada pasien dengan Benign Prostatic Hyperplasia meliputi persiapan pembedahan bila memungkinkan, pemberian obat nyeri, dan menghilangkan retensi urin.

Masalah keperawatan yang sering muncul pada pasien dengan BPH adalah Retensi urin, Nyeri akut, Risiko Kekurangan Volume Cairan, Ketakutan/Kecemasan dan Pengetahuan yang Kurang.

Pembahasan yang lebih lengkap mengenai Askep Pasien dengan BPH di rangkum dalam makalah yang bisa di unduh melalui tombol Download di bawah.