Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Asuhan Keperawatan Pada Pasien dengan Urtikaria dan Angioedema - Intervensi

Urtikaria dan engioedema umumnya ada dalam reaksi alergi. Urtikaria juga dikenal sebagai hives adalah reaksi kulit episodik dan biasanya bersifat self-limiting disease atau bisa sembuh tanpa banyak intervensi, yang ditandai dengan wheal (sejenis papula bulat atau pipih) dermal lokal yang dikelilingi oleh pelebaran eritematosa. 

Angioedema, yang termasuk erupsi dermal lainnya, melibatkan lapisan kulit tambahan termasuk jaringan subkutaneus dan menimbulkan wheal yang lebih dalam dan lebih lebar biasanya di tangan, kaki bawah, bibir, genital, kelopak mata, disertai pembengkakan jaringan subkutaneus longgar yang lebih menyebar. 

Urtikaria dan angioedema bisa muncul secara simultan, namun angioedema bisa berlangsung lebih lama. Urtikaria dan angioedema non-alergis berkaitan dengan pelepasan histamin akibat adanya stimulus fisik eksternal. 

Asuhan Keperawatan Pada Pasien dengan Urtikaria dan Angioedema - Intervensi
Image by Verysmallkisses on wikimedia.org

Penyebab 

  • Urtikaria dermografisrne yang berkembang setelah kulit diusap atau digores, atau akibat tekanan seperti pakaian ketat, diperparah dengan goresan. 
  • Alergi terhadap obat, makanan, sengatan serangga, atau partikel yang terhirup, misalnya dander binatang dan kosmetik 
  • Pengikatan imunoglobulin (Ig) G atau IgM, yang menyebabkan pengaktifan penyeimbangan 
  • Penyakit vaskular kolagen 
  • Penyakit jaringan ikat, misalnya lupus eritematosus sistemik 
  • Stimulus fisik eksternal seperti dingin, panas, air, atau sinar matahari. 
  • Pelepasan mediator terinduksi-IgE dari sel mast 
  • Infeksi setempat atau sekunder, misalnya infeksi respiratorik 
  • Penyakit neoplastik, misalnya penyakit Hodgkin 
  • Penyakit fiskogenik 

Tanda dan gejala 

  • Angioedema: Pembengkakan tidak berbintik di jaringan subkutaneus pada kelopak mata, bibir, genitalia, dan selaput lendir. Bisa  juga bersifat nonpruritik atau tidak gatal 
  • Urtikaria kolinergis: wheal kecil dan pucat, yang dikelilingi oleh pelebaran eritematosa 
  • Wheal dermal yang terlihat jelas, timbul, dan cepat hilang, yang dikelilingi oleh pelebaran eritematosa 
  • Lesi dalam berbagai ukuran 

Uji diagnostik 

  • Pengujian kulit, diet eliminasi, dan pencatatan makanan harian yang mencatat waktu dan jumlah makanan yang masuk dan keadaannya,  bisa menunjukkan alergen pemicu. 
  • Angioedema rekuren tanpa urtikaria, bersama dengan riwayat keluarga, menunjukkan angioedema turun-temurun. Kadar serum inhibitor C1, C2, dan C4 yang turun memastikan diagnosis ini. 

Penanganan 

  • Setelah stimulus pemicu diambil, biasanya urtikaria berangsur hilang dalam beberapa hari. (Reaksi obat mungkin tetap ada sampai obat tidak lagi berada di aliran darah.) 
  • Saat desensitisasi, antigens khusus yang dalam dosis yang makin besar (yang ditentukan dengan pengujian kulit) diinjeksikan secara intradermal. 
  • Diphenhydramine (Benadryl) atau antihistamin lainnya bisa meringankan gatal dan pembengkakan di semua jenis urtikaria, tetapi bisa menimbulkan rasa kantuk. 
  • Terapi kortikosteroid mungkin dipertukan oleh beberapa pasien.

Tindakan keperawatan 

  • Pertahankan kepatenan jalan nafas jika pasien mengalami reaksi alergis parah. 
  • Pantau tanda vital, detak dan ritme kardiak, dan kedalaman dan kualitas respiratorik pasien. 
  • Beri medikasi dan pantau efek merugikan yang timbul. 
  • Posisikan pasien sehingga ia merasa nyaman. 
  • Riwayat pasien yang akurat bisa membantu menentukan penyebab urtikaria. Riwayat ini seharusnya meliputi: 
    • Riwayat obat, termasuk yang dibeli dari apotik tanpa resep (vitamin, aspirin, dan antasida) 
    • Makanan yang sering dicerna (stroberi, produk susu, dan ikan) 
    • Pengaruh lingkungan (binatang piaraan, karpet, pakaian, sabun, inhalan, kosmetik, pewarna rambut, dan gigitan dan sengatan serangga). 

  • Bersikaplah suportif selama terapi alergi obat. Beri pengertian dan informasi mengenai prosedur itu. 
  • Beri pengetahuan pada pasien mengenai cara menghindari alergen dengan tepat. 


Sumber:

Pamela.C.A.et.al.2008. Nursing: Understanding Disease. Lippincott William & Wilkins : Norristown Road.

Ida Radliyatul Fahmi, S.Kep., Ners
Ida Radliyatul Fahmi, S.Kep., Ners Perawat Ruang Cardio Vascular Care Unit (CVCU) RSUD Provinsi NTB

Posting Komentar untuk "Asuhan Keperawatan Pada Pasien dengan Urtikaria dan Angioedema - Intervensi"