bR7izkJOiKy1QUHnlV5rpCDjiDlVyiP6q1XpDxAH
Bookmark

Peran Perawat Pada Pandemi Covid-19

Kita tidak bisa menyangkal pentingnya peran perawat dalam pelayanan kesehatan. Perawat tidak hanya menberikan pelayanan klinik kepada pasien. Tapi juga berfungsi sebagai agen perubahan, mengadvokasi pasien, dan melakukan promosi kesehatan dalam berbagai tingkat pelayanan.

Jumlah tenaga perawat di indonesia sampai tahun 2019 tercatat mencapai 345.508 orang (BPS). Seiring dengan pertambahan usia harapan hidup, akan berdampak kepada peningkatan populasi lansia, sehingga jumlah perawat yang dibutuhkan akan semakin meningkat.

Selain itu, pada kondisi pandemi covid-19 seperti saat ini, perawat merupakan salah satu garda yang berada digaris depan. Posisi ini sangan menentukan untuk mengidentifikasi, menangani, dan mencegah penularan virus covid-19 sejak dini.

Peran Perawat Pada Pandemi Covid-19

Peran Perawat pada Fasilitas Kesehatan Primer

Puskesmas (Pusat Kesehatan masyarakat) merupakan lini pertama dan ujung tombak dalam pemberian pelayanan pada tingkat pertama. Puskesmas memberikan akses kessehatan bagi seluruh masyarakat baik daerah pedesaan maupun di kota. 

Puskesmas bisa di akses oleh seluruh masyarakat tanpa mengenal status ekonomi, mulai dari golongan ekonomi menengah kebawah, orang yang tidak memilki asuransi, sampai golongan menengah keatas pintu puskesmas akan selalu terbuka untuk melayani mereka.

Peran perawat pada lini kesehatan primer ini antara lain:

  1. Promosi dan pemeliharaan kesehatan
  2. Memberikan pendidikan kepada pasien terkait kondisi kesehatan mereka
  3. Melakukan pelayanan pengobatan dengan pendelegasian dari dokter
  4. Pemeriksaan lab sederhana seperti koleterol dan kadar gula darah
  5. Konseling diet
  6. Imunisasi dan Vaksin
  7. Promosi PHBS
  8. Keluarga berencana
  9. Pemeriksaan tumbuh kembang anak
  10. Pada kasus tertentu perawat juga berperan dalam penanganan penyakit kronis seperti diabetes melitus, dan penyakit akut seperti ISPA.

Peran Perawat Komunitas selama Wabah penyakit

Selam terjadinya wabah, perawat yang bekerja di puskesmas dan klinik-klinik pratama bisa tetap menjalankan tugas rutin seperti biasanya. Namun akan dilakukan penyesuaian prosedur pelayanan untuk membatasi penyebaran penyakit, melindungi kesehatan diri dan melindungi kesehatan pasien.

Misalnya selama pandemi covid ini, perawat akan:

  1. Melakukan penyaringan pasien berdasarkan gejala dan protap screning
  2. Mengambil tugas tambahan, seprti mendidik pasien mengenai isolasi mandiri dan karantina secara online
  3. Membantu menafsirkan dan menjelaskan kepada masyarakat awam mengenai rekomendasi dari pusat pengendalian wabah
  4. Pencegahan adalah langkah ideal terhadap potensi pandemi global, dan kunci pencegahan adalah pengenalan dini.
  5. Perawat di komunitas atau puskesmas bisa menjadi penyambung informasi komunitas binaannya untuk mengidentifikasi gejala penularan dini, termasuk sebagai fasilitator untuk mengakses layanan kesehatan.
  6. Tracking dan mengirim rujukan
  7. Memberikan pendidikan kepada masyarakat tentang penularan dan bagaimana melindungi diri sendiri dan orang lain. Dengan mengajari tentang jarak sosial, mencuci tangan yang benar, perawat dapat membantu menghentikan penyebaran penyakit menular.
  8. Memberikan laporan dan masukan terhadap pemangku kebijakan

Peran Perawat di Ruang Gawat Darurat 

Perawat ruang gawat darurat seringkali merawat pasien dengan kondisi kesehatan yang mengancam jiwa. Pada dasarnya, bagian gawat darurat menangani masalah kesehatan yang paling mendesak, contohnya korban kecelakaan, luka tembak, atau pasien yang mengalami serangan jantung.

Pasien yang dirawat perawat ruang gawat darurat dapat mengalami masalah kesehatan yang mendesak. Hal ini membutuhkan tindakan yang cepat terutama untuk resusitasi, penyelamatan dan menstabilkan pasien.

Triase merupakan metode penilaian cepat terhadap pasien yang datang ke UGD, memainkan peranan kunci klasifikasi pasien di ruang gawat darurat. Prosesnya melibatkan mencari tanda-tanda cedera, daya tanggap, dan ekspresi ketakutan atau kecemasan. 

Secara khusus triase meliputi:

  1. Menentukan apakah pasien mengalami penyumbatan atau gangguan jalan nafas
  2. Menilai apakah ada gangguan pernafasan
  3. Menilai sirkulasi dengan memeriksa apakah ada perdarahan dan perubahan denyut nadi pasien. 
  4. Menilai tingkat kesadaran, nyeri, dan kekuatan otot pasien
  5. Menentukan paparan pasien terhadap bahan atau lingkungan berbahaya seperti panas atau dingin yang extrem.

Pasien UGD bisa berasal dari semua kelompok umur dan latar belakang. Perawat gawat darurat dapat merawat bayi, orang tua, orang dengan masalah mental, dan kondisi lainnya.

Perawat gawat darurat memprioritaskan keparahan kondisi pasien dan menstabilkan, selanjutnya memindahkan pasien ke bagian perawatan berikutnya, sesuai dengan protap yang berlaku di rumah sakit atau  fasilitas kesehaatan tersebut.  

Peran Perawat di Ruang Gawat Darurat Selama Pandemi

Selain tugas reguler, selama wabah penyakit perawat di ruang gawat darurat juga berperan sebagai respon garis depan terhadap epidemi atau pandemi.

Perawat UGD biasanya akan memberikan penanganan awal pada pasien yang mungkin mengidap penyakit menular. Ketika pasien tiba di UGD dengan ambulans, perawat akan menangani permasalahan  pasien yang paling mendesak terlebih dahulu.

Hal ini juga tergantung pada protokol yang ditetapkan oleh pihak yang berwenang. Perawat akan melakukan test untuk penyakit menular tersebut.

Selama wabah yang sangat menular seperti covid-19, rumah sakit dapat membuat unit terpisah untuk mereka yang terinfeksi. Perawat di ruang gawat darurat mengkarantina pasien yang hasil tesnya positif atau menunjukan gejala.

Perawat ruang gawat darurat berperan penting dalam melakukan pencegahan penyakit menular. Termasuk resiko penularan terhadap diri sendiri dengan penggunaan alat pelindung diri (APD) secara tepat. 

Peran Perawat di Ruang Intensive Care Unit (ICU)

Peran Perawat ICU sebagai pelaksana perawatan pada pasien dengan kondisi yang paling rentan di rumah sakit. Di unit perawatan kritis, prioritas penanganan pasien adalah untuk bertahan hidup. Perawat intensive Care Unit di latih dan dididik untuk memilki keterampilan khusus dalam upaya mempertahankan kelangsungan hidup pasien.

Unit perawatan intensive biasanya memilki standar peralatan yang lebih modern dan lengkap untuk mengatasi masalah kesehatan yang kompleks. Pasien ICU biasanya sudah mengalami penurunan kesadaran sehingga tidak dapat berkomunikasi. Sehingga perawat mengandalkan mesin dan perangkat pemantauan untuk mengumpulkan informasi penting.

Tugas perawat ICU selama terjadi pandemi akan semakin berat, karen jumlah pasien yang membutuhkan perawatan intensive akan sangat banyak. Perawat ICU akan sering berhadapan dengan keputusan sulit, bekerjasama dengan staff medis lain, tentang bagaimana menggunakan sumber daya yang terbatas.

Perawat dan tim medis ICU seringkali akan berhadapan dengan situasi dan pilihan yang sulit, seperti membuat pilihan untuk melepas ventilator pada pasien yang dinilai tidak mungkin pulih agar alat tersebut bisa dipakai oleh pasien yang memilki harapan hidup lebih tinggi.

Selain harus membuat keputusan yang sulit selama wabah penyakit, perawat ICU akan mengalami ketidaknyamanan fisik akibat penggunaan APD yang berkepanjangan, dan kecemasan baik mengenai pasien atau kesehatan mereka sendiri.

Selama pandemi covid-19, banyak perawat mengalami pengalaman emosional bahkan menyedihkan. Protap yang tidak mengizinkan pasien menerima kunjungan, sehingga perawat mendampingi pasien di jam-jam terakhir kehidupan mereka. Memfasilitasi agar bisa menghubungi keluarga dan orang-orang tercinta pasien dengan berbagai media seperti video call dan lain-lain, agar pasien bisa sekedar mengucapkan selamat tinggal untuk terakhir kalinya.

Terlepas dari semua itu, perawat di tuntut untuk selalu kuat, bersama tenaga kesehatan lain bahu membahu memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Sampai pandemi berakhir dan semuanya normal kembali.

Peran Perawat di Panti Werda

Peran perawat lansia di panti werda meliputi beragai hal, termasuk fungsi pengawasan dan klinis untuk memastikan kesejahteraan para lansia. Para lansia membutuhkan pelayanan dari profesional medis yang berkualitas.

Tugas perawat lansia di panti werda meliputi:

  1. Memantau kebersihan para lansia
  2. Pemberian obat
  3. Memeriksa tekanan darah, suhu, dan tanda vital lainnya.
  4. Memantau dan merawat kondisi kesehatan para lansia yang mengalami penyakit degeneratif, seperti diabetes melitus, alzheimer, hipertensi, dan lain-lain
  5. Memastikan para lansia mendapatkan perawatan yang mereka butuhkan
  6. Menginformasikan kepada keluarga tentang perubahan kesehatan atau kebutuhan tambahan pasien

Pada kondisi pandemi covid-19 , wabah ini menjadi ancama serius bagi para lansia, karena mereka lebih rentan mengalami gejala yang berat jika terinfeksi. Oleh sebab itu, perawat lansia harus mengambil tindakan pencegahan ekstra untuk melindungi pasien dan mematuhi semua protkol seketat mungkin untuk mencegah penyebaran pada fasilitas panti jompo atau rumah perawatan lansia.

Perawat harus memastikan bahwa semua staff menggunakan APD secara efektif sebelum berinteraksi dengan para lansia. Juga harus melakukan pengawasan dan pelacakan serta mengambil tindakan secepat mungkin. Termasuk melakukan karantina untuk membatasi penularan.

Panti werda sering menerima pasien yang kembali dari rawat inap di rumah sakit. Selama pandemi terjadi, di tuntut kejelian perawat untuk betul betul mescrening dan meminimalisir potensi penularan kepada lansia lain yang masih sehat.

Akhir Kata

Baik ada pandemi atau tidak, tugas kita sebagai perawat adalah memberikan pelayanan kesehatan seoptimal mungkin khususnya asuhan keperawatan kepada pasien dalam berbagai tatanan fasilitas kesehatan.  

Terlebih saat pandemi seperti ini, peran perawat sebagai garis depan yang langsung berkontak dengan pasien penuh resiko. Membutuhkan kebesaran hati untuk meninggalkan anak, suami, dan keluarga untuk menjalankan tugas. Terlepas apakah dihargai atau tidak, tetaplah bertugas dengan tanggung jawab.

akhir kata "tetaplah merawat semangat teman-teman perawat"...


Referensi :

1. Advent Health University (2020). Role Of Nurses During Disease Outbreak
2. Lynn Sayre Visser MSN. RN (2019). Whats a rapid triage Assesment. 
3. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2020/03/26/persebaran-perawat-di-indonesia-2019