bR7izkJOiKy1QUHnlV5rpCDjiDlVyiP6q1XpDxAH
Bookmark

Cara Mengeluarkan Serangga Yang Masuk Kedalam Telinga Dengan Aman

Kasus serangga masuk kedalam telinga merupakan hal yang sangat mengganggu. Pada kondisi tertentu atau pas lagi apes, serangga terbang lalu merangkak kedalam telinga dan terjebak disana. Serangga tersebut bisa saja mati atau bertahan hidup dan mencoba keluar kembali. 

Masuknya serangga ke dalam telinga juga bisa terjadi saat berada di luar ruangan atau di dalam rumah seperti saat dalam kondisi tertidur.

Secara umum kondisi kemasukan serangga ke dalam telinga merupakan kondisi yang tidak berbahaya namun bisa terasa sangat tidak nyaman, mengganggu, atau menimbulkan rasa nyeri.

Pada tulisan ini, kita akan mempelajari langkah demi langkah cara untuk mengeluarkan serangga yang masuk kedalam telinga dengan aman. Selain itu, kita juga akan membahas kapan harus pergi ke fasilitas kesehatan dan apa saja kemungkinan komplikasi yang bisa terjadi. 

Cara mengeluarkan Serangga Masuk Kedalam Telinga
Image by Tomas Gunnarsson on Wikimedia.org

Serangga Masuk Kedalam Telinga

Tanda dan Gejala 

Jika serangga masuk kedalam telinga, beberapa tanda dan gejala akan muncul dengan segera. Hal ini disebabkan jaringan saraf yang terdapat di telinga sangat sensitif, sehingga akan sangat terasa terganggu ketika sesuatu berada di dalam telinga kita.

Beberapa gejala yang sering timbul ketika terdapat serangga di dalam telinga antara lain:

  • Kemerahan
  • Gatal
  • Pembengkakan
  • Rasa sakit
  • Keluar cairan
  • Gangguan pendengaran

Cara mengeluarkan serangga yang masuk kedalam telinga

Saat mencoba mengeluarkan serangga dari dalam telinga, sebisa mungkin untuk dilakukan dengan tenang dan dalam posisi diam. Jika masuknya serangga terjadi pada anak, pastikan menenangkan anak terlebih dahulu sebelum mencoba mengeluarkannya.  

Pada kondisi tertentu, mengeluarkan serangga yang masuk kedalam telinga bisa dilakukan di rumah dengan hati-hati.

Namun sebelumnya, hal penting yang harus diingat adalah jangan pernah menggunakan kapas atau alat cotton bud. Hal ini hanya akan mendorong serangga masuk lebih dalam lagi sehingga bisa memicu lebih banyak kerusakan pada telinga.

Untuk mengeluarkan serangga yang masuk kedalam telinga dengan aman, beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain:

  • Miringkan kepala ke samping dan goyangkan dengan lembut, jangan memukul mukul kepala untuk menghilangkan serangga yang masuk kedalam telinga.
  • Jika serangga tidak keluar, tuangkan sedikit minyak sayur atau minyak zaitun kedalam telinga, ini akan membuat serangga lemas atau bahkan mati. Kemudian cobalah lagi untuk menggelengkan kepala dengan lembut. Namun, jangan melakukan tindakan ini jika memiliki riwayat perforasi gendang telinga, riwayat operasi telinga, atau gejala telinga kronis lainnya.
  • Jika belum juga berhasil, tuangkan sedikit air hangat kedalam telinga lalu miringkan kepala kesamping dan goyangkan dengan lembut.
  • Jika semua langkah di atas tidak berhasil, segera hubungi petugas kesehatan atau datang ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

Dokter atau Petugas kesehatan akan memeriksa kondisi dalam lubang telinga menggunakan otoskop. Jika serangga masih hidup, dokter biasanya akan mematikannya menggunakan cairan atau minyak zaitun. Setelah itu akan dilakukan irigasi telinga untuk mengeluarkan serangga tersebut dari dalam telinga.

Jika sulit dikeluarkan, biasanya dokter atau petugas kesehatan akan menggunakan alat berupa penjepit kecil atau forcep dan suction.

Pada umumnya, saat dilakukan pengangkatan serangga tidak diperlukan anestesi. Dalam sebuah penelitian, didapatkan hanya 13,6 persen pasien yang memerlukan anestesi umum untuk prosedur pengeluaran benda asing dari dalam telinga.

Rasa nyeri dan gejala lain biasanya akan mereda dengan cepat setelah serangga dikeluarkan. Namun jika ada sengatan atau goresan yang menyebabkan peradangan, diperlukan beberapa hari agar gejala dan pembengkakan hilang.

Komplikasi

Secara umum serangga yang masuk kedalam telinga relatif tidak berbahaya. Namun jika dibiarkan dan tidak dikeluarkan dapat menimbulkan terjadinya infeksi. Gejala infeksi telinga yang paling umum adalah timbulnya rasa nyeri, bengkak, dan keluarnya cairan dari lubang telinga.

Serangga yang masuk ke dalam lubang telinga juga bisa menyebabkan resiko pecahnya gendang telinga atau membran timpani. Hal ini bisa terjadi jika serangga menggigit atau mengorek gendang telinga. Kondisi ini sangat jarang terjadi, namun jika gendang telinga pecah, akan menimbulkan rasa sakit yang cukup hebat dan keluarnya darah. 

Selain itu, gejala yang timbul akibat robeknya gendang telinga adalah munculnya gangguan pendengaran. 

Pencegahan

Tidak ada cara apapun yang sepenuhnya bisa mencegah serangga masuk kedalam telinga. Cara terbaik adalah menghindari serangga sebisa mungkin. Pastikan selalu menutup jendela saat tidur untuk mencegah serangga yang terbang masuk ke kamar. Selain itu jagalah kondisi kamar agar senantiasa dalam keadaan bersih setiap saat.

Saat melakukan kegiatan di luar ruangan di area beresiko, gunakanlah topi yang menutupi telinga. Saat tidur di luar ruangan atau berkemah, pastikan menutup tenda untuk mencegah serangga masuk. 

Referensi:

Carrie Madormo, RN., MPH. 2022. There’s a Bug In My Ear, What Should I Do. Verywell Health. 

Mary ann de pietro CRT. 2018. How to get a bug out of your  ear. Medical News Today. 

Mariah Adcox. 2019. How Do I Remove a Bug From My Ear ?. Health Line.