Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Hubungan Pengetahuan Dengan Sikap Tenaga Kesehatan Terhadap Penerapan Metode Kanguru Pada BBLR

Judul Skripsi :

Hubungan Pengetahuan Dengan Sikap Tenaga Kesehatan Terhadap Penerapan Metode Kanguru Pada Bayi Berat Lahir Rendah Di Puskesmas Sambelia

Hubungan Pengetahuan Dengan Sikap Tenaga Kesehatan Terhadap Penerapan Metode Kanguru Pada BBLR
Image by UNICEF Ethiopia on flickr

Penulis:

Bomena Primisata

Abstrak

Bayi dengan BBLR merupakan salah satu penyebab tingginya kematian Neonates di Indonesia sebanyak 89.000 bayi 38,85%. Salah satu penanganan untuk bayi BBLR adalah dengan menggunakan metode kanguru.

Metode kanguru adalah metode perawatan dini dengan sentuhan kulit ke kulit antara ibu dan bayi baru lahir dalam posisi seperti kanguru. Dengan metode ini mampu memenuhi kebutuhan dasar bayi baru lahir premature dengan menyediakan situasi dan kondisi yang mirip dengan rahim ibu.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan sikap tenaga kesehatan terhadap pelaksanaan metode kanguru pada bayi BBLR di puskesmas Sambelia.

Jenis penelitian ini adalah analitik, teknik sampling yang digunakan adalah non probability sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Tenaga Kesehatan di Puskesmas Sambelia yang berjumlah 30 orang dengan sampel total populasi. Data diambil dengan menggunakan kuisioner, kemudian dianalisa menggunakan uji rank spearman’s.

Dari penelitian ini diketahui bahwa sebagian besar tenaga kesehatan memiliki pengetahuan baik 21 orang (70%) dan memiliki sikap yang cukup 18 orang (60%). Dari hasil uji statistik juga menunjukan adanya hubungan pengetahuan dengan sikap tenaga kesehatan terhadap pelaksanaan metode kanguru pada BBLR di Puskesmas Sambelia dengan nilai. 

Saran yang dapat penulis sampaikan kepada instansi tempat penelitian yaitu diharapkan menjadi bahan masukan bagi puskesmas untuk lebih meningkatkan kualitas dalam memberikan penyuluhan dan pelaksanaan metode kanguru pada bayi BBLR.

Latar Belakang

Bayi berat lahir rendah terdiri dari premature yaitu bayi lahir pada umur kehamilan antara 28-36 minggu, dan keduanya mempunyai prognosis yang buruk dan mempunyai resiko tinggi terhadap terjadinya hipotermia (Depkes RI, 2010).

Secara garis besar BBLR dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor maternal, faktor janin dan faktor kehamilan. 

Faktor maternal yang mempengaruhi kejadian BBLR adalah : usia ibu, paritas, status sosisal ekonomi yang rendah, kelainan plasenta, jarak kehamilan, aktifitas fisik ibu, status gizi ibu, pendidikan, dan akses terhadap pelayanan kesehatan kurang. 

Sedangkan faktor janin yang berperan pada kejadian BBLR adalah jenis kelamin, etnik/ras dan kelainan kongenital, faktor kehamilan juga dapat menyebabkan BBLR yaitu komplikasi kehamilan seperti preeklamsi, Ketuban Pecah Dini (KPD), atau Hidramnion.

Untuk itu diperlukan upaya untuk menurunkan angka kematian bayi yang disebabkan oleh BBLR agar kualitas kesehatan dan kesejahteraan menjadi meningkat. (Elizawarda, 2003).

Hasil Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 2007 menunjukkan bahwa AKB di Indonesia adalah 34 per 1000 KH angka kejadian yang disebabkan BBLR sekitar 7,5%.


Banyak faktor yang mempengaruhi tidak terlaksananya metode kanguru diantaranya adalah faktor pendidikan atau pengetahuan seseorang khususnya tenaga kesehatan yang akan melakukan atau menerapkan metode kanguru kepada pasien. 

Pendidikan merupakan suatu proses pembelajaran pola pikir seseorang dari tidak tahu menjadi tahu, dan dari jenjang pendidikan inilah dapat diketahui pola pikir seseorang, semakin tinggi pendidikan maka semakin banyak ilmu pengetahuan yang dimilikinya. 

Berdasarkan data dan uraian diatas, maka peneliti tertarik untuk meneliti hubungan pengetahuan dengan sikap tenaga kesehatan terhadap penerapan metode kanguru pada bayi berat lahir rendah di wilayah kerja puskesmas Sambelia. Dalam hal ini, petugas kesehatan memiliki peran utama dalam menerapkan metode kanguru. 

Tingkat pengetahuan petugas kesehatan yang ada di Puskesmas Sambelia berbeda-beda karena adanya perbedaan pendidikan mereka. Oleh karena itu, tidak semua petugas kesehatan disana menerapkan metode kanguru karena pengetahuan tentang metode ini masih kurang. 

Maka petugas kesehatan harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang perawatan dengan metode kanguru agar dapat menerapkan dan mengajarkannya kepada ibu nifas sehingga dapat melakukanya dirumah dan diharapkan akan mengurangi angka kematian bayi yang disebabkan oleh BBLR dan faktor-faktor penyebabnya.........

File PDF lengkap Skripsi bisa di unduh melalui Tombol DOWNLOAD di bawah.

Posting Komentar untuk "Hubungan Pengetahuan Dengan Sikap Tenaga Kesehatan Terhadap Penerapan Metode Kanguru Pada BBLR"