bR7izkJOiKy1QUHnlV5rpCDjiDlVyiP6q1XpDxAH
Bookmark

Asuhan Keperawatan Pada Keseleo dan Salah Urat (Sprain and Strain) - Intervensi

Keseleo merupakan koyakan menyeluruh atau tidak menyeluruh di ligamen penunjang yang mengelilingi sendi yang biasanya terjadi setelah adanya pelintiran keras. Salah urat merupakan cedera pada otot atau kaitan tendon. 

Keseleo bisa akut terjadi segera setelah otot digunakan atau ditekan secara berlebihan atau kronis disebabkan oleh penggunaan otot secara berlebihan dan berulang-ulang. Pergelangan kaki yang keseleo merupakan cedera sendi yang paling umum. Keseleo dan salah urat biasanya sembuh tanpa diperbaiki melalui pembedahan.

Asuhan Keperawatan Pada Keseleo dan Salah Urat (Sprain and Strain) - Intervensi
Image by Dr. Harry Gouvas on wikimedia.org

Penyebab 

  • Trauma pada sendi yang menyebabkan sendi bergerak dalam posisi yang bukan tujuannya untuk bergerak (keseleo) 

  • Usaha atau aktivitas fisik berlebihan, pemanasan yang keliru sebelum melakukan aktivitas, atau flelisibilitas yang buruk (salah urat)

Tanda dan gejala 

Keseleo 

  • Ekimosis akibat darah mengalir dari pembuluh ke dalam jaringan yang mengelilingi 

  • Nyeri lokal (terutama saat menggerakkan sendi) 

  • Mobilitas hilang (kemungkinan sampai beberapa jam setelah cedera terjadi) 

  • Pembengkakan. 

Salah urat 

  • Nyeri tajam dan selintas (pasien bisa berkata bahwa ia mendengar bunyi kertakan) dan pembengkakan cepat yang diikuti rasa perih di otot (salah urat akut) 
  • Kaku, sakit, dan perih tergeneralisasi yang muncul beberapa jam setelah cedera terjadi (salah urat kronis) 

Uji diagnostik 

Sinar-X menyingkirkan fraktur, memastikan kerusakan pada ligamen, dan menentukan diagnosis. 

Penanganan 

Keseleo 

  • Kontrol nyeri dan pembengkakan dan imobilisasi sendi yang cedera akan membantu penyembuhan. 
  • Segera setelah cedera terjadi, kontrol pembengkakan dengan mengangkat sendi melebihi tinggi jantung dan kompres dengan es secara intermiten selama 12 sampai 48 jam. Tempatkan handuk di antara es dan kulit untuk mencegah cedera akibat dingin. 
  • Imobilisasi sendi biasanya menyembuhkan keseleo dalam 2 sampai 3 minggu, dan kemudian pasien bisa melakukan aktivitas normal kembali secara bertahap. Akan tetapi, kadang-kadang ligamen yang terkoyak tidak bisa sembuh dengan sempurna dan menyebabkan dislokasi rekuren, sehingga perlu diperbaiki melalui pembedahan. 
  • Beberapa atlet mungkin harus segera menjalani pembedahan perbaikan untuk mempercepat penyembuhan; untuk mencegah keseleo, mereka bisa membalut pergelangan tangan atau pergelangan kaki sebelum melakukan aktivitas olah raga. 

Salah urat 

  • Beri analgesik dan kompres dengan es selama sampai 48 jam, dan kemudian kompres dengan panas. 
  • Ruptur otot menyeluruh bisa menyebabkan pembedahan. 
  • Salah urat kronis biasanya tidak memerlukan penanganan: kompres panas, obat anti inflamatorik nonstreroidal (misalnya ibuprofen) atau relaksan otot-analgesik bisa meringankan ketidaknyamanan. 

Tindakan keperawatan 

  • Untuk keseleo, lakukan imobilisasi sendi, menggunakan perban elastis atau gips, atau, jika pasien mengalami keseleo parah, gips lembut atau belat. Tergantung pada keparahan cedera, pasien bisa memerlukan analgesik. 
  • Jika pergelangan kaki pasien keseleo, pastikan ia menjalani pelatihan berjalan dengan penopang ketiak. Karena pasien keseleo jarang membutuhkan rawat inap, beri pengajaran padanya. 
  • Minta pasien menaikkan sendinya yang keseleo selama 48 sampai 72 jam setelah cedera terjadi (saat ia tidur, sendi bisa dinaikkan dengan bantuan bantal) dan mengompreskan es secara intermiten selama 12 sampai 48 jam. 
  • Jika perban elastis telah dibalutkan, minta pasien membalutkannya kembali dari bawah sampai atas cedera, membentuk angka delapan. Untuk pergelangan kaki yang keseleo, balutkan perban dari jari kaki ke pertengahan betis. Minta pasien melepas perban sebelum tidur dan melonggarkannya jika perban menyebabkan kaki menjadi pucat, mati rasa, atau terasa sakit.
  • Minta pasien memanggil Anda jika nyeri memburuk atau masih ada. Sinar-X tambahan bisa mendeteksi fraktur yang awalnya tidak ada. 


Sumber:

Nursing. Seri Untuk Keunggulan Klinis (2011). Menafsirkan Tanda dan Gejala Penyakit. Jakarta: PT Indeks