Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Tentang Jerawat (Acne Vulgaris), Dari Penyebab Sampai Perawatan

Kulit mengandung banyak folikel rambut kecil, atau pori-pori. Setiap pori berisi rambut dan kelenjar yang disebut kelenjar sebaceous. Kelenjar minyak menghasilkan zat berminyak yang disebut sebum, yang biasanya keluar melalui  pori-pori untuk melumasi rambut dan kulit.

Jerawat berkembang ketika pori-pori tersumbat oleh sebum berlebih dan sel kulit mati. Jika pori tersumbat sebagian tetapi jalur menuju permukaan kulit tetap terbuka, maka permukaan sebum berubah menjadi gelap yang kering disebut komedo. 

Namun, jika jalur ke permukaan kulit tersumbat, pori-pori menjadi terinfeksi dan meradang, mengakibatkan benjolan merah, bengkak, berisi nanah yang disebut jerawat. Infeksi yang lebih dalam dan lebih serius dapat menyebabkan nodul keras di bawah permukaan kulit yang disebut kista.

Jerawat
picture by adam999 on flickr

Orang-orang dari segala usia dapat mengalami jerawat dan kebanyakan orang pernah berjerawat dalam hidup mereka. Seringkali, jerawat muncul selama masa pubertas dan bersamaan dengan siklus menstruasi wanita karena peningkatan produksi hormon.

Jerawat paling sering dapat diatasi hanya dengan mencuci dengan sabun lembut dan dengan menggunakan obat topikal yang dijual bebas. Namun, jika jerawat terus membesar dan nyeri, atau menghasilkan bekas luka, perawatan oleh dokter mungkin diperlukan

Penyebab

Jerawat disebabkan oleh interaksi antara hormon, minyak kulit, dan bakteri, yang menyebabkan peradangan pada folikel rambut atau pori-pori kulit tempat rambut tumbuh. Jerawat ditandai dengan banyak jenis kelainan kulit seperti lesi. Mereka bervariasi dalam ukuran dan tingkat keparahan, dan beberapa masuk bagian kulit yang lebih dalam. Beberapa bentuk jerawat antara lain:

  • Komedo 
  • Whitehead atau komedo tertutup
  • Jerawat atau komedo tertutup yang meradang
  • Tonjolan padat atau papula
  • Benjolan permukaan berisi nanah atau pustula
  • Benjolan yang lebih dalam dan kuat berisi nanah atau disebut nodul
  • Kantong yang berukuran lebih besar berisi nanah atau disebut kista
  • Terkadang bahkan lebih besar, kantong lebih dalam berisi nanah atau dikenal dengan nama abses
  • Baik kista dan abses adalah kantong berisi nanah, tetapi abses agak lebih besar dan lebih dalam.

Kelenjar minyak yang mengeluarkan zat berminyak yang disebut sebum terletak di dermis, lapisan tengah kulit. Kelenjar ini menempel pada folikel rambut. Sebum, bersama dengan sel kulit mati, keluar dari kelenjar sebaceous dan folikel rambut dan keluar ke permukaan kulit melalui pori-pori.

Jerawat terjadi ketika kumpulan sebum kering, sel kulit mati, dan bakteri menyumbat folikel rambut, menghalangi sebum keluar melalui pori-pori.

Jerawat adalah whitehead yang meradang.  Folikel rambut berisi sebum yang tersumbat mendorong pertumbuhan berlebih dari bakteri Cutibacterium acnes (sebelumnya disebut Propionibacterium acnes), yang biasanya terdapat di folikel rambut. Bakteri ini memecah sebum menjadi zat yang mengiritasi kulit. Peradangan yang diakibatkannya menyebabkan timbulnya benjolan pada kulit yang biasa dikenal dengan sebutan jerawat. Peradangan yang lebih dalam menyebabkan kista dan terkadang abses.

Pemicu jerawat yang paling umum adalah masa pubertas. Jerawat terjadi terutama selama masa pubertas, ketika kelenjar sebaceous dirangsang oleh peningkatan kadar hormon testosteron, yang mengakibatkan produksi sebum berlebihan. Pada usia awal hingga pertengahan 20-an, kadar hormon biasanya sudah cukup menurun sehingga jerawat berkurang atau menghilang. Namun, hingga 40% wanita mungkin memiliki jerawat sampai di usia 40-an.

Kondisi lain yang melibatkan perubahan hormonal juga dapat memengaruhi terjadinya jerawat:

  • Kehamilan atau menstruasi
  • Sindrom ovarium polikistik
  • Obat-obatan tertentu
  • Produk tertentu dioleskan ke kulit
  • Kelembaban tinggi dan berkeringat

Jerawat dapat terjadi pada setiap periode menstruasi pada wanita yang lebih muda dan dapat hilang atau memburuk secara substansial selama kehamilan. Sindrom ovarium polikistik (PCOS) adalah kelainan hormon yang dapat mengganggu siklus menstruasi dan dapat memicu atau memperburuk jerawat.

Penggunaan obat-obatan tertentu, terutama kortikosteroid dan steroid anabolik, dapat memperburuk jerawat atau menyebabkan kambuhnya jerawat. Kosmetik, pembersih, dan losion tertentu dapat memperburuk jerawat dengan menyumbat pori-pori. Pakaian yang terlalu ketat dan kelembapan tinggi serta berkeringat bisa memicu timbulnya jerawat.

Tanda dan Gejala

Sebagian besar jerawat muncul di wajah, tetapi juga umum di leher, bahu, punggung, dan dada bagian atas. Penggunaan steroid anabolik biasanya menyebabkan jerawat di bahu dan punggung atas.

Ada tiga tingkat keparahan jerawat:

  • Jerawat ringan
  • Jerawat sedang
  • Jerawat yang parah

Namun jerawat ringan pun bisa membuat stres, terutama bagi remaja, yang menganggap setiap jerawat sebagai tantangan kosmetik utama.

Jerawat ringan biasanya tidak meninggalkan bekas luka. Namun, memencet jerawat atau mencoba membukanya dengan cara lain meningkatkan peradangan dan kedalaman cedera pada kulit, membuat jaringan parut lebih mungkin terjadi. 

Kista dan abses pada jerawat yang parah sering kali pecah dan, setelah sembuh, biasanya meninggalkan bekas. Bekas luka mungkin kecil, atau lubang yang lebih lebar dengan kedalaman yang bervariasi. Bekas jerawat bertahan seumur hidup dan, bagi sebagian orang, sangat signifikan secara kosmetik dan sumber stres emosional.

Acne conglobata adalah bentuk jerawat yang paling parah, menyebabkan bekas luka parah dan komplikasi lain akibat abses. Jerawat yang parah bisa muncul di lengan, perut, bokong, bahkan kulit kepala.

Acne fulminans dan pyoderma faciale, juga disebut rosacea fulminans adalah dua jenis jerawat parah yang jarang terjadi dan biasanya muncul secara tiba-tiba.

Diagnosis

Pemeriksaan kulit. Meliputi gejala tertentu, seperti komedo atau komedo putih, untuk memastikan bahwa orang tersebut berjerawat dan bukan kelainan kulit lain, seperti rosacea.

Setelah diagnosis dikonfirmasi, yang dilakukan selanjutnya adalah  menilai tingkat keparahan jerawat sebagai ringan, sedang, atau berat berdasarkan jumlah dan jenis lesi.

Prognosa

Jerawat dengan tingkat keparahan apa pun biasanya berkurang secara spontan pada awal hingga pertengahan usia 20-an, tetapi beberapa orang terutama wanita, bisa memiliki jerawat di usia 40-an. 

Jerawat ringan biasanya sembuh tanpa bekas. Jerawat sedang sampai parah kadang  sering meninggalkan bekas luka.

Jerawat dapat menyebabkan banyak tekanan emosional bagi remaja dan memicu penarikan diri dari pergaulan. Konseling terkadang diperlukan.

Pengobatan dan Perawatan

Perawatan jerawat tergantung pada tingkat keparahan kondisinya. Jerawat ringan membutuhkan perawatan paling sederhana yang memiliki risiko efek samping paling sedikit. Jerawat yang lebih parah atau jerawat yang tidak merespons perawatan ringan membutuhkan perawatan tambahan. Rencana perawatan harus selalu mencakup pendidikan, dukungan, dan pilihan paling praktis bagi orang tersebut. Orang mungkin perlu menemui spesialis.

Jerawat ringan

Obat yang digunakan untuk mengobati jerawat ringan dioleskan ke kulit (obat topikal).  Obat ini bekerja dengan membunuh bakteri (antibiotik) atau mengeringkan atau membuka pori-pori (comedolytics). Krim yang mengandung asam salisilat, resorsinol, atau sulfur dapat membantu mengeringkan jerawat dan menyebabkan sedikit pengelupasan.

Resep obat topikal yang paling umum untuk komedo dan komedo putih adalah tretinoin. Tretinoin sangat efektif tetapi mengiritasi kulit dan membuatnya lebih sensitif terhadap sinar matahari. Oleh karena itu, dokter menggunakan obat ini dengan hati-hati, dimulai dengan aplikasi yang jarang dan konsentrasi rendah, yang keduanya dapat ditingkatkan secara bertahap. Orang yang tidak dapat mentolerir tretinoin diberikan adapalen topikal, asam azelaic, dan asam glikolat atau salisilat.

Orang yang juga mengalami peradangan seperti pustula dapat  diberi tretinoin yang dikombinasikan dengan benzoyl peroxide, antibiotik topikal, atau keduanya. Dua antibiotik topikal yang paling sering diresepkan adalah klindamisin dan eritromisin.

Komedo dan komedo putih dapat dihilangkan dengan cara di ekstraksi oleh dokter, menggunakan instrumen yang disebut ekstraktor komedo dan jarum steril.

Jerawat sedang

Jerawat sedang biasanya diobati dengan antibiotik minum atau oral. Orang sering menggunakan pengobatan topikal untuk jerawat ringan dan antibiotik oral. Orang mungkin perlu minum antibiotik selama sekitar 12 minggu untuk mencapai manfaat maksimal.

Jika memungkinkan, antibiotik oral dihentikan dan perawatan topikal saja digunakan untuk mempertahankan kontrol. Karena jerawat bisa kambuh setelah pengobatan jangka pendek, terapi mungkin perlu dilanjutkan selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.

Wanita yang  tidak terbantu oleh antibiotik oral dapat diberikan kontrasepsi oral, spironolakton, atau keduanya.

Jerawat yang parah

Isotretinoin, yang terkait dengan obat topikal tretinoin, merupakan satu-satunya obat yang berpotensi menyembuhkan jerawat. Namun, isotretinoin dapat memiliki efek samping yang sangat serius yaitu dapat membahayakan janin.

Acne conglobata antibiotik oral. Jika antibiotik tidak membantu, dokter memberikan isotretinoin dan kortikosteroid oral.

Untuk perawatan nodul atau abses yang besar dan meradang dengan menyuntikkan kortikosteroid Jika diperlukan, dokter akan melakukan tindakan insisi untuk mengeluarkan absesnya.

Bekas jerawat

Perawatan bekas jerawat yang parah tergantung pada bentuk, kedalaman, dan lokasinya.Bekas luka multipel, kecil, dan dangkal dapat diobati dengan pengelupasan kimiawi, perawatan laser, dermabrasi, atau  perawatan mikro. 


Referensi:

Jonette E.Keri. 2020. Acne Vulgaris. University of Miami. Miller School of Medicine. MSD Manual

Zul Hendry , Ners., M.Kep
Zul Hendry , Ners., M.Kep Dosen Tetap Program Studi Keperawatan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Mataram

Posting Komentar untuk "Tentang Jerawat (Acne Vulgaris), Dari Penyebab Sampai Perawatan"