Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Perawatan Demam Pada Anak Selama di Rumah dan Kapan Harus ke Dokter

Demam merupakan peningkatan suhu tubuh sementara.  Demam merupakan respon normal tubuh terhadap adanya penyakit dan termasuk salah satu tanda umum adanya infeksi yang menyerang tubuh. Tapi perlu di catat bahwa tidak semua demam disebabkan oleh infeksi, bisa juga disebakan oleh hal lain, seperti adanya peradangan pada tubuh.

Biasanya demam akan hilang dalam beberapa hari. Sejumlah obat yang dijual bebas di pasaran dapat menurunkan demam, namun ada beberapa pendapat yang menyatakan bahwa sebenarnya demam tidak perlu diobati.

Pada batasan tertentu, demam biasanya tidak berbahaya, karena merupakan respon sistem kekebalan tubuh melawan infeksi, dengan cara menaikan suhu tubuh agar bisa melawan atau meminimalisir virus dan bakteri yang masuk kedalam tubuh agar tidak berkembang.

Demam yang terjadi pada anak-anak pasti akan menghawatirkan orang tua. Bahkan kadang membuat panik dan menyebabkan orang tua melakukan tindakan yang berlebihan untuk menghilangkan demam.

Perawatan Demam Pada Anak

Padahal,  Dokter atau tenaga kesehatan biasanya justru akan lebih memperhatikan penyebab demam itu sendiri. Karena hal yang lebih penting adalah mengidentifikasi penyakit yang mendasari timbulnya demam tersebut. Sedangkan demamnya sendiri hanya merupakan gejala akibat adanya penyakit.

Penyebab Timbulnya Demam

Demam pada anak bisa di timbulkan oleh berbagai hal, antara lain:

  • Infeksi mikroorganisme, bisa bersumber dari  virus atau bakteri
  • Adanya peradangan pada tubuh
  • Beberapa jenis imunisasi juga bisa menimbulkan demam, seperti difteri, tetanus, pertusis, atau vaksin pneumokokus

Tanda dan Gejala timbul saat Anak Demam 

Pada saat mengalami demam atau peningkatan suhu di atas 37,5  derajat celcius, akan timbul beberapa tanda dan gejala pada anak, antara lain:

  • Pada saat di sentuh akan terasa lebih panas dari biasanya
  • Rewel, mudah tersinggung atau gampang menangis
  • Lebih mudah mengantuk daripada biasanya
  • Kadang muncul keluhan mual atau muntah
  • Sering menolak diberikan saat diberikan minum
  • Kadang timbul gemetaran dan keluhan nyeri

Jika timbul demam lebih dari 38 Derajat celcius pada anak yang berusia dibawah 3 bulan, harus segera dibawa ke Dokter atau pelyanan kesehatan untuk di periksa meskipun tidak ada gejala lain yang menyertainya.

Mengukur Suhu Tubuh Anak

Ada beberapa cara untuk mengukur suhu tubuh anak. Setiap metode pengukuran bisa memilki vasiasi hasil tergantung jenis termometer yang digunakan.

Beberapa jenis termometer yang biasa digunakan untuk mengukur suhu anak, antara lain:

  • Termometer Dahi Infra merah
  • Termometer Axila, yaitu jenis termometer yang digunakan untuk mengukur suhu dengan cara menempatkannya pada ketiak. Bisa berjenis digital, merkuri, atau alkohol.
  • Termometer Oral, yaitu jenis termometer yang digunakan dengan cara menempatkannya dibawah lidah
  • Termometer telinga (timpani)

Beberapa jenis termometer lebih cocok digunakan pada kelompok usia tertentu. Sebagai orang tua kita harus selalu  membaca dan mengikuti petunjuk pemakaian agar mendapatkan hasil pengukuran suhu yang akurat.

Jika merasa ragu, anda bisa meminta bantuan perawat atau tenaga kesehatan melatih cara memakai dan membaca hasil pengukuran termometer. 

Kejang Demam

Beberapa anak dapat mengalami kejang saat demam atau saat suhu tubuhnya tiba-tiba naik. Kondisi kejang biasanya ditandai dengan kehilangan kesadaran dan timbulnya kekakuan serta gemetar pada kedua sisi tubuh.  Kejang demam ini biasanya akan berhenti sendiri, namun yang harus dilakukan adalah:

  • Baringkan anak dengan posisi miring
  • Singkirkan benda yang tidak perlu di sekitar anak
  • Kendurkan dan longgarkan pakaian
  • Jika memungkinkan, gendong anak untuk mencegah cedera
  • Jangan memasukan apapun kedalam mulut anak atau mencoba menahan dan menghentikan kejang.
  • Segera bawa anak ke dokter setelah kejang untuk mengetahui penyebab kejangnya
  • Jika kejang berlangsung lebih dari 5 menit, segera hubungi tenaga medis atau fasilitas gawat darurat terdekat.

Perawatan Demam di Rumah

Infeksi yang menyebabkan demam dapat di sebabkan oleh berbagai jenis mikroorganisme. Sebagian besar disebabkan oleh virus yang tidak membutuhkan perawatan intensif. Beberapa disebabkan oleh bakteri yang harus ditangani dengan Antibiotik. 

Yang perlu diperhatikan adalah Antibiotik hanya digunakan jika pada hasil pemeriksaan di dapatkan bahwa demamnya memang betul-betul disebabkan oleh infeksi Bakteri.

Selain itu, menurunkan demam pada anak dengan pemberian obat penurun panas hanya akan mengurangi gejalanya saja. Bukan untuk menghilangkan penyakit yang mendasarinya.

Beberapa hal yang dapat dilakukan di rumah untuk membantu anak yang demam merasa lebih nyaman, antara lain:

  • Sering seringlah  memberi anak minum. Sebagian besar anak akan menolak makan saat demam. Sebenarnya ini tidak menjadi masalah, yang penting  adalah hidrasinya. Jadi tetap berikan minum sesering mungkin agar hidrasi tetap tercukupi.
  • Berikan ASI Ekstra, Susu formula, atau air putih jika anak berusia dibawah 6 bulan.
  • Berikan obat penurun demam seperti paracetamol atau ibuprofen kepada anak jika demam semakin meningkat, atau jika keluhan nyeri meningkat. Ikuti petunjuk dosis yang tertulis pada kemasan dengan hati-hati. 
  • Berikan kompres dengan air biasa pada dahi atau ketiak anak untuk membantu mendinginkan. 
  • Pakaikan anak  Pakaian yang longgar serta mudah menyerap keringat. Jika anak menggigil, gunakan selimut tipis sampai menggigilnya berhenti.
  • Perhatikan tanda-tanda adanya peningkatan keparahan, jaga-jaga bila harus segera ke Dokter.

Kapan Harus Ke Dokter Atau Fasilitas Kesehatan

Jika bayi berusia dibawah 6 bulan, harus segera dibawa ke dokter saat mengalami demam di atas 38 derajat celcius meskipun tidak ada gejala yang lain. 

Untuk anak yang berusia diatas 6 bulan, segera bawa ke dokter atau fasilitas kesehatan jika mengalami demam diatas 38 derajat celcius dan memiliki gejala berikut:

  • Leher kaku dan mengeluh silau dan sensitif  jika melihat cahaya terang
  • Muntah berkepanjangan dan tidak mau minum
  • Timbul ruam atau bercak pada kulitnya
  • Terlihat lemas,  Lebih mengantuk atau tidur terus menerus

Ada terjadi masalah pada sistem pernafasannya seperti terlihat sesak, peningkatan frekwensi pernafasan, dan adanya keluhan sakit saat bernafas

  • Mengalami demam lebih dari tiga hari tanpa ada penyebab yang jelas
  • Kondisi tubuh semakin menurun, tampak lesu dan mengalami penurunan kontak mata.
  • Mengalami kejang demam
  • Ada riwayat penyakit yang menyebabkan penurunan daya tahan tubuh.
  • Adanya keluhan nyeri perut atau nyeri saat buang air kecil

Pencegahan

Cara mencegah demam yang paling sederhana adalah dengan mengurangi paparan penyakit menular. Berikut beberapa tips yang dapat membantu:

  • Sering seringlah mencuci tangan, dan ajari anak untuk melakukan hal yang sama, terutama sebelum makan, setelah menggunakan toilet, setelah menghabiskan waktu di tengah orang banyak atau bermain, setelah kontak dengan hewan peliharaan, dan selama perjalanan menggunkan transportasi umum.
  • Tunjukan dan ajari anak cara mencuci tangan hingga bersih dengan sabun, dan membilasnya dengan air mengalir
  • Bawalah pembersih tangan/hand sanitizer jika beprgian dengan anak, jaga-jaga jika tidak mendapati tempat cuci tangan 
  • Ajari anak untuk tidak menyentuh mulut, hidung atau mata. Karena merupakan  pintu utama masuknya virus dan bateri  
  • Ajarkan untuk menutup mulut saat batuk dan bersin. Jika memungkinkan ajarkan untuk menjauhi orang lain saat batuk untk menghindari penyebaran kuman
  • Ajari anak untuk menghindari  berbagi gelas, botol air dan peralatan makan 

Zul Hendry , Ners., M.Kep
Zul Hendry , Ners., M.Kep Dosen Tetap Program Studi Keperawatan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Mataram

Posting Komentar untuk "Perawatan Demam Pada Anak Selama di Rumah dan Kapan Harus ke Dokter"