Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Intervensi Asuhan Keperawatan Pada Flu Burung

Flu burung atau avian influenza merupakan penyakit yang disebabkan oleh strain virus influenza yang terutama menyerang unggas. Pada akhir 1990-an, suatu jenis baru flu burung muncul yang luar biasa karena kemampuannya menyebabkan penyakit parah dan kematian, terutama pada unggas peliharaan seperti bebek, ayam, atau kalkun. Akibatnya, strain ini disebut flu burung yang sangat patogen artinya sangat parah dan menular dan disebut H5N1.

Sebagian besar subtipe flu burung yang menyebabkan infeksi pada manusia adalah virus H5, H7, dan H9. Sebagian besar kasus flu burung pada manusia disebabkan oleh strain Asia H5N1 dan H7N9, tetapi jenis lain juga menyebabkan beberapa infeksi pada manusia. Infeksi flu burung sering tidak menunjukkan gejala pada unggas liar tetapi dapat menyebabkan penyakit yang sangat mematikan pada unggas domestik.

Kasus manusia pertama H5N1 ditemukan di Hong Kong pada tahun 1997, banyak pasien memiliki gejala pernapasan yang parah, dan angka kematiannya tinggi. Penyebaran ke manusia ditanggulangi dengan memusnahkan populasi burung domestik. 

Namun, pada tahun 2003 dan 2004, infeksi H5N1 pada manusia muncul kembali, dan beberapa kasus terus dilaporkan, terutama di Asia dan Timur Tengah, beberapa kasus dilaporkan di Mesir pada 2017. Satu infeksi pada manusia dikonfirmasi pada 2019 di Nepal. Lebih dari 800 infeksi manusia telah dikonfirmasi sejak 2003.

Strain baru flu burung diidentifikasi di China pada tahun 2013. Virus influenza A disebut H7N9. Identifikasi virus H7N9 dilaporkan 31 Maret 2013 Strain secara antigen berbeda dari virus flu burung H5N1. 

Photo by Diane Borgreen from: flickr

Sejak penemuannya, setidaknya 48 subtipe berbeda dari H7N9 telah diidentifikasi. Karena beberapa virus H7N9 bertahan di beberapa kawanan ayam di China, para peneliti khawatir bahwa galur tersebut akan terus bertukar gen dengan virus flu lain dan mungkin memulai pandemi baru, tetapi hal itu belum terjadi hingga saat ini.

Tanda dan gejala 

Gejala muncul rata-rata sekitar dua hingga delapan hari setelah terpapar. Orang yang terinfeksi mengalami gejala mirip flu antara lain:

  • Sakit tenggorokan, dan
  • Mual.

Gejala sering berkembang menjadi masalah pernapasan yang parah, pneumonia, dan sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS).

Anak-anak mengalami gejala serupa. Infeksi virus ini dapat berkembang menjadi pneumonia dan bahkan gagal napas. Flu burung menyebabkan bentuk pneumonia yang sangat agresif (sindrom gangguan pernapasan akut atau ARDS) yang seringkali berakibat fatal.

Menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dari tahun 2005, sesak napas terjadi sekitar 5 hari setelah gejala pertama muncul.

Uji diagnostik 

  • Influenza A/H5 (keturunan Asia) Virus Real-time RT-PCR Primer dan Probe Set bisa memberikan hash permulaan dalam waktu 4 jam, sedangkan uji yang lama membutuhkan waktu 2 sampai 3 hari. 

  • Sinar-X dada 
  • Kultur nasofaringeal
  • Diferensial darah juga membantu memastikan diagnosis. 

Penanganan 

  • Medikasi antivirus oseltamivir (Tamiflu), dan bisa juga zanamivir (Relenza), bisa mengurangi keparahan penyakit, jika mulai diberikan 48 jam setelah gejala mulai terlihat. 
  • Penanganan suportif  dan penanganan simtomatik 
  • Orang yang didiagnosis terinfeksi H5N1 sebaiknya diisolasi. 
  • Saat ini tidak ada vaksin yang bisa melawan avian influenza, namun vaksin yang melawan H5N1 sedang diuji dalam percobaan klinis.

Intervensi Asuhan Keperawatan 

Intervensi asuhan keperawatan pada flu burung antara lain:

  • Edukasi Para pelancong sebaiknya tidak mengunjungi pasar burung-hidup di area yang terserang avian flu.
  • Orang yang bekerja dengan burung dan mungkin terinfeksi sebaiknya memakai pakaian pelindung dan masker bernapas khusus.
  • Katakan pada pasien bahwa menghindari fining yang mentah atau tidak masak akan mengurangi risiko paparan avian flu dan penyakit terbawa-makanan Iainnya. 
  • Ajari pasien cara membuang tisu dan teknik mencuci tangan yang benar. 
  • Lihat adakah tanda dan gejala komplikasi.
  • Sampel H5N1 dari infeksi manusia terbukti resistan pada medikasi antivirus amantadine dan rimantadine, jadi medikasi tersebut tidak bisa digunakan jika terjadi infeksi H5N1.


Sumber:

  1. Charles Patric Davis. 2021. Bird Flu (Avian Influenza, Avian Flu). Medicine Net.
  2. Nursing.Seri Untuk Keunggulan Klinis (2011). Menafsirkan Tanda dan Gejala Penyakit. Jakarta: PT Indeks
Elisa Oktaviana, Ners M.Kep
Elisa Oktaviana, Ners M.Kep Praktisi dan Dosen di Program Studi S1 Keperawaatan Stikes Yarsi Mataram.

Posting Komentar untuk "Intervensi Asuhan Keperawatan Pada Flu Burung"