Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Intervensi Asuhan Keperawatan Pada Hemoroid

Hemoroid atau wasir atau ambeyen  adalah massa pembuluh darah yang menonjol ke dalam lumen rektum bawah atau daerah perianal.

Hemoroid terjadi ketika peningkatan tekanan intra-abdomen menyebabkan pembengkakan pada jaringan pembuluh darah yang melapisi saluran anus.

Melonggarnya pembuluh darah dari jaringan ikat sekitarnya terjadi dengan penonjolan atau prolaps ke dalam lubang anus.

Ada dua jenis utama Hemoroid, yaitu hemoroid eksternal muncul di luar sfingter eksternal, dan hemoroid internal muncul di atas sfingter internal.

Ketika darah di dalam kantung hemoroid menjadi beku karena penyumbatan, hemoroid disebut sebagai trombosis.

Intervensi Asuhan Keperawatan Pada Hemoroid
Image by https://www.myupchar.com/en on wikimedia.org

Faktor predisposisi termasuk kehamilan, duduk atau berdiri lama, sering mengejang dengan kuat saat buang air, sembelit kronis atau diare, infeksi anus, operasi dubur, kecenderungan genetik, alkoholisme, hipertensi portal, batuk, bersin, atau muntah, dan hilangnya tonus otot yang disebabkan oleh usia tua.

Komplikasi yang bisa timbul antara lain perdarahan, anemia, inkontinensia, dan strangulasi.

Penyebab 

Beberapa hal yang menjadi penyebab hemoroid atau wasir antara lain:

  • Aktivitas yang tneningkatkan tekanan intravenosa di pleksus hemoroidal 
  • Alkoholisme 
  • lnfeksi anorektal 
  • Penyakit hepatik, misalnya sirosis, abses amebik, atau hepatitis 

Faktor predisposisi hemoroid antara lain:

  • Konstipasi 
  • Makanan rendah-serat 
  • Kehamilan 
  • Duduk atau berdiri dalam waktu lama 
  • Mengejan saat defekasi 

Tanda dan gejala

Hemoroid umumnya menyebabkan gejala ketika mereka menjadi membesar, meradang, trombosis, atau prolaps.

Hemoroid Internal

  • Bisa jadi tidak menimbulkan gejala 
  • Pendarahan intermiten yang tidak menyakitkan saat defekasi 

Hemoroid eksternal 

  • Ketidaknyamanan atau prolaps konstan disertai kenaikan tekanan intra-abdominal 
  • Nyeri rektal mendadak dan bongkahan besar, keras, dan subkutaneus (jika terjadi tormbosis hemoroid eksternal) 

Uji diagnostik 

Anaskopi dan sigmoidoskopi fleksibel digunakan untuk memastikan hemoroid internal dan menyingkirkan penyebab gejala lain yang bisa muncul, misalnya polip rektal dan fistula anal. 

Penanganan 

Penatalaksanaan pasien hemoroid mencakup:

  • Beri pasien makanan kaya-serat dan tambah asupan cairan sebanyak delapan sampai sepuluh gelas air per hari. Serat bisa ditambalikan ke makanan menggunakan agens pembentuk serat, misalnya psyllium. 
  • Agens anestetik lokal (losion, krim, atau supositori) atau astringen untuk membantu mengontrol nyeri. 
  • Hidrokortison bisa meringankan gatal atau inflamasi. 
  • Kompres dingin yang diikuti mandi sitz hangat bisa mengurangi ketidaknyamanan. 
  • Injeksi skleroterapi dan ligasi ikatan karet merupakan prosedur penanganan hernoroid bagi pasien rawat jalan. 
  • Diatermia bipolar fotokoagulasi inframerah bisa digunakan untuk membublihkan mukosa pada otot yang mendasarinya. 
  • Hemoroidektomi bisa diperlukan untuk pendarahan parah, nyeri yang tidak bisa ditoleransi, pruritus, dan hemoroid besar yang mengalami prolaps. 


Intervensi Asuhan Keperawatan

Beberapa Intervensi Asuhan Keperawatan pada hemoroid yaitu: 

  • Pada pasien rawat jalan, minta ia bersiap-siap menjalani hemoroidektomi rawat jalan serta memberitahunya bahwa ia mungkin membutuhkan enema di malam hari sebelum dan di pagi hari saat pembedahan. 
  • Sebelum pasien pulang, beri tahu ia bahwa ia bisa tetap makan seperti biasa. 
  • Minta pasien mengkonsumsi agens pembentuk serat, misalnya psyllium, sekitar 1 jam setelah makan malam untuk membantu memastikan pergerakan usus setiap hari. Sarankan ia menjaga kebiasaan usus yang teratur dan tidak mengejan. 
  • Minta pasien tidak menyeka dengan kuat dan tidak menggunakan sabun yang kasar. 
  • Setelah pembedahan, bantu dengan sering mengubah posisi menggunakan penyangga bantal untuk kenyamanan.
  • Berikan analgesik, mandi air hangat, atau kompres hangat untuk mengurangi rasa sakit dan peradangan.
  • Oleskan witch-hazel dressing ke daerah perianal atau krim anal atau supositoria untuk meredakan ketidaknyamanan.
  • Observasi area anus pascaoperasi untuk drainase dan perdarahan.
  • Berikan pelunak feses atau pencahar untuk membantu buang air besar segera setelah operasi, untuk mengurangi risiko striktur.
  • Ajarkan kebersihan dubur dan tindakan untuk mengontrol kelembapan untuk mencegah gatal.
  • Dorong pasien untuk berolahraga secara teratur ,diet tinggi serat, dan memiliki asupan cairan yang cukup yaitu 8 sampai 10 gelas per hari untuk menghindari mengejan dan sembelit, yang merupakan predisposisi pembentukan wasir.
  • Identifikasi kebiasaan buang air besar  pasien dan identifikasi faktor predisposisi untuk mendidik pasien mencegah kambuhnya gejala.

Poin Penting Dokumentasi Keperawatan

  • Temuan fisik : Pemeriksaan rektal, retensi urin, perdarahan, dan drainase mukosa
  • Penyembuhan luka : Drainase, warna, pembengkakan
  • Manajemen nyeri : Nyeri (lokasi, durasi, frekuensi), respons terhadap intervensi
  • Gerakan usus pasca operasi : Toleransi untuk buang air besar pertama 

Pedoman Pemulangan dan Perawatan Kesehatan Rumah

  • Ajarkan pasien pentingnya diet tinggi serat, peningkatan asupan cairan, olahraga ringan, dan buang air besar secara teratur. 
  • Pastikan pasien menjadwalkan kunjungan tindak lanjut ke dokter. 
  • Ajarkan pasien aplikasi analgesik mana untuk nyeri lokal yang dapat digunakan. 
  • Jika pasien telah menjalani operasi, ajari dia untuk mengenali tanda-tanda retensi urin, seperti distensi kandung kemih dan perdarahan, dan untuk menghubungi dokter saat gejala datang.


Referensi :

  1. Parswa Ansari MD. 2021. Hemorrhoids. Hofstra Northwell-lenox Hill Hospital, New York. Merck Manual
  2. Kyle R Perry MD. 2019. Hemorrhoids. Med Scape. Emedicine.
  3. RN Pedia. Hemorrhoids Nursing Care Plan & Management.
  4. Matt Vera RN. 2019. Hemorrhoids Nursing Care Plans. Nurses Labs

Ida Radliyatul Fahmi, S.Kep., Ners
Ida Radliyatul Fahmi, S.Kep., Ners Perawat Ruang Cardio Vascular Care Unit (CVCU) RSUD Provinsi NTB

Posting Komentar untuk "Intervensi Asuhan Keperawatan Pada Hemoroid "