Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Tindakan Keperawatan Akromegali dan Gigantisme

Akromegali dan gigantisme adalah penyakit yang disebabkan oleh gangguan hormon pertumbuhan (Growth Hormon) dimana terjadi peningkatan produksi hormon yang berlebihan, menyebabkan pertumbuhan abnormal jaringan dan tulang.

Gigantisme biasanya dimulai sebelum sebelum pubertas sebelum terjadi penutupan epifiseal dan  menyebabkan pertumbuhan berlebihan di semua jaringan tubuh. Gigantisme biasanya berkembang secara tiba-tiba.

Sedangkan Akromegali berkembang perlahan-lahan, biasanya terjadi pada orang dewasa dengan usia 30-50 tahun dan menyebabkan pertumbuhan drastis yang mempengaruhi semua sistem tubuh. 

Foto: Wikimedia

Walaupun prognosis tergantung pada faktor-faktor penyebabnya, gangguan ini biasanya akan mengurangi harapan hidup jika tidak ditangani dengan cara yang tepat pada waktunya.

Penyebab 

  • Lesi pituitari ekstrapiramidal atau tumor lain yang menyebabkan sekresi hormon pertumbuhan manusla (human growth hormone - hGh) yang berlebihan. 
  • Pada akromegali Sekresi Growth Hormon yang berlebihan, yang membuat seluruh bagian tubuh berubah. 
  • Jika sekresi yang berlebihan ini terjadi sebelum masa pubertas, penderita mengalami gigantisme.
  • Pada gigantisme, sekresi growth hormon yang berlebihan terjadi sebelum pubertas dan menyebabkan pertumbuhan tulang dan jaringan melebihi normal termasuk penambhan peningkatan tinggi badan ynag ekstrim.  
  • Kemungkinan ada penyebab genetik. 
  • Adenoma somatotropik 

Tanda dan Gejala 

Akromegali 

  • Artropati 
  • Sindrom terowongan karpal (carpal tunnel syndrome) 
  • Otot proksimal lemah 
  • Letih 
  • Hiperpigmentasi dan tumbuhnya kutil halus jinak yang muncul di kulit ketiak, leher, dan daerah genetalia
  • Skin tag 
  • Kulit berminyak 
  • Pertumbuhan kartilago dan jaringan ikat yang berlebihan 
  • Daerah supraorbital membesar dan telinga dan hidung menebal 
  • Tonjolan rahang yang jelas terlihat, yang bisa menzanggu proses mengunyah 
  • Suara terdengar dalam dan bergaung 
  • Jari-jari tangan menebal 
  • Penyakit arteri koroner 
  • Kardiomiopati yang disertai aritmia, hipertrofi ventrikular kiri, dan fungsi diastolik menurun 
  • Obstruksi jalan napas atas yang disertai sleep apnea 
  • Viseromegali yang merata, meliputi kardiomegali, makroglosia, dan pembesaran kelenjar tiroid 
  • Dada seperti tong (barrel) dan kifosis 

Gigantisme 

  • Sama seperti akromegali, pada gigantisme juga terjadi abnormalitas tulang dan tanda-tanda intoleransi glukosa
  • Pembesaran tumor pituitari (yang menyebabkan hilangnya hormon trofik lain, misalnya hormon yang menstimulasi tiroid, hormon yang menstimulasi folikel, dan kortikotropin) 

Uji diagnostik 

  • Kenaikan kadar Growth Hormon serum, biasanya diukur dengan radioimunoassay
  • Uji supresi glukosa tidak bisa menekan kadar hormon sampai di bawah jumlah normal yang dapat diterima, yaitu 2 ng/ml. 
  • Sinar-X tengkorak, computed tomography (CT) scan, arteriografi, dan magnetic resonance imaging menentukan keberadaan dan perluasan lesi pituitari.
  • Sinar-X tulang menunjukkan penebalan kranium (terutama tulang frontal, oksipital, dan parietal) dan penebalan tulang panjang, serta osteoartritis di tulang belakang.

Penanganan 

  • Pembedahan dan Terapi radiasi untuk membuang tumor yang mendasari munculnya penyakit
  • Setelah pembedahan dilakukan penggantian hormon tiroid dan kortison
  • Obat obatan untuk menghambat Growth Hormon seperti Bromocriptine (Parlodel) dan octreotide (Sandostatin). 

Tindakan keperawatan 

  • Berikan dukungan emosional kepada pasien untuk membantu meningkatkan citra tubuh
  • Kaji perubahan skeletal dan pelemahan otot pasien. 
  • Lakukan atau bantu pasien melakukan latihan jangkauan-pergerakan.

  • Jaga agar kulit pasien tetap kering.Hindari penggunaan losion berminyak karena kulit pasien sudah berminyak.

  • Pantau kadar glukosa darah pasien. Periksa tanda dan gejala hiperglikemia, antara lain rasa letih, poliuria, dan polidipsia.
  • Yakinkan pasien dan keluarganya kembali bahwa penyakit ini menyebabkan perubahan mood, yang bisa dikelola dengan perawatan.
  • Sebelum pembedahan, tegaskan hal-hal yang dikatakan oleh dokter bedah kepada pasien dan cobalah menenangkan ketakutan pasien.
  • Setelah pembedahan : 
    • Secara tekun, pantaulah tanda vital dan status neurologis pasien. Waspadai tanda kenaikan tekanan intrakranial.

    • Seringkali periksalah kadar glukosa darah. Ingat bahwa kadar hGh biasanya turun cepat setelah pembedahan, sehingga menghilangkan efek antagonis insulin pada sebagian besar pasien dan bisa menimbulkan hipoglikemia. 

    • Lakukan pengukuran asupan cairan dan output urin setiap jam, Cek kemungkinan munculnya dibetes insipidus

    • Jika pembedahan yang dilakuakan menggunakan pendekatan transfenoidal, biasanya bagian tubuh yang dibedah akan ditutup menggunakan jaringan yang diambil dari bagian tengah paha.  Perhatikan kemungkinan adanya kebocoran cairan serebrospinal dari lokasi pembedahan yang dibalut tersebut dan adanya peningkatan drainase nasal atau drainase nasofaring. 

    • Bantu pasien bangun dari ranjang dan berjalan pada hari pertama sampai kedua setelah pembedahan, untuk setiap tingkatan aktivitas yang dilakukan. 

  • Pastikan pasien dan keluarganya memahami hormon mana saja yang harus diminum dan alasannya, termasuk waktu dan dosis yang tepat.
Zul Hendry , Ners., M.Kep
Zul Hendry , Ners., M.Kep Dosen Tetap Program Studi Keperawatan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Mataram

Posting Komentar untuk "Tindakan Keperawatan Akromegali dan Gigantisme"