bR7izkJOiKy1QUHnlV5rpCDjiDlVyiP6q1XpDxAH
Bookmark

Dibalik Manfaat Buah Pare, Beresiko Bikin Mandul

Buah Pare Memiliki Segudang Manfaat Untuk Kesehatan. Tapi bagi Pria yang ingin punya anak sebaiknya di hindari atau paling tidak kurangilah mengkonsumsinya. Karena berdasarkan beberapa penelitian, buah pare bisa mengurangi kesuburan serta meningkatkan resiko kemandulan.

Buah Pare yang dalam bahasa latin di sebut Momordica Charantia L, merupakan jenis sayuran yang sangat familier bagi masyarakat indonesia. Buah pare di konsumsi dengan cara dimasak baik tersendiri maupun dicampur dengan bahan makanan lain, seperti tahu, tempe, daging, dan sebagainya.

Buah pare merupakan tanaman yang tergolong dalam kelompok tanaman tropis. Sering dibudidayakan di ladang, halaman rumah atau kadang tumbuh liar di lahan-lahan kosong. Pada penanaman budidaya, buah pare biasanya akan di rambatkan pad pagar, anjang-anjang bambu, atau merambat pada pohon.

Buah ini tidak terlalu memerlukan banyak sinar matahari sehingga mudah tumbuh dan subur pada tempat yang teduh.  Tanaman semusim berumur hanya setahun, perambat dengan sulurnya mirip spiral membelit kuat untuk merambat. Mempunyai banyak cabang, batangnya segi lima.

Buah Pare termasuk golongan genus Curcubitacea atau timun-timunan dengan spesies Momordica Charantia Lin. Penyebarannya meliputi Cina, India dan Asia Tenggara. Buah pare banyak dimanfaatkan sebagai obat. Buah Pare  secara tradisional digunakan untuk keluarga berencana di beberapa Negara di Asia dan Afrika.

Dibalik Manfaat Buah Pare, Beresiko Bikin Mandul

Potensi dan Manfaat Buah Pare Sebagai Herbal 

Jenis Buah Pare

Pare Gajih

Pare ini paling banyak dibudidayakan dan paling disukai. Sebutan yang lain untuk pare gajih adalah pare putih atau pare mentega. Berat rata-rata pare gajih antara 200-500 gram dengan diameter 3-7 cm dan panjang 30-50 cm. Pare ini berasal dari India, Africa.

Pare Hijau

Pare hijau berbentuk lonjong, kecil dan berwarna hijau dengan bintil-bintil agak halus. Sebutan untuk pare ini jenis ini ada bermacam macam, ada yang menyebutnya pare ayam, pare alas, pare kodok, atau pare gingae.

Yang paling populer dari jenis pare ini adalah pare ayam. Buah pare ayam mempunyai panjang 15 - 20 cm, memiliki rasa yang lebih pahit dan tekstur daging yang lebih tipis. 

Dari segi pemeliharaan, jenis pare hijau relatif lebih mudah di budidayakan. Bahkan, jenis pare hijau bisa tumbuh dengan baik walaupun ditanam tanpa lanjaran atau para-para. 

Pare Import

Jenis pare ini berasal dari Taiwan. Jenis pare impor biasanya tidak bisa di budidayakan lagi atau di jadikan benih ulang untuk bibit baru karena merupakan hybridan dan final stok.

Beberapa jenis pare import yang beredar di Indonesia antara lain  varietas Known-you green, Varietas Known-you no. 2, dan Varietas Moonshine. Masing-masing varietas memiliki perbedaan mulai bentuk buah, ukuran, kecepatan tumbuh, serta tekstur permukaan kulit.

Buah Pare Kaya Kandungan Gizi

Buah Pare merupakan tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi karena memilik kandungan gizi yang relatif besar. Bagian tanaman lainnya yang memiliki kandungan gizi tinggi adalah daunnya. Karena itu sebenarnya, pemanfaatannya untuk dijadikan makanan olahan sangat baik.

Berikut Kandungan gizi yang terdapat dalam buah Pare.

Kandungan Gizi Buah Pare

Manfaat Buah Pare Sebagai Tanaman Obat

Selain kandungan gizinya yang tinggi, manfaat buah pare antara lain banyak digunakan dalam pengobatan tradisional. Pada buah pare didapatkan banyak zat aktif yang merupakan hasil metabolisme sekunder tanaman tersebut.

Senyawa kimia yang terkandung dalam buah pare meliputi: Momordikosida, momordisin, Saponin, Plavanoid, steroid, triterpenoid, asam fenolat, Asam oksalat, protein, charatin, dan lain-lain. 

Kandungan zat kimia aktif yang tinggi ini menjadikan pare banyak dimanfaatkan sebagai tanaman obat untuk penurun panas, obat cacing, nyeri haid, memperlancar ASI, batuk, luka, malaria,dan penambah nafsu makan.

Kandungan plavanoid buah pare juga dapat berperan sebagai anti oksidan, penelitian yang dilakukan oleh Agus dan Wu SJ tahun 2008 menunjuakan bahwa ekstrak air dan ekstrak etanol buah pare menunjukkan aktifitas antioksidan dalam penangkapan radikal bebas DPPH yang lebih tingi daripada Vitamin E.

Buah pare juga diketahui memiliki kandungan Beta-karoten lima kali lebih daripada wortel. Dalam salah satu penelitian disebutkan bahwa kandungannya mencapai 0.7822 mg/100 g. 

Vitamin lain yang terkandung dalam buah pare adalah vitamin C, yang berperan dalam metabolisme pembuangan kolesterol, memperbaiki kekuatan pembuluh darah serta berperan sebagai anti mikroba.

Buah pare mengandung charantin dan alkaloid yang pahit, yaitu momordikosida. Momordikosida banyak digunakan masyarakat untuk penyembuhan demam dan pengobatan cacing kremi. 

Selain buah, daun dan biji pare, beberapa bagian lain juga bisa dimanfaatkan sebagai obat. Misalnya bunga dan akarnya. Beberapa literatur menyebutkan bahwa bunga  pare dapat di guanakan untuk meningkatkan kerja enzim pencernaan.

Sementara itu, akar pare yang di keringkan dapat dimanfaatkan sebagai obat disentri amoebiasis dan ambeyen atau bisa dimanfaatkan untuk membunuh serangga. Hal ini dikarenakan akar yang sudah dikeringkan mengandung 11.7%. Dimana abu yang bersifat alami ini mengandung Kalsium (Ca), besi (Fe), dan Phosfor.

Hasil penelitian Beberapa waktu terakhir mengenai manfaat buah pare terhadap kadar glukosa darah, juga mendapatkan hasil bahwa pare memiliki khasiat untuk menurunkan Gula Darah. Setidaknya ada tiga komponen senyawa dalam bagian buah pare yang secara klinis mampu menurunkan kadar gkukosa darah. Komponen itu adalah karatin, insulin, dan alkaloid.

Oleh sebab itu, buah pare berpotensi untuk dijadikan salah satu obat herbal untuk penyakit diabetes melitus. Efek hipoglikemik dari tanaman pare ini paling banyak ditemukan pada bagian buah dibandingkan dengan bagian tanaman yang lainnya. 

Efek Buah Pare terhadap Kesuburan, Benarkah bikin mandul ?

Di samping segudang manfaat buah pare di atas, ternyata beberapa penelitian juga membuktikan bahwa buah pare berdampak negatif untuk kesuburan pria.

Beberapa penelitan terakhir menyatakan bahwa ekstrak buah pare menyebabkan penurunan jumlah Spermatozoa normal. Dimana tikus yang diberikan ekstrak sebagian besar mengalami kerusakan pada struktur sel spemanya. Mulai dari kerusakan ekor, kepala, sampai bagian tengah. 

Beberapa penelitan lainnya juga mendapatkan hasil bahwa ekstrak buah pare ternyata menurunkan jumlah Spermatozoa, kemampuan bergerak, persentase jumlah Spermatozoatozoa hidup, dan kelengkapan organel sel Spermatozoa sendiri. 

Gangguan kesuburan ini di akibatkan oleh kandungan buah pare yaitu momordikosida. Secara khusus varian momordikosida K dan L. Zat ini terindikasi menghambat pertumbuhan dan perkembangan sel selama proses spermatogenesis. 

Selain itu, momordikosida juga diduga menyebakan terhambatnya sumber energi sehingga sel-sel spermatozoa tidak bisa berkembang.

Penurunan jumlah spermatozoa, gangguan motilitas (kemampuan bergerak), kerusakan morfologi (struktur sel lengkap yaitu bagian kepala, tengah, dan ekor) dan viabilitas (persentase jumlah sel hidup dan mati) menyebabkan kemampuan untuk membuahi pasti akan menurun.

Dengan menurunnya seluruh parameter kesuburan spermatozoa diatas, maka dapt dipastikan secara keseluruhan kemampuan untuk membuahi sel telur akan menurun.

Penelitian penelitian diatas sebagaian besar menggunakan tikus sebagai subjek. Namun karena kemiripan struktur anatomi sistem reproduksi tikus dengan manusia, ada kemungkinan buah pare juga memiliki efek serupa terhadap sistem reproduksi pria

Memang, Secara kaidah ilmu pengetahuan dibutuhkan tahapan penelitian lebih lanjut untuk memastikan apakah dampaknya juga sama terhadap manusia. Secara prosedural, penelitian klinis harus ada tahapan dalam penelitian untuk bisa di generalisasi efeknya terhadap manusia, yaitu dari Uji Lab sampai uji klinis.

Jika ingin membaca lebih detail jurnal-jurnal hasil penelitian tentang dampak buah pare ini terhadap kesuburan pria, bisa di cari di google scholar dengan kata kunci "Momordica Charantia", lalu tambahkan kata kunci spermatozoa atau spermatogenesis. Maka akan didapatkan laporan-laporan terbaru tentang hasil penelitian mengenai efek buah pare terhadap kesuburan pria.

Kesimpulan

Dampak buah pare yang terindikasi menyebabkan gangguan kesuburan pada pria bisa di lihat dari dua sisi berbeda. Bisa dalam perspektif positif atau perspektif negatif.

Perspektif positif yaitu dalam usaha untuk menemukan obat kontrasepsi khususnya pada pria. Buah pare bisa dikembangkan dan terus diteliti sebagai salah satu kandidat yang memiliki efek antifertilitas. Jika pada tahap penelitian konsisten mendapatkan hasil yang signifikan, maka ada kemungkinan bisa dijadikan alternatif penatalaksanaan kontrasepsi.

Perspektif negatif artinya bahwa jika seorang pria beristri ingin memiliki anak atau dalam program memilki keturunan sebaiknya menghindari atau paling tidak mengurangi konsumsi buah pare. Walaupun hanya terbukti pada tikus, tapi tidak ada salahnya berhati hati. Disamping itu masih banyak jenis buah dan sayur yang bisa dikonsumsi sebagai sumber gizi yang lain yang juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. 

Selain itu, efek terhadap kesuburan hanya salah satu aspek saja jika dibandingkan dengan berbagai manfaat buah pare secara keseluruhan.