Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Proses Keperawatan dalam Pelayanan Kesehatan

Keperawatan sebagai profesi mengharuskan pelayanan keperawatan diberikan secara profesional oleh perawat dengan kompetensi yang memenuhi standar dan memperhatikan kaedah etik serta moral sehingga masyarakat menerima pelayanan dan asuhan keperawatan yang bermutu.

Berdasarkan sifat dan hakikat praktik keperawatan / asuhan keperawatan yaitu menuju tercapainya kemandirian klien dalam memenuhi kebutuhan dasarnya secara optimal pada seluruh siklus kehidupan manusia. Asuhan keperawatan merupakan proses terapeutik yang melibatkan hubungan kerjasama antara perawat dengan klien, keluarga dan atau masyarakat untuk mencapai kesehatan yang optimal. Dalam memberikan asuhan keperawatan, perawat menggunakan proses keperawatan yang pada dasarnya merupakan salah satu teknik penyelesaian masalah (problem solving) (Keliat,B.A., dkk., 1999 : 2.).

Proses keperawatan bertujuan untuk memberikan asuhan keperawatan sesuai dengan kebutuhan dan masalah klien sehingga mutu pelayanan keperawatan optimal. Kebutuhan dan masalah klien dapat diidentifikasi dan diprioritaskan untuk dipenuhi dan diselesaikan. Penggunaan proses keperawatan yang efektif akan membantu perawat dalam melakukan prakteik keperawatan, menyelesaikan masalah keperawatan klien, dan atau memenuhi kebutuhan klien secara ilmiah, logis, sistematis dan terorganisasi, serta menghindari rutinitas dan tindakan intuisi (Keliat,B.A., dkk., 1999 : 2.). Proses keperawatan merupakan bentuk pendekatan ilmiah dalam praktek keperawatan profesiaonal (PKP) yang dilaksanakan oleh perawat yang profesional. 

Adapun manfaat proses keperawatan bagi perawat adalah (1) Peningkatan otonomi dan percaya diri dalam memberikan asuhan keperawatan, (2) Tersedia pola pikir/pola kerja yang logis, ilmiah, sistematis dan terorganisasi, (3) Pendokumentasian dalam proses keperawatan memperlihatkan perawat bertanggung jawab dan bertanggung gugat, (4) Peningkatan kepuasan kerja, (5) Sarana / wahana desiminasi IPTEK keperawatan, (6) Pengembangan karier melalui pola pikir penelitian, sedangkan manfaat bagi klien adalah (1) asuhan yang diterima bermutu dan dipertanggung jawabkan secara ilmiah, (2) Peningkatan partisipasi pasien dalam menuju perawatan mandiri, (3) terhindar dari malpraktik (Keliat,B.A., dkk., 1999 : 2.).


1. Pengkajian

Pengkajian merupakan tahap awal dan dasar utama dari proses keperawatan. Tahap pengkajian terdiri atas pengumpulan data, pengelompokan data dan perumusan kebutuhan atau masalah klien. Data yang dikumpulkan meliputi data biologis, psikologis, sosial dan spiritual, yang dikelompokkan menjadi data subyektif yang diperoleh dari klien atau keluarga yang berhubungan dengan keluhan klien, dan data obyektif yang didapatkan secara langsung oleh perawat melalui pengamatan dan pengukuran.

Pengkajian perawatan dibagi dalam dua cara, yaitu pengkajian data dasar dan pengkajian data fokus. Pengkajian data dasar dilakukan saat perawat kontak pertama dengan klien. Seluruh aspek dikaji oleh perawat baik biologis psikologis, sosial maupun spiritual. Sedangkan pengkajian fokus dilakukan secara terus menerus, setiap saat perawat kontak dengan klien. Pada pengkajian fokus, data yang dikaji adalah data yang benar-benar fokus, yaitu berdasarkan yang dirasakan klien yang mengarah kepada kebutuhan utama klien saat ini. 

Data yang telah diidentifikasi melalui pengkajian, dapat ditentukan masalah keperawatannya dalam rangka memenuhi kebutuhan keperawatan klien. Format pengkajian dapat lebih disederhanakan untuk lebih memudahkan dalam pengkajian.

2. Diagnosa

Diagnosa keperawatan adalah penilaian klinis tentang respon aktual atau potensial dari individu, keluarga atau masyarakat terhadap masalah kesehatan / proses kehidupan (Capernito, 1995). Pengertian lain menjelaskan bahwa diagnosa keperawatan adalah masalah aktual atau potensial dan berdasarkan pendidikan dan pengalamannya perawat mampu mengatasi. Respon / tanggapan klien meliputi respon biologis, psikologis, sosial, dan spiritual sehubungan dengan status kesehatannya. Diagnosa keperawatan meliputi hal-hal sebagai berikut : (1) menjelaskan respon klien, (2) Dapat berubah sesuai dengan perubahan respon klien, (3) Dapat diintervensi oleh perawat dalam lingkup praktek keperawatan, (4) Berhubungan dengan persepsi klien tentang status kesehatannya, dan (5) Dapat digunakan untuk melakukan perubahan dalam memenuhi kebutuhan secara optimal.

Kemampuan perawat yang diperlukan dalam merumuskan diagnosa adalah kemampuan pengambilan keputusan yang logis, pengetahuan tentang batasan adaptif atau ukuran normal, kemampuan memberikan justifikasi atau pembenaran dan kepekaan sosial budaya (stuart & Sundeen, 1995). Kegiatan atau perilaku perawat yang dibutuhkan dalam merumuskan diagnosa adalah mengidentifikasi pola data, membandingkan data dengan keadaan adaptif, menganalisa dan mensintesa data, mengidentifikasi kebutuhan atau masalah klien, memvalidasi dan menyusun masalah dengan klien, merumuskan diagnosa keperawatan dan menyusun prioritas diagnosa keperawatan. 

3. Perencanaan

Rencana tindakan keperawatan terdiri tiga aspek, yaitu tujuan umum, tujuan khusus, dan rencana tindakan keperawatan. Tujuan umum berfokus pada penyelesaian permasalahan (P) dari diagnosa tertentu. Tujuan umum dapat dicapau jika serangkaian tujuan khusus telah tercapai. Tujuan khusus berfokus pada penyelesaian etiologi (E) dari diagnosa tertentu.  Tujuan khusus merupakan rumusan kemampuan klien yang perlu dicapai atau dimiliki klien. Kemampuan ini dapat bervariasi sesuai dengan masalah dan kebutuhan klien. Untuk menetapkan tujuan umum dan tujuan khusus, perawat perlu memiliki kemampuan berfikir kritis dan kemampuan berhubungan kemitraan dengan klien dan keluarganya. Tujuan akan sukar dicapai tanpa kerjasama yang baik antara perawat, klien, dan keluarganya.

Rencana tindakan keperawatan merupakan serangkaian tindakan yang dapat mencapai tiap tujuan khusus. Perawat dapat memberikan alasan ilmiah yang terbaru mengapa tindakan itu diberikan. Alasan ilmiah dapat merupakan pengetahuan berdasarkan literatur, hasil penelitian atau pengalaman praktek. Pada dasarnya rencana intervensi keperawatan terdiri dari 4 jenis, yaitu :  

  • Terapi keperawatan (therapeutic nursing) berdasarkan teori-teori keperawatan
  • Tindakan observasi dan pengawasan (monitoring), 
  • Pendidikan kesehatan dan 
  • Tindakan kolaborasi

4. Implementasi

Pada kegiatan implementasi diperlukan kemampuan perawat terhadap penguasaan teknis keperawatan, kemampuan hubungan interpersonal dan kemampuan intelektual yaitu menerapkan teori-teori keperawatan ke dalam praktek. Implementasi tindakan keperawatan disesuaikan dengan rencana tindakan keperawatan yang telah disusun. Sebelum melaksanakan tindakan yang sudah direncanakan, perawat perlu memvalidasi dengan singkat apakah rencana tindakan masih sesuai dan dibutuhkan klien sesuai dengan kondisinya saat ini (here and now). 

Setelah semua tidak ada hambatan maka tindakan keperawatan boleh dilaksanakan. Pada sat akan dilaksanakan tindakan keperawatan maka kontrak dengan klien dilaksanakan dengan menjelaskan apa yang akan dikerjakan serta peran serta klien yang diharapkan. Tindakan yang telah dilaksanakan harus didokumentasikan secara teratur beserta dengan respon klien.

5. Evaluasi

Evaluasi adalah tahap akhir dari proses keperawatan yang memungkinkan perawat menetapkan apakah rencana efektif dabn bagaimana rencana dilanjutkan. Evaluasi merupakan proses yang berkelanjutan untuk menilai efek dari tindakan keperawatan kepada klien. Evaluasi dilaksanakan terus menerus pada respon klien terhadap tindakan keperawatan yang telah dilaksanakan. 

Evaluasi dapat dilakukan dengan pendekatan SOAP, sebagai pola pikir:

  • S   =  respons subjectif klien terhadap tindakan keperawatan yang telah dilaksanakan
  • O  = respon objektif klien terhadap tindakan keperawatan yang telah yang telah  dilaksanakan
  • A  = analisa atas data subjectif dan objektif untuk menyimpulkan apakah masalah masih tetap /            muncul masalah baru atau ada data yang kontradiksi dengan masalah yang ada.
  • P  =  perencana atau tindak lanjut berdasarkan analisa pada respon klien

Ida Radliyatul Fahmi, S.Kep., Ners
Ida Radliyatul Fahmi, S.Kep., Ners Perawat Ruang Cardio Vascular Care Unit (CVCU) RSUD Provinsi NTB

Posting Komentar untuk "Proses Keperawatan dalam Pelayanan Kesehatan"