Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Konsep Nyeri, Fisiologi Sampai Skala Pengukuran

Nyeri pada setiap individu biasanya berbeda beda dan cenderung bersifat subyektif, bisa di definisikan sebagai sensasi tidak menyenangkan yang dapat berkisar dari ketidaknyamanan ringan yang terlokalisasi hingga perasaan menderita, memiliki komponen fisik dan emosional.

Bagian fisik dari rasa sakit dihasilkan dari rangsangan saraf. Nyeri dapat tertahan pada area yang terpisah, seperti pada cedera, atau dapat lebih menyebar, seperti pada gangguan seperti fibromyalgia.

Nyeri dimediasi oleh serabut saraf spesifik yang membawa impuls ke otak di mana apresiasi sadar mereka dapat dimodifikasi oleh banyak faktor.

Konsep Nyeri

Definisi 

Berikut adalah beberapa  pendapat beberapa ahli tentang pengertian nyeri:

  • Long (1996), nyeri adalah perasaan tidak nyaman yang sangat subyektif dan hanya orang yang mengalaminya yang dapat menjelaskan dan mengevaluasi perasaan tersebut.
  • Priharjo (1992), nyeri adalah perasaan tidak nyaman baik ringan maupun berat
  • Mc.Coffery (1979), nyeri adalah suatu keadaan yang mempengaruhi seseorang yang keberadaannya diketahui hanya jika orang tersebut pernah mengalaminya.
  • Arthur C. Cutton (1983), nyeri adalah suatu mekanisme produksi bagi tubuh, timbul ketika jaringan sedang rusak, dan menyebabkan individu tersebut bereaksi untuk menghilangkan rangsangan tersebut.
  • Wolf Weifsel feurst (1974), nyeri adalah suatu perasaan menderita secara fisik dan mental atau perasaan atau perasaan yang bisa menimbulkan ketegangan.
  • International Association For Study of Pain (IASP), nyeri adalah sensori subjektif dan emosional yang tidak menyenangkan yang didapat terkait dengan kerusakan jaringan aktual maupun potensial, atau menggambarkan kondisi terjadinya kerusakan.

Fisiologi

Rangsangan nyeri dihantarkan oleh reseptor yang disebut nosiseptor. Nosiseptor merupakan ujung syaraf perifer yang bebas dan tidak bermielin atau hanya memiliki sedikit mielin. 

Reseptor ini tersebar di kulit dan mukosa, khususnya pada visera, persendian, dinding arteri, hati dan kandung empedu. Proses fisiologi yang terkait dengan nyeri disebut nosisepsi. 

Proses ini terdiri atas empat tahap sebagai berikut:

a. Transduksi

Rangsangan stimulus yang membahayakan memicu pelepasan mediator biokimia seperti histamin, prostaglandin, dan substansi P

b. Transmisi

Stimulasi yang diterima oleh reseptor ditransmisikan berupa impuls nyeri dari serabut syaraf perifer ke medulla spinalis. 

Nyeri ditransmisikan dari medula spinalis ke batang otak dan talamus melalui jalur spinotalamus (spinotalamic tract atau SST) yang membawa informasi tentang sifat dan lokasi

c. Persepsi

Individu mulai menyadari adanya nyeri dan tampaknya persepsi ersebut terjadi di struktur konteks sehingga memungkinkan timbulnya berbagai strategi perilaku kognitif untuk mengurangi komponen sensorik dan afektif.

e. Modulasi

Neuron di batang otak mengirimkan sinyal-sinyal kembali ke tanduk dorsal medulla spinalis yang terkonduksi dengan nosiseptor impuls supresif. 

Serabut desendens tersebut melepaskan substansi seperti opoud, serotonin, dan norepineprin yang akan menghambat impuls asendens yang membahayakan di bagian dorsal medulla spinalis.

Teori Gate Control

Teori gate control dikemukakan oleh Melzack dan well pada tahun 1965. Berdasarkan teori ini, fisiologi nyeri dapat dijelaskan sebagai berikut.

Akar dorsal pada medulla spinalis terdiri atas beberapa lapisan atau laminae yang saling bertautan. Diantara lapisan dua dan tiga terdapat substansia gelatinosa (Substansia Gelatinosa atau SG) yang berperan seperti layaknya pintu gerbang yang memungkinkan atau menghalangi masuknya impuls nyeri menuju otak.

Pada mekanisme ini, rangsangan dihantarkan melalui serabut syaraf kecil. Rangsangan pada syaraf kecil dapat menghambat substansi gelatinosa dan membuka pintu mekanisme sehingga merangsang aktivitas sel T yang selanjutnya akan menghantarkan rangsangan nyeri.

Rangsangan yang dihantarkan melalui syaraf kecil dapat dihambat apabila terjadi rangsangan pada syaraf besar. Rangsangan pada syaraf besar akan mengakibatkan aktivitas substansi gelatinosa meningkat sehingga pintu mekanisme tertutup dan hantaran rangsangan pun terhambat. 

Rangsangan yang melalui syaraf besar dapat langsung merambat ke korteks serebri agar dapat diidentifikasikan dengan cepat.

Teori Penghantaran Nyeri

Teori Pemisahan (Specificity)

Rangsangan nyeri masuk melalui ganglion dorsal ke medulla spinalis melalui kornus dorsalis yang bersinaptis di daerah posterior. 

Rangsangan tersebut kemudian naik ke tractus lissur dan menyilang di garis median ke sisi lainnya. Rangsangan berakhir di korteks sensoris tempat nyeri tersebut diteruskan. Proses penghantaran ini tidak memperhitungkan aspek fisiologis dan respon nyeri.

Teori Pola (Pattern)

Rangsangan nyeri masuk medulla spinalis melalui ganglion akar dorsal dan merangsang aktifitas sel T yang selanjutnya akan menghantarkan rangsangan tersebut ke korteks serebri. 

Nyeri yang terjadi merupakan efek gabungan dari intensitas rangsangan dan jumlah rangsangan pada ujung dorsal medulla spinalis. Proses ini tidak termasuk aspek fisiologis.

Teori Pengendalian Gerbang (Gate Control)

Rangsangan nyeri dikendalikan oleh mekanisme gerbang pada ujung dorsal medulla spinalis. Syaraf besar dan syaraf kecil pada ganglion akar dorsalis memungkinkan atau menghalangi penghantaran rangsangan tersebut.

Teori transmisi dan Inhibisi

Stimulus yang mengenai nosiseptor memulai transmisi (penghantaran) impuls syaraf. Transmisi ini menjadi efektif karena terdapat neurotransmitter yang spesifik. 

Inhibisi impuls juga menjadi efektif karena terdapat impuls pada serabut besar yang menghalangi impuls pada serabut lambat dan sistem supresi opiat endogen.

Stimulus Nyeri

Beberapa faktor yang dapat menjadi stimulus atau menyebabkan nyeri karena menekan reseptor. Contoh faktor-faktor tersebut adalah trauma atau gangguan pada jaringan tubuh, tumor, iskemia pada jaringan dan spasme otot.

Seseorang dapat mentoleransi, menahan nyeri (Pain toerance), atau dapat mengenali jumlah stimulasi sebelum merasakan nyeri (pain threshold).

Terdapat beberapa jenis stimulus nyeri, diantaranya adalah:

  • Trauma pada jaringan tubuh, misalnya kerusakan jaringan dan iritasi secara langsung pada reseptor
  • Gangguan pada jaringan tubuh, misalnya karena edema, akibat terjadinya penekanan pada reseptor nyeri.
  • Tumor, dapat juga menekan reseptor nyeri
  • Iskemia pada jaringan, misalnya terjadi blokade pada arteri koronaria yang menstimulasi reseptor akibat tertumpuknya asam laktat
  • Spasme otot, dapat menstimulasi nyeri secara mekanik

Jenis Nyeri

Nyeri Perifer

Nyeri perifer dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu sebagai berikut:

  • Nyeri superfisial, yaitu  yang muncul akibat rangsangan pada kulit dan mukosa
  • Nyeri viseral, timbul akibat rangsangan pada reseptor nyeri di rongga abdomen, kranium dan toraks
  • Nyeri Alih, rasa nyeri yang dirasakan di daerah lain yang jauh dari jaringan penyebabnya.

Nyeri Sentral

Nyeri sentral adalah nyeri yang muncul akibat rangsangan pada medulla spinalis, batang otak dan talamus

Nyeri Psikogenik

  • Nyeri somatik, yaitu yang berasal dari tendon, tulang, saraf dan pembuluh darah
  • Nyeri menjalar, yaitu yang terasa dibagian tubuh yang lain, umumnya disebabkan oleh kerusakan atau cedera pada organ viseral
  • Nyeri neurologis, yaitu bentuk nyeri tajam yang disebabkan oleh spasme disepanjang atau dibeberapa jalur syaraf.
  • Nyeri phantom, yaitu yang dirasakan pada bagian tubuh yang hilang, misalnya pada bagian kaki yang sebenarnya sudah diamputasi

Bentuk Nyeri

Nyeri akut

Nyeri akut merupakan nyeri yang timbul secara mendadak dan cepat menghilang. jenis ini umunya berlangsung tidak lebih dari enam bulan. Penyebab dan lokasi biasanya sudah diketahui. Nyeri akut ditandai dengan peningkatan tegangan otot dan kecemasan.

Nyeri kronis

Nyeri kronis merupakan nyeri yang berlangsung berkepanjangan, berulang atau menetap selama lebih dari enam bulan. Sumber dapat diketahui ataupun tidak.

Pengalaman Nyeri

Arti atau makna nyeri

Nyeri bersifat subyektif sehingga memilki arti atau makna yang berbeda bagi setiap orang, bahkan juga untuk orang yang sama pada waktu yang berbeda. 

Sebagian artinya merupakan arti yang negatif, misalnya membahayakan, merusak, menunjukan adanya komplikasi, menyebabkan ketidak mampuan, dan memerlukan penyembuhan.

Persepsi nyeri

Persepsi nyeri merupakan penilaian yang sangat subyektif yang berpusat diarea korteks (pada fungsievaluatif kognitif). Persepsi ini dapat timbul akibat rangsangan yang dihantarkan menuju jalur spinotalamikus dan talamiko kortikalis.

Toleransi Terhadap Nyeri

Toleransi terhadap nyeri berhubungan erat dengan intensitasnya yang membuat seseorang sanggup menahan nyeri sebelum meminta bantuan dari orang lain.

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan toleransi antara lain adalah alkohol, obat-obatan, hipnosis, kepercayaan yan kuat, pengalihan perhatian, dan gesekan serta garukan.

Faktor-faktor yang menurunkan toleransi antara lain adalah kelelahan dan keletihan, rasa marah, rasa bosan, kecemasan, kondisi sakit, dan nyeri yang tak kunjung hilang.

Reaksi Terhadap Nyeri

Reaksi seseorang pada saat mengalami nyeri berbeda-beda, contohnya ketakutan, gelisah, cemas, mengerang, menangis, menjerit-jerit, berjalan mondar mandir, tidur sambil menggeretakan gigi, mengeluarkan banyak keringat, dan mengepalkan tangan.

Pengukuran Intensitas Nyeri

Skala nyeri menurut Hayward

Skala nyeri menurut Hayward dapat ditulis sebagai berikut:

0     = Tidak Nyeri

1-3  = Ringan

4-6  =  Sedang

7-9  = Sangat nyeri, tetapi masih dapat dikendalikan dengan aktifitas yang biasa dilakukan

10   = Sangat nyeri dan tidak bisa dikendalikan

Skala Nyeri menurut McGill

Skala nyeri menurut McGill dapat dituliskan sebagai berikut :

0  =  Tidak Nyeri

1  =  Ringan

2  =  Sedang

3  =  Berat atau Parah

4  =  Sangat Berat

5  =  Hebat

Skala Wajah atau Wong-Baker

Skala wajah dapat digambarkan sebagai berikut :

0   =  Tidak Sakit

2   =  Sedikit Sakit

4   =  Agak Mengganggu

6   =  Mengganggu Aktifitas

8   =  Sangat Mengganggu

10  = Tak Tertahankan

Zul Hendry , Ners., M.Kep
Zul Hendry , Ners., M.Kep Dosen Program Studi Keperawatan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Mataram

Posting Komentar untuk "Konsep Nyeri, Fisiologi Sampai Skala Pengukuran"